Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 1 BAB V OPTIMASI PEMILIHAN DIAMETER PIPA  Pemilihan diameter pipa berdasarkan.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
DASAR-DASAR PERHITUNGAN PENYALURAN AIR BUANGAN
Advertisements

BAB IV ALIRAN FLUIDA DALAM PIPA
Perancangan sistem pembuangan dan vent
SISTEM PNEUMATIK 1.1.         Umum. Pneumatik berasal dari bahasa Yunani yang berarti udara atau angin. Semua sistem yang menggunakan tenaga yang disimpan.
POMPA yusronsugiarto.lecture.ub.ac.id.
KELOMPOK 11 Joko setyawan Sunaryo Trisno mg Dadit damar R.
Pengendalian Pencemaran Udara CYCLONE
PENERAPAN HUKUM I PADA SISTEM TERBUKA
BAB IV SIFAT-SIFAT GAS SEMPURNA
FLUIDA BERGERAK ALIRAN FLUIDA.
PLTU Komponen utama: Boiler (Ketel uap), Turbin uap, Kondensor,
RIZKI ARRAHMAN KELAS C. ALIRAN FLUIDA DALAM PIPA  Sistem perpipaan adalah suatu sistem yang banyak digunakan untuk memindahkan fluida, baik.
Kuliah Mekanika Fluida
Mekanika Fluida – Fani Yayuk Supomo, ST., MT
CHARACTERISTIC OF PROPANE CONDENSER
Penentuan Dimensi Air Bersih
PERSAMAAN ENERGI UMUM Persamaan Bernoulli : tinggi [Energi/berat]
3.3 SIFAT-SIFAT ZAT CAIR 3.4 HEAD
Perancangan Alat dan Proses POMPA
MEKANIKA FLUIDA Farid Suleman
Latihan Materi UAS FISIKA FTP.
Mekanika Fluida Jurusan Teknik Sipil Pertemuan: 4.
rigid dapat mengalir dapat mengalir
3.5. HEAD ISAP POSITIP NETO ATAU NPSH*
HUKUM I TERMODINAMIKA:
Nama :M Nendra Satya Ramadhan Nim :
Nikmah MAN Model Palangka Raya
Soal No. 1 Air pada 10o C dialirkan ke suatu tangki di atas sebuah gedung. Agar debitnya 200 L/min berapa tekanan di titik A ? [Jawab : 321,1 kPa terhadap.
Session 8 Gas Lift Design.
2.6 Friction in pipe flow Aldila Pupitaningrum Ifa Kumala RL.
VISKOSITAS.
Ir. Mochamad Dady Ma‘mun M.Eng, Phd
Dasar-Dasar Kompresi Gas dan klasifikasi
PLAMBING DAN INSTRUMENTASI
DINAMIKA FLUIDA.
Bab 8 : ALIRAN INTERNAL VISCOUS INKOMPRESIBEL
HEAT TRANSFER TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
EROSI DAN KONSERVASI TANAH
MM FENOMENA TRANSPORT Kredit: 3 SKS Semester: 5
HUKUM I TERMODINAMIKA:
MEKANIKA ZAT PADAT DAN FLUIDA
Kekekalan Energi Volume Kendali
MM FENOMENA TRANSPORT Kredit: 3 SKS Semester: 5
Ir. Mochamad Dady Ma‘mun M.Eng, Phd
Pertemuan Ke-1 SEDIMENTASI
MM FENOMENA TRANSPORT Kredit: 3 SKS Semester: 5
MM FENOMENA TRANSPORT Kredit: 3 SKS Semester: 5
Ir. Mochamad Dady Ma‘mun M.Eng, Phd
ZUHERNA MIZWAR METFLU - UBH ZUHERNA MIZWAR
LATIHAN SOAL MENJELANG UJIAN TENGAH SEMESTER
Kuliah Mekanika Fluida
SEMINAR AIR CONDITIONER
FLUIDA DINAMIS j.
TERMOMETRI PERTEMUAN 6.
Heat Exchanger Kurniawati.
TERMOMETRI PERTEMUAN 6.
Komponen sistem Pneumatik
Presented by RENDY R LEWENUSSA
FISIKA FLUIDA STATIS & FLUIDA DINAMIS BERANDA FLUIDA STATIS DINAMIS
BAB 5 PENERAPAN HUKUM I PADA SISTEM TERBUKA.
PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI
Presented by Rendy R Lewenussa
BAB 1 ASAS POMPA.
PLTU PLTG PLTGU.
Diagram fasa dan kesetimbangan fasa
P ENYEDIAAN UAP KETEL UAP Secara umum ketel uap (boiler) diklasifikasikan ke dalam : -Boiler pipa api (Fire-tube boiler) yang mana sumber panas berada.
Bab 9 Pressure Components design Desain, Fabrikasi, dan Inspeksi Sistem Perpipaan 1 BAB IX DESIGN OF PRESSURE COMPONENTS  Pipa dengan tekanan internal.
MENYELIDIKI PENGARUH LUAS PENAMPANG PIPA TERHADAP LAJU ALIRAN PADA SISTEM AERATOR VENTURI MENGGUNAKAN PRINSIP BERNOULLI DIAN DANITA SEMINAR.
FLUIDA. PENDAHULUAN Berdasarkan wujudnya materi di bedakan menjadi 3 : padat, cair dan gas. Benda padat : memiliki sifat mempertahankan bentuk dan ukuran.
1. Aliran bersifat steady/tunak(tetap) FLUIDA FLUIDA IDEAL FLUIDA SEJATI 2. Nonviscous (tidak kental) 2. Viscous (kental) 1. alirannya turbulen 3. Incompresibel.
Transcript presentasi:

