Perkembangan bentuk (perkembangan morfologis) pada masa janin Saluran Respirasi. Perkembangan bentuk mulai dari satu sel zygote, pembentukan embrioblast,

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Media Pembelajaran Sistem Respirasi Manusia
Advertisements

Bab 7 SISTEM PERNAPASAN XI IPA 1 Oleh kelompok 2: Anggari Kirana Dewi
Standar kompetensi & kompetensi dasar
FERTILISASI DAN PERKEMBANGAN EMBRIONAL
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BIOLOGI
Pertemuan 1 Loading Setiap hari pasti anda semua bernafas.. Jika anda tidak bernafas maka anda di katakan telah meninggal... Lalu pernahkan anda berfikir,,
By : VIVIN DIANA DAMAYANTI ( )
Susunan respirasi. Anatomi sistem pernafasan.
Differensiasi susunan kemih.
Saluran respirasi. Perkembangan, diferensiasi, migrasi, kondensasi, sel, jaringan. Ekspresi gen yang mengontrol proses perkembangan. Regulasi gen. Paradigma.
Differensiasi susunan kemih.
SISTEM PERNAPASAN PADA MANUSIA
SISTEM RESPIRASI PADA MANUSIA
Susunan respirasi. Gambaran anatomi sistem pernafasan
Paru (pulmo / lung / pneumo)
SISTIM PERNAFASAN. SISTIM PERNAFASAN Tujuan pembelajaran: Menjelaskan struktur dan fungsi kavitas nasalis dan faring Menjelaskan struktur laring dan.
SISTEM RESPIRASI MANUSIA
PENGERTIAN Sistem Pernafasan merupakan sistem yang mengatur pertukaran gas antara organisme dan lingkungannya.
MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI SISTEM PERNAFASAN MANUSIA
ORGANOGENESIS (MORPHOGENESIS)
JARINGAN HEWAN.
Respiratory System dr. Ch. Tri Nuryana, M.Kes.
Dr. Rini Rahmawati Kadir, Mkes, CWCCA
ANATOMI FISIOLOGI SISTEM PERNAFASAN
SISTEM RESPIRASI drh. Handayu Untari.
Perkembangan hidung dan telinga.
Kelainan kongenital saluran pencernaan.
Persarafan susunan pencernaan.
SISTEM PERNAPASAN MANUSIA
Kelas VIII Oleh: Agustaman Sistem pernafasan APERSEPSI INDIKATOR
Hidung dan Sinus paranasal
SISTEM PERNAPASAN PADA MANUSIA KOMPETENSI DASAR STANDAR KOMPETENSI
Saluran nafas atas.
ANATOMI SISTEM PERNAFASAN
SISTEM PERNAPASAN PADA MANUSIA
Sistem Pernapasan Manusia
SISTEM PERNAPASAN PADA MANUSIA
BAB 7 Sistem Pernapasan.
HISTOLOGI PADA ORGAN PENYUSUN SISTEM RESPIRASI
BAB VII SISTEM PERNAPASAN.
Perkembangan masa janin susunan otot dan tulang.
Sistem Pernapasan pada Burung
Akper Pemkab Cianjur tahun 2015
Perkembangan masa janin susunan otot dan tulang.
MENUNTUT ILMU ADALAH TAQWA. MENYAMPAIKAN ILMU ADALAH IBADAH.
Anatomi Fisiologi Sistem Pernafasan
Anatomi Fisiologi Sistem Pernafasan
pembuluh darah & limfatik
SISTEM PERNAPASAN MANUSIA
KULIAH BIOLOGI SEL FERTILISASI DAN PERKEMBANGAN EMBRIONAL
Adiatus laringis dan glotis.
Nama : FIFI FITRIANI XI IPA2
ANATOMI SISTEM RESPIRASI Oleh : dr. Neni Destriana.
ORGANOGENESIS.
Persarafan susunan pencernaan.
Pembuluh darah kepala. Perdarahan arteri kepala berasal dari a.karotis komunis dan a.subklavia untuk mendarahi alat-alat di kepala yaitu tulang, jaringan.
STRUKTUR DAN FUNGSI ORGAN HEWAN DAN MANUSIA
ARTERI | VENA | KAPILER | TEKANAN DARAH |
Sistem pernapasan pada manusia
SISTEM ORGANIASI KEHIDUPAN
TUJUAN PEMBELAJARAN Jenis-jenis Pernapasan Penyakit atau Gangguan pada Sistem Pernapasan Mekanisme Pernapasan Struktur Organ Pernapasan Fase Pernapasan.
KELOMPOK 4 1. DIANA HARIYANTI 2. FOZZA ANDRESTA PUTRI 3. IMRON MAULANA 4. SRISA OKTAWERY.
Sistem Pernapasan Manusia
Paru-Paru KELOMPOK 6 1.SETIYA RAHAYU 2.TOMI RACMADANSYA H 3.RIKA AYU LESTARI 4.DESMILITA 5.MARISA NOVTIA 6.YEYEN OKTAVIA 7.ZELLA ANGGARA.
Kardiovaskular Pulmonal 1 Pembuluh Darah Pada Jantung Kelompok :
Human Respiratory System
SISTEM RESPIRASI Mengapa diperlukan ?
SISTEM PERNAPASAN BY : LELY ENDAH RINI, S.Si. PENDAHULUAN Pernapasan: proses pertukaran gas dari MH dengan gas di lingkungan Respirasi: perombakan bahan.
ANATOMI SISTEM RESPIRASI 1. BERLIAN RUSTANTINA ( ) 2. RISNA DARA ANDITA ( ) 3. OKTAVIAN ABDI ESA ( )
Transcript presentasi:

Perkembangan bentuk (perkembangan morfologis) pada masa janin Saluran Respirasi. Perkembangan bentuk mulai dari satu sel zygote, pembentukan embrioblast, trofoblast, melalui kejadian/proses diferensiasi, migrasi, kondensasi, pada sel dan jaringan yang terjadi karena pemunculan sifat/ekspresi gen yang mengawasi pengaturan peristiwa perkembangan. pen- regulasian gen, dan paradigma pendekatan. empirik positif-perenial profetik.

Tujuan. Memahami perobahan perkembangan bentuk saluran nafas selama pertumbuhan janin Menanyakan penyebab latar belakang perubahan-perubahan itu Menyatakan pemikiran profetik yang menuntut perjanjian ( contract ) pengingatan pengamatan Pengamatan: q r ‘ Kh l q N f kh Q Q r n I q r Q l Q l m K K n K l K l m

Bagian saluran nafas (saluran respirasi). Hidung Faring Laring Trakhea Bronkhus Paru Bronkhiolus Alveoli Pleura Dinding dada Otot pernafasan Diafragma

Perkembangan bagian-bagian janin dimulai dari pembentukan zygote, yaitu penggabungan ovum dengan sperma. Gambar penggabungan ovum dengan sperma.

Zygote berkembang menjadi inner cell mass dan trofoblast.

Inner cell mass berkembang menjadi janin, melalui pembentukan 3 lapis primer janin, yaitu ektoderm, mesoderm, dan entoderm. yoksak yoksak

Penglipatam cakram janin. amnion Trofoblast berkembang membentuk amnion dan khorion plasenta. Innercellmass mulanya berupa piringan Kemudian terjadi penglipatan bilateral cakram janin, sehingga bentuk janin menjadi membulat, dan membawa sebagian yoksak kedalam tubuh janin menjadi usus. yoksak khorion

Saluran respirasi berkembang dari inner cell mass melalui diferensiasi mesoderm, entoderm, ektoderm Mesoderm berkembang membentuk rawan; tulang yang menjadi dinding hidung; otot palatum, otot faring, dan otot laring ; jaringanpenyambung. Tulang-tulang itu adalah os frontal, maksila, os etmoidal, os sfenoidal Dalam tulang-tulang itu terbentuk rongga (sinus paranasalis). Entoderm berdiferensiasi menjadi epitel mukosa respirasi dan mukosa saluran pencernaan Ektoderm untuk saluran pernafasan berdiferensiasi menjadi epitel epidermis hidung, n.maksilaris yang mensarafi kulit dan mukosa hidung : (saraf lengkung faring 1), dan n.10, yang mensarafi laring, paru, dan faring, (saraf lengkung faring ke-4)

Perkembangan susunan respirasi . Susunan respirasi terbentuk pada minggu ke3-4 sesudah fertilisasi ( fertilisasi adalah peristiwa penggabungan sel ovum dengan sel sperma) Susunan respirasi pada awalnya terbentuk berupa invaginasi (pencekungan) dinding bagian ventral usus sederhana depan Invaginasi ini dinamakan divertikulum trakheobronkhial Pangkal invaginasi ini diusus depan disebut adiatus laringis Gambar. Penglipatan cakram embrio pada minggu ke- 2 sesudah fertisasi

Usus sederhana. Pada mulanya usus yang terbentuk dinamakan dengan usus sederhana yang memanjang dari kepala sampai ke-ekor. Usus sederhana dibagi mejadi usus sederhana depan, usus sederhana tengah, dan usus sederhana belakang Pada dinding lateral bagian depan usus sederhana depan terbentuk lengkung faring 1-4 Selom intraembrional merupakan rongga badan yang terletak disebelah luar usus sederhana

Perkembangan bentuk saluran Respirasi. Perkembangan bentuk (perkembangan morfologis) pada masa janin saluran respirasi berhubungan dengan perkembangan bagian-bagian kepala, leher, dada, perut, usus, dan septum transversum Selom Intraembrional

Perkembangan kepala, leher, lengkung faring, dada, perut, usus, dan septum transversum minggu ke-3 janin

Entoderm dan usus sederhana. Usus sederhana depan (foregut), usus sederhana tengah (midgut), dan usus sederhana belakang( hindgut).

