Bab 3. Teori Permintaan Uang

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
BAB 4. UANG DAN INFLASI Bab ini mempelajari :
Advertisements

CHRIS SURYA SUDJIANTO, SE.
Uang dan Inflasi.
By. Henny Oktavianti Sumber: 1. Mankiw 2. Ari Sudarman
PERMINTAAN UANG & TINGKAT BUNGA EKUILIBRIUM
PASAR DALAM SISTEM PEREKONOMIAN
Uang, Institusi Keuangan dan Penawaran Uang
EKONOMI MONETER I TEORI PERMINTAAN UANG.
PERMINTAAN UANG DAN PENAWARAN UANG
MANUSIA dan PERILAKU EKONOMI DISUSUN OLEH :
INDIKATOR MONETER Definisi uang:
Teori Ekonomi Klasik dan Keynes
konsep permintaan dan penawaran uang
TEORI PERMINTAAN AKAN UANG KLASIK DAN KEYNES
UANG Oleh : Imam Munandar.
MATERI EKONOMI MONETER PRODI EKONOMI PEMBANGUNAN
PERMINTAAN & PENAWARAN UANG
UANG.
EKONOMI MONETER I TEORI PERMINTAAN UANG.
Teori Ekonomi Klasik dan Keynes Oleh: Sriyanto Minggu ke-2.
Teori Ekonomi Keynes: Pasar Uang dan Pasar Tenaga Kerja
Perkembangan ilmu ekonomi makro
Teori Ekonomi Klasik dan Keynes
PERMINTAAN DAN PENAWARAN UANG
TEORI PERMINTAAN UANG Teori Permintaan Uang Klasik Di Pasar Uang, terdapat teori kuantitas yang menyatakan bahwa permintaan akan uang adalah proporsional.
Peran Bank dalam Pembangunan
Uang, Institusi Keuangan dan Penawaran Uang
TEORI KUANTITAS UANG.
Uang, Jenis Uang dan Teori Kuantitas
UANG DAN LEMBAGA KEUANGAN
KONSEP DASAR EKONOMI MONETER
Uang, Jenis Uang dan Teori Kuantitas
Teori Ekonomi Klasik dan Keynes
Teori Ekonomi Klasik dan Keynes
Persamaan diatas dikenal dg
TEORI NILAI UANG INTERNAL
Teori Ekonomi Klasik dan Keynes
UANG Sejarah Perkembangan Oleh : MAIZA FIKRI, ST, M.M
PERTEMUAN KE-11 U A N G DAN BANK
Teori Ekonomi Klasik dan Keyness
UANG.
EKONOMI MONETER I TEORI PERMINTAAN UANG.
Uang, Institusi Keuangan dan Penawaran Uang
Pasar Uang Pertemuan 7.
Uang & Bank
Teori Ekonomi Klasik dan Keynes
Money Supply and Monetary Policy
Teori Ekonomi Klasik dan Keynes
Permintaan dan Penawaran Uang
UANG Sejarah Perkembangan uang Barter Uang Komoditi Uang Kertas
TEORI PERMINTAAN UANG KLASIK DAN KEYNES.
PERTUMBUHAN UANG DAN INFLASI
EKONOMI MONETER I TEORI PERMINTAAN UANG.
PENAWARAN UANG DAN KEGIATAN EKONOMI NEGARA
Uang, Institusi Keuangan dan Penawaran Uang
Pertemuan Ke-13 Uang, Bank dan Kebijakan Moneter
Uang Uang hanya mencakup beberapa jenis aset atau kekayaan yang senantiasa diterima sebagai alat pembayaran oleh para penjual sebagai imbalan atas berbagai.
TEORI PERMINTAAN AKAN UANG KLASIK DAN KEYNES
EKONOMI MONETER I TEORI PERMINTAAN UANG.
EKONOMI MONETER I TEORI PERMINTAAN UANG.
EKONOMI MONETER I TEORI PERMINTAAN UANG.
EKONOMI MONETER I TEORI PERMINTAAN UANG.
EKONOMI MONETER I TEORI PERMINTAAN UANG.
EKONOMI MONETER I TEORI PERMINTAAN UANG.
EKONOMI MONETER I TEORI PERMINTAAN UANG.
EKONOMI MONETER I TEORI PERMINTAAN UANG.
EKONOMI MONETER I TEORI PERMINTAAN UANG.
Teori Ekonomi Klasik dan Keynes
Bab 3 Teori Ekonomi Klasik dan Keynesian
Teori Ekonomi Keynes: Pasar Uang dan Pasar Tenaga Kerja
Transcript presentasi:

Bab 3. Teori Permintaan Uang Dr. Lana Sularto

Nilai Uang INTERNAL VALUE OF MONEY EXTERNAL VALUE OF MONEY Jumlah barang & jasa yg dapat dibeli dengan sejumlah uang  Menunjukkan tenaga beli uang terhadap sejumlah barang EXTERNAL VALUE OF MONEY Nilai mata uang diukur dengan mata uang negara lain  kurs devisa (exchange rate)

