Prof. Dr. Ir. Nastiti Siswi Indrasti

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PEDOMAN PENILAIAN PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN K3
Advertisements

ANALISIS BISNIS DAN STUDI KELAYAKAN USAHA
SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
PENGELOLAAN LIMBAH AGROINDUSTRI
Audit Sumber Daya Manusia
Audit Produksi dan Operasi
MATERI KEWIRAUSAHAAN (ENTREPREUNERSHIP)
Pertemuan 7 Proyek Sistem Informasi Viska Armalina, ST., M.Eng
Integrasi Produksi Bersih dalam EMS/ISO 14001
Studi kelayakan investasi Agribisnis
Teknologi Bersih (Clean Technology) Pengertian, Konsep Dasar
SAP 3 EVALUASI PROYEK DESAIN STUDI KELAYAKAN DAN MEMPEROLEH GAGASAN
KONSEPSI PRODUKSI BERSIH DAN MINIMISASI LIMBAH
Pengembangan perangkat lunak
Kelompok 7 Selvis Kurniawati ( ) Anita Tristi ( )
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)
Analisis Bisnis Dan Studi Kelayakan Usaha
KELAYAKAN USAHA Usaha yang akan dijalankan diharapkan dapat memberikan penghasilan sesuai dengan target yang telah ditetapkan Pencapaian tujuan usaha harus.
PRODUKSI BERSIH (Cleaner Production)
wignyanto Jur TIP – FTP –UB Wignyanto.ub.ac.id
Ekonomisasi, Efisiensi & Efektifitas
SISTEM MUTU LABORATORIUM SESUAI ISO/IEC : 2005.
Deputi Bidang Pengkajian Sumberdaya UKMK
ASPEK KEUANGAN.
Materi – 03 Sistem Kantor.
Manajemen Risiko Pertemuan XI
Daftar Kerugian Potensial
Langkah-Langkah Audit Manajemen
AUDIT MUTU INTERNAL TIM GAMA SOLUTION.
PRODUCTION MANAGEMENT
Audit Internal K3 By : Wahyuni, S.Psi, M.Kes.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL
Keputusan Penetapan Harga dan Manajemen Biaya
PENGERTIAN STUDI KELAYAKAN USAHA
Metodologi Pengembangan Sistem Informasi
Pendahuluan 1. Pengertian Studi Kelayakan
analisis kelayakan & proposal sistem Pertemuan 10 & 11
ANALISA KINERJA SISTEM
Nur fisabilillah, S.Kom, MMSI | UNIVERSITAS GUNADARMA
KEBIJAKAN DAN PERENCANAAN SISTEM AKUNTANSI
PERENCANAAN Lecture 6 Disampaikan oleh: Dr. Ir. NUDDIN HARA.
PERENCANAAN SUMBER DAYA
Pemeriksaan internal pada kegiatan produksi
AUDIT MANAJEMEN.
STUDI KELAYAKAN USAHA.
Audit Lingkungan Ardaniah Abbas.
Aspek Teknis Analisis teknis bertujuan untuk memastikan bahwa ide atau gagasan yang telah dipilih itu layak, dalam arti kata ada ketersediaan lokasi, alat,
FAKULTAS SAINS & TEKNIK JURUSAN MESIN UNIVERSITAS NUSA CENDANA
Dr. Ir. Hariansyah, M.T NIDN :
Modul 2: Manajemen Limbah
AUDIT PRODUKSI Yulazri M.Ak., CPA.
PRINSIP DASAR EVALUASI LALU LINTAS Pertemuan 13
Manajemen Proyek Sistem Informasi DAY-2
KELAYAKAN USAHA TANI Silvana Maulidah, SP, MP
PENGENALAN ANALISIS OPERASI & EVALUASI SISTEM TRANSPORTASI
ASPEK TEKNIK & TEKNOLOGI
08 Studi Kelayakan Bisnis
Pengetahuan & Informasi Terkait Pengaruh Komitmen Manajemen K3.
Teknologi Bersih (Clean Technology) Pengertian, Konsep Dasar
Kesehatan Dan Keselamatan Kerja
Devinisi Audit Internal
Audit Sumber Daya Manusia
Abdul latieff HSE Officer. Definisi Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) adalah bidang yang terkait dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan manusia.
Metodologi Pengembangan Sistem Informasi
ASPEK KEUANGAN.
Komitmen dan Kebijakan dalam Membangun Manajemen K3
PRODUKSI BERSIH Konsep produksi bersih pada industri kerupuk ikan Ikhsaniah (J1A216007) Idoan fawwaz (J1A216023) Paska riyandi (J1A216039) Robert Maruli.
1. Pokok Bahasan Pengertian audit Pengertian audit Jenis audit Jenis audit Pengertian audit internal Pengertian audit internal Manfaat audit internal.
Efisiensi Energi Sekretariat PROPER 2016
Pengembangan Sistem Informasi Erliyan Redy Susanto.
Transcript presentasi:

