Pemrograman Terstruktur Semester Genap Tahun 2011.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Pemrograman Terstruktur
Advertisements

Sistem Operasi (pertemuan 1) Memori Razief Perucha F.A
Perancangan Basis Data Basis Data.  mahasiswa memahami tahap-tahap perancangan basis data 2 TIK •mahasiswa mengetahui bagaimana menentukan dan menempatkan.
Manajemen Sumber Daya Data
Pengendalian Proses : Seleksi (Conditional)
Menunjukkan berbagai peralatan TIK melalui gambar
Database MySQL.
Sistem Operasi (pertemuan 7) Memori Razief Perucha F.A Jurusan Informatika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Syiah Kuala
Silahkan Salin Jawaban Anda DiKertas Sertakan : NIM. : Nama. : Kelas
KETENTUAN SOAL - Untuk soal no. 1 s/d 15, pilihlah salah satu
PAKET PROGRAM PENGOLAHAN DATA STATISTIK
Basis Data Bab I Konsep Dasar Basis Data Presented by Henny
WEEK 6 Teknik Elektro – UIN SGD Bandung PERULANGAN - LOOPING.
MENGIDENTIFIKASI STRUKTUR HIRARKI BASIS DATA
Pengenalan Database Kiky Rizky Nova Wardani, S.Kom.
Perancangan Basis Data
Sistem Basis Data - Universitas Semarang
Pemrograman Terstruktur
Luas Daerah ( Integral ).
Bagaimana merancang diagram E-R yang interaktif
Pemrograman Terstruktur
2 Bab 2 Model Basis Data Relasional Basis Data
PERTEMUAN 4 SISTEM BASIS DATA
MODEL EER (Enhanced Entity Relationship)
PEMROGRAMAN TERSTRUKTUR
Waniwatining II. HIMPUNAN 1. Definisi
Record (Rekaman) Nurdiansah PTIK 09 UNM.
Selamat … Hari Raya Idul Fithri 1424 H Mohon Maaf Lahir Batin
Pengenalan Database Database, adalah Gabungan dari beberapa data yang diolah dan diorganisasikan sedemikian rupa, sehingga didapatkan suatu hubungan atau.
SISTEM PAGING.
Dasar Pemrograman ARRAY/LARIK.
Pemrograman Terstruktur
PEMROGRAMAN BERSTRUKTUR FILE DATABASE
SISTEM BASIS DATA Materi Pertemuan ke-8
BAB VI Model Data.
Pengenalan Basis Data Anna Kurniawati. Definisi Database “a collection of related data” (Elmazri & Navathe, 1994) “an organized collection of logically.
PERANCANGAN KASUS UJI.
Bagaimana merancang diagram E-R yang interaktif
McGraw-Hill/Irwin Copyright © 2008, The McGraw-Hill Companies, Inc. All rights reserved.McGraw-Hill/Irwin Copyright © 2008 The McGraw-Hill Companies, Inc.
Basis Data - Udinus Semarang
Pemrograman Terstruktur
WISNU HENDRO MARTONO,M.Sc
PEMROGRAMAN BERSTRUKTUR: File DATABASE
Pemrograman Terstruktur
SISTEM BASIS DATA Materi Pertemuan ke-8
SISTEM BASIS DATA.
Pertemuan 8 SISTEM BASIS DATA Renni Angreni, M.Kom.
Perancangan Basis Data
Database dan Sistem Manajemen Database
BAB VI SISTEM BASIS DATA DAN SISTEM BERORIENTASI OBJEK
Entity Relationship Diagram
Database dan Sistem Manajemen Database
IMPLEMENTASI BASIS DATA
“ SISTEM BERKAS DAN KEAMANAN DATA ”
SISTEM BASIS DATA.
SISTEM BASIS DATA.
SISTEM BASIS DATA Materi Pertemuan ke-8
Sistem Basis Data Pendahuluan
PENGELOLAAN DATA Roni Kurniawan M.Si.
Dasar tentang database
Basis Data.
Pemrograman Visual II Database Management System (DBMS)
PEMROGRAMAN BASIS DATA
Konsep & Perancangan Database
Entity Relationship Diagram
IT204 SISTEM BASIS DATA.
“ SISTEM BERKAS DAN KEAMANAN DATA ”
Pengantar Pengolahan Data
Entity Relationship Diagram
Kiky Rizky Nova Wardani, S.Kom
Transcript presentasi:

