Kerukunan antar Umat Beragama

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
MAKNA 4 PILAR KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA
Advertisements

M O D U L VI. DAN IMPLEMENTASI WAWASAN NUSANTARA
HAKEKAT MANUSIA Fenomena logis 1. Manusia sejak lahir merdeka
SUTRA BAKTI SEORANG ANAK Krishnanda Wijaya-Mukti DHARMACLASS EKAYANA BUDDHIST CENTRE 20 DESEMBER 2009.
KERUKUNAN HIDUP BERAGAMA
PENTINGNYA PANCASILA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA
Nilai-nilai dalam Pendidikan
Ideologi Indonesia PANCASILA Ahmad Mukhlish F. Kelas :8B.
Keyakinan By: Brenda 6B.
Manusia Ditinjau Dari Agama Buddha
Oleh : Lilik Musdalifah, s.pD
Bertoleransi dalam Keberagaman
BUDAYA Pertemuan ke 13.
P O L I T I K Ditinjau Dari Agama Buddha
NILAI-NILAI PANCASILA
MASYARAKAT UNIVERSITAS ESA UNGGUL JAKARTA.
MASYARAKAT Ditinjau Dari Agama Buddha
BERTOLERANSI DALAM KEBERAGAMAN PPKn UAD
KEYAKINAN BY: HADARA 6C.
MORALITAS Pengertian:
POLITIK DAN DEMOKRASI DALAM PANDANGAN AGAMA BUDDHA
KERUKUNAN UNIVERSITAS ESA UNGGUL JAKARTA.
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
36 Butir Pedoman Penghayatan & Pengamalan Pancasila
HOME AKHLAK TERPUJI SK/KD MATERI INDIKATOR HIKMAH PETA KONSEP EVALUASI.
MORALITAS Pengertian:
Dapat mengetahui dan menyebutkan kode kehormatan pramuka penggalang
KEYAKINAN TERHADAP TRIRATNA & MAKNA PERLINDUNGAN
AKTUALISASI PANCASILA DALAM BIDANG POLITIK
FALSAFAH DAN TUJUAN PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA
KEMAJEMUKAN BANGSA INDONESIA
P O L I T I K Pertemuan ke 14.
4 PILAR KEHIDUPAN SEBAGAI LANDASAN BERBANGSA DAN BERNEGARA
HAKEKAT PUASA Puasa merupakan benteng yang menggiring manusia untuk berfikir sehat, menekan hawa nafsu, mengendalikan emosi. Seperti sabda Rosulullah yang.
Kebenaran (Righteousness)
Pancasila dan Implementasinya
X MIA 1 dan X MIA 2 SEMESTER GANJIL
KERUKUNAN NURWITO, S.Ag., M.Pd. UNIVERSITAS ESA UNGGUL JAKARTA.
Nilai-Nilai Karakter Anak di Indonesia
Pancasila dan Implementasinya
PERSATUAN & KERUKUNAN SK/KD PETA KONSEP HIKMAH MATERI INDIKATOR
Kerukunan Antar Umat Beragama
Kebudayaan Jawa Pra Islam Pada Masa Budha
Pengintegrasian Berbagai Nilai dan Materi ke dalam Mata Pelajaran
Diskripsi Keberagaman Bangsa Indonesia
PANCASILA DAN IMPLEMENTASINYA
Pancasila dan Implementasinya
DISUSUN OLEH : RAHAYU SETIYANINGSIH
18 NILAI-NILAI YANG TERKANDUNG DALAM PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA
UNIVERSITAS ESA UNGGUL
Pendekatan Isi Pidato 1. Pendekatan intelektual
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN by DANIEL ARNOP HUTAPEA, S
Kerukunan Antar Umat Beragama
TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA
Kuis Buddhis SISWA SMB.
NILAI-NILAI SILA PANCASILA.
Pancasila dan Implementasinya
By : 1. Rizal hartono 2.Muhammad fajar
MAKNA 4 PILAR KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA NICO GARA Disajikan pada Seminar Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. Manado, 8 September 2012.
Toleransi Beragama dalam Perspektif Hak Asasi Manusia (Disampaikan dalam Ujian Praktek Diseminator Angkatan I Tahun 2017 di BPSDM Kemenkumham Cinere.
Faktor pembentuk ahlak
Kelompok 5 Kerukunan Umat Beragama
Makna Bhinneka Tunggal Ika
IX. PANCASILA-PANCADHAMMA
Sejarah Perkembangan Islam Di Indonesia
SYAIR DEFINISI ORANG BERAKAL
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA
ANGGOTA:  Syadza Karinda  Syalsabila Nur Azmi. Setiap warga negara indonesiahendaknya memiliki rasa Kebangsaan dan nesionalisme terhadap negaranya.Ada.
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN Oleh DANIEL ARNOP HUTAPEA, S
Agama Bahá’i.
Transcript presentasi:

Kerukunan antar Umat Beragama Pertemuan ke 11

Pengertian kerukunan hidup beragama Suatu kondisi dimana semua golongan agama bisa hidup bersama-sama secara damai tanpa mengurangi hak dan kebebasan masing-masing untuk menganut dan melaksanakan kewajiban agamanya.

