EKONOMI KESEJAHTERAAN

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
III. TEORI KONSUMEN Pendekatan Ordinal (Ordinal Utility Approach)
Advertisements

Efisiensi dari Kompetisi Sempurna
ANALISIS PERILAKU KONSUMEN
Teori Tingkah Laku Konsumen
Indifference Curve & Budget Line
PERMINTAAN DAN PERILAKU KONSUMEN
Perliku Konsumen Wasis A. latief.
Konsumen, Produsen dan Efisiensi Pasar
EXTERNALITIES AND PUBLIC GOODS
Teori Perilaku Konsumen (Indifferen curve)
TEORI TINGKAH LAKU KONSUMEN: Kurva Kepuasan Sama (Indeference Curve)
II. ANALISIS EKONOMI Positif dan Normatif, positif menyangkut pertanyaan apa itu ?normatif menyangkut pertanyaan apa seharusnya? Equilibrium, dalam ilmu.
Teori Distribusi Pendapatan dan kemiskinan
TEORI TINGKAH LAKU KONSUMEN: Kurva Kepuasan Sama (Indeference Curve)
STRUKTUR PASAR: PASAR PERSAINGAN SEMPURNA
Ekonomi Kesejahteraan
TEORI KONSUMSI & PERILAKU KONSUMEN pertemuan ke 7
Teori Tingkah Laku Konsumen Indifference Curve & Budget Line
PERMINTAAN DAN PERILAKU KONSUMEN
Teori Perilaku Konsumen
TEORI TINGKAH LAKU KONSUMEN: INDIFFERENCE CURVE
Evaluasi (Penilaian):
Studi Kelayakan Bisnis
Pengantar: Pengertian dan Konsep Dasar Teori Ekonomi Mikro
Ekonomi Kesejahteraan
Teori Konsumen II.
TEORI KONSUMEN PERTEMUAN 4.
Teori Tingkah Laku Konsumen: Analisis Kurva Kepuasan Sama
Ekonomi Internasional
TEORI PERILAKU KONSUMEN DAN PERMINTAAN
TEORI TINGKAH LAKU KONSUMEN: ANALISIS KURVA KEPUASAN SAMA
TEORI TINGKAH LAKU KONSUMEN: Kurva Kepuasan Sama (Indefference Curve)
Modul 6 Analisis Perilaku Konsumen
SRI SULASMIYATI, S.SOS., MAP
Uang Dalam Perekonomian Modern
STRUKTUR PASAR: PASAR PERSAINGAN SEMPURNA
PERILAKU KONSUMEN bagaimana seseorang memutuskan membeli barang dan jasa dalam berbagai situasi.
PRODUKSI DENGAN DUA VARIABEL INPUT
Teori Perilaku Konsumen (Indifferen curve)
JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK, UNDIP – KELAS B
Konsumen, Produsen, dan Efisiensi Pasar
Teori Konsumen II.
GENERAL EQUILIBRIUM TEORI EKONOMI MIKRO.
KEBIJAKAN EKONOMI PUBLIK
Teori Perilaku Konsumen
Teori Perilaku Konsumen (lanjutan)
PERILAKU KONSUMEN ANALISA KARDINAL.
HAKEKAT ILMU EKONOMI Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku individu dan masyarakat dalam menentukan pilihan penggunaan sumberdaya yang langka.
Teori Perilaku Konsumen
Pengantar: Pengertian dan Konsep2 Dasar Teori Ekonomi Mikro
TEORI KONSUMSI.
TEORI PERILAKU KONSUMEN
Teori Tingkah Laku Konsumen
Pengantar: Pengertian dan Konsep2 Dasar Teori Ekonomi Mikro
Teori Tingkah Laku Konsumen
Bab 5 pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan tidak sempurna
05 Ekonomika Aplikasi Teori Permintaan dan Penawaran -Kegagalan Pasar
TEORI KONSUMSI & PERILAKU KONSUMEN pertemuan ke 7
Teori Konsumen II.
Teori Tingkah Laku Konsumen
Teori Tingkah Laku Konsumen
BAB 3 EFISIENSI & PERTUMBUHAN EKONOMI
S-2 EKONOMI PERTANIAN ULM
TEORI KONSUMSI & PERILAKU KONSUMEN pertemuan ke 7
TEORI KONSUMSI & PERILAKU KONSUMEN pertemuan ke 7
Teori Konsumen II.
Teori Konsumen II.
EKONOMI KESEJAHTERAAN
Pengantar: Pengertian dan Konsep Dasar Teori Ekonomi Mikro
Ekonomi Kesejahteraan
Transcript presentasi:

EKONOMI KESEJAHTERAAN . Pangan N ON Evaluasi normatif dari pasar dan kebijakan ekonomi. Jika semua orang melakukan pertukaran dalam pasar yang kompetitif dan semua pertukaran dilakukan dengan alokasi sumberdaya dalam keseimbangan maka semua orang akan memperoleh manfaat bersama dan perekonomian menjadi efisien. Alokasi awal terjadi pada titik A. Pasar kompetitif akan ber- alih ke titik C yang merupakan keseimbangan di mana rasio harga bersinggungan dengan tiku tacuh (indifference curve). Garis Harga S a n d g M S a n d g N C A OM Pangan M