Pemrograman Terstruktur Semester Genap Tahun 2011

Sistematika Materi Ide Pemrograman Terstruktur Ide Pemrograman Terstruktur ▫ Defenisi, Tujuan, Kriteria Metoda dasar pemrograman terstruktur Metoda dasar pemrograman terstruktur GOTOLess : Sekuensial, Selection, Looping Perbandingan bahasa pemrograman Perbandingan bahasa pemrograman ▫ Berdasarkan kriteria pemrograman terstruktur Pemrograman Database Pemrograman Database ▫ Konsep Database ▫ Pengenalan Foxpro sebagai bahasa Pemrograman Database

Ide Pemrograman Terstruktur (1) Definisi ▫ Pemrograman yaitu aktivitas membuat program, yaitu menyusun sejumlah perintah yang dikenal komputer ▫ Terstruktur dapat berarti terpola, bentuk yang mengikuti aturan tertentu, juga berarti sesuatu yang sistematis Jadi, Pemrograman Terstruktur berarti : ……………………………………………………… ………………………………………………………

Ide Pemrograman Terstruktur (2) Ide pemrograman terstruktur muncul karena jumlah baris program semakin lama semakin besar, tentu saja hal ini terjadi karena diinginkan aplikasi yang lengkap dan lebih berkualitas Dengan ide pemrograman terstruktur diharapkan dapat membantu manajemen source code (kode program) sehingga program mudah untuk dikelola bagi kepentingan selanjutnya Tujuan utama pemrograman terstruktur adalah : agar program- program besar menjadi lebih mudah ditelusuri alur logikanya, mudah untuk dimodifikasi (dikembangkan) dan mudah pula untuk ditemukan bagian yang salah ketika program sedang diuji.

Ide Pemrograman Terstruktur (3) Kriteria pemrograman terstruktur : Struktur programnya; jelas dan tegas Fasilitas penulisan kode program; jelas dan tegas Statemen untuk kebutuhan Selection dan Looping; lengkap Fasilitas menyatakan berbagai type data (struktur data); lengkap dan tegas Fasilitas pemberian komentar; lengkap Fasilitas instruksi yang tersedia (operasi arithmatik/matematik, string, …); lengkap Fasilitas modular (baik internal maupun eksternal); lengkap Fasilitas debugging, mudah dan jelas

Filosofis Terstruktur a bc d -Mana yang susunannya terstruktur (teratur, …) -Mana yang lebih mudah anda hafalkan -Jika akan ditambah satu batang lagi, dimana harus diletakkan agar posisinya dapat dinilai benar -Jika susunannya dirombak, mana yang lebih mudah untuk disusun kembali

Metoda dasar pemrograman terstruktur (1) Ide awal penerapan pemrograman terstruktur yaitu dengan menghindari penggunaan GOTO untuk melompat ke bagian program tertentu Kegunaan GOTO untuk melompat ke baris program tertentu, secara umum dapat dibagi ke dalam 2 kelompok : 1.Melompat ke bagian bawah program dari posisi program saat ini 2.Melompat ke bagian atas program dari posisi program saat ini Dengan pemrograman terstruktur; Jika ada kebutuhan melompat ke bagian bawah, dapat digantikan dengan perintah Selection (If, Do Case,…) Jika ada kebutuhan melompat ke bagian atas, dapat digantikan dengan perintah Looping (for, Do While,…)

Metoda dasar pemrograman terstruktur (2) Dalam pemrograman terstruktur hanya dikenal 3 struktur : 1.Sekuensial, yaitu program yang tidak memiliki lompatan. Baris program dijalankan secara normal (lurus) satu per-satu dari atas ke bawah 2.Selection, yaitu program yang memiliki pilihan apakah harus menjalankan baris program sesuai dengan urutannya atau melompati sejumlah baris program tersebut 3.Looping, yaitu program yang juga mengandung pilihan apakah akan mengulangi program yang sudah pernah dijalankan sebelumnya atau tidak

Beberapa bentuk logika terstruktur dengan flow chart 1. Struktur urut sederhana (Simple sequence) 2. Struktur 1 pilihan dengan IF-THEN 3. Struktur 2 pilihan dengan IF-THEN-ELSE

