Tantangan besar kemajuan perekonomian 20 tahun mendatang adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dan berkualitas secara berkelanjutan.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
LAPORAN EVALUASI TAHUN KETIGA RPJMD KABUPATEN TEGAL
Advertisements

Pentingnya Daerah dalam Bingkai NKRI
Peran RZWP3K dalam Perencanaan Pembangunan Bidang Kelautan
Skenario dan Strategi Konsep Agro Mina Politan Cluster
Jakarta Convention Centre, 29 Januari 2010
Oleh: Prof. Ir. Urip Santoso, S.IKom., M.Sc., Ph.D
PENGUATAN DAYA SAING DENGAN KLASTER INDUSTRI UNTUK MEMASUKI EKONOMI MODERN Kristiana ( )
Dr. Ir. Heru Purboyo Hidayat P, DEA
Topik: Visi Pertanian Abad 21 (Pertanian Yang Berkebudayaan Industri)
POLITIK HUKUM.
DISKRIPSI PEREKONOMIAN INDONESIA
B. Kombaitan dan Ridwan Sutriadi
Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat
Jayapura, 13 Agustus SEJAHTERA DEMOKRATIS BERKEADILAN Memperkuat triple tracks strategy serta pembangunan inklusif dan berkeadilan Memantapkan.
KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KOPERASI DI INDONESIA
PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
PENGUATAN DIMENSI SOSIAL- KEMANUSIAAN DALAM ARN Disampaikan dalam Rapat Penyusunan ARN Disampaikan dalam Rapat Penyusunan ARN
WAWASAN NUSANTARA Oleh : Aditya Hendra Moh. Khoirul Anwar
Strategi yang diterapkan Negara Indonesia dalam menyelesaikan ancaman terhadap negara dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan dengan bingkai Bhinneka.
ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN NASIONAL
Pembangunan Komparatif: Perbedaan dan Persamaan di Antara Negara Berkembang Ekonomi Pembangunan.
H. Ahmad Marzuqi, S.E Dan Dian Kristiandi, S.Sos
RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2010
Deputi Bidang Pengembangan Regional
PANGAN Segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah yang diperuntukkan bagi konsumsi manusia, termasuk.
Peranan Usaha Mikro, Usaha Kecil Dan Menengah (UMKM)
KEBIJAKAN NASIONAL PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
POLSTRANAS.
October 17 PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH RANCANGAN RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) PROVINSI KALIMANTAN.
STRATA BANGUNAN BERTINGKAT
PROSPEK DAN ARAH PENGEMBANGAN AGRIBISNIS UNGGAS
KONSEP PENGELOLAAN SUMBER DAYA LINGKUNGAN
Aktualisasi Revolusi Mental dalam Inovasi Pelayanan Publik
Modul / Tatap Muka 11 LEMBAGA KEUANGAN MIKRO Pendahuluan
KAJIAN ANALISIS DAN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN SISTEM INOVASI DAERAH (SIDA) DALAM PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2015 PT. Secon Dwitunggal Putra.
MENTERI DALAM NEGERI PADA MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
POLITIK & STRATEGI KEAMANAN NASIONAL
Sosialisasi Dekonsentrasi Bidang Perumahan Tahun 2015
Kota yang berkelanjutan
Latar Belakang, Konsep, Implementasi dan Tantangan
PEREKONOMIAN INDONESIA
NAMA KELOMPOK : Okti Panca Istihanah Ola Desilia Puji Ananda
PERKEBUNAN DAN MASALAHNYA
POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL
PROSPEK DAN ARAH PENGEMBANGAN AGRIBISNIS UNGGAS
Ella Ekaristy,S.Pd.
TEKNOLOGI DALAM AGRIBISNIS
Aspek Strategis Perencanaan Pembangunan Nasional
POLITIK & STRATEGI KEAMANAN NASIONAL
Disampaikan Oleh: MY ESTI WIJAYATI ANGGOTA DPR RI KOMISI X
KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PENGEMBANGAN KOPERASI DAN UMKM
2. Pengaruh Aspek Politik
Ketahanan Nasional & Identitas Nasional
POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL
SISTEM ADMINISTRASI NEGARA
Dosen ; Tatik Rohmawati, S.IP.,M.Si.
Strategi Pembangunan Nasional untuk Menjadi Negara Maju
JENIS DAN PROGRAM KESEHATAN DI INDONESIA
(Pemutaran Film Teknologi)
Rancangan Awal RKPD Provinsi Jawa Barat Tahun 2019
SISTEM PEMERINTAHAN DESA Cahyono, M.Pd. FKIP UNPAS Cahyono, M.Pd. FKIP UNPAS.
Direktorat Kelautan dan Perikanan
Pengertian (1) Struktur Ruang Tata Ruang Pola Ruang
H.Ghazaly Ama La Nora,S.Ip,M.Si Mercu Buana University
WAWASAN NUSANTARA Latar Belakang, Konsep, Implementasi dan Tantangan.
Judul : Perkembangan industri di Era globalisasi Terhadap pendapatan nasional indonesia Nama : Agustinus Jono Npm :
ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PROVINSI JAMBI TAHUN 2020
MUSRENBANG Perubahan RPJMD Tahun
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH.
Kejayaan ini dilanjutkan oleh kerajaan-kerajaan setelahnya pada abad ke 15 sampai ke 17, dari kerajaan pesisir Sumatera, Kerajaan Mataram.
Transcript presentasi:

