04 MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
NORMA STANDAR PEDOMAN MANUAL
Advertisements

SISTEM TRANPORTASI Arus Lalu Lintas.
MODA OF TRANSPORTASI YENI WIPARTINI SE MT.
Materi SD kelas V Transportasi
Ekspresi Kinerja Lalu-Lintas
PENETAPAN TERMINAL TIPE B DI JAWA BARAT
ABSTRAK Pola pergerakan dalam sistem transportasi sering dijelaskan sebagai arus pergerakan (kendaraan, penumpang dan barang) yang bergerak dari zona asal.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BERBAGAI JENIS TRANSPORTASI
MANUAL KAPASITAS JALAN INDONESIA’97
Konsep Dasar dan Parameter Geometrik Jalan Raya
MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI
JURUSAN TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS GUNADARMA
ARUS LALU LINTAS (TRAFFIC FLOW)
DEFENISI DAN FUNGSI TERMINAL SECARA UMUM
KARAKTERISTIK ARUS L.L. PARAMETER LALU LINTAS KUANTITAS PENGUKURAN
14 PRINSIP DASAR PERENCANAAN LINTASAN RUTE
PENGENALAN ANALISIS OPERASI & EVALUASI SISTEM TRANSPORTASI
08 DEFENISI DAN FUNGSI TERMINAL SECARA UMUM
05 CIRI PRASARANA TRANSPORTASI
10 TENAGA GERAK DAN KENDARAAN
06 PERANAN MANUSIA DALAM TRANSPORTASI
01 KONTRAK KULIAH PESERTA
11 JENIS-JENIS SISTEM PENGENDALIAN TRANSPORTASI SISTEM PENGENDALIAN:
SO324 - REKAYASA TRANSPORTASI UNIVERSITAS BINA NUSANTARA 2005
Rekayasa Transportasi Universitas Mercu Buana Jakarta
ANALISIS KAPASITAS & ANALISIS TINGKAT PELAYANAN
REKAYASA TRANSPORTASI
TRANSPORTASI By : Tia Nurjanah.
REKAYASA TRANSPORTASI S0324
Pertemuan 2 Manajemen Pelabuhan
MANUAL KAPASITAS JALAN INDONESIA (MKJI)
REKAYASA TRANSPORTASI
KAJIAN RUAS JALAN LUAR KOTA
KARAKTERISTIK PESAWAT TERBANG
PERENCANAAN TRANSPORTASI
REKAYASA TRANSPORTASI
Sistem Transportasi Pertemuan 5 Transportasi Darat 04 –
PENDAHULUAN Pertemuan 1
MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI
TATA GUNA LAHAN & TRANSPORTASI
DAMPAK YANG MENGUNTUNGKAN
REKAYASA TRANSPORTASI
05. KINERJA TRANSPORTASI.
REKAYASA TRANSPORTASI
TATA GUNA LAHAN & TRANSPORTASI
Jaringan Transportasi
JENIS-JENIS SISTEM PENGENDALIAN TRANSPORTASI
KDK TRANSPORTASI JURUSAN TEKNIK SIPIL FT. UNDA
09 RUANG LINGKUP OPERASI TRANSPORTASI
PENGERTIAN JARINGAN TRANSPORTASI
03 JARINGAN TRANSPORTASI JALAN REL TIPE PELAYANAN ANGKUTAN JALAN REL
RUANG LINGKUP OPERASI TRANSPORTASI RUANG LINGKUP OPERASI TRANSPORTASI
PERANAN MANUSIA DALAM TRANSPORTASI
SIFAT SIFAT PESAWAT BERKAITAN DENGAN DESAIN BANDARA
13 SISTEM ANGKUTAN UMUM PERKOTAAN ANGKUTAN PENUMPANG ANGKUTAN BARANG
12 TRANSPORTASI SEBAGAI SUATU SISTEM
ANALISIS KAPASITAS & ANALISIS TINGKAT PELAYANAN
TRANSPORTASI MAKRO.
KAPASITAS DAN TINGKAT PELAYANAN JALAN Pertemuan 5
PARAMETER PERENCANAAN
Kuliah 13 Terminal.
KONSEP PEMODELAN Untuk menyederhanakan suatu realita secara terukur
SISTEM TRANPORTASI Arus Lalu Lintas. Arus Lalu Lintas Jalan  Parameter Lalu Lintas – Volume lalu lintas (V) Jumlah kendaraan yang melintasi suatu titik.
Sub Sistem Transportasi Udara Transportasi udara: pesawat terbang
Kuliah 3 Transportasi Darat.
Pengantar Perencanaan Transportasi
Perencanaan Transportasi
Konsep Dasar dan Parameter Geometrik Jalan Raya Perencanaan geometrik merupakan bagian dari suatu perencanaan konstruksi jalan, yang meliputi rancangan.
MODUL 10 : Stasiun dan Emplasemen
PROSES PRODUK LOGISTIK Biaya Angkutan Dalam Tranportasi
Transcript presentasi:

04 MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI KDK TRANSPORTASI JURUSAN TEKNIK SIPIL FT. UNDA MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI POKOK BAHASAN: ARUS LALU-LINTAS 04 Jalan Kereta Udara Air Proses pemenuhan kebutuhan antara dua tempat (tata-guna lahan) ini menimbulkan apa yang dikenal dengan proses transportasi dalam bentuk pergerakan orang dan atau kendaraan Lalu-lintas adalah kegiatan lalu-lalangnya orang dan atau kendaraan sebagai dampak dari interaksi tata-guna lahan karena adanya proses pemenuhan kebutuhan dalam bentuk kegiatan transportasi. Lalu-lintas juga adalah merupakan suatu medium kegiatan, sebagai akibat daripada gabungan potensi guna lahan dan kemampuan transportasi (Blunden,1971)

KDK TRANSPORTASI JURUSAN TEKNIK SIPIL FT. UNDA MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI POKOK BAHASAN: ARUS LALU-LINTAS 04 Arus Lalu Lintas Jalan Arus lalu-lintas yang terdapat di jalan raya bukanlah arus lalu-lintas yang homogen dari kendaraan, karena kenyataannya terdiri dari bermacam-macam kendaraan yang karakteristik operasionalnya juga tidak selalu sama Faktor pengemudi berupa pengalaman dan kemahiran berkendara juga turut mempengaruhi ketidakhomogenan arus lalu-lintas di jalan 1. VOLUME (V) LALU LINTAS Volume lalu-lintas adalah jumlah kendaraan yang melalui suatu titik pada suatu ruas jalan (jalur gerak) dalam suatu waktu tertentu Volume lalu-lintas dapat dinyatakan dalam kerangka tahunan, harian, jam-an, ataupun dalam satuan yang lebih kecil Tingkat arus (rate of flow) yang didefenisikan sebagai tingkat lalu-lintas kendaraan ekivalen jam-an yang melewati satu titik pada suatu ruas jalan dalam suatu waktu tertentu yang lebih kecil dari 1 jam, biasanya 15 menit 3 Variabel Lalu Lintas Volume lalu-lintas (V) Kecepatan Lalu-lintas (S) Kerapatan/ Density (D)

04 MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI KDK TRANSPORTASI JURUSAN TEKNIK SIPIL FT. UNDA MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI POKOK BAHASAN: ARUS LALU-LINTAS 04 Gambar 1a Pola Volume Lalu-Lintas Jam-jam-an (NAASRA, 1988) Gambar 1b Pola Volume Lalu-LintasHarian (NAASRA, 1988)

04 MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI 2. KECEPATAN (S) KDK TRANSPORTASI JURUSAN TEKNIK SIPIL FT. UNDA MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI POKOK BAHASAN: ARUS LALU-LINTAS 04 2. KECEPATAN (S) Kecepatan rata-rata ruang atau Space Mean Speed (SMS) Kecepatan rata-rata waktu atau Time Mean Speed (TMS) Kecepatan rata-rata ruang adalah kecepatan rata-rata kendaraan yang didapat dengan membagi jumlah jarak yang ditempuh dengan jumlah waktu yang dibutuhkan oleh kendaraan tersebut Kecepatan rata-rata waktu adalah rata-rata dari kecepatan kendaraan yang melalui suatu titik pada suatu jalan dalam suatu interval waktu tertentu. Gambar 2. Perbedaan Antara Dua Macam Kecepatan

04 Hubungan Antara Variabel Lalu-lintas 3. KERAPATAN (D) KDK TRANSPORTASI JURUSAN TEKNIK SIPIL FT. UNDA MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI POKOK BAHASAN: ARUS LALU-LINTAS 04 3. KERAPATAN (D) Kerapatan atau konsentrasi adalah jumlah rata-rata kendaraan per satuan panjang jalan dalam suatu waktu tertentu Hubungan Antara Variabel Lalu-lintas Hubungan antara variabel lalu-lintas yaitu Volume (V), Kecepatan (S) dan kerapatan (D) secara umum dibentuk oleh persamaan dasar sebagai berikut: Volume (kend./jam) = Kecepatan Rata-rata (kend./jam) x kerapatan (kend./km) Hubungan Volume lalu-lintas, Kecepatan dan Kerapatan (US-HCM 1994)

04 Headway Kapasitas MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI KDK TRANSPORTASI JURUSAN TEKNIK SIPIL FT. UNDA MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI POKOK BAHASAN: ARUS LALU-LINTAS 04 Headway Headway dapat dinyatakan dalam waktu atau dalam jarak. Headway yang dinyatakan dalam waktu disebut time headway, sedang yang dinyatakan dalam jarak disebut distance headway. Time headway adalah waktu antar kedatangan dua kendaraan yang berurutan di satu titik pada suatu ruas jalan Distance headway (spacing) adalah jarak antara bemper depan suatu kendaraan dengan bemper depan kendaraan berikutnya pada suatu waktu.Distance headway merupakan kebalikan dari kerapatan lalu-lintