Rahmady Liyantanto liyantanto.wordpress.com

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
GRAPH.
Advertisements

Matematika Diskrit Dr.-Ing. Erwin Sitompul
Jembatan Königsberg.
MODUL KULIAH STRUKTUR DATA TANGGAL REVISI TANGGAL BERLAKU KODE DOKUMEN :::::: September Pertemuan Ke : 13 / Page BAB IX GRAPH Dinyatakan.
Pertemuan 8 STRUKTUR POHON (TREE).
Tugas #3 File soal UTS sudah dikirim ke alamat masing-masing.
BAB 5 TREE (Pohon) 179.
Pertemuan 9 STRUKTUR POHON (TREE) IMAM SIBRO MALISI NIM :
Pengenalan Graph Disusun Oleh: Budi Arifitama Pertemuan 9.
Rahmady Liyantanto liyantanto.wordpress.com S1 Teknik Informatika Universitas Trunojoyo Struktur Data.
BAB 8 GRAF.
STRUKTUR DATA GRAPH dan DIGRAPH
GRAPH STRUKTUR DATA Disusun Oleh :
Dasar-Dasar Teori Graf
Struktur Data Graph.
STRUKTUR DATA Struktur Data Graf.
MATRIKS PENYAJIAN GRAPH
BAB 8 GRAF.
APLIKASI PENGOPTIMALAN JARINGAN LISTRIK
Pendahuluan Graf digunakan untuk merepresentasikan objek-objek diskrit dan hubungan antara objek-objek tersebut Representasi : Objek : noktah, bulatan.
Lecture 12 Graph Representation Sandy Ardianto & Erick Pranata © Sekolah Tinggi Teknik Surabaya 1.
BAB VIII G R A F.
Teori Graf Jhon Enstein Wairata.
Teknik Informatika - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)
Algoritma dan Struktur Data
Matakuliah : T0034 / Perancangan & Analisis Algoritma
Graph Based Construction Methods ( GBCM )
Pertemuan 16 DYNAMIC PROGRAMMING : TRAVELING SALESMAN PROBLEM (TSP)
GRAF.
BAB 3 MATRIKS, RELASI, DAN FUNGSI
TEORI GRAPH by Andi Dharmawan.
MATRIKS PENYAJIAN GRAPH
Graf Berlabel Graf Euler Graf Hamilton
BAB 5 TREE (Pohon) 179.
Matematika Diskrit Pewarnaan Graf Heru Nugroho, S.Si., M.T.
Pertemuan 22 Graph Operation
Representasi Graf Isomorfisme
BAB 7: Graf.
BAB 9: Pewarnaan Graf Matematika Diskrit DU1023 Heru Nugroho, S.Si
Tim Struktur Data Program Studi Teknik Informatika UNIKOM
Tim Struktur Data Program Studi Teknik Informatika UNIKOM
Tree (POHON).
Matakuliah : T0534/Struktur Data Tahun : 2005 Versi : September 2005
Tim Struktur Data Program Studi Teknik Informatika UNIKOM
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Lancang Kuning
Pertemuan 8 Review Berbagai Struktur Data Lanjutan …..
Tim Struktur Data Program Studi Teknik Informatika UNIKOM
Tree.
Materi 11 Teori Graf.
STRUKTUR DATA Struktur Data Graf.
STRUKTUR DATA (9) Struktur Data Graf.
Trees Directed Graph Algoritma Dijkstra
Linked List 6.3 & 7.3 NESTED LOOP.
GRAF (Bab 9) Informatics Engineering Department TRUNOJOYO UNIVERSITY
Data Structure Graph Representation © Sekolah Tinggi Teknik Surabaya.
Tim Struktur Data Program Studi Teknik Informatika UNIKOM
QUEUE (ANTRIAN) Queue atau antrian didefinisikan sebagai kumpulan dari obyek-obyek yang homogen dengan operasi penambahan elemen (Enqueue) dan pengambilan.
LINKED LIST GANDA Linked list ganda (doubly linked list) adalah linked list yang setiap simpul-nya (node) memiliki dua buah pointer, masing-masing berada.
Tree (Pohon).
GRAPH Graph didefinisikan sebagai pasangan himpunan titik-titik simpul (V) dan himpunan garis atau busur (E) dinyatakan dalam bentuk G=(V,E) dimana V tidak.
TEORI GRAF Graf digunakan untuk merepresentasikan objek-objek diskrit dan hubungan antara objek-objek tersebut. Representasi visual dari graf adalah dengan.
Tree.
Linear Doubly INSERT KIRI
Keterkaitan Kegiatan Produksi – 2
Algoritma dan Struktur Data Lanjut
Algoritma dan Struktur Data
TEORI GRAF Graf digunakan untuk merepresentasikan objek-objek diskrit dan hubungan antara objek-objek tersebut. Representasi visual dari graf adalah dengan.
Matematika Diskret Teori Graph Heru Cahya Rustamaji, M.T.
Graf Universitas Telkom Disusun Oleh :
Graf dan Analisa Algoritma
Transcript presentasi:

