Johannes Simatupang, MKom, Cobit5-F NIDN :

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
JWASM Input Keyboard.
Advertisements

PERTEMUAN KE 5 OPERASI LOMPAT/JUMP.
OPERASI ARITMATIKA OPERASI PENAMBAHAN 1. ADD
Oleh: Anis Nurlaili W, MT
Manipulasi Bit dan Logika
Turbo Assembly Operasi Aritmatika.
BAB IV MODE PENGALAMATAN
POINTER A. PENDAHULUAN Tanpa pointer untuk memindahkan data dari suatu variabel ke register 8 bit, maka variabel tersebut haruslah 8 bit juga yang dapat.
Bhakti Yudho Suprapto, MT
Arsitektur Komputer “Mode Pengalamatan”
SISTEM BILANGAN DAN REGISTER
REGISTER Oleh : Oman Somantri, S.Kom
Struktur Register dan Metode Pengalamatan Memori
Dasar pemrograman Mikroprosesor 8086
Mode Pengalamatan (Addressing Mode)
Instruksi Logika Dasar
Mode Pengalamatan Mengatasi keterbatasan format instruksi
ADDRESSING MODES Penjelasan dan program lihat pada Pemograman Bahasa Assembly (Ilmu Komputer)
ADDRESSING MODE (PENGALAMATAN DATA).
PERTEMUAN KE-2 PERKULIAHAN SISTEM OPERASI
JWASM Mencetak angka.
Kuliah 2: 2.1. Struktur Register 2.2. Mode Pengalamatan
REGISTER.
POINTER & MANIPULASI BIT DAN LOGIKA
Mode Pengalamatan.
1 Pertemuan 4 Mode Pengalamatan Matakuliah: T0483 / Bahasa Rakitan Tahun: 2005 Versi: 1.0.
EE-2623 Mikroprosesor & Antarmuka
SISTEM BILANGAN DAN REGISTER
Pointer. Karakteristik Operasi Assembly  Lebar data tujuan dan asal harus sama! Lebar data tidak sama => invalid opcode  Operasi 8bit disimpan pada.
OPERASI ARITMATIKA.
MODE DAN FORMAT PENGALAMATAN.
Program Bahasa Rakitan dengan DEBUG.COM
Arsitektur Perangkat Lunak 8086
lnstruksi Aritmetika dan Logika
Manipulasi Bit dan Logika
Praktikum 6.
INSTRUKSI LOGIKA DASAR
Arsitektur Mikroprosessor 8086
Register.
Pointer.
Pertemuan 7 Instruksi Bahasa Rakitan 8088
1 Pertemuan 3 Komponen Sistem Komputer dan Register pada prosesor 8088 Matakuliah: T0483 / Bahasa Rakitan Tahun: 2005 Versi: versi 1.0 / revisi 1.0.
Jenis - Jenis Register dan Fungsinya Mikroprosesor 8086/8088 memiliki 4 register yang masing-masingnya terdiri dari 16 bit, ditambah 9 register flag. Tiga.
Pengenalan Assembler.
Dasar pemrograman Mikroprosesor 8086
Program Bahasa Rakitan dengan DEBUG.COM
Mode Pengalamatan Mengatasi keterbatasan format instruksi
EE-2623 Mikroprosesor & Antarmuka
Stack Segment & Bahasa Assembly
MODE PENGALAMATAN DAN SET INSTRUKSI
Mode Pengalamatan.
INSTRUKSI PENGAMBIL KEPUTUSAN DAN STACK
Struktur Register dan Metode Pengalamatan
REGISTER.
Mikroprosesor 8086 dan 8088.
Sistem Bilangan & REGISTER
Mata Kuliah : Bahasa Rakitan
Pengenalan Assembler.
OPERASI ARITMATIKA.
BAB III REGISTER 8088 Mikroprosesor 8088 berorientasi pada register
Mode Pengalamatan.
ASSEMBLER #3 MK. PEMROGRAMAN SISTEM
Mode Pengalamatan Mulyono.
OPERASI LOGIKA Mulyono.
INSTRUKSI PENGAMBIL KEPUTUSAN DAN STACK
Pertemuan 4 Central Processing Unit
Manipulasi Bit dan Logika
Struktur Register dan Metode Pengalamatan Memori
INSTRUKSI PENGAMBIL KEPUTUSAN DAN STACK
CHAP 6 SET INSTRUKSI MEMORI
Transcript presentasi:

Johannes Simatupang, MKom, Cobit5-F NIDN : 0318017001 Pemrograman Bahasa Assembly Johannes Simatupang, MKom, Cobit5-F NIDN : 0318017001 Day-3 OpenSolusi.Info (c) 2014

MindMap For Learning Process

Materi Pertemuan Ke-3 Operasi Aritmatika -- Lanjutan Pointer Manipulasi Bit dan Logika ADDRESSING MODES Output String

