Review pertemuan III Pertemuan kuliah III menunjukan bahwa negara-negara di kawasan Asia Pasifik terbentuk tidak dapat dilepaskan dengan sejarah imprealisme.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Bab 6 LINGKUNGAN GLOBAL.
Advertisements

Policy-Making Sebagai Pelaksanan Fungsi Governance.
APLIKASI TEORI PERMINTAAN DAN PENAWARAN
INFRASTRUCTURE FRAMEWORK REGULATORY FRAMEWORK ORGANIZATIONAL FRAMEWORK
EKONOMI POLITIK INTERNASIONAL
NEGARA, BANGSA, NEGARA-BANGSA
PERSPEKTIF KEAMANAN EROPA II Bpk. Saleh Umar 6 Oktober 2009.
PERSPEKTIF DALAM EKONOMI POLITIK INTERNASIONAL
Liberalisme dan Sosialisme
GLOBALISASI KOMUNIKASI
I. PENGERTIAN DASAR KOPERASI
Feminis Sosial Kontemporer
Persaingan dalam pasar bebas (Memahami konteks bisnis global)
KAPITALISME,NEOLIBERALISME DAN GLOBALISASI
PERDAGANGAN LUAR NEGERI, PROTEKSI DAN GLOBALISASI
LINGKUNGAN EKSTERNAL PERUSAHAAN
Geografi Asia Pacific.
PENGGUNAAN KOMPUTER DIPASAR INTERNASIONAL
Hubungan internasional Tema : Organisasi internasional
Asia Pacific: Industrialisasi dan Empat Macan
3.Jihan Khalisah Khansa / 17
INTERNATIONAL ECONOMICS
NEGARA BERKEMBANG DAN SISTEM PEMBAGIAN KERJA INTERNASIONAL BARU
Perekonomian Terbuka Pertemuan 5.
Oleh: Ricky W. Griffin Ronald J. Ebert
Pengaruh globalisasi terhadap kebudayaan
AUDITA NUVRIASARI, SE, MM
PERUSAHAAN MULTINASIONAL (MNC)
BAB I MANAJEMEN KEUANGAN
PEMAHAMAN PADA KONSEP LINGKUNGAN GLOBAL
WELCOME TO MY PRESENTATION “PERKEMBANGAN SOSIOLOGI”
FOREIGN DIRECT INVESTMENT (FDI)
BISNIS DAN PEMASARAN INTERNASIONAL
PERDAGANGAN DAN HUBUNGAN EKONOMI INTERNASIONAL DALAM ERA GLOBALISASI
Perekonomian Terbuka Pertemuan 5.
SISTEM EKONOMI Pertemuan 4.
TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI
TEORI PERDAGANGAN INTERNASIONAL : KEUNGGULAN KOMPETITIF
EKONOMI Kelas / Semester : X / 1 Permasalahan Ekonomi.
Ekonomi Politik Internasional
EKONOMI POLITIK Introduction Anang Muftiadi
PERSPEKTIF DALAM EKONOMI POLITIK INTERNASIONAL
PENENTUAN HARGA BARANG PUBLIK: kebijakan HARGA
TINJAUAN RINGKAS MENGENAI TEORI, MASALAH DAN KEBIJAKAN MAKROEKONOMI
Pengantar Mata kuliah Geografi Politik
EKONOMI Permasalahan Ekonomi.
Merancang dan Mengelola Strategi Pemasaran Global
ASPEK YANG BERKAITAN DENGAN PERUSAHAAN MULTINASIONAL
Geografi Politik Untuk analisis Asia Pasifik
Etika Bisnis Konsep dan Kasus Manuel G Velasquez
Gambaran Umum Ekonomi Internasional
TAHAP-TAHAP PERTUMBUHAN EKONOMI
Uang dalam perekonomian modern
Merancang dan Mengelola Strategi Pemasaran Global
Materialisme Sejarah Marx Sistem Dunia Lenin Sistem Dunia Wallerstein
Matrikulasi PENGANTAR EKONOMI MAKRO
Kelemahan dan Kelebihan Otonomi Daerah
PERDAGANGAN LUAR NEGERI, PROTEKSI DAN GLOBALISASI
Pergertian Globalisasi
PEMAHAMAN PADA KONSEP LINGKUNGAN GLOBAL
EKONOMI POLITIK Introduction Anang Muftiadi
MEDIA, NEGARA & PASAR Materi ke-7.
Pengaruh globalisasi terhadap kebudayaan
Memahami Konteks Bisnis Global
EKONOMI POLITIK Introduction Anang Muftiadi
PERUSAHAAN MULTINASIONAL (MNC)
HUBUNGAN SOSIAL ANTAR KELOMPOK ETNIK
Merancang dan Mengelola Strategi Pemasaran Global
KEBIJAKAN INTERNASIONAL ZAHRINA NATASHA R.J. SEKAR AMARYLIS MUHAMMAD FARHAN.
Bab 1 Overview dan Review
Transcript presentasi:

Review pertemuan III Pertemuan kuliah III menunjukan bahwa negara-negara di kawasan Asia Pasifik terbentuk tidak dapat dilepaskan dengan sejarah imprealisme Situasi ekonomi dan politik kawasan yang ada, tidak dapat dilepaskan dari perkembangan ideologi dan ekonomi masa lampau dan perkembangan global

Wilayah Kekuasaan Inggris

Kilas Balik Sumber : Cox, 2003 dan www.un.org, 2011

Negara dan Bangsa Asia-Pasifik Kuliah IV

Tujuan Kuliah IV Membahas Negara (modern) dalam Konteks geografis Bangsa dan Negara Kapitalisme dan Negara Modern Globalisasi

Diskusi: Apa yang dimaksud dengan negara ? Apa yang dimaksud dengan bangsa ? Bagaimana hubungan antara keduanya ?

Negara dan Bangsa Bangsa adalah kumunitas atau kumpulang orang dengan identitas yang sama, berbagi nilai-nilai budaya yang sama dan berada pada wilayah tertentu. Identitasnya erat berhubungan dengan wilayah. Negara merupakan organisasi politik yang meliputi wilayah tertentu (John Renne Shot, 2003) Negara adalah suatu organisasi manusia atau kumpulan manusia yang berada di bawah suatu pemerintahan yang sama. (Prof. R. Djokosoetono) Negara akan lebih stabil dan permanen ketika berhubungan secara erat dengan bangsa

Hubungan/ kesesuaian antara negara dan bangsa tergantung dari beberapa faktor: Jika negara dibatasi oleh satu bahasa, kesamaan agama dan budaya, dan faktor lain dianggap konstan, maka stabilitas negara dapat terjamin. Begitu sebaliknya, semakin beragamnya bangsa, agama, dan kebudayaan, maka instabilitas negara kemungkinan besar tidak terjamin.

Indonesia memiliki sekitar 300 kelompok etnis dan 748 bahasa Ibu

Ketidaksesuaian antara negara dan bangsa, melahirkan dua tipe negara -bangsa: Bangsa tanpa negara Negara dengan banyak bangsa Ketidaksesuaian antara negara dan banyak bangsa akan melahirkan tindakan: Represesi (Langsung maupun tidak langsung) Akomodasi Federalisme

Membangun kesesuaian negara dan bangsa Negara adalah institusi yang sangat kuat. Negara memungut pajak, mengelola tentara, mengontrol hukum, membuat sistem pendidikan, dan sebagainya. Sebagai sebuah instutusi, negara merupakan instutisi yang aneh (Kevin R. Cox, 2002). Negara memisahkan pemerintah dari masyarakat dan mengarur hubungan negara dan masyarakat melalui peraturan perundangan-udangan. Hubungan antara negara dan masyarakat dapat tidak selamanya berjalan baik. Kesesuaian antara negara dan bangsa dapat berjalan jika adanya upaya untuk menyesuikan negara dan bangsa melalui: bahasa, budaya, agama, dan ekonomi

kapitalisme dan negara modern Hubungan antara negara dan kapitalisme adalah hubungan simbiotik: Kapital membutuhkan negara, begitu juga sebaliknya Peranan dominan kapitalisme sebagai motor penggerak pembangunan. Negara adalah bagian penting dari pembagian sosial dari masyakarat kapitalis. Negara dapat mengelola, mengatur hubungan masyarakat, sementara kapitalisme tidak mungkin melakukannya secara langsung.

Diskusi Apa yang dimaksud dengan kapitalisme ? Bagaimana kapitalisme mempengaruhi negara dan sebaliknya? Apa dampaknya perkembangan negara ?

