Chapter 14 The Production Cycle

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
SISTEM AKUNTANSI BIAYA
Advertisements

Siklus Produksi Pertemuan 10.
Siklus Pendapatan: Penjualan dan Penagihan Kas
The Revenue Cycle: Sales to Cash Collections
The Expenditure Cycle: Purchasing to Cash Disbursements
SIKLUS-SIKLUS AKUNTANSI berbasis sia Kelompok 2 – Nining Pitrianingsih Samari – Frida Eva – Linda.
PERHITUNGAN BIAYA BERDASARKAN AKTIVITAS
Application Audit Program
Produktivitas dan Mutu
Siklus Produksi Pertemuan 10.
Memproduksi Barang-barang
Siklus Produksi Pertemuan 10.
APLIKASI SIKLUS PRODUKSI DAN SIKLUS KEUANGAN
Activities Based Costing-
Bahan Kuliah Manajemen Operasi & Produksi
Siklus Pengeluaran Pertemuan 7 & 8.
Created by: Rizal Effendi
MultiMedia by Stephen M. Peters© 2001 South-Western College Publishing Chapter 9 Production Management Introduction to.
Produktivitas dan Mutu
Produktivitas dan Mutu
Siklus Produksi Bab 13 Siklus Produksi.
Siklus Produksi.
Siklus Pendapatan.
SIKLUS PRODUKSI BAB 6 PERTEMUAN 11.
Bahan Kuliah Manajemen Operasi & Produksi
Bahan Kuliah Manajemen Operasi & Produksi
Siklus Pengeluaran: Pembelian dan Pengeluaran Kas
SIKLUS PRODUKSI.
SIKLUS PRODUKSI AYU andrianie.
SIKLUS PRODUKSI BAB 6 PERTEMUAN 11.
COST ACCOUNTING PROCESS COSTING MATERI-4
Emilia Gustini, SE. M.Si. Ak. CA
SIKLUS PRODUKSI.
BAB III-V Penentuan HPP(harga pokok produk) dalam lingkungan pemanufakturan maju, pengambilan keputusan dalam pemanufakturan maju,pengukuran kinerja dan.
SIKLUS PENGELUARAN: PEMBELIAN dan PENGELUARAN KAS
MENILAI RESIKO PENGENDALIAN / PENGUJIAN PENGENDALIAN
Siklus Pengeluaran: Pembelian dan Pengeluaran Kas
SIKLUS-SIKLUS AKUNTANSI berbasis sia
COST ACCOUNTING PROCESS COSTING MATERI-4
9 Chapter Production Management Introduction to
Siklus Pendapatan.
KONSEP-KONSEP MANAJEMEN BIAYA KONTEMPORER
SIKLUS PENGELUARAN.
Sistem Perhitungan Biaya Berdasarkan Pesanan
TINJAUAN MENYELURUH PROSES BISNIS
Siklus Pendapatan Pertemuan 5 & 6.
TINJAUAN MENYELURUH PROSES BISNIS
Agenda Pembahasan Materi Pembahasan Kasus Sesi Tanya Jawab (2 Sesi)
9 Chapter Production Management Introduction to
PERHITUNGAN BIAYA BERDASARKAN AKTIVITAS
Siklus Produksi Pertemuan 9 & 10.
Siklus Pengeluaran Pertemuan 9.
Sistem Perhitungan Biaya Berdasarkan Pesanan
Siklus Pengeluaran : Pembelian dan Pengeluaran Kas
ACTIVITY BASED COSTING & ACTIVITY BASED MANAGEMENT
Siklus Pengeluaran: Pembelian dan Pengeluaran Kas
Prilaku Biaya Aktivitas (ACTIVITY BASED COSTING)
Manajemen Produksi.
BAB 3 JUST IN TIME & ACTIVITY-BASED COSTING
COST MANAGEMENT SYSTEM DAN ACTIVITY BASED COSTING
Oleh: Fathia, SE Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia Novera KM.
Memproduksi Barang-barang
PROSES PRODUKSI.
Biaya Mutu (The Cost of Quality)dan Akuntasi untuk Kehilangan dalam Proses Produksi (Accounting for Production Losses)
Accounting Information Systems
FAKULTAS EKONOMI DAN ILMU SOSIAL UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUSKA RIAU
Siklus Produksi Pertemuan 10.
Siklus Pendapatan : Penjualan dan Penerimaan Kas
PRODUCTION AND MATERIAL MANAGEMENT
9 Chapter Production Management Introduction to
Transcript presentasi:

Chapter 14 The Production Cycle

Learning Objectives Describe the major business activities and related information processing operations performed in the production cycle. Identify major threats in the production cycle and evaluate the adequacy of various control procedures for dealing with those threats. Explain how a company’s cost accounting system can help it achieve its manufacturing goals. Discuss the key decisions that must be made in the production cycle and identify the information required to make those decisions.