Tantangan besar kemajuan perekonomian 20 tahun mendatang adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dan berkualitas secara berkelanjutan.

Perkembangan ekonomi regional di kawasan Asia Timur dan Asia Selatan yang pesat dengan tumbuhnya raksasa ekonomi global di masa depan, seperti Cina dan India, merupakan salah satu fokus utama yang perlu dipertimbangkan secara cermat di dalam menyusun pengembangan struktur dan daya saing perekonomian nasional. Dengan demikian, integrasi perekonomian nasional ke dalam proses globalisasi dapat mengambil manfaat sebesar-besarnya dan sekaligus dapat meminimalkan dampak negatif yang muncul.

Pertambahan penduduk nasional masih relatif tinggi; Rasio penduduk usia produktif diperkirakan mencapai tingkat maksimal (sekitar 50 persen dari total penduduk). Angkatan kerja diperkirakan meningkat hampir dua kali lipat jumlahnya dari kondisi saat ini. Komposisi pendidikan angkatan kerja dalam 20 tahun ke depan akan didominasi oleh yang berpendidikan setingkat SMP sampai dengan SMU. Untuk itu, kapasitas perekonomian dituntut untuk mampu menyediakan tambahan lapangan kerja yang layak.

Tantangan internal lainnya adalah terlalu teraglomerasinya aktivitas perekonomian di pulau Jawa yang melebihi daya dukung optimal lingkungan hidupnya.

Untuk mewujudkan kemandirian, kemajuan ekonomi perlu didukung oleh kemampuan mengembangkan potensi diri. Sehingga tantangannya adalah: Mengembangkan perekonomian yang didukung oleh penguasaan dan penerapan teknologi Meningkatkan produktivitas Sumberdaya Manusia, Mengembangkan kelembagaan ekonomi yang efisien dengan menerapkan praktik-praktik terbaik dan prinsip-prinsip pemerintahan yang baik Menjamin ketersediaan kebutuhan dasar dalam negeri.

Tantangan terberat dalam kurun waktu 20 tahun mendatang adalah menjaga proses konsolidasi demokrasi secara berkelanjutan yaitu: Melaksanakan reformasi struktur politik, menyempurnakan proses politik, dan mengembangkan budaya politik yang lebih demokratis Menyepakati pentingnya konstitusi yang lebih demokratis. Meneguhkan kembali makna penting persatuan nasional dengan tetap memperhatikan berbagai keanekaragaman Melaksanakan rekonsiliasi nasional Tantangan berikutnya adalah menciptakan hubungan pusat dengan daerah yang benar-benar mampu memadukan kepentingan dalam upaya memperkuat ikatan NKRI

Modal Dasar Wilayah Indonesia, sebagai negara kepulauan yang terluas, jumlah pulau yang terbanyak, dan pantai yang terpanjang di dunia ditambah dengan letak geografis yang strategis. Kekayaan alam dan keanekaragaman hayati. Penduduk dalam jumlah besar dengan budaya yang sangat beragam Perkembangan politik yang telah melalui tahap awal reformasi.