Operasi Aritmatika (1) -- Kurang SUB BX, BX ; BX=0

Operasi Aritmatika (2) -- Kurang

Operasi Aritmatika (2) -- Kurang

Operasi Aritmatika (2) -- Kurang

Operasi Aritmatika (2) -- Kali

Operasi Aritmatika (2) -- Kali

Operasi Aritmatika (2) -- Pembagian

Operasi Aritmatika (2) -- Pembagian

Pointer (1) Untuk mengatasi Register Variabel yg berbeda Bit Address CASE: A DB 17 ; DB=8 bit jadi A=8 bit B DW 35 ; DW=16 bit jadi B=16 bit | MOV AL,A ; 8 bit dengan 8 bit MOV AX,B ; 16 bit dengan 16 bit. MOV AX, A tidak bisa dilakukan karena berbeda 8 bit dengan 16 bit **Error** BAGI.ASM(20) Operand types do not match

Pointer (2) Tipe Data DB<Define Byte> 1 BYTE DW<Define Word> 2 BYTE DD<Define DoubleWord> 4 BYTE DF<Define FarWords> 6 BYTE DQ<Define QuadWord> 8 BYTE DT<Define TenBytes> 10 BYTE

Pointer (3) Contoh Tipe Data

Pointer (4)

Data in Memory

Menggunakan Pointer DataType PTR Operand

Aplikasi Pointer menyimpan hasil perkalian 16 bit didalam 1 varibel 32 bit

Bit Manipulation And Logic (1) Not Operator And Operator A Not (A) 1 A B A and B 1 Setiap Bit yg di and dg 0 akan menghasilkan bit 0 dan setiap bit di and dg 1 akan menghasilkan bit itu sendiri

Bit Manipulation And Logic (2) OR Operator XOR Operator Setiap Bit yg di or dg 1 akan menghasilkan bit 1 dan setiap bit di or dg 0 akan menghasilkan bit itu sendiri A B A or B 1 A B A xor B 1 Setiap bilangan yg di xor dg bilangan yg sama akan menghasilkan bilangan 0

Bit Manipulation And Logic (3) Perintah TEST untuk mengetahui nilai pada suatu bit Contoh : TEST AX,0Fh JNZ Proses ; Lompat jika Zerro flag 0 Perintah SHL (Shift Left) Operator SHL akan menggeser operand1 ke kiri sebanyak operand2secara per bit. Kemudian bit kosong yang telah tergeser di sebelah kanannya akan diberi nilai nol. Instruksi : MOV AX,3Fh MOV CL,3 SHL AX,CL ; Geser 3 bit ke kiri

Adressing Modes (1) No Adressing Mode Format Segment Register 1 Immediate Data Tidak Ada 2 Register 3 Direct Displacement DS Label 4 Register Indirect [BX] [BP] SS [SI] [DI] 5 Base Relative [BX]+Displacement [BP]+Displacement

Adressing Modes (2) No Adressing Mode Format Segment Register 6 Direct Indexed [DI]+Displacement DS [SI]+Displacement 7 Base Indexed [BX][SI]+Displacement [BX][DI]+Displacement [BP][SI]+Displacement SS [BP][DI]+Displacement

Adressing Modes (3) Larangan Pengcopyan Data Pengcopyan data antar segment register, seperti: MOV DS,ES solusi  menggunakan register general purpose sebagai perantara MOV AX,ES MOV DS,AX

Adressing Modes (4) Larangan Pengcopyan Data 2. Pemberian nilai untuk segment register(DS, ES, CS, SS) secara langsung, seperti: MOV ES,0B800h solusi  menggunakan register general purpose sebagai perantara MOV AX,0B800h MOV ES,AX

Adressing Modes (4) Larangan Pengcopyan Data 3. Pengcopyan data langsung antar memory, seperti: MOV MemB,MemA solusi  menggunakan register general purpose sebagai perantara MOV AX,MemA MOV MemB,AX

Adressing Modes (5) Larangan Pengcopyan Data 4. Pengcopyan data antar register yang berbeda tipenya(8 bit dengan 16 bit) tanpa menggunakan pointer, seperti: MOV AL,BX solusi  menggunakan pointer

Adressing Modes (6) Pengcopyan Data tercepat dinamakan Immediate Addressing Immediate Addressing adalah suatu pengcopyan data untuk suatu register 8,16 atau 32(80386) bit langsung dari suatu angka. Contohnya : MOV AX,50h MOV EAX,11223344h <80386>

Adressing Modes (7) Pengcopyan Data antar register disebut Register Addressing Pengcopyan antar register ini harus digunakan register yang berukuran sama, seperti AL dan BH, CX dan AX

Adressing Modes (8) Pengcopyan Data Direct Adressing Pengcopyan antar register ini harus digunakan register yang berukuran sama, seperti AL dan BH, CX dan AX TData : JMP Proses A DB 12h B DB 59h Proses : MOV AL,A ; Direct Addressing MOV AH,B ; Direct Addressin