Kapitalisme “Kapitalisme”, berakar dari kata “kapital” dalam konteks ini diterjemahkan sebagai “modal”. Kapitalisme adalah modal-isme: paham yang berdasarkan modal. Kapitalisme dapat dipandang sebagai ideologi dan fenomena. Sebagai ideologi kapitalisme adalah kepemilikan pribadi atas barang modal. Sebagai Fonemena merupakan sebuah kerangka filosofis yang mendukung sistem atas kepemilikan pribadi atas barang modal. Meskipun kapitalisme sebagai ideologi dan sebagai fenomena sukar dipisahkan. Kapitalisme memberikan dorongan kepada perkembangan kemampuan produksi masyarakat.

Dibawah kapaitalisme semua masuk ke dalam proses produksi dan dijual sebagai komoditas: pasar memediasi produksi. Termasuk tenaga kerja Kapitalisme tidak dapat eksis tanpa pasar tenaga kerja

Prasyarat kapitalisme: Pemisahan antara produser dan sarana produksi Kebebasan untuk bekerja dan mendapatkan upah Orang mendapatkan sejumlah uang yang cukup untuk (a) membayar pegawai, (b) membeli sarana produksi Kompetisi Kapitalisme memberikan konsekuensi: Persaingan dalam berbagai bentuk . Ditingkat produser: Untuk unggul dan laku, produk harus mampu bersaing : murah dan lebih unggul. Di tingkat suplaiyer komoditas dan tenaga kerja juga merupakan sobyek komptesis.

Dilema Perkembangan Kapitalis Ketegangan dan konflik Lack of Security Lack of Sufficiency Lack of Significant Lingkungan

Peran negara dalam kapitalisme Prasyarat umum untuk kegiatan produksi Penyedian dana/uang Infrastuktur transportasi Perlindungan hak cipta Mengatur hubungan ketengakerjaan (Buruh dan Pemilik Modal) Reproduksi tenaga kerja Pendidikan Upah buruh dan kompensasi pengangguran Pekerja sebagai pembeli Mengurangi ketegangan sosial

Model-model Kebijakan Negara (John Rene Shot, 2003) Competing interest Government State Policy Competing interest Government State Policy Big Business Democratic-Pluralist Marxist-Instrumental Big Business Competing interest Government State Policy Big Business Competing interest Government State Policy Organized labor Organized labor Imperfect-Pluralist Marxist: Balance of class forces Pengaruh lemah , Pengaruh kuat, Pengaruh utama

Crises of the state Civil State Economic Society System Rationality Crisis (1) Rationality Crisis (2) State Civil Society Economic System Legitimating Crisis Fiscal Crisis Economic Crisis (John Rene Shot, 2003)

Globalisasi dan peran negara Globalisasi adalah politik (Kevin R. Cox, 2003). Konsekuensi dari kapitalisme adalah kompetisi mendorong untuk mencari pasar, bahan baku dan tenaga kerja murah mendorong terjadinya peningkatan internationalisasi pertukaran komoditas dan ekpansi. Pengabungan ekonomi global meningkatkan tantangan terhadap kemampuan pemerintah nasional untuk mengelola persoalan ekonomi mereka.

Indikator Globalisasi (ekonomi) Peningkatan Tingkat perdagangan dan PMA/FDI Peningkatan prosentase FDI yang cukup kuat terhadap GNP. Peningkatan FDI adalah berhubungan dengan pergeseran dari Old International Division of Labor ke New International Division of Labor

Hubungan ekonomi antara negara maju dan berkembang Sebelum 1945 Sejak 1960an Hubungan antara ekonomi manufaktur dan penyedia bahan baku Negara berkembang mulai mengalami industrialisasi. Dalam beberapa hal dimediasi oleh MNCs yang ada di US, Canada, Ingris, Perancis, German, Jepang Deskilling labor process Develop of new modes of transportation and communication

Implikasi dari Globalisasi ekonomi terhadap politik Pelemahan Kekuatan Regulasi Negara Thesis: Territorial non-correspondence: Ketika negara mencoba mengontrol kebijakan untuk mencapai tujuannya, maka menimbulkan adanya peningkatan kontrol dari luar atas negara. Pergeseran keseimbangan kekuatan modal - buruh Langsung: Menekan upah buruh Tidak langsung: Menekan negara untuk menurunkan biaya operasi meraka yang agar pajak perusahaan dapat ditekan.

Bahan Bacaan John Rennie Short, 2003, An Introduction to Political Geography, Routledge, Part II Chapter 5 -Nation and State Kevin R Cox, 2002, Political Geography: Territory, State, and Society, Part II Chapter 8 – State in Geographic Context Chapter 10 – Politics of Globalization and its Illusions