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 1 BAB V OPTIMASI PEMILIHAN DIAMETER PIPA  Pemilihan diameter pipa berdasarkan biaya total tahunan yang terkecil  Pemilihan diameter pipa berdasarkan pertimbangan pressure drop yang tersedia  Pemilihan diameter pipa berdasarkan kecepatan aliran yang diperbolehkan  Pemilihan diameter pipa berdasarkan biaya total tahunan yang terkecil  Pemilihan diameter pipa berdasarkan pertimbangan pressure drop yang tersedia  Pemilihan diameter pipa berdasarkan kecepatan aliran yang diperbolehkan 44

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 2  Karakteristik aliran dalam pipa sangat berhubungan dengan diameter pipa, laju aliran dan pressure drop yang terjadi. Untuk laju aliran yang sama, semakin besar diameter pipa semakin kecil pressure drop yang terjadi. Dari keadaan tersebut pemilihan pipa akan jatuh pada diameter yang besar. Namun semakin besar diameter pipa, harga pipa akan semakin tinggi. Dengan demikian akan timbul pertanyaan bagaimana memilih diameter pipa yang terbaik.  Untuk kasus lain kondisi point di atas tidak berlaku, misalnya beda tekanan dalam pipa antara menara air sampai kamar mandi akan selalu sama dengan tinggi kolom air setinggi menara dihitung dari titik pengaliran air di kamar mandi, dan tidak bergantung pada besar pipa. Hasil yang akan diperoleh ialah laju aliran yang akan berbeda bila diameter pipa berlainan. Jadi untuk kasus ini biaya pengaliran air dapat dikatakan tidak ada, kecuali biaya perawatan saja.  Suatu kondisi aliran mensyaratkan kecepatan aliran harus di atas harga tertentu atau dibatasi tidak melebihi harga tertentu. Contoh kasus ini misalnya pada pengaliran udara bercampur serbuk batu bara. Kecepatan rendah akan menyebabkan serbuk tertinggal dan mengendap di dasar pipa. Contoh lain adalah aliran udara di dalam saluran vacuum cleaner, agar berdebu dan kotoran-kotoran lain dapat terbawa aliran udara.  Karakteristik aliran dalam pipa sangat berhubungan dengan diameter pipa, laju aliran dan pressure drop yang terjadi. Untuk laju aliran yang sama, semakin besar diameter pipa semakin kecil pressure drop yang terjadi. Dari keadaan tersebut pemilihan pipa akan jatuh pada diameter yang besar. Namun semakin besar diameter pipa, harga pipa akan semakin tinggi. Dengan demikian akan timbul pertanyaan bagaimana memilih diameter pipa yang terbaik.  Untuk kasus lain kondisi point di atas tidak berlaku, misalnya beda tekanan dalam pipa antara menara air sampai kamar mandi akan selalu sama dengan tinggi kolom air setinggi menara dihitung dari titik pengaliran air di kamar mandi, dan tidak bergantung pada besar pipa. Hasil yang akan diperoleh ialah laju aliran yang akan berbeda bila diameter pipa berlainan. Jadi untuk kasus ini biaya pengaliran air dapat dikatakan tidak ada, kecuali biaya perawatan saja.  Suatu kondisi aliran mensyaratkan kecepatan aliran harus di atas harga tertentu atau dibatasi tidak melebihi harga tertentu. Contoh kasus ini misalnya pada pengaliran udara bercampur serbuk batu bara. Kecepatan rendah akan menyebabkan serbuk tertinggal dan mengendap di dasar pipa. Contoh lain adalah aliran udara di dalam saluran vacuum cleaner, agar berdebu dan kotoran-kotoran lain dapat terbawa aliran udara. Dasar-dasar pertimbangan pemilihan diameter pipa :