KESEIMBANGAN UMUM Analisis keseimbangan parsial (partial equilibbrium analysis) menentukan keseimbangan harga dan jumlah barang dalam suatu pasar terlepas dari pengaruh luar misalnya pasar yang lain Analisis keseimbangan umum (general equilibrium analysis) menentukan keseimbangan harga dan jumlah barang dalam semua pasar dengan mempertimbangkan pengaruh balik dari pasar yang ada. Kajian ekonomi kesejahteraan mencakup efisiensi dalam pertukaran dan alokasi.

EFISIENSI PARETO (PARETO EFFICIENCY) Situasi sosial yang layak (feasible) yang menghasilkan agihan kesejahteraan, (u1, u2, .., un) disebut Pareto efficient jika tidak terdapat lagi situasi layak yang lain (ux1 ux2 …uxn ) di mana uii>ui untuk semua i =1,2,…,n. Dengan perkataan lain dapat dijelaskan bahwa jika ada perubahan, maka perubahan itu membuat sebagian anggota masyarakat bertambah sejahtera tanpa membuat anggota masyarakat yang lain berkurang kesejahteraannya.

EFISIENSI PARETO DAN MAKSIMA KESEJAHTERAAN Jika suatu situasi sosial yang layak (feasible) yang memaksimumkan kesejahteraan sosial W, keadaan itu adalah Pareto efficient. Misalkan (ux1 ux2 …uxn ) tidak memaksimumkan fungsi kesejahteraan sosial dan tidak merupakan Pareto efficient, maka tidak akan ada situasi layak yang lain (uz1 uz2 …uzn ) di mana uzi > ui untuk semua i = 1,2,…,n. Tetapi W menaik, sehingga W(uz1 uz2 …uzn ) > W(u1,u2, …un dan ini merupakan kontradiksi.

FUNGSI KESEJAHTERAAN SOSIAL Fungsi kesejahteraan sosial adalah ukuran-ukuran yang diterapkan kepada setiap gunaan (utility) perseorangan untuk menentukan kondisi apa yang dinginkan oleh masyarakat. Ada empat pandangan tentang fungsi kesejahteraan sosial: Egalitarian: semua anggota masyarakat menerima jumlah yang sama dari barang dan jasa. Paham Rawls (Rawlsian): Memaksimumkan gunaan dari orang yang paling tidak sejahtera (maximize the utility of the least-well-off person). Utilitarian: memaksimumkan gunaan total dari masyarakat (maximize the total utility of the society). Orientasi Pasar: Alokasi sumberdaya yang efisien oleh pasar yang paling adil (the market outcome is the most equitable).

EFISIENSI PRODUKSI Efisiensi Produksi Pada awalnya titik A merupakan alokasi faktor produksi. Realokasi masih dapat dilakukan di mana faktor produksi masih dapat digunakan lebih banyak untuk sandang dan pangan. Titik B,C dan D merupakana alokasi yang efisien dalam tiku kontrak produksi. LS D KP C KS B LP

EFISIENSI KELUARAN Efisiensi Keluaran Kombinasi keluaran yang efisien dihasilkan saat marginal rate of transformation (yang mengukur biaya produksi suatu barang secara relatgif terhadap barang yang lain) antara dua barang sama dengan marginal rate of substitution konsumen (yang mengukur manfaat imbuh dari konsumsi suatu barang secara relatif terhadap barang lain) Sandang MRS=MRT Indifference Curve Production Possibility Frontier O Pangan

EFISIENSI DALAM PASAR KELUARAN Dalam pasar yang kompetitif, orang mengkonsumsi barang pada saat marginal rate of substitution sama dengan nisbah harga barang sedangkan produsen menghasilkan barang pada saat marginal rate of transformation sama dengan nisbah harga. Efisiensi tercapai pada saat MRS = MRT. Alokasi lain tidak efisien. Sandang MRS=MRT Indifference Curve Production Possibility Frontier O Pangan

EFISIENSI DALAM PASAR PERSAINGAN EFISIENSI PERTUKARAN = MRSMSP = MRSNSP MRSMSP = PS/PP = MRSNSP EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI MRTSSLK = MRTSPLK MRTSSLK = w/r = MRTSPLK

EFISIENSI DALAM PASAR KELUARAN Efisiensi dicapai saat keluaran dihasilkan sedemikian rupa sehingga marginal rate of transformation of output sama dengan marginal rate of substitution, yaitu MRTSP = MRSSP Efisiensi dicapai pada pasar persaingan pada saat MC=P, jadi MCS=PS dan MSP = PP Konsumen memaksimumkan kepuasanpada pasar persaingan hanya jika PS/PP =MRSSP untuk semua konsumen, jadi MRSSP = MRTSP S = SANDANG P = PANGAN