PENGERTIAN END USER COMPUTING dan KOLABORASI

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Teknologi Informasi Untuk keunggulan komptitif
Advertisements

OLEH: NI KOMANG DEPI LESTARI
Pemanfaatan Komputer - 1
Mengoperasikan Aplikasi Perangkat Lunak
E-LEARNING E-LEARNING KELOMPOK III HEDI SUSANTO HERY WAHYUDI HUSMADIA
SELAMAT DATANG DI PRESENTASI HJ.RENIH WIARSIH
SISTEM TERDISTRIBUSI Definisi :
Kegunaan Web Bagi Pendidikan
Metode Pembelajaran E-Learning
Identifikasi Masalah Dari identifikasi awal didapatkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi yaitu: > Pelanggaran perjalanan dinas menempati porsi yang.
KNOWLEDGE TRANSFER IN THE e - WORLD
Teknologi Informasi Untuk keunggulan komptitif
Pengguna dan Pengembang Sistem
Komputer untuk Pendidikan
Mochamad Abu Bakar ICT.
Collaborative Computing Technologies: Group Support Systems (GSS)
SISTEM BELAJAR MENGAJAR ON-LINE
Web server Willy Permana Putra.
PENTINGNYA IMPLEMENTASI SISTEM PEMBELAJARAN ONLINE (E-LEARNING) PADA BIDANG PENDIDIKAN Diajukan Untuk Mengikuti Lomba Karya Ilmiah se-Provinsi Riau yang.
SAINS & TEKNOLOGI INFORMASI DALAM KONTEKS PENDIDIKAN SEJARAH Hansiswany Kamarga.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KOMPUTERISASI AKUNTANSI
Sumber: A.B. Mutiara.
Materi Pertemuan ke-4 Sistem Informasi E-Business
1 ASPEK MANUSIA dlm SIM. 2 Siapa yg terlibat dlm SIM? Pembuat & Pengguna Pembuat: Spesialis informasi Pengguna : User (End User)
Pertemuan 13 INTERNET INTERAKTIF 1.
ERNANDO FAIZATIN FAJRIN FANDI
SISTEM TERDISTRIBUSI Definisi :
E-Learning by : AIRA 2009.
END USER COMPUTING KELOMPOK 4.
End-user Computing Ezra Saputra Lumban G Fadya Aninditya MR Fany Tauran Faradhila Maharani
Sistem Informasi Manajemen
Metode Pembelajaran E-Learning
SISTEM MANAJEMEN PEMBELAJARAN
Sistem informasi eksekutif
Pengantar Client Server
Pengantar Teknologi Informasi
Implementasi Sistem.
Sistem Informasi Manajemen
Sistem Terdistribusi.
ORGANISASI LAYANAN INFORMASI
PERANCANGAN SISTEM SECARA UMUM
Teknologi Informasi Untuk keunggulan komptitif
Sistem Informasi Psikologi
Pertemuan 7 ORGANISASI LAYANAN INFORMASI
Konsep Teknologi Informasi B
Analisa Perancangan Sistem
Pengguna dan Pengembang Sistem
Pengguna dan Pengembang Sistem
COMPUTER MEDIATED LEARNING UNIVERSITAS INDONESIA
Komponen E-Learning
Oleh Slamet Zakaria, M.Pd
SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER
SISTEM MANAJEMEN PEMBELAJARAN
Blended Learning Versus E-Learning
END USER COMPUTING SATISFACTION
MENGELOLA SUMBER DATA Oleh: DEWI LELYANA HADI
SISTEM INFORMASI DAN CBIS
3 Pengembangan Sistem Penunjang Keputusan (Decission Support System)
SOFTWARE DAN BRAINWARE
FIKRI FAUZANAKBAR 9A SERVER.
Review Sistem Terdistribusi
JURNAL EKONOMI DAN BISNIS PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI BERBASIS WEB MANAJEMEN PERJALANAN DINAS SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (SKPD) Widyat Nurcahyo.
Andika Elok Amalia, ST., MT.
Sidang Skripsi 8 Februari 2012 Carli Darmansah
Mengadministrasi server dalam jaringan adalah suatu bentuk pekerjaan yang dilakukan oleh administrator jaringan. Tugasnya: Membuat server Mengelola jaringan.
SISTEM PENDIDIKAN JARAK JAUH MELALUI INTERNET
SISTEM TERDISTRIBUSI Definisi :
Pengguna dan Pengembang Sistem
Analisa Perancangan Sistem
World Wide Web atau WWW atau juga dikenal dengan WEB adalah salah satu layanan yang didapat oleh pemakai computer yang terhubung ke internet.
Transcript presentasi:

PENGERTIAN END USER COMPUTING dan KOLABORASI End-user computing yang disingkat dengan EUC adalah Pengguna komputer secara langsung oleh seseorang untuk menyelesaikan masalah yang memerlukan computer based solution dengan cepat Kolaborasi adalah bentuk kerjasama, interaksi, kompromi beberapa elemen yang terkait baik individu, lembaga dan atau pihak-pihak yang terlibat secara langsung dan tidak langsung yang menerima akibat dan manfaat. Nilai-nilai yang mendasari sebuah kolaborasi adalah tujuan yang sama, kesamaan persepsi, kemauan untuk berproses, saling memberikan manfaat, kejujuran, kasih sayang serta berbasis masyarakat.

JENIS END-USER COMPUTING User Tingkatan Perintah Progammer End-User Personel Pendukung Fungsional End-User Non-Pemrograman Personel Pendukung Komputerisasi End-User Programmer DP(Data Proccessing)

factor yang mempengaruhi perkembangan END USER Computing yaitu : Meningkatnya pengetahuan tentang computer / dampak pendidikan komputer Perangkat Keras yang murah Perangkat Lunak jadi / siap pakai

KEUNTUNGAN DARI END-USER COMPUTING Mempersempit jarak komunikasi Hasil akhir dari kedua keuntungan tersebut adalah bahwa akan tercapainya tingkat keterampilan penggunaan komputer yang lebih tinggi. Mendukung kebutuhan pemakai dalam memecahkan masalah dan sistem memberikan apa yang dibutuhkan oleh pemakai. Keuntungan ini merupakan keuntungan yang paling penting.

RISIKO DARI END-USER COMPUTING Sistem yang dihasilkan tidak sesuai dengan tujuan; End-user mungkin akan menggunakan komputer untuk aplikasi yang seharusnya dilakukan dengan cara lain, misalnya secara manual. Sistem yang dihasilkan, rancangan dan dokumentasinya buruk; Kemampuan end-users tidak dapat menandingi profesionalisme spesialis informasi dalam hal merancang system. Selain itu end-users sering mengabaikan perlunya dokumentasi rancangan system agar dapat dipelihara Penggunaan sumberdaya informasi tidak efisien;

GROUPWARE Adalah aplikasi yang digunakan untuk mendukung kolaborasi bersama antar sekelompok pengguna dalam suatu lingkungan tertentu. Groupware mewakili software yang membantu kelompok kerja/kolega terhubung ke jaringan komunikasi untuk mengelola aktifitas mereka. Opraasi yang didukung antaralain: penjadwalan rapat dan alokasi sumberdaya, e-mail, e-newsletter, distribusi file dan lain sebagainya.

4. Collaboration Collaboration didefinisikan sebagai kerjasama antar peserta dalam rangka mencapai tujuan bersama [1]. Collaboration tidak hanya sekedar menempatkan para peserta ke dalam kelompok-kelompok studi, tetapi diatur pula bagaimana mengkoordinasikan mereka supaya bisa bekerjasama dalam studi [2]. Saat ini penelitian di bidang kolaborasi melalui internet dikenal dengan istilah CSCL (Computer Supported Collaborative Learning), dimana pada prinsipnya CSCL berusaha untuk mengoptimalkan pengetahuan yang dimiliki oleh para peserta dalam bentuk kerjasama dalam pemecahan masalah. Kenyataannya kolaborasi antar peserta cenderung lebih mudah dibandingkan dengan kolaborasi antara peserta dengan guru [6]. Gambar 1 menunjukkan konsep e-Learning dengan metoda CSCL, yang terdiri dari pemakai dan tool yang digunakan. Pemakai terdiri dari siswa dan guru yang membimbing, dimana siswa itu sendiri terbagi menjadi siswa dan siswa lain yang bertindak sebagai collaborator selama proses belajar. Para peserta saling berkolaborasi dengan tool yang tersedia melalui jaringan intranet atau internet, dimana guru mengarahkan jalannya kolaborasi supaya mencapai tujuan yang diiginkan.

