Yanuar Dwi Prasetyo (2712100147).

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
TEKNIK MODULASI.
Advertisements

Representasi audio dan video
Representasi audio dan video
KOMPRESI AUDIO / VIDEO By : Nurul Adhayanti.
Tugas PTIK Kelas 06 Muhammad Resma Ridha
PRINSIP KOMUNIKASI LISTRIK
PENGKODEAN SINYAL.
KOMUNIKASI DATA KULIAH IV SINYAL TRANSMISI.
Sistem Kerja TV Digital II :
Jenis Teknik Modulasi: Modulasi Analog (AM dan FM)
KELOMPOK 4: KOMUNIKASI DATA (RADIO) 1P51
Radio Communication & Analog Modulation
Pertemuan 3: Aplikasi Audio dan Suara
Radio Streaming Kelompok 5 jarmul.
Disusun oleh SALEH KHAMIS AL-JAIDI
Nama : Anita Puspita Sari Muhammad Karim
Slide 4 – Sistem Transmisi Modulasi & Multiplexing
KOMPRESI AUDIO/ VIDEO Ismarmiaty.
Elemen Multimedia R.M. Mahrus H. Efendi.
FORMAT VIDEO.
SUARA DAN AUDIO.
PENGENALAN PERALATAN PRODUKSI MEDIA AUDIO
MEKANISME PEREKAMAN SUARA Kompetensi : Memahami prinsip pembuatan master.
Video Compression. Kelompok 13 M Fatkhul Amin Irpan Maulana Kholid A.H Hendy W
SUARA DAN AUDIO.
Yan Felix Monangin ( ).  JPEG adalah sebuah format gambar, sangat berguna untuk membuat gambar jenis fotografi berkualitas tinggi dalam ukuran.
TRANSMISI ANALOG DAN TRANSMISI DIGITAL
Radio Oleh: Allia Okti Sativa Asri Widianty Cut Hena Ulfa Nurjannah
Model Komunikasi Sederhana
1 Pertemuan 6 Transmisi Digital Matakuliah: H0122/Dasar Telekomunikasi Tahun: 2005 Versi: 5.
Pertemuan 4 Modulasi Digital
Tugas multimedia.
Format Video NURUL MUSAWATIRA P.
Audio Sistem Multimedia.
Chapter 7 Kompresi Audio
Representasi dan Kompresi Data Multimedia (lanjutan)
Konversi Data Analog Vs Digital
Pertemuan 5 Perangkat Lunak Pendukung Multimedia
MPEG (Motion Picture Expert Group) Disusun oleh : Ahmad Apriyanto
TeModulasi Tata Sumitra , S.Kom, M.Kom.
PENGANTAR TELEKOMUNIKASI
Video Pertemuan 5.
A U D I O Kelompok 2 Kartikadyota K. Inge Ratna Dwi A. Anggarda Eri N.
MEKANISME PEREKAMAN SUARA
MULTIPLEXING Ahmad Fali Oklilas, Jurusan Sistem Komputer fakultas ilmu komputer universitas sriwijaya.
Dasar Sistem Komunikasi (lanjutan)
Sinyal Termodulasi 2016.
I WAYAN ORDIYASA, S.KOM, M.T.
Dasar Audio Processing
S. Indriani L, M.T Sistem Komunikasi.
Pengertian Audio Digital
Dosen : Bella Hardiyana S. Kom
MASTERING.
TEKNIK DAN MODEL KOMUNIKASI
Suara dan Audio Pertemuan 5.
Kompresi Audio / Video Slamet Kurniawan, S.Kom.
Kompresi Audio.
Tugas Multimedia Luqman hakim
Angga Septa S ( ).
Chapter 7 Kompresi Audio
Modulasi Frekuensi Fitri Amillia, S.T, M.T.
Sistem Multimedia Materi : Audio/Suara.
Bab 1: Garis Besar Dasar Sistem Komunikasi
Animasi dan Suara Pertemuan 02
I WAYAN ORDIYASA, S.KOM, M.T.
Bab 1: Garis Besar Dasar Sistem Komunikasi
Bentuk dan Struktur Sinyal Termodulasi 2017.
Sistem Telekomunikasi
KOMUNIKASI DATA TEKNIK MODULASI 20:16:44.
SISTEM PENERIMA DAN PEMANCAR RADIO Penerapan Sistem Radio dan Televisi.
Transcript presentasi:

Yanuar Dwi Prasetyo (2712100147)

VIDEO format penyimpanan video dengan karakteristiknya : Þ      AVI: Biasanya digunakan untuk format DVD, Dapat dibuka dengan aplikasi video seperti CyberLink PowerDVD, Windows Media Player, dan yang lainnya. Þ      FLV (File Flash Video): Dapat dibuka dengan aplikasi video flash seperti Total Video Player, FLV Player atau yang lainnya. Þ      MOV : Ukuran Frame 320×24, Warna  : Million, Frequensi Sound 22Khz, Size Per menit 15250Kb Þ     MPEG: merupakan salah satu dari format standar MPEG yang digunakan dalam pengompresan suara dan gambar dalam video CD. MPEG-1 mendukung format audio yang biasa kita ketahui dengan ekstensi mp1, mp2 dan mp3. MPEG-2 penggunaannya ditujukan pada transmisi-transmisi TV dan aplikasi-aplikasi lainnya yang memiliki kemampuan sampai 6 Mbps. MPEG-4 lebih mengacu pada bahasa komunikasi umum untuk mendeskripsikan peralatan-peralatan (tool), algoritma-algoritma, dan profil-profil yang dibutuhkan untuk penyandian obyek-obyek, ketimbang masalah penstandarisasian sebuah algoritma penyandian. Þ      Mpeg untuk SVCD : Ukuran Frame 480×576, Warna  : Million , Frequensi Sound 44Khz, , Size Per menit 15MB

cara trasmisi video (pada siaran TV)? Cara memancarkan (mentransmisikan) sinyal gambar yang amplitudonya termodulasi mirip dengan system penyiaran radio yang telah dikenal. Dalam kedua kasus, amplitude sebuah gelombang pembawa frekuensi radi (RF) dibuat bervariasi terhadap tegangan pemodulasi. Modulasinya adalah sinyal bidang frekuensi dasar (base band). Pada televisi, sinyal baseband ini merupakan sinya video komposit. Penyiaran televise benar-benar seperti suatu system radio, tetapi mencakup gambar dan suara. Sinyal suara yang tergabung di dalamnya dipancarkan oleh modulasi frekuen (FM) pada suatu gelombang pembawa terpisah dalam saluran pemancaran yang sama seperti sinyal gambar. Pengertian sinyal gambar digunakan disini untuk mengartikan gelombang pembawa yang termodulasi. Sinyal video adalah sinyal untuk sebuah tabung gambar. Sinyal video untuk televisi bersesuaian dengan sinyal audio untuk system suara.

format file audio A. Format CD Ekstensi : .cda File dengan ekstensi .cda merupakan representasi dari track CD-audio. File dengan format .cda dapat langsung dijalankan melalui CD-ROM, sementara filenya sendiri tidak mempunyai informasi kode modulasi apapun sehingga jika dikopi ke dalam harddisk, file tersebut menjadi tidak dapat di-play. Pada November 1984, dua tahun setelah CD diproduksi secara missal, Sony mengeluarkan Discman sebagai media pemutar portable. Agar dapat mengambil/mengkopi file audio dari CD- Audio, dibutuhkan software khusus atau ripping untuk mengubah dari format .cda menjadi format lain yang dapat disimpan di computer.

format file audio B. Format Advanced Audio Coding (AAC) Ekstensi : .m4a, .m4b, .m4p, .m4v, .m4r, .3gp, .mp4, .aac AAC merupakan format audio menggunakan lossy compression (data hasil kompresi tidak bisa dikembalikan lagi ke data sebelum dikompres secara sempurna, karena ada data yang hilang). Cara kerja AAC : Bagian-bagian sinyal yang tidak relevan dibuang Menghilangkan bagian-bagian sinyal yang redundan Dilakukan proses MDCT (Modified Discret Cosine Transform) berdasarkan tingkat kompleksitas sinyal Adanya penambahan Internal Error Connection Kemudian sinyal disimpan atau dipancarkan

format file audio C. Format Waveform Audio (WAV)  Ekstensi : .wav atau .wv WAV merupakan format file audio yang dikembangkan oleh Microsoft dan IBM sebagai standar untuk menyimpan file audio pada PC, dengan menggunakan coding PCM (Pulse Code Modulation). Tidak seperti AAV, file WAV adalah file audio yang tidak terkompres sehingga seluruh sampel audio disimpan semuanya di media penyimpanan dalam bentuk digital. Karena ukurannya yang besar, file WAV jarang digunakan sebagai file audio di Internet.

format file audio D. Format Audio Interchange File Format (AIFF)  Ekstensi : .aiff, .aif, .aifc File AIFF merupakan format file audio standar yang digunakan untuk menyimpan data suara untuk PC dan perangkat audio elektronik lainnya, yang dikembangkan oleh Apple pada tahun 1988. Standar dari file AIFF adalah uncomressed code pulse- modulation (PCM), namun juga ada varian terkompresi yang dikenal sebagai AIFF AIFF-C atau aifc, dengan berbagai kompresi codec.

format file audio E. Format MPEG Audio Layer 3 (MP3) Ekstensi : .mp3 Pada awalnya, format MP3 ini dikembangkan oleh seorang Jerman bernama Karlheinz Brandenburg, memakai pengodean Pulse Code Modulation (PCM). Prinsip yang dipergunakan oleh MP3 adalah mengurangi jumlah bit yang diperlukan dengan menggunakan model psychoacoustic untuk menghilangkan komponen-komponen suara yang tidak terdengar oleh manusia – sehingga adapat digolongkan file audio dengan kompresi lossy. Beberapa batasan dari file MP3 ini adalah : Bit rate terbatas, maksimum 320 kbit/s (beberapa encoder dapat menghasilkan bit rate yang lebih tinggi, tetapi sangat sedikit dukungan untuk mp3-mp3 tersebut yang memiliki bit rate tinggi). Resolusi waktu yang digunakan mp3 dapat menjadi terlalu rendah untuk sinyal-sinyal suara yang sangat transient, sehingga dapat menyebabkan noise. Resolusi frekuensi terbatasi oleh ukuran window yang panjang kecil, mengurangi efisiensi coding. Tidak ada scale factor band untuk frekuensi di atas 15,5 atau 15,8 kHz. Mode jointstereo dilakukan pada basis per frame. Delay bagi encoder/decoder tidak didefinisikan, sehingga tidak ada dorongan untuk gapless playback (pemutaran audio tanpa gap). Tetapi, beberapa encoder seperti LAME, dapat menambahkan metadata tambahan yang memberikan informasi kepada MP3 player untuk mengatasi hal ini.

format file audio F. Format MIDI Ekstensi : .mid  Merupakan standar yang dibuat oleh perusahaan alat-alat music elektronik berupa serangkaian spesifikasi agar berbagai instrument dapat berkomunikasi. Dengan menggunakan format MIDI, perangkat elektronik seperti keyboard dan computer dapat melakukan sinkronisasi satu sama lain. Interface MIDI terdiri dari 2 komponen yaitu : Perangkat keras, merupakan hardware yang terhubung dengan peralatan (keyboar/computer) Data format yang mengandung pengkodean informasi (spesifikasi instrument, awal/akhir nada, frekuensi dan volume suara).

format file audio G. Format Monkey’s Audio Ekstensi : .ape, .apl Merupakan format file audio dengan kompresi lossless sehingga tidak mengurangi kualitas suara. Umumnya, sebuah file audio dengan format Monkey’s Audio mempunyai ukuran lebih besar 3-5 kali dibandingkan dengan format MP3 (pada bitrate 192 Kb/s). Secara resmi, Monkey Audio hanya mendukung platform Windows, seperti yang ditulis di website resminya. Pada masa-masa mendatang, Monkey Audio akan mendukung untuk platform Linux dan Mac OS. Player yang dapat digunakan untuk menjalankan file format ini adalah Monkey’s Audio.

pengaruh perubahan frekuensi terhadap audio pengaruh perubahan frekuensi terhadap audio? Dan bagaimana pula pengaruh perubahan amplitudo terhadap audio? A.   Frekuensi Perubahan frekuensi mempengaruhi tinggi rendahnya nada. Example : Frekuensi Pada nada Musi Nada dasar dari musik terdiri dari nada C D E F G A B C’. Nada C yang biasa kita kenal disebut juga Middle C. Berikut ini adalah frekuensi dari nada-nada tersebut: C 261.63 Hz D 293.66 Hz E 329.63 Hz F 349.23 Hz G 392 Hz A 440 Hz B 493.88 Hz C’ 523.25 Hz Rumus untuk mencari frekuensi nada-nada ini adalah frekuensi = 440 x (2n/12) Hz nilai n = -21, -19, … 27 dari rumus ini kita mengetahui bahwa yang menjadi patokan adalah nada Adengan frekuensi 440 Hz So , semakin tinggi frenkuensi semakin tinggi juga nada/audio tersebut

pengaruh perubahan frekuensi terhadap audio pengaruh perubahan frekuensi terhadap audio? Dan bagaimana pula pengaruh perubahan amplitudo terhadap audio? B.    Amplitudo Begitu juga dengan amplitudo , Perubahan Amplitudo mempengaruhi besar / kecil sinyal audio. makin tinggi amplitudo makin kuat bunyinya dan sebaliknya Example : Bunyi kereta lebih nyaring daripada bunyi bisikan, sebab bunyi kereta menghasilkan getaran lebih besar di udara. Kenyaringan bunyi juga bergantung pada jarak kita ke sumber bunyi. Kenyaringan diukur dalam satuan desibel (dB). Bunyi pesawat jet yang lepas