Rahmady Liyantanto liyantanto@gmail.com liyantanto.wordpress.com Graf Struktur Data S1 Teknik Informatika Universitas Trunojoyo

GRAPH Graph adalah kumpulan dari simpul dan busur yang secara matematis dinyatakan sebagai : G = (V, E) Dimana G = Graph V = Simpul atau Vertex, atau Node, atau Titik E = Busur atau Edge, atau arc S1 Teknik Informatika Universitas Trunojoyo

Contoh graph : vertex V terdiri dari v1, v2, …, v5 B V terdiri dari v1, v2, …, v5 E terdiri dari e1, e2, … , e7 e1 e4 e3 v1 A C edge v3 e2 e5 e7 D E v4 e6 v5 Undirected graph S1 Teknik Informatika Universitas Trunojoyo

Sebuah graph mungkin hanya terdiri dari satu simpul Sebuah graph belum tentu semua simpulnya terhubung dengan busur Sebuah graph mungkin mempunyai simpul yang tak terhubung dengan simpul yang lain Sebuah graph mungkin semua simpulnya saling berhubungan S1 Teknik Informatika Universitas Trunojoyo

Graph Berarah dan Graph Tak Berarah : v2 v2 B B e9 e8 e3 e1 e3 e1 e4 v3 e4 A C v1 v1 A C v3 e10 e2 e5 e7 e2 e5 e7 D E D E e6 v5 v4 v4 e6 v5 Directed graph Undirected graph Dapat dilihat dari bentuk busur yang artinya urutan penyebutan pasangan 2 simpul. S1 Teknik Informatika Universitas Trunojoyo

Graph tak berarah (undirected graph atau non-directed graph) : Urutan simpul dalam sebuah busur tidak dipentingkan. Mis busur e1 dapat disebut busur AB atau BA Graph berarah (directed graph) : Urutan simpul mempunyai arti. Mis busur AB adalah e1 sedangkan busur BA adalah e8. S1 Teknik Informatika Universitas Trunojoyo

Graph Berbobot (Weighted Graph) Jika setiap busur mempunyai nilai yang menyatakan hubungan antara 2 buah simpul, maka busur tersebut dinyatakan memiliki bobot. Bobot sebuah busur dapat menyatakan panjang sebuah jalan dari 2 buah titik, jumlah rata-rata kendaraan perhari yang melalui sebuah jalan, dll. S1 Teknik Informatika Universitas Trunojoyo

Graph Berbobot : Directed graph Undirected graph B B A C A C D E D E v2 v2 B B 7 4 3 5 3 5 12 v3 v1 12 A C A C v1 v3 10 4 e2 6 8 6 8 D E D E 3 v5 v4 3 v5 v4 Directed graph Undirected graph Panjang busur (atau bobot) mungkin tidak digambarkan secara panjang yang proposional dengan bobotnya. Misal bobot 5 digambarkan lebih panjang dari 7. S1 Teknik Informatika Universitas Trunojoyo

Istilah pada graph Incident Degree (derajat), indegree dan outdegree Jika e merupakan busur dengan simpul-simpulnya adalah v dan w yang ditulis e=(v,w), maka v dan w disebut “terletak” pada e, dan e disebut incident dengan v dan w. Degree (derajat), indegree dan outdegree Degree sebuah simpul adalah jumlah busur yang incident dengan simpul tersebut. S1 Teknik Informatika Universitas Trunojoyo