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan Pemilihan Diameter Pipa Berdasarkan Biaya Total Tahunan terendah (LAC) Biaya Total Tahunan terendah (LAC) 5.1 Pemilihan Diameter Pipa Berdasarkan Biaya Total Tahunan terendah (LAC) Biaya Total Tahunan terendah (LAC)  Diameter optimum tentunya diameter pipa yang memberikan kompromi terbaik antara biaya investasi dan biaya operasi yang harus dikeluarkan  Biaya investasi adalah biaya yang dikeluarkan untuk pembelian pipa beserta seluruh aksesorisnya termasuk biaya instalasi  Biaya operasi adalah biaya yang dikeluarkan untuk pengaliran fluida atau biaya yang diperlukan untuk menjalankan pompa atau kompresor.  Biaya-biaya di atas dinyatakan dalam parameter-parameter pipa  Diameter optimum tentunya diameter pipa yang memberikan kompromi terbaik antara biaya investasi dan biaya operasi yang harus dikeluarkan  Biaya investasi adalah biaya yang dikeluarkan untuk pembelian pipa beserta seluruh aksesorisnya termasuk biaya instalasi  Biaya operasi adalah biaya yang dikeluarkan untuk pengaliran fluida atau biaya yang diperlukan untuk menjalankan pompa atau kompresor.  Biaya-biaya di atas dinyatakan dalam parameter-parameter pipa

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 4  Hasil pengamatan harga pipa metal (bukan di Indonesia) ternyata harga pipa sebanding dengan besar diameter (dalam satuan inch) berpangkat 1,5. Karena informasi terlengkap yang ada adalah untuk pipa berdiameter 2 inch, maka persamaan biaya investasi pengadaan sistem pemipaan didasarkan atas harga pipa 2 inch  Persamaan yang diusulkan untuk harga pemipaan adalah:  Hasil pengamatan harga pipa metal (bukan di Indonesia) ternyata harga pipa sebanding dengan besar diameter (dalam satuan inch) berpangkat 1,5. Karena informasi terlengkap yang ada adalah untuk pipa berdiameter 2 inch, maka persamaan biaya investasi pengadaan sistem pemipaan didasarkan atas harga pipa 2 inch  Persamaan yang diusulkan untuk harga pemipaan adalah: Dimana,C = harga pipa diameter D per foot panjang pipa x = harga pipa diameter 2 inch ($/ft) D = diameter pipa yang dipilih Dimana,C = harga pipa diameter D per foot panjang pipa x = harga pipa diameter 2 inch ($/ft) D = diameter pipa yang dipilih

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 5  Pipa berikut asesorisnya mempunyai umur tertentu, dan setelah rusak harus diganti. Untuk itu dalam penentuan biaya investasi untuk pemilihan pipa ini, digunakan biaya amortisasi pertahun. Dalam hal ini, biaya perawatan, biaya untuk fittings, katup dsb, serta biaya pemasangan harus termasuk dalam perhitungan biaya amortisasi  Biaya amortisasi ditulis dalam bentuk persamaan:  Pipa berikut asesorisnya mempunyai umur tertentu, dan setelah rusak harus diganti. Untuk itu dalam penentuan biaya investasi untuk pemilihan pipa ini, digunakan biaya amortisasi pertahun. Dalam hal ini, biaya perawatan, biaya untuk fittings, katup dsb, serta biaya pemasangan harus termasuk dalam perhitungan biaya amortisasi  Biaya amortisasi ditulis dalam bentuk persamaan: Dimana,A = harga amortisasi per foot panjang pipa pertahun a = laju amortisasi, kebalikan dari perkiraan waktu (tahun) b = ongkos maintenance, dihitung sebagai fraksi terhadap harga pipa F = harga total dari fittings, biaya pengelasan, support, pemasangan dst, dihitung sebagai kelipatan dari harga pipa dst, dihitung sebagai kelipatan dari harga pipa Dimana,A = harga amortisasi per foot panjang pipa pertahun a = laju amortisasi, kebalikan dari perkiraan waktu (tahun) b = ongkos maintenance, dihitung sebagai fraksi terhadap harga pipa F = harga total dari fittings, biaya pengelasan, support, pemasangan dst, dihitung sebagai kelipatan dari harga pipa dst, dihitung sebagai kelipatan dari harga pipa