4a. Struktur banyak pilihan dengan IF-THEN-ELSEIF 4b. Struktur banyak pilihan dengan DO CASE Lanjutan :

5. Struktur perulangan FOR Lanjutan : For 6. Struktur perulangan DO WHILE

Statemen kontrol terstruktur : menyembunyikan goto Kondisi Proses 1a IF-THEN true false Proses 1 Proses 2 Proses1 If {kondisi } then Proses1a Endif Proses2 Proses1 If {kondisi=false } then goto lompat Proses1a Lompat: Proses2 Jika kondisi=true, urutan pelaksanaan : Proses1 Proses1a Proses2 Jika kondisi=false, urutan pelaksanaan : Proses1 Proses2 Analisa :

Kondisi Proses 1b IF-THEN-ELSE true false Proses 1 Proses 2 Proses1 If {kondisi=true } then Proses1b else proses1a end if Proses2 Proses1 If {kondisi=true } then goto lompat1 else goto lompat2 Lompat1: Proses1b goto lompat3 Lompat2: Proses1a Lompat3: Proses2 Jika kondisi=true, urutan pelaksanaan : Proses1 Proses1b Proses2 Jika kondisi=false, urutan pelaksanaan : Proses1 Proses1a Proses2 Analisa : Proses 1a

Lanjutan menyembunykan goto Looping : FOR I=1 Ulang : Proses1 Proses2 I=I+1 If I<=5 then goto Ulang Proses3 For I=1 to 5 Proses 1 Proses 2 Next I Proses 3 Proses1 Proses2 FOR I=1 to 5 Proses3

Looping : WHILE Ulang : If {kondisi=true} then Proses1 Proses2 goto Ulang Proses3 While {kondisi=true} Proses 1 Proses 2 Wend Proses 3 While {kondisi} Proses1 Proses2 Proses3

Contoh flow chart dengan kontrol lengkap : C=2 C=C=1 C>12 end start

Contoh flow chart dengan beberapa lompatan tidak terstruktur : end start Lompatan tidak terstruktur : a.Melompat ke bagian yang belum tentu dilewati b.Melompat keluar dari daerah induknya

18 TUGAS-01 Cari contoh aplikasi / sistem yang telah dibuat oleh BPS terkait dengan pengolahan data hasil survei/sensus yang menggunakan database ▫Nama program ▫Software yang digunakan ▫Database yang digunakan ▫Daftar/kuesioner ▫Pedoman entri data

19 Pola dalam penyimpanan data Sistem pemrosesan berkas tradisional. 1.Program oriented  Tiap aplikasi memiliki berkas sendiri sendiri  Dependensi data-program  Perubahan data membuat sejumlah program perlu dimodifikasi  Perlu membuat program untuk mengakses data 2.Duplikasi data  Data yang sama muncul pada beberapa berkas 3.Keterbatasan berbagi data (Isolasi data - banyak format file) 4.Waktu pengembangan lama 5.Problem integritas (kekonsistensian) 6.Keamanan data tidak terjamin

20 Contoh file tipe flat

21 FLAT FILE Data Pelanggan Faktur Penjualan Data Pelanggan Jadwal Serv.Prod. Faktur Penjl. Penerimaan Kas Sistem Piutang Dagang Sistem Promosi Produk Sistem Jadwal Jasa Akuntansi Pemasaran Service Produki PEMAKAI APLIKASI

MODEL DATABASE Data Pelanggan Faktur Penjualan Penerimaan Kas Jadwal; Serv. Produk Data Entitas Lain Data Pelanggan Faktur Penjualan Penerimaan Kas Jadwal; Serv. Produk Data Entitas Lain DBMSDBMS DBMSDBMS Sistem Piutang Dagang Sistem Promosi Sistem Jadwal Akuntansi Pemasaran Serv.Produk PEMAKAIAPLIKASI SOFTWAREDATABASE DISTRIBUSI

Kelemahan

24 DATABASE MANAGEMENT SYSTEM CUSTOMER TRANSACTION PROCESSING Checking Account Program Checking Account Program Saving Account Program Saving Account Program Installment Loan Program Installment Loan Program DATABASE MANAGEMENT SYSTEM Customer Database Customer Database Inquiry