Indegree sebuah simpul pada graph berarah adalah jumlah busur yang kepalanya incident dengan simpul tersebut, atau jumlah busur yang “masuk” atau menuju simpul tersebut. Outdegree sebuah simpul pada graph berarah adalah jumlah busur yang ekornya incident dengan simpul tersebut, atau jumlah busur yang “keluar” atau berasal dari simpul tersebut. S1 Teknik Informatika Universitas Trunojoyo

Adjacent Pada graph tidah berarah, 2 buah simpul disebut adjacent bila ada busur yang menghubungkan kedua simpul tersebut. Simpul v dan w disebut adjacent. Pada graph berarah, simpul v disebut adjacent dengan simpul w bila ada busur dari w ke v. e w v w e v S1 Teknik Informatika Universitas Trunojoyo

Successor dan Predecessor Pada graph berarah, bila simpul v adjacent dengan simpul w, maka simpul v adalah successor simpul w, dan simpul w adalah predecessor dari simpul v. Path Sebuah path adalah serangkaian simpul-simpul yang berbeda, yang adjacent secara berturut-turut dari simpul satu ke simpul berikutnya. 1 1 1 2 1 2 2 2 4 4 4 4 3 3 3 3 S1 Teknik Informatika Universitas Trunojoyo

Representasi Graph dalam bentuk matrix Adjacency Matrix Graph tak berarah A B C D E Urut abjad 1 2 3 4 B A 1 B 1 A C C 2 D 3 D E E 4 Graph S1 Teknik Informatika Universitas Trunojoyo Degree simpul : 3

Representasi Graph dalam bentuk matrix Adjacency Matrix Graph berarah A B C D E ke 1 2 3 4 B dari A 1 B 1 out A C C 2 D 3 D E E 4 Graph S1 Teknik Informatika Universitas Trunojoyo in

Representasi Graph dalam bentuk Linked List Adjency List graph tak berarah Digambarkan sebagai sebuah simpul yang memiliki 2 pointer. Simpul vertex : Simpul edge : left right left right info info Menunjuk ke simpul edge pertama Menunjuk ke simpul edge berikutnya, bila masih ada. Menunjuk ke simpul vertex berikutnya, dalam untaian simpul yang ada. Menunjuk ke simpul vertex tujuan yang berhubungan dengan simpul vertex asal. S1 Teknik Informatika Universitas Trunojoyo

Define struct untuk sebuah simpul yang dapat digunakan sebagai vertex maupun edge. typedef struct tipeS { tipeS *Left; int INFO; tipeS *Right; }; tipeS *FIRST, *PVertex, *PEdge; S1 Teknik Informatika Universitas Trunojoyo

Contoh : untuk vertex A, memiliki 2 edge yang terhubung yaitu e1 dan e2. Urut abjad e1 A e1 e2 e3 e4 A C B e2 e5 e7 C D E e6 D Graph E S1 Teknik Informatika Universitas Trunojoyo

Gambar di atas dapat disusun dengan lebih sederhana, sbb : C E C B D E A C D A C E E B C D D E Graph S1 Teknik Informatika Universitas Trunojoyo

Adjency List graph berarah S1 Teknik Informatika Universitas Trunojoyo

Graph berarah dan berbobot C D E 1 2 3 4 B 6 5 2 6 3 9 12 7 14 A 3 5 B 1 A 14 C C 2 12 2 12 D 3 D E E 4 7 Perhatikan pemilihan nilai 0. S1 Teknik Informatika Universitas Trunojoyo

Penyelesaian kasus Graph halaman sebelumnya : Define simpul untuk vertex dan edge Mengidentifikasi Simpul pertama sebagai vertex yang pertama Tambahkan vertex sisanya Tambahkan edge pada masing-masing vertex yang telah terbentuk Tampilkan representasi graph berikut bobotnya S1 Teknik Informatika Universitas Trunojoyo

S1 Teknik Informatika Universitas Trunojoyo

S1 Teknik Informatika Universitas Trunojoyo

S1 Teknik Informatika Universitas Trunojoyo

Hasil : S1 Teknik Informatika Universitas Trunojoyo