Sikap Buddha terhadap agama lainnya: “Diantara semua jalan, Jalan Mulia Berunsur Delapan adalah yang terbaik; Diantara semua kebenaranan, Empat Kebenaran Mulia adalah yang terbaik; Diantara semua keadaan, bebas dari semua hawa nafsu adalah terbaik; Diantara semua makhluk makhluk hidup, orang yang waskita adalah yang terbaik. Inilah satu-satunya jalan. Tidak ada jalan lain yang dapat membawa kesucian pandangan. Ikutilah Jalan ini, yang dapat mengalahkan mara. Dengan mengikuti jalan ini, engkau dapat mengakhiri penderitaan. Aku mengajarkannya setelah Aku mengetahui jalan inilah cara membuang duri-duri nafsu”. (Dhp.273-275)

Tri Kerukunan Hidup Beragama Kerukunan intern umat beragama, Kerukunan antara umat beragama Kerukunan antar umat beragama dengan pemerintah

Hambatan kerukunan hidup beragama Ekspresi keagamaan yang keliru misal fanatisme memonopoli dan memutlakkan kebenaran sendiri, diikuti semangat misionarisme yang militan, merendahkan pihak lain bahkan memandangnya sebagai musuh.

Upaya menumbuhkan kerukunan hidup beragama Passing Over; mempelajari agama lain untuk kembali keagamanya dengan keyakinan yang makin mantap. Perbandingan Agama; melihat keparalelan dalam setiap agama untuk mempertebal toleransi Dialog Antar umat Beragama; bertujuan menumbuhkan pemahaman, komunikasi untuk menjembatani jurang ketidak tahuan dan kesalahpahaman.

Sabda Buddha tentang Kerukunan Ada 6 dhamma/ajaran yang membuat saling dikenang, saling dicintai, dan saling dihormati: yang menunjang saling ditolong,untuk tiada kecekcokan, kerukunan dan kesatuan. (A. III, 288-289)

6 Dhamma Yang Membawa Kerukunan (Saraniya Dhamma) Memiliki perbuatan yang disertai cinta kasih terhadap sesama, baik didepan atau dibelakang mereka. Memiliki ucapan yang disertai cinta kasih terhadap sesama, baik didepan atau dibelakang mereka. Memiliki pikiran yang disertai cinta kasih terhadap sesama, baik didepan atau dibelakang mereka.

6 Dhamma Yang Membawa Kerukunan (Saraniya Dhamma) Membagi perolehan, sebagai sesuatu yang pantas, yang diperoleh dengan cara yang pantas, menggunakannya sebagai milik bersama dengan sesama pelaksana sila. Memiliki kesamaan sila/moraloitas, baik didepan atau dibelakang mereka. Memiliki kesamaan dalam pemeganganan pandangan benar (sammadithi) sesama pelaksana sila, baik didepan atau dibelakang mereka.

Teladan Toleransi Jendral Siha; Buddha menganjurkan agar ia mempertimbangkan keputusannya, mengingat pengaruh dan kedudukanya. (Vin. I, 236-237) Jutawan Upali; Buddha mengajukan syarat agar Upali tetap menyokong secara materi agama yang ia anut sebelumnya (M. I, 378-380) Raja Asoka (abad ke-3 SM), Raja Mauirya. Kitab Sutasoma (Mpu Tantular ~ Majapahit)  Bhinneka Tunggal Ika Tanhana Dharma Mangrwa

Prasasti Raja Asoka “….janganlah kita hanya menghormati agama sendiri dan mencela agama orang lain tanpa suatu dasar yang kuat. Sebaliknya agama orang lain pun hendaknya dihormati atas dasar-dasar tertentu. Dengan berbuat demikian kita telah membantu agama kita sendiri, untuk berkembang disamping menguntungkan pula agama orang lain. Dengan berbuat sebaliknya kita telah merugikan agama kita sendiri, disamping merugikan agama orang lain. Oleh karena itu barang siapa menghormati agamanya sendiri dan mencela agama orang lain, semata-mata didorong oleh rasa bakti pada agamanya sendiri dengan berpikir;bagaimana aku dapat memuliakan agamaku sendiri. Dengan berbuat demikian ia malah amat merugikan agamanya sendiri. Oleh karena itu, kerukunan sangat dianjurkan dengan pengertian bahwa semua orang hendaknya mendengarkan dan bersedia mendengar ajaran yang dianut orang lain.”

Be Happy

Diskusikan Jelaskan yang dimaksud dengan pelecehan agama! Uraikan pendapatmu mengenai: perkawinan antar agama! Uraikan pendapatmu mengenai: alih agama!