Dalam pelaksanaan sistem e-Learning, kolaborasi antar siswa akan menjadi faktor yang esensial [3][5], terutama pada sistem asynchronous dimana para siswa tidak secara langsung bisa mengetahui kondisi siswa lain, sehingga seandainya terjadi masalah dalam memahami makalah yang disediakan, akan terjadi kecenderungan untuk gagal mengikutinya dikarenakan kurangnya komunikasi antar siswa, sehingga timbul kecenderungan terperangkap pada kondisi standstill, sehingga menyebabkan hasil yang tidak diharapkan.Ada 5 hal essensial [6] yang harus diperhatikan dalam menjalankan kolaborasi lewat internet, yaitu sebagai berikut: (a) clear, positive interdependece among students (b) regular group self-evaluation (c) interpersonal behaviors that promote each member’s learning and success (d) individual accountability and personal responsibility (e) frequent use of appropriate interpersonal and small group social skills Dalam proses kolaborasi antar siswa, guru bisa saja terlibat didalamnya secara tidak langsung, dalam rangka membantu proses kolaborasi dengan cara memberikan arahan berupa message untuk memecahkan masalah. Sehingga diharapkan proses kolaborasi menjadi lebih lancar. 5. Konfigurasi Sistem Gambar 2 menunjukkan struktur global dari sistem pendukung untuk e-Learning. Pemakai sistem dalam hal ini siswa dan guru dapat mengakses ke sistem dengan menggunakan piranti lunak browser.

Seperti pada gambar 2, Implementasi client/server untuk sistem penunjang pendidikan berbasis kolaborasi di internet, pada dasarnya harus memiliki bagian-bagian sebagai berikut: • Collaboration, untuk melakukan kerjasama antar siswa dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan materi pelajaran. Kolaborasi ini bisa diwujudkan dalam bentuk diskusi atau tanya-jawab dengan memanfaatkan fasilitas internet yang umum dipakai misalnya: e-mail, BBS, chatting, dikembangkan sesuai dengan kebutuhan aplikasi yang akan dibuat. • Database, untuk menyimpan materi pelajaran dan record-record yang berkaitan dengan proses belajar-mengajar khususnya proses kolaborasi. • Web Server, merupakan bagian mengatur akses ke sistem dan mengatur tampilan yang diperlukan dalam proses pendidikan. Termasuk pula pengaturan keamanan sistem.

Pengembang aplikasi seperti ini bisa dilakukan dengan menggunakan software sebagai berikut: Platform OS Linux Web Server Apache+Tomcat Programming Java Script Java Server Page Database MySQL / Postgress Frame Work Struts Development Tool Eclipse

Keuntungan menggunakan software diatas yaitu seluruhnya merupakan Open Source yang bisa didownload secara gratis dari web site masing-masing, sehingga dalam implementasinya bisa ditekan biaya serendah mungkin, tanpa mengurangi realibilitas sistem itu sendiri. Keuntungan lainnya yaitu untuk akses ke sistem seperti ini tidak tergantung pada suatu platform operating system. Oleh karena itu, dengan penerapan berbagai software Open Source seperti ini, diharapkan akan dicapai suatu sistem e-Learning yang aman, terpercaya, performance tinggi, multiplatform, dan biaya rendah. Sejalan dengan perkembangan teknologi jaringan khususnya internet, dan pemerataan pemakaian fasilitas internet di Indonesia, maka sudah selayaknya untuk memulai penerapan teknologi ini di bidang pendidikan, yang diharapkan dapat menunjang peningkatkan mutu pendidikan khususnya pendidikan tinggi dan institusi yang relatif telah memiliki fasilitas jaringan komputer. Dalam makalah ini telah dibahas berbagai fasilitas penunjang yang bisa dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi internet dengan biaya yang seminimal mungkin melalui pemanfaatan Open Source tanpa mengurangi kualitas sistem. Faktor kolaborasi menjadi penting dalam rangka menciptakan sistem pendidikan yang lebih efektif, karena dalam sistem pendidikan jarak jauh faktor komunikasi antar peserta akan menjadi penentu dalam menentukan perolehan pengetahuan yang dicapai oleh setiap siswa.

Permasalahan kedepan yang perlu dikembangkan adalah sebagai berikut: • Pengembangan Student Model dari database untuk menformulasikan karakter siswa sehingga sistem mampu mendeteksi kondisi siswa yang bermasalah. • Pengaturan pemakaian tool synchronous dan asynchronous dalam pelaksanaan kolaborasi, supaya tidak terjadi duplikasi yang membahas masalah yang sama berulang-ulang. • Membuat fasilitas penyusunan makalah di Web yang memudahkan para guru tanpa perlu mengetahui perintah-perintah secara mendetail, yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk berkolaborasi.