R P J P N (Visi Misi Interim, 2005-2025) UUD 45 (Visi Misi Abadi) VISI Negara Indonesia Yang Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur MISI Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia Memajukan kesejahteraan umum Mencerdaskan kehidupan bangsa Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial R P J P N (Visi Misi Interim, 2005-2025) RPJMN 2004-2009 RPJMN 2010-2014 RPJMN 2015-2019 RPJMN 2020-2024 RKP 2006 RKP 2006 RKP 2006 RKP 2006 RKP 2006 RKP 2006 RKP 2006 RKP 2006 RKP 2006 RKP 2006 RKP 2006 RKP 2006 RKP 2014 RKP 2019 RKP 2025 RKP 2009 9

Visi Indonesia 2025 INDONESIA YANG MANDIRI, MAJU, ADIL DAN MAKMUR Mandiri Mampu mewujudkan kehidupan sejajar dan sederajat dengan bangsa lain dengan mengandalkan pada kemampuan dan kekuatan sendiri. Maju Diukur dari kualitas SDM, tingkat kemakmuran, dan kemantapan sistem dan kelembagaan politik dan hukum. Adil Tidak ada diskriminasi dalam bentuk apapun, baik antarindividu, gender, maupun wilayah. Makmur Diukur dari tingkat pemenuhan seluruh kebutuhan hidup

Misi Pembangunan Mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya, dan beradab berdasarkan falsafah Pancasila Mewujudkan bangsa yang berdaya-saing Mewujudkan masyarakat demokratis berlandaskan hukum Mewujudkan Indonesia aman, damai, dan bersatu Mewujudkan pemerataan pembangunan dan berkeadilan Mewujudkan Indonesia asri dan lestari Mewujudkan Indonesia menjadi negara kepulauan yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional Mewujudkan Indonesia berperan penting dalam pergaulan dunia internasional

Arah Pembangunan Pertama: PEMBANGUNAN MASYARAKAT Kehidupan Beragama Memantapkan fungsi dan pean agama sebagai landasan moral dan etika Meningkatkan kerukunan hidup umat beragama Jatidiri Bangsa Mewujudkan karakter bangsa dan sistem sosial yang berakar, unik, modern, dan unggul. Budaya Inovatif Meningkatkan penghargaan masyarakat terhadap iptek Mendorong berbagai bentuk pengungkapan kreativitas Transformasi masyarakat dari budaya konsumtif menuju budaya produktif

Arah Pembangunan Kedua: PEMBANGUNAN DAYASAING BANGSA Sumberdaya Manusia yang Berkualitas Perekonomian Domestik dengan Orientasi dan Berdayasaing Global Penguasaan, Pengembangan,dan Pemanfaatan Iptek Sarana dan Prasarana yang Memadai dan Maju Reformasi Hukum dan Birokrasi

Pembangunan Daya Saing (1): Sumberdaya Manusia Peningkatan kualitas SDM yang dicermainkan oleh: meningkatnya indeks pembangunan manusia (IPM), meningkatnya indeks pembangunan gender (IPG), angka reproduksi netto (NRR) = 1, dan angka kelahiran total (TFR) = 2,1. Pengendalian jumlah dan laju pertumbuhan penduduk Pembanguna pendidikan merupakan investasi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menurunkan tingkat kemiskinan dan pengangguran Pembangunan kesehatan diarahkan untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya

Pembangunan Daya Saing (2): Perekonomian Domestik Transformasi bertahap dari perekonomian berbasis keunggulan komparatif ke perekonomian berbasis keunggulan kompetitif. Berlandaskan prinsip demokrasi ekonomi sehingga terjamin kesempatan berusaha dan bekerja bagi seluruh masyarakat Kelembagaan ekonomi dikembangkan dengan menerapkan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Peran Pemerintah sebagai fasilitator, regulator, sekaligus sebagai katalisator pembangunan untuk terjaganya keberlangsungan mekanisme pasar Struktur perekonomian diperkuat dengan mendudukkan sektor industri sebagai motor penggerak. Efisiensi, modernisasi, dan nilai tambah sektor primer ditingkatkan untuk memperkuat basis produksi secara nasional. Pembangunan industri diarahkan untuk mewujudkan industri yang berdaya saing dengan struktur yang sehat / kuat dan berkeadilan. Perdagangan dalam negeri diarahkan untuk memperkokoh sistem distribusi nasional yang efisien dan efektif.