Prof. Dr. Ir. Nastiti Siswi Indrasti Metodologi dan Prosedur Audit Produksi Bersih (neraca massa, energi dan limbah) Prof. Dr. Ir. Nastiti Siswi Indrasti

Penerapan Produksi Bersih di industri Cleaner Production Assessment Pendahuluan Metodologi dan Prosedur Audit Penerapan Produksi Bersih di industri Cleaner Production Assessment (CP-Assessment) Tujuan  menerapkan pengukuran pada pengoptimalan produksi dan meningkatkan eko-efisiensi industri

Metodologi Audit Produksi Bersih (UNEP, 2003) Pengorganisasian keperluan untuk produksi bersih Perencanaan dan Pengorganisasian Fase Pra Pengkajian Fase Pengkajian Analisis Studi Kelayakan Implementasi dan Kesinambungan Hasil Pengkajian Kesinambungan Program Produksi Bersih

Perencanaan dan Pengorganisasian Tahap awal Komitmen manajemen  sangat penting : menetapkan kebijaksanaan dalam minimisasi limbah Pembentukan tim program penerapan produksi bersih Penetapan tujuan dan lingkup program Mengidentifikasi sumber pencemar

Pembentukan Tim Penerapan Produksi Bersih Bertugas mencari peluang dan bertanggung jawab dalam penerapan produksi bersih Persyaratan anggota tim : berpengalaman & mengetahui kualifikasi proses industri berpengalaman dalam penerapan dan pelaksanaan produksi bersih mengetahui perkembangan produksi & limbah mengenal anggota lain dalam tim

Penetapan Tujuan dan Lingkup Program Penerapan Produksi Bersih Harus ditetapkan  dapat diukur keberhasilan penerapan produksi bersih Syarat bagi keberhasilan : Disetujui oleh semua pihak yang terlibat Fleksibel terhadap perubahan yang mungkin terjadi Dapat diukur dengan waktu Program yang dibuat terarah, terstruktur & mudah dimengerti Sesuai dengan komitmen awal perusahaan Dapat dilaksanakan dengan metode yang ada

Mengidentifikasi Sumber Pencemar Tujuan Mengkaji tentang sebab terjadinya limbah Kegiatan yang dilakukan : Mencatat semua masalah yang berkenaan dengan limbah Mengidentifikasi penyebab pencemar/masalah Menentukan penyebab utama pencemar

Fase Pengkajian Tujuan  mengkaji kegiatan yang telah dilakukan pada tahap sebelumnya Kegiatan yang dilakukan : Pengumpulan informasi yang terperinci mengenai sumber pencemar Mengidentifikasi dan mengevaluasi peluang untuk mengurangi pencemaran

Fase Pengkajian Pengkajian produksi bersih yang baik meliputi : Menyajikan semua informasi yang tersedia pada unit operasi, bahan baku, produk, air & penggunaan energi Menjelaskan sumber, kuantitas & jenis limbah yang timbul Mengidentifikasi dimana terjadi proses inefisiensi & wilayah yang terdapat kesalahan dalam hal manajemen

Fase Pengkajian (lanjutan) Pengkajian produksi bersih yang baik meliputi : Mengidentifikasi efektivitas kerusakan lingkungan Mengidentifikasi dimana opsi produksi bersih dapat diterapkan & menghitung jumlah baiaya & manfaat dari implementasi opsi tersebut Menentukan prioritas opsi produksi bersih yang telah diidentifikasi

Analisis Kelayakan Kelayakan Teknis Kelayakan Ekonomi Implementasi

Kelayakan Teknik Proses Kesesuaian prosedur operasi & produksi dengan kondisi yang ada Peningkatan efisiensi proses Peralatan Ketersediaan tempat Perawatan mesin

Kelayakan Teknik (lanjutan) Tenaga Kerja Sistem yang aman bagi pekerja Tersedia sumber daya manusia Bahan Kualitas produk dapat dipertahankan Kapasitas utilitas tersedia Efisien dalam penggunaan bahan