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 6  Dari persamaan tersebut dapat dibuat kurva untuk harga A terhadap perubahan harga diameter pipa Kurva harga amortisasi per foot panjang pipa per tahun terhadap perubahan diameter

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 7  Biaya operasi untuk pengaliran fluida sangat ditentukan oleh besar kecilnya kerugian-kerugian/biaya pressure drop di dalam aliran, dinyatakan sebagai besarnya pemakaian energi untuk pengaliran fluida tersebut. Pemakaian energi untuk mengalirkan sebanyak m sejauh satu foot dengan kerugian tekanan sebesar  p, adalah: Dimana, m = laju aliran fluida (ribuan lbm perjam)  p = pressure drop persatuan panjang pipa (psi/ft)  = densitas fluida (lbm/ft 3 ) Dimana, m = laju aliran fluida (ribuan lbm perjam)  p = pressure drop persatuan panjang pipa (psi/ft)  = densitas fluida (lbm/ft 3 )....

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 8  Bila dinyatakan dalam satuan kWh, maka diperoleh: Dimana,  = efisiensi pompa  Bila harga listrik K dolar/kWh dan Y adalah jumlah jam operasi per tahun, maka akan diperoleh biaya operasi per foot panjang pipa per tahun (Co) sebesar:

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 9  Agar persamaan dapat dinyatakan dalam diameter pipa, maka digunakan persamaan  p yang umum: Dengan D = diameter pipa (inch)  = viskositas fluida (centipoise) Dengan D = diameter pipa (inch)  = viskositas fluida (centipoise)  Sehingga diperoleh biaya operasi per tahun per foot panjang pipa:

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 10  Secara grafis, Co ditunjukan sebagai fungsi dari diameter, dimana Co semakin kecil dengan penambahan besar diameter pula Kurva biaya operasi tahunan terhadap perubahan diameter pipa

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 11  Jadi biaya total per foot panjang pipa per tahun Ct, adalah jumlah dari biaya amortisasi dan biaya operasi, sehingga diperoleh:  Dari penjumlahan kurva di atas akan diperoleh suatu harga parameter pipa yang memberikan biaya terendah. Pemilihan akan dilakukan pada ukuran pipa yang terdekat pada harga teoretis ini, karena ukuran pipa komersial yang ada sudah standard, yaitu ½ inch, ¾ inch, 1 inch, dst.

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 12 Kurva biaya total perfoot panjang pipa per tahun terhadap diameter pipa

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 13  Secara matematik, penentuan diameter optimum akan lebih mudah diperoleh dengan jalan mendiferensiasikan persamaan Ct terhadap diameter dan mencari harga D yang memberikan Ct terendah. Dari perhitungan ini, diperoleh harga diameter (D opt ) sebagai berikut:

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 14  Walaupun harga D opt memberikan suatu harga tertentu, pada prakteknya perlu dilakukan pemeriksaan lagi pada diameter pipa yang dipilih terhadap kondisi operasi, terutama bila laju aliran atau temperatur operasi berubah-ubah, karena jelas akan mempengaruhi hasil akhir. Sebagai ilustrasi, misalkan harga D opt = 4.21 inch, maka diameter pipa komersial yang dapat dipilih adalah 4 inch atau 6 inch. Namun diameter pipa 4 inch belum tentu ukuran yang terbaik bila laju aliran sering bertambah besar dari kondisi operasi normal, demikian juga halnya dengan diameter pipa 6 inch. Jika laju aliran berubah- ubah, maka akan diperoleh suatu harga laju aliran yang memberikan biaya tahunan yang sama, misalnya pada laju aliran m max. Dapat dipahami bahwa di atas harga m max maka pipa 6 inch akan lebih baik, tetapi operasi di bawah harga m max pipa 4 inch lebih baik.