Production Cycle Siklus Produksi : Rangkaian aktivitas dan operasi data terkait yang berkaitan dengan pembuatan produk

Production Cycle

Alur informasi dalam Siklus Produksi Siklus Penerimaan (Revenue Cycle) Informasi mengenai Pesanan Pelanggan dan prediksi penjualan sebagai dasar dilakukan perencanaan produksi serta tingkat perrsediaan Siklus Pengeluaran (Expenditure Cycle) Informasi mengenai perolehan bahan baku dan juga mengenai pengeluaran lainnya yang dimasukkan ke dalam overhead pabrik Siklus Produksi (Production Cycle) Informasi mengenai kebutuhan barang baku ke Expenditure cycle Informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja ke Human Resources Management & Payroll Cycle Informasi mengenai barang jadi yang telah dibuat dan tersedia untuk dijual ke Revenue Cycle Informasi mengenai Harga Pokok Penjualan ke GL Cycle

Production Cycle General Threats Inaccurate or invalid master data Unauthorized disclosure of sensitive information Loss or destruction of data

Production Cycle General Controls Data processing integrity controls Restriction of access to master data Review of all changes to master data Access controls Encryption Backup and disaster recovery procedures

Production Cycle Activities Product design Planning and scheduling Production operations Cost accounting

1. PRODUCT DESIGN Tujuan : Mendesain sebuah produk yang memenuhi permintaan dalam hal kualitas, ketahanan, dan fungsi, dan meminimalkan biaya produksi

1. PRODUCT DESIGN Bill of material (BOM) / Daftar Bahan Baku Hasil dari desain produk : Bill of material (BOM) / Daftar Bahan Baku Nomor bahan baku, deskripsi, serta jumlah masing-masing komponen bahan baku yang digunakan dalam satu unit produk jadi Operation List / Daftar Operasi Kebutuhan tenaga kerja dan mesin yang diperlukan untuk memproduksi produk tersebut. Menunjukkan bagaimana sebuah produk bergerak di sepanjang pabrik, apa yang dilakukan setiap langkah dan berapa banyak waktu yang dibutuhkan.

Product Design Threats Desain produk yang kurang baik sehingga menimbulkan biaya produksi yang tinggi Contoh : menggunakan terlalu banyak komponen khusus ketika memproduksi produk yang hampir sama , akan meningkatkan by.pemeliharaan Control : Perbaiki informasi tentang pengaruh desain produk atas biaya Data yang akurat tentang hubungan antara komponen dengan barang jadi Analisis atas jaminan dan biaya perbaikan untuk mengidentifikasi kegagalan produk

2. Planning and Scheduling Tujuan : Mengembangkan rencana produksi yang cukup efisien untuk memenuhi pesanan. Mengantisipasi permintaan jangka pendek tanpa menimbulkan kelebihan persediaan jadi.

2. Planning and Scheduling Metode Perencanaan Produksi Perencanaan sumber daya produksi (Manufacturing Resource Planning = MRP-II) Barang diproduksi sebagai ekspektasi atas permintaan pelanggan (push manufacturing) Mengembangkan rencana produksi hingga untuk 12 bulan ke depan

2. Planning and Scheduling Sistem Produksi Just in Time Tujuan : meminimalkan atau meniadakan persediaan bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi Barang diproduksi sebagai tanggapan atas permintaan pelanggan (pull manufacturing) Hanya berproduksi sebagai tanggapan atas pesanan pelanggan Pada perkembangannya, Sistem produksi JIT juga merencanakan sistem produksi di depan namun dengan menggunakan rentang waktu perencanaan yang lebih pendek

2. Planning and Scheduling Dokumen, Formulir, dan prosedur Master Production Schedule (MPS) Spesifikasi berapa banyak produk akan diproduksi selama periode perencanaan dan kapan produksi tersebut harus dilakukan. Production Order Otorisasi produksi jumlah yang ditetapkan suatu produk (operasi yang perlu dilakukan, jumlah yang akan di produksi, lokasi tempat barang jadi harus dikirim)

2. Planning and Scheduling Material Requisition Otorisasi pengeluaran jumlah bahan baku yang dibutuhkan dari gudang ke lokasi pabrik, tempat bahan tersebut dibutuhkan. Terdapat informasi mengenai nomor perintah produksi, tanggal pembuatan, dan berdasarkan pada daftar bahan baku, nomor barang, serta jumlah semua bahan baku yang dibutuhkan. Move Ticket Identifikasi bagian-bagian yang dipindahkan, serta waktu perpindahan.