Pembangunan Daya Saing (3): Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Untuk mendukung pembangan ekonomi berbasis pengetahuan yang dilakukan melalui: Penerapan iptek secara luas dalam sistem produksi barang dan jasa Pembangunan pusat-pusat keunggulan iptek Pengembangan lembaga penelitian yang handal Pengakuan terhadap hasil temuan dan hak ata skekayaan intelektual Diarahkan untuk: Menciptakan dan menguasai iptek (ilmu dasar, terapan, sosial, dan humaniora) untuk menghasilkan teknologi. Memanfaatkan teknologi hasil penelitian, pengembangan, dan perekayasaan (litbang-rek) Mendukung pemenuhan kebutuhan di semua bidang kehidupan

Pembangunan Daya Saing (4): Sarana dan Prasarana Peran pemerintah difokuskan pada perumusan kebijakan dimana peran swasta semakin ditingkatkan terutama untuk sarana dan prasarana yang sudah layak secara komersial Pembangunan sarana dan prasarana sumber daya air untuk mewujudkan fungsi air sebagai sumber daya sosial dan sumber daya ekonomi yang seimbang Pembangunan transportasi dilaksanakan dengan pendekatan pengembangan wilayah untuk mendukung kegiatan ekonomi, membentuk dan memperkukuh kesatuan nasional, dan memantapkan pertahanan dan keamanan Pembangunan pos dan telematika untuk mendorong terciptanya masyarakat berbasis informasi Pembangunan sarana dan prasarana energi dan ketenagalistrikan adalah untuk meningkatkan akses dan pelayanan konsumen terhadap energi. Memenuhi kebutuhan hunian dan mewujudkan kota tanpa permukiman kumuh Pembangunan dan penyediaan air minum dan sanitasi diarahkan untuk mewujudkan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat dan kebutuhan sektor lain

Pembangunan Daya Saing (5): Iklim Berusaha dan Birokrasi Pembangunan hukum diarahkan untuk mendukung terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan Mengatur permasalahan yang berkaitan dengan ekonomi terutama untuk dunia usaha dan dunia industri Menciptakan kepastian investasi Menghilangkan kemungkinan terjadinya tindak pidana korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) Reformasi briokrasi diarahkan untuk meningkatkan professionalisme aparatur negara dan untuk mewujudkan tata pemerintahan yang baik.

Arah Pembangunan Ketiga: PEMBANGUNAN POLITIK DAN HUKUM Penyempurnaan struktur politik yang dititkberatkan pada proses pelembagaan demokrasi Penataan peran negaran dan masyarakat diarahkan pada pembentukan kemandirian dan kedewasaan masyarakat dan pembentukan masyarakat madani yang kuat Penataan proses politik dititikberatkan pada pengalokasian representasi kekuasaan Pengembangan budaya politik dititikberatkan pada penanaman nilai-nilai demokrastis Pembangunan infromasi dan komunikasi ditekankan pada pencerdasan masyarakat dalam kehidupan politik Pembangunan hukum diarahkan untuk mewujudkan sistem hukum nasional yang mantap bersumber pada Pancasila, UUD 45 yang disertai dengan pembangunan materi hukum, pembangunan struktur hukum, penerapan dan penegakan hukum dan HAM, peningkatan kesadaran hukum dalam masyarakat, dan penanggulangan penyalahgunaan kewenangan aparatur negara.

Arah Pembangunan Keempat: PEMBANGUNAN KEAMANAN Keamanan nasional diwujudkan melalui keterpaduan pembangunan pertahanan, keamanan dalam negeri, dan keamanan sosial Pembangunan pertahanan mencakup sistem dan strategi pertahanan, postur dan struktur pertahaanan, profesionalisme TNI, pengembangan teknologi pertahanan dalam mendukung ketersediaan alutsista, komponen cadangan, dan pendukung pertahanan. Pembangunan pertahanan diarahkan untuk mewujudkan kemampuan yang melampauai kekeuatan pertahanan minimal, serta memeiliki efek penggentar yang disegani. Pembangunan keamanan diarahkan untuk meningkatkan profesionalisme Polri. Peningkatan profesionalisme lembaga intelijen dan kontra intelijen.