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan Pemilihan Diameter Pipa Berdasarkan Ketersediaan Pressure Drop (PDA) 5.2 Pemilihan Diameter Pipa Berdasarkan Ketersediaan Pressure Drop (PDA)  Perhitungan dengan dasar pressure drop yang tersedia dilakukan melalui persamaan-persamaan berbasis diameter pipa. Formula pressure drop dihitung untuk setiap panjang pipa 100 ft. Koefisien gesek untuk pipa didasarkan pada persamaan Genereaux, yaitu: Dimana,Nr = bilangan Reynolds

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 16  Dengan memasukkan persamaan friksi di atas ke dalam persamaan pressure drop, akan diperoleh persamaan: Untuk cairan Untuk gas Dimana,psi/100= pressure drop dalam psi/100ft pipa Q= laju aliran, US gallons permenit (GPM)  = viskositas, centipoise S= Spesific gravity (air pada 60 o F = 1) M= laju aliran, ribuan (standar cubic feet per day) G= specific gravity, udara pada 14,69 psi dan 60 o F = 1 Z= deviasi gas dari gas sempurna, fraksi T= temperatur, dalam derajat rankine P= tekanan absolut, dalam psi Dimana,psi/100= pressure drop dalam psi/100ft pipa Q= laju aliran, US gallons permenit (GPM)  = viskositas, centipoise S= Spesific gravity (air pada 60 o F = 1) M= laju aliran, ribuan (standar cubic feet per day) G= specific gravity, udara pada 14,69 psi dan 60 o F = 1 Z= deviasi gas dari gas sempurna, fraksi T= temperatur, dalam derajat rankine P= tekanan absolut, dalam psi

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 17  Air dan uap air merupakan fluida yang banyak dipakai, persamaan pressure drop ditulis secara khusus, yaitu: Untuk uap air Dimana,W= laju aliran uap, ribuan pound perjam f= koefisien gesek  = densitas uap, pound per cubic feet Dimana,W= laju aliran uap, ribuan pound perjam f= koefisien gesek  = densitas uap, pound per cubic feet Dimana,Q= laju aliran C= koefisien pipa (lihat tabel di appendiks) Dimana,Q= laju aliran C= koefisien pipa (lihat tabel di appendiks) Untuk air

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 18  Parameter D dikeluarkan secara eksplisit dari persamaan- persamaan di atas untuk memperoleh harga diameter pipa yang harus dipilih. Untuk semua jenis fluida Untuk cairan Untuk gas Untuk uap air  P T = pressure drop untuk seluruh saluran

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan Pemilihan Diameter Pipa Berdasarkan Kecepatan Aliran yang Diijinkan 5.3 Pemilihan Diameter Pipa Berdasarkan Kecepatan Aliran yang Diijinkan  Terdapat berbagai situasi yang mensyaratkan kecepatan aliran diatas atau di bawah harga tertentu. Sering dijumpai pada aliran dimana fluida mempunyai fasa lebih dari satu, misalnya cair dan padat, atau gas dan padat  Sebenarnya kecepatan aliran dalam saluran tidak seragam, berubah dari dinding saluran sampai sumbu aliran. Untuk keperluan praktis, harga kecepatan diambil harga rata-ratanya, ditulis sebagai berikut:  Terdapat berbagai situasi yang mensyaratkan kecepatan aliran diatas atau di bawah harga tertentu. Sering dijumpai pada aliran dimana fluida mempunyai fasa lebih dari satu, misalnya cair dan padat, atau gas dan padat  Sebenarnya kecepatan aliran dalam saluran tidak seragam, berubah dari dinding saluran sampai sumbu aliran. Untuk keperluan praktis, harga kecepatan diambil harga rata-ratanya, ditulis sebagai berikut:

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 20  Secara matematis, kecepatan aliran dapat ditulis: Untuk cairan V= kecepatan aliran Q= kapasitas aliran, GPM D= diameter dalam pipa V= kecepatan aliran Q= kapasitas aliran, GPM D= diameter dalam pipa Untuk gas M= kapasitas aliran gas, ribuan “standard cubic feet/day” “standard cubic feet/day” M= kapasitas aliran gas, ribuan “standard cubic feet/day” “standard cubic feet/day” Untuk uap air W= laju aliran massa uap, ribuan pound/jam pound/jam W= laju aliran massa uap, ribuan pound/jam pound/jam