INTERNAL VALUE OF MONEY Jumlah barang & jasa yg dapat dibeli dengan sejumlah uang Menunjukkan tenaga beli uang terhadap sejumlah barang (Purchasing Power) - Semakin rendah harga barang, semakin tinggi purchasing power uang - Semakin tinggi harga barang, semakin rendah purchasing power uang N = 1 P N : Purchasing Power P : Harga Barang Teori yang menjelaskan NILAI UANG adalah Teori Kuantitas (Quantity Theory of Money)

Teori Kuantitas Mengatakan bahwa, uang diterima masyarakat karena setiap orang mengetahui uang itu dapat ditukarkan dengan barang-barang dan jasa-jasa, dengan kata lain bukan karena nilai intrinsiknya akan tetapi karena uang itu mempunyai kualitas alat pembayaran dalam masyarakat. Pendapat inilah yang menjadi dasar Quantity Theory yang disebut ”Pure Quantity Theory”. Dalam Quantity Theory ini ada beberapa pandangan yang akan dijelaskan sejak awal perkembangannya. Quantity Theory (teori Kuantitas) adalah teori yang menjelaskan nilai uang.

Perkembangan Teori Kuantitas Uang (Quantity Theory of Money) dari Mazhab Klasik. Teori Kuantitas Sederhana (Crude Quantity Theory) Ricardo Transaction Equation atau Transaction Velocity Approach

Teori Kuantitas Sederhana (Crude Quantity Theory) Ricardo Ricardo telah memecahkan masalah nilai uang dengan memperhatikan hubungan yang lurus antara jumlah uang dengan harga barang. Bila pendapat itu dihubungkan dengan harga maka pendapat Ricardo diatas dapat dinyatakan sebagai berikut: “Bila jumlah uang naik dua kali lipat, hargapun akan naik dua kali lipat, demikian pula sebaliknya”

Teori Kuantitas Sederhana (Crude Quantity Theory) Ricardo Dengan kata lain teori Ricardo menyatakan bahwa jumlah uang langsung proporsional terhadap tingkat harga atau tingkat harga langsung proporsional dengan jumlah uang. P = f(M) P = Tingkat harga M = Jumlah Uang Beredar

Teori Kuantitas Sederhana (Crude Quantity Theory) Ricardo Maka bila M (jumlah uang beredar) naik dua kali maka harga akan naik dua kali pula. Karena itu untuk menstabilkan tingkat harga hanya diperlukan stabilisasi jumlah uang. Teori kuantitas ini terlalu sederhana, karena tidak memperhitungkan faktor cepatnya peredaran uang atau V, atau faktor permintaan terhadap uang. Lagi pula teori tersebut tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya yang terjadi dalam masyarakat.

Transaction Equation atau Transaction Velocity Approach Ini merupakan penyempurnaan daripada teori yang sebelumnya dilakukan oleh Irving Fisher. Ia menyatakan bahwa yang menentukan nilai uang ada 3 faktor yaitu: Jumlah uang beredar (M) Cepatnya peredaran uang (V) Jumlah barang yang diperdagangkan atau volume barang yang diperdagangkan (T) Rumus Fisher, Transaction Equation adalah: MV = PT atau P = MV/T V : Rata2 perputaran setiap unit uang dalam transaksi Jual beli

Transaction Equation atau Transaction Velocity Approach Persamaan MV = PT menyatakan bahwa jumlah total uang yang dikeluarkan oleh pembeli sama dengan jumlah total uang yang diterima oleh penjual. Saat ini, yang dimaksud dengan M adalah uang giral ditambah dengan uang kartal. Seperti diketahui bahwa kaum klasik beranggapan: Uang hanya untuk tujuan transaksi dan berjaga-jaga Dalam jangka pendek Velocity of Money adalah tetap Barang-barang dan jasa-jasa jumlahnya tetap karena perekonomian dianggap sudah mencapai full employment

Transaction Equation atau Transaction Velocity Approach Berdasarkan tiga anggapan diatas maka sebenarnya teori Fisher dapat dikatakan ”bahwa dalam jangka pendek tingkat harga umum (P) berubah secara proporsional dengan perubahan supply uang (M). Hal ini sama dengan pendapat Crude Quantity Theori dari Ricardo.

Kesimpulan dari Teori Kuantitas secara umum Adanya tambahan JUB akan dibelanjakan semua tanpa dipikirkan kemungkinannya untuk ditabung Velocity of money (V) dan volume transaksi (T) dianggap tetap dan hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor nonmoneter (faktor kelembagaan/metode pembayaran yang biasanya dipakai masyarakat) Tambahan JUB tidak akan mempengaruhi sector riel (classical dichotomy) Tingkat harga umum akan selalu berubah mengikuti JUB