Planning and Scheduling Threats Kelebihan produksi Efek (-) : Mengakibatkan kelebihan pasokan barang atas permintaan barang jangka pendek. Masalah arus kas Kekurangan produksi Kehilangan peluang penjualan dan ketidakpuasan pelanggan Control: Perencanaan produksi yang akurat, persetujuan atas perintah produksi, pembatasan akses informasi rencana produksi

Planning and Scheduling Threats Investasi yang tidak optimal dalam aktiva tetap Control : Tinjauan menyeluruh atas perolehan aktiva tetap, pengendalian anggaran, pelaksanaan penawaran kompetitif dalam proses pengadaan aktiva tetap (RFP dari masing-masing vendor)

3. Production Operations Cara produksi bergantung pada jenis produk yang akan diproduksi dan tingkat otomatisasi yang digunakan dalam proses produksi Data yang dibutuhkan dalam operasi produksi: Bahan baku yang digunakan Jam tenaga kerja yang digunakan Operasi mesin yang dilakukan Biaya Overhead produksi

Production Operations Threats Pencurian persediaan Theft of fixed asset : kelebihan saldo aktiva menyebabkan analisis yang salah atas kinerja keuangan Control : Pembatasan akses fisik persediaan, perpindahan persediaan harus didokumentasikan. Segregation of duties—custody of assets from recording and authorization of removal Penghitungan fisik secara periodik Maintaining detailed records of fixed assets, including disposal

Production Operations Threats Kehilangan aktiva tetap karena bencana Control : Asuransi, Backup and disaster recovery plans

4. Cost Accounting Tujuan : Memberikan informasi untuk perencanaan, pengendalian, dan evaluasi kinerja operasi produksi Memberikan data biaya yang akurat mengenai produk untuk digunakan dalam menetapkan harga serta product mix decision Mengumpulkan dan memproses informasi digunakan untuk menghitung persediaan dan COGS

4. Cost Accounting Jenis-jenis sistem akuntansi biaya untuk menghitung pembebanan biaya produksi: Job order costing Membebankan biaya ke produksi tertentu/ pekerjaan tertentu dan ketika produk atau jasa yang dijual terdiri dari bagian-bagian yang dapat diidentifikasi Contoh : perusahaan kontraktor atas penjualan rumah

4. Cost Accounting Jenis-jenis sistem akuntansi biaya untuk menghitung pembebaban biaya produksi: Process Costing Membebankan biaya ke setiap proses/ pusat pengerjaan dalam siklus produksi, kemudian menghitung biaya rata-rata untuk semua unit yang diproduksi Contoh : Perusahaan bir mengakumulasi biaya yang berhubungan dengan berbagai proses dalam produksi 1 batch produk, lalu menghitung biaya total biaya per unit rata-rata untuk produk tersebut.

4. Cost Accounting Bahan baku Tenaga kerja langsung Kedua sistem akuntansi biaya tersebut membutuhkan akumulasi data mengenai jenis-jenis biaya : Bahan baku Tenaga kerja langsung Mesin dan peralatan Overhead

4. Cost Accounting Perhitungan biaya berdasarkan aktivitas (Activity based costing- ABC) Penelusuran biaya ke berbagai aktivitas yang menimbulkannya dan hanya mengalokasikan biaya-biaya tersebut ke produk atau department. Untuk menghubungkan biaya ke strategi perusahaan mengenai keputusan barang atau jasa yang akan dibuat Untuk membuat barang dan jasa diperlukan aktivitas dan biaya, sehingga ABC dapat memberikan informasi biaya atas aktivitas-aktivitas yang termasuk dalam strategi perusahaan.

4. Cost Accounting Perhitungan biaya berdasarkan aktivitas (Activity based costing- ABC) Membutuhkan pengumpulan data terkait produksi secara lebih rinci Lebih rumit, karena lebih banyak dasar yang digunakan untuk mengalokasikan biaya overhead. Keputusan yang lebih baik : meningkatkan pengambil keputusan manajerial dengan menyediakan informasi yang berhubungan dengan aktivitas tertentu.

4. Cost Accounting Informasi pengendalian kualitas Membantu perusahaan menetapkan pengaruh tindakan-tindakan yang diambil untuk meningkatkan pendapatan dan identifikasi area-area yang harus ditingkatkan Biaya pengendalian kualitas : Biaya pencegahan : perubahan proses produksi untuk mengurangi tingkat kecacatan produk Biaya pemeriksaan : pengujian untuk memastikan bahwa produk memenuhi standar kualitas Biaya kegagalan internal : pengerjaan ulang, pembuangan, identifikasi produk cacat sebelum penjualan Biaya kegagalan eksternal : biaya klaim keandalan produk, biaya perbaikan, hilangnya kepuasan pelanggan

Cost Accounting Threats Pencatatan dan pemrosesan data aktivitas produksi yang tidak akurat : menurunkan efektifitas penjadwalan produksi dan pengendalian produksi. Contoh : data biaya yang tidak akurat mengakibatkan keputusan yang tidak tepat mengenai harga jual dan produk amna yang akan diproduksi Control : RFID, pembatasan akses atas entry data, Data processing integrity controls, close loop verification, perhitungan fisik secara periodik