Kelayakan Ekonomi Tujuan : untuk menentukan apakah program produksi bersih dapat terus dilanjutkan atau tidak Menggunakan metode standar yang sudah biasa digunakan dalam perhitungan keuangan Net Present Value (NPV) Internal Rate of Return (IRR) Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) Pay Back Period (PBP) Break Even Point (BEP)

Implementasi Justifikasi proyek Pelaksanaan produksi bersih Sesuai dengan sistem yang diterapkan perusahaan Pelaksanaan produksi bersih Modifikasi teknologi dilakukan melalui tahapan proyek  perencanaan, desain, pengadaan, instalasi, commissioning & operasi

Implementasi (lanjutan) Evaluasi kerja Produksi bersih yang sudah ditetapkan harus dipantau, dievaluasi, dikaji  efektivitas Pengulangan proses Menghasilkan kondisi optimal & peningkatan manfaat dalam berbagai aspek

Tahap Penilaian Produksi Bersih Pengkajian produksi bersih tahap 1 : Persiapan (Quick Scan) Pengkajian produksi bersih tahap 2 : Kesetimbangan Massa Pengkajian produksi bersih tahap 3 : Sintesis Kesinambungan Produksi Bersih dalam area produksi yang lain Implementasi Pengenalan Tahapan Produksi Bersih Analisis Efektifitas (aktual/status target)

Quick Scan Produksi Bersih CP-Assessment Menerapkan pengukuran pada pengoptimalan produksi & meningkatkan eco-eficiency Tidak ada literatur yang menguraikan prosedur untuk memperkirakan potensi CP QUICK SCAN Institut Teknologi Lingkungan dari Fachhochschule Basel (University of Applied Sciences Basel)

Quick Scan Produksi Bersih Suatu analisis singkat yang diselenggarakan untuk menentukan proses yang paling utama mengenai aliran arus bahan dan energi suatu perusahaan & untuk menilai kualitas dari proses produksi

Quick Scan Produksi Bersih Tujuan utama  menjawab pertanyaan Besarnya biaya produksi Pengaruh lingkungan yang utama Masalah material/pemanfaatan energi Permasalahan limbah, aliran limbah cair / sumber energi Aplikasi teknologi yang diterapkan Potensi untuk meningkatkan eco-eficiency dan efisiensi biaya Prasyarat internal untuk pelaksanaan penilaian produksi bersih & ukuran yang diterapkan

Prosedur Quick Scan Langkah-langkah yang direkomendasikan : Persiapan Pengadaan informasi dari sektor industri & pengumpulan data dari pengalaman sektor spesifik CP Pelaksanaan quick scan perusahaan Wawancara & tour fasilitas dengan para manajer produksi atau yang bertanggung jawab menentukan informasi penting yang menggunakan checklist

Prosedur Quick Scan (lanjutan) Langkah-langkah yang direkomendasikan : Evaluasi data Ringkasan dari proses operasi, material dan energi yang menggunakan diagram alir Laporan ringkas Penilaian dari potensi produksi bersih dan diskusi pada jasa penilaian produksi bersih

Checklist Pelaksanaan Quick Scan Checklist 1 s/d 8 berisi pertanyaan umum mengenai operasi, kebijakan perusahaan dan kebijakan lingkungan, keselamatan industri, penanganan material, pengangkutan dan lain-lain. Checklist 1. Informasi dari perusahaan Checklist 2. Kebijakan lingkungan Checklist 3. Penilaian area produksi untuk peningkatan oleh perusahaan Checklist 4. Manajemen energi Checklist 5. Perlindungan bahaya atau resiko kerusakan Checklist 6. Pencegahan kecelakaan dan keselamatan industri Checklist 7. Penanganan Material Checklist 8. Pengangkutan

Checklist Pelaksanaan Quick Scan Checklist 9 adalah statistik produksi, rata-rata konsumsi bahan mentah dan pelengkap dan volume limbah utama dan kaitannya dengan jumlah material, biaya atau eco toxicity. Data yang disediakan merupakan indikator penting untuk perbandingan dengan perusahaan lain atau sektor spesifik statistik (perbandingan). Checklist 9. Statistik produksi & konsumsi

Checklist Pelaksanaan Quick Scan Checklist yang lain (10-14) berhubungan dengan proses produksi, penyimpanan dan penyediaan energi. Checklist 10. Proses Checklist 11. Manajemen persediaan dan penyimpanan Checklist 12. Penyediaan energi untuk proses pemanasan Checklist 13. Penyediaan energi untuk compressed udara Checklist 14. Penyediaan energi untuk sistem pendinginan