Arah Pembangunan Kelima: PEMBANGUNAN WILAYAH Pengembangan wilayah ditujukan untuk peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat serta pemerataannya, dengan: Mempercepat pembangunan wilayah-wilayah strategis dan cepat tumbuh, wilayah tertinggal dan terpencil, dan wilayah perbatasan. Menyeimbangkan pertumbuhan kota-kota metropolitan, besar, dan kecil Meningkatkan keterkaitan kegiatan ekonomi antarwa wilayah perkotaan dan perdesaan Menerapkan rencana tataruang sebagai acuan kebijakan spasial untuk semua sektor Menerapkan sistem pengelolaan pertanahanb yang efisien dan efektif Meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dan kerjasama antar daerah Pembangunan kesejahteraan sosial difokuskan pada kelompok masyarakat yang kurang beruntung. Penyempurnaan sistem jaminan sosial (SJSN), sistem perlindungan sosial (SPSN) yang terintegrasi dengan sistem nomor induk kependudukan (NIK) Pemenuhan perumahan beserta prasarana dan sarana pendukungnya disertai dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat akan air minum dan sanitasi. Penanggulangan kemiskinan diarahkan pada penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak-hak dasar rakyat secara bertahap.

Arah Pembangunan Keenam: PEMBANGUNAN LINGKUNGAN HIDUP Mendayagunakan sumberdaya alam (SDA) yang terbarukan Mengelola SDA yang tidak terbarukan Menjaga keamanan ketersediaan energi Menjaga dan melestarikan sumberdaya air Mengembangkan potensi sumberdaya kelautan Meningkatkan nilai tambah atas SDA tropis yang unik dan khas Memerhatikan dan menglola keragaman jenis SDA yang ada di tiap wilayah Mitigasi bencana sesuai dengan kondisi geologi Indonesia Mengendalikan pencemaran dan kerusakan lingkungan Meningkatkan kapasitas pengelolaan SDA dan lingkungan hidup (LH) Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencintai LH

Arah Pembangunan Ketujuh: PEMBANGUNAN NEGARA KEPULAUAN Membangkitkan wawasan dan budaya bahari Meningkatkan dan menguatkan peranan SDM kelautan Menetapkan wilayah NKRI, aset-aset, dan hal-hal yang terkait didalamnya, yang telah digariskan oleh hukum laut UNCLOS 1982 Melakukan upaya pengamanan wilayah kedaulatan yurisdiksi dan aset NKRI Mengembangkan industri kelautan Mengurangi dampak bencana pesisir dan pencemaran laut Meningkatkan kesejahteraan keluarga miskin di kawasan pesisir

Arah Pembangunan Kedelapan: PEMBANGUNAN HUBUNGAN LUAR NEGERI Menekankan pemberdayaan posisi Indonesia sebagai negara yang besar secara geografis dan jumlah penduduk Memperkuat kapasitas dan kredibiltas politik luar negeri Meningkatkan kualitas diplomasi di for a internasional dalam upaya pemeliharaan kemanan nasional, integritas wilayah, dan pengamanan SDA. Peningkatan efektivitas dan perluasan fungsi jaringan kerjasama ASEAN Ikut aktif dalam pemeliharaan perdamaian dunia Penguatan jaringan hubungan dan kerjasama yang produktif antara aktor-aktor negara dan aktor-aktor nononegara yang menyelenggarakan hubungan luar negeri.

TAHAPAN PEMBANGUNAN RPJM 4 (2020-2024) RPJM 3 (2015-2019) RPJM 2 Mewujudkan masya-rakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur melalui percepatan pembangunan di segala bidang dengan struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif. RPJM 3 (2015-2019) RPJM 2 (2010-2014) Memantapkan penataan kembali NKRI, meningkatkan kualitas SDM, membangun kemampuan iptek, memperkuat daya saing perekonomian Memantapkan pem-bangunan secara menyeluruh dengan menekankan pem-bangunan keung-gulan kompetitif perekonomian yang berbasis SDA yang tersedia, SDM yang berkualitas, serta kemampuan iptek RPJM 1 (2005-2009) Menata kembali NKRI, membangun Indonesia yang aman dan damai, yang adil dan demokratis, dengan tingkat kesejahteraan yang lebih baik.

TERIMA KASIH Selamat Bekerja