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 21  Hal yang penting untuk diperhatikan adalah aliran udara atau gas bertekanan tinggi yang dialirkan ke tempat yang tekanannya rendah. Jika saluran penghubung pendek, akan terjadi ekspansi dari gas pada jarak yang pendek dengan pressure drop yang besar, dan akan menghasilkan aliran yang sangat cepat (dapat mencapai kecepatan suara).  Untuk pipa sangat pendek, katup atau orifice, kecepatan suara akan tercapai bila tekanan absolute keluar saluran mencapai 50 % dari tekanan absolute inputnya.  Persamaan kecepatan suara di dalam suatu gas:  Hal yang penting untuk diperhatikan adalah aliran udara atau gas bertekanan tinggi yang dialirkan ke tempat yang tekanannya rendah. Jika saluran penghubung pendek, akan terjadi ekspansi dari gas pada jarak yang pendek dengan pressure drop yang besar, dan akan menghasilkan aliran yang sangat cepat (dapat mencapai kecepatan suara).  Untuk pipa sangat pendek, katup atau orifice, kecepatan suara akan tercapai bila tekanan absolute keluar saluran mencapai 50 % dari tekanan absolute inputnya.  Persamaan kecepatan suara di dalam suatu gas: Dimana, R= konstanta gasT= Temperatur absolut gas g= gravitasiVs= Kecepatan suara Dimana, R= konstanta gasT= Temperatur absolut gas g= gravitasiVs= Kecepatan suara

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 22  Kecepatan suara adalah kecepatan maksimum yang dapat dicapai gas di dalam saluran. Karena ekspansi menyebabkan peningkatan kecepatan aliran, maka kecepatan suara akan terjadi di ujung saluran keluar, yaitu pada tekanan terendahnya.  Informasi penting yang harus kita peroleh dari penjabaran ini adalah mengetahui panjang dan diameter pipa agar kecepatan aliran tidak mencapai kecepatan suara  Kecepatan suara adalah kecepatan maksimum yang dapat dicapai gas di dalam saluran. Karena ekspansi menyebabkan peningkatan kecepatan aliran, maka kecepatan suara akan terjadi di ujung saluran keluar, yaitu pada tekanan terendahnya.  Informasi penting yang harus kita peroleh dari penjabaran ini adalah mengetahui panjang dan diameter pipa agar kecepatan aliran tidak mencapai kecepatan suara

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 23  Korelasi tersebut ditunjukkan pada gambar berikut:

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 24  Grafik diagonal menunjukkan korelasi bila kecepatan aliran keluar saluran mencapai kecepatan suara, sedangkan grafik melengkung menunjukkan korelasi bila kecepatan aliran keluar lebih kecil dari kecepatan suara. Grafik ini berlaku untuk k = 1.3. Untuk k  1.3, koreksi harus dilakukan dengan mengalikan harga P 2 /P 1 dengan faktor koreksi pada tabel berikut

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 25  Hal lain yang perlu diperhatikan pada kecepatan tinggi adalah tekanan impak apabila aliran melewati belokan atau sambungan Tee. Tekanan impak harus diperhitungkan terhadap kekuatan pipa. Dimana,Pt= tekanan impak, psi P= tekanan statik aliran sebelum belokan V= kecepatan, fps Dimana,Pt= tekanan impak, psi P= tekanan statik aliran sebelum belokan V= kecepatan, fps Sebagai gambaran, bila kecepatan aliran udara 50 fps dan tekanan statik = 100 psi, maka tekanan impak pada belokan adalah Pt = 1007 psi  Dalam appendiks dilampirkan tabel, grafik dan nomogram- nomogram yang penting untuk penentuan diameter pipa, yang diambil dari buku “Optimum Pipe Size Selection”.

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 26

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 27

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 28 END OF CHAPTER V

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 29

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 30

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 31

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 32

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 33

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 34

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 35

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 36

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 37

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 38

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 39

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 40

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 41

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 42

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 43

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 44

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 45

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 46

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 47

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 48

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 49

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 50

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 51

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 52

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 53

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 54

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 55

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 56

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 57

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 58

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 59

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 60

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 61

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 62

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 63

Bab 5 Pemilihan Diameter Pipa Desain, Fabrikasi, dan inspeksi Sistem Perpipaan 64 END OF CHAPTER V