Usus sederhana, septum transversum, dan kanalis pleuroperitoneal

Usus depan, adiatus laringis, dan divertikulum trakheobronkhial Usus depan dibagi menjadi usus depan bagian depan yang akan berbentuk pharynx, dan usus depan bagian belakang yang akan berbentuk esofagus dan lambung Farink terbagi menjadi nasofaring yang berada di bagian atas dibelakang rongga hidung; orofarink dibelakang rogga mulut; dan laringofarink yang paling bawah berlanjut menjadi esofagus, dan berhubungan dengan larink

Laringofarink Pada laringofarink terjadi invaginasi divertikulum trakheobronkhial (pada lantai usus depan bagian depan) Divertikulum trakheobronkhial berkembang menjadi larynx, trakhea, bronkhus. dan alveoli. Hubungan larink dengan faring dinamakan adiatus laringis

Susunan sel dan bagian saluran respirasi dihidung, farink, larink, trakhea, bronkhus, paru, dan dinding dada. Susunan ini terdiri atas Kulit Rawan Tulang Otot polos Otot lurik Mukosa Kapiler darah dan limf Saraf Jaringan penyambung kolagen, elastis, dan retikuler, lemak.

Pembentukan hidung bersesuaian dengan proses sefalisasi (penyempurnaan bentuk kepala) janin. Pada proses sefalisasi (penyempurnaan bentuk kepala) janin terjadi pembentukan: plakode/ penebalan epitel hidung Tonjol hidung medial Tonjol hidung lateral Proses invaginasi membentuk rongga hidung dan membran oronasal yang memisahkan rongga hidung dan rongga mulut Pembentukan langit-langit primer dari tonjol hidung medial Pembentukan langit-langit sekunder dari tonjol maksila pembentukan konkha nasalis Pembentukan nares posterior (pintu belakang rongga hidung; khoane)

Hidung, langitan, mulut, faring, laring. Rongga hidung dan rongga mulut dibatasi oleh tonjol maksila dan tonjol mandibula Tonjol maksila dan tonjol mandibula berasal dari lengkung faring ke-1 Dari dasar faring terbentuk tunas trakhea Dari mesoderm disekitar tunas trakhea terbentuk os hioid; rawan larink; plika vokalis, otot intrinsik laring yang disarafi oleh n.rekuren (n.laringeus inferior) Mukosa laring disarafi oleh cabang saraf lengkung faring ke-4 (n.vagus), yaitu N.laringeus superior N.laringeus internus

Saluran nafas bawah. Saluran nafas bawah bermula di glotis yang berada di laring, terus ke : Trakhea Bronkhus Alveoli Saluran nafas bawah berkembang dalam kanalis pleuroperitoneal septum transversum, Septum transversum adalah balok mesoderm dibagian bawah leher janin Septum transversum berkembang menjadi derivat mesoderm saluran nafas bawah, yaitu otot polos, rawan, pleura, diafragma

Pembentukan otot, dan tulang susunan pernafasan Gerakan inspirasi dan ekspirasi terjadi karena gerakan Kosta 1-2 Kosta lainnya Klavikula Vertebra Otot skalenus, sternokleidomastoideus, otot interkostal diafragma

Selom intraembrional, daerah leher, dan respirasi Kanalis pleuroperitoneal di bagian belakang septum transversum Selom intraembrional Septum transversum dileher janin A.bronkhialis A.pulmonalis N.simfatikus N.vagus Pleksus pulmonalis

Perkembangan lain : palatoskisis, kista paru, defisit surfaktan pada membran hialin alveoli.

Otot inspirasi dileher dibagian depan. Mm.skaleni berasal dari otot hipomer miotom somit Mm.skaleni berinsersi di iga 1 dan 2. Berfa’al mengangkat iga pada inspirasi.

Diaphragma. Diafragma berasal dari diferensiasi septum transversum Diafragma disarafi oleh n.frenikus Melalui diafragma bisa terjadi hernia diafragmatika yaitu lambung atau usus melalui tempat lemah di diafragma masuk kedalam rongga dada.