Evaluasi Data Dalam bentuk semi kuantitatif berdasarkan orang yang melaksanakan quick scan Data : Dievaluasi Eco Inspector 2.0 Untuk memperkirakan potensi CP Yang harus diperhatikan : Perkiraan harus lebih dapat dimengerti  dapat direkomendasikan untuk menambah komentar dalam lembar kerja

Penilaian Proses Potensi CP yang dikalkulasikan dalam Eco Inspector 2.0 : Analisis proses menurut kriteria & klasifikasi potensi Penilaian untuk level optimasi dari proses yang sedang berjalan Perbandingan dari kalkulasi dari potensi CP

Analisis Proses Menurut Kriteria dan Klasifikasi dari Potensi Kriteria yang digunakan : Input, Output & Teknologi Input : Adakah masalah material yang membahayakan kesehatan lingkungan? Adakah volume yang besar dari bahan baku, pelengkap (bantu) dan operasi yang digunakan? Apakah tingkatan dari konsumsi energinya tinggi? Apakah biaya utama terjadi pada sisi input (bahan/energi)?

Analisis Proses Menurut Kriteria dan Klasifikasi dari Potensi 2. Output : Apakah terjadi persiapan internal atau eksternal dan biaya pembuangan yang tinggi? Adakah volume yang besar dari limbah, limbah khusus, limbah cair, komponen limbah cair atau sumber emisi? Adakah patokan dari teknologi yang diterapkan? 3. Teknologi : Adakah kerugian sisa yang cacat? Bagaimana sistem diservis atau dibersihkan? Apakah terjadi biaya tinggi untuk perawatan, pembersihan, dan kemacetan?

Analisis Proses Menurut Kriteria dan Klasifikasi dari Potensi Penilaian poin potensial dari tingkatan potensial untuk masing-masing kriteria Kriteria tidak dapat digunakan untuk area proses atau tidak ada potensi CP 0 point Mengantisipasi potensi CP moderat Mengantisipasi potensi CP signifikan 1 poin 2 poin

Penilaian untuk Level Optimasi dari Proses yang Sedang Berjalan Menguji tiap sub proses sebagai suatu kesatuan di dalam skala (Pada Tabel) Untuk menentukan tingkat optimasi yang nyata yang telah dicapai Level optimisasi ‘tinggi’ Optimisasi potensi yang secara besar dicapai 0 poin Level optimisasi ‘tinggi ke medium’ 0,5 poin Level optimisasi ‘medium’ Optimisasi potensi yang tidak tercapai secara penuh 1 poin Level optimisasi ‘medium ke rendah’ 1,5 poin Level optimisasi ‘rendah’ Tahap proses tidak optimal 2 poin

Perbandingan dan Kalkulasi dari Potensi CP Point Potensi Weighting Faktor Eco Inspector 2.0 Untuk mengkalkulasikan potensi CP yang sekarang untuk tiap kriteria dari tiap sub proses

Contoh Perbandingan Sub-Proses (Buser, C dan Walder, J, 2002)

Contoh Matriks Potensial CP (Buser, C dan Walder, J, 2002)

Pemilihan Proses untuk Analisis Lebih Lanjut Rekomendasi proses yang akan dipilih  berdasarkan opini ahli dari orang yang melaksanakan quick scan Analisis lanjut  untuk langkah2 proses dengan potensi CP (point data) dalam kuadran kanan dari matriks Optimasi diharapkan perbaikan utama Keuntungan lingkungan Penghematan tingkat tinggi

Laporan Ringkas Isi dari laporan ringkas : Pendahuluan Prosedur Deskripsi perusahaan Deskripsi proses Evaluasi data Diskusi hasil

Laporan Ringkas (lanjutan) Pendahuluan Uraian singkat mengenai status proyek, informasi umum dan tujuan dari quick-scan. Prosedur Tempat dan tanggal dari quick-scan, orang yang melaksanakan, prosedur yang diikuti selama quick-scan. Deskripsi perusahaan Informasi dari perusahaan, nama, jumlah karyawan, departemen, figur pendapatan dan produk.

Laporan Ringkas (lanjutan) Deskripsi proses Uraian singkat dari langkah proses individu termasuk bahan baku, limbah, cara aliran limbah, emisi atau konsumsi energi yang relevan Evaluasi data Uraian dari prosedur untuk evaluasi data dan referensi ke matriks potensi Diskusi hasil Meringkas diskusi dari area proses yang paling penting dengan potensi CP terbesar dan direkomendasikan dengan proses yang dipilih untuk analisis yang lebih detail.

TERIMA KASIH