25 Konsep Database Suatu koleksi data yang : Terintegrasi Terorganisir Disimpan Mudah Pengambilannya

26 Keuntungan DBMS Salah satu komponen penting dalam sistem informasi, karena merupakan dasar dalam menyedikan informasi Menentukan kualitas informasi : cepat, akurat, tepat pada waktunya dan relevan. Informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Mengurangi duplikasi data (data redundancy) Hubungan data dapat ditingkatkan (data relatebility) Mengurangi pemborosan tempat penyimpanan Keamanan

27 Definisi Database Beberapa definisi Database adalah sebagai berikut: ▫ Sekumpulan data store(bisa dalam jumlah besar) yang tersimpan dalam magnetic disk, optical disk, dan media penyimpan sekunder lainnya. ▫ Sekumpulan program-program aplikasi umum yang bersifat “batch” yang mengeksekusi dan memproses data secara umum (hapus, cari, update, dll) ▫ Database terdiri dari data yang di-share bagi banyak user dan memungkinkan penggunaan data yang sama pada waktu bersamaan oleh banyak user ▫ Koleksi terpadu dari data-data yang saling berkaitan dari suatu enterprise. Mis. Database RS akan terdiri dari data-data seperti pasien, karyawam, dokter, dan perawat

PEREKAMAN DATA SECARA SENTRALISASI 28 Seluruh sumber data/dokumen dari unit-unit kerja yang ada dalam suatu organisasi dikirim ke unit kerja perekaman data. Operator data entry membaca dokumen dan memasukkan isian data yang ada kedalam media perekaman data sesuai dengan aplikasi masing-masing pekerjaan

Keuntungan a.Pemanfaatan peralatan perekaman data yang ada dapat digunakan secara optimal selama jam kerja oleh masing-masing operator data entry untuk setiap pekerjaan yang ada dimasing-masing unit kerja dalam organisasi / instansi. b.Ketrampilan operator data entry selalu meningkat, karena hampir seluruh waktunyaberhadapan dengan keyboard komputer dan mengerjakan banyak ragam aplikasi pekerjaan 29

Kerugian a.Pekerjaan operator menjadi berulang dan operator kurang punya kesempatan untuk menggunakan peralatan dan variasi pekerjaan lainnya diluar operator data entry. b.Bila operator menemukan suatu kesalahan pada dokumen (sumber data), dokumen tersebut harus dikembalikan ke unit kerja terkait untuk dikoreksi, setelah itu dikembalikan ke unit kerja perekaman data. 30

PEREKAMAN DATA SECARA TERDISTRIBUSI 31 Dalam lingkup perekaman data secara terdistribusi peralatan perekaman data dan operator berada di masing-masing unit kerja. dimana operator di masing- masing unit kerja memasukan sumberdata/dokumen kedalam media komputer sesuai dengan aplikasi yang sesuai pada masing- masing unit kerja

Keuntungan a.Bila ditemukan suatu kesalahan dalam dokumen, masing-masing unit kerja dapat langsung memperbaiki, sehingga proses perekaman data dapat langsung diperbaiki karena operator data entry berada pada masing-masing unit kerja tanpa harus pergi ke unit kerja yang ada dalam organisasi. b.Operator mempunyai banyak kesempatan menggunakan variasi peralatan pekerjaan lainnya yang bukan sebagai operator data entry 32

Kerugian a.Banyak peralatan perekaman data yang menganggur (idle) pada satuan unit kerja akibat terbatasnya jenis pekerjaan yang ada, padahal peralatan tersebut sangat diperlukan oleh unit kerja lainnya. b.Tingkat kemampuan keystroke persatuan waktu akan menurun apabila menggunakan peralatan dan aplikasi pekerjaan yang lainnya. 33

34 Istilah Dasar Pada File database DataFakta “belum terolah” yang memiliki sedikit arti, namun paling tidak telah terorganisir secara logis. Unsur terkecil dari suatu data berupa karakter tunggal seperti huruf X, angka 7 atau beberapa simbol seperti ? > + * /. Sebuah karakter tunggal memerlukan satu byte untuk penyimpanan. FieldSatu atau sekumpulan karakter (alpabetik atau numerik) yang memiliki arti khusus. Sebuah field dapat mendefinisikan nama pegawai, tanggal lahir, alamat, no. telpon dan sebagainya. RecordKumpulan dari satu atau beberapa field yang saling berkaitan secara logik yang dapat menggambarkan tentang orang, tempat atau sesuatu. Sebagai contoh, sebuah field yang berisi record untuk pegawai yang bernama Toni, dapat terdiri dari nama, alamat, tanggal lahir dan sebagainya. Tabel/ FileKumpulan dari beberapa record yang saling berhubungan. Sebagai contoh adalah file Pegawai DatabaseKumpulan dari beberapa tabel

35 Database Isi File PEGAWAI Nama = Nama pegawai Tgl_Lahir = Tanggal Lahir NIP = No. Induk Pegawai Gaji = Gaji pokok pegawai Alamat = Alamat rumah Gambar. Isi file pegawai Field Record

36 Model Entity Relationship (Model ER) ERD adalah model konseptual yang mendeskripsikan hubungan antara penyimpanan (dalam DFD) ERD digunakan untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data. Dengan ERD, model dapat diuji dengan mengabaikan proses yang dilakukan ERD pertama kali dideskripsikan oleh Peter Chen yang dibuat sebagai bagian dari perangkat lunak CASE

Notasi yang digunakan dalam ERD dapat dilihat pada Tabel di bawah ini :

38 Kardinalitas Relasi Dalam ERD hubungan (relasi) dapat terdiri dari sejumlah entitas yang disebut dengan derajat relasi. Derajat relasi maksimum disebut dengan kardinalitas sedangkan derajad minimum disebut dengan modalitas. Jadi kardinalitas relasi menunjukkan jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas lain.

Kardinalitas relasi yang terjadi diantara dua himpunan entitas (misalnya A dan B) dapat berupa : 1. Satu ke satu (one to one/ 1-1) Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berelasi dengan paling banyak satu entitas pada himpunan entitas B, demikian juga sebaliknya. 2. Satu ke banyak (one to many/ 1- N) Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berelasi dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya. 3. Banyak ke banyak (many to many/ N –N) Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berelasi dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, demikian juga sebaliknya

40 Tahapan Pembuatan ERD Tahap 1: Penentuan Entities Tahap 2: Penentuan Attributes Tahap 3: Penentuan Relationships Tahap 4: Pembuatan ERD

PENGENALAN FOXPRO

Latihan 1 buatlah folder berikut d :\Foxpro\Latihan Bukalah FoxPro, pastikan folder kerja anda adalah d :\Foxpro\Latihan (set default to d :\Foxpro\Latihan) Pada Command Window berikan perintah-perintah berikut dan amati hasilnya: (sebelumnya ketik di Command Window ) 1.set talk off 2.Clear 3.? a=20 5.b=10 6.c=a/b 7.?c 8.set decimal to 8 9.c=a/b 10.?c 11.?b^a 12.kata1=’STIS’ 13.kata2=’Jakarta’ 14.?kata 1+ kata2 15.?kata 1 + “ada di “+kata2 16.?date() 17.?’Hari ini tanggal ‘+dtoc(date()) 18.?str(a) + “+” + str(b) + “=” +str(c)

Field nameniTypeWidthDecKet NIMCharacter6 NamaCharacter30 Tempat_lhrCharacter20 Tgl_lhrDate8 JKCharacter11:Laki-laki 2:Perempuan AlamatCharacter50 1.Buatlah table dengan nama MHS.dbf dengan struktrur sbb: 2.Masukan 5 record data 3.Tambahkan field 18.GO 4 19.INSERT (isilah data baru) 20.GO 5 21.DELETE 22.LIST 23.GO DELETE NEXT DELETE ALL 26. RECALL ALL 27. GO DELETE 29. PACK 30. ?RECNO() 31. GO TOP 32. ?BOF() 33. ?EOF() 34. ?RECCOUNT() 35. COUNT TO JUMLAH 36. ?JUMLAH 37. SET FILTER TO JK=”1” 38. ?RECCOUNT() 39. COUNT TO JUMLAH 40. ?JUMLAH 4.Masukan data alamat pada 5 record sebelumnya 5.LIST NIM, NAMA, ALAMAT 6. GO TOP 7.?NAMA 8.GO BOTTOM 9.?NAMA 10.GO 2 11.LIST NEXT 2 12.LIST REST 13.SKIP 3 14.?NIM 15.SKIP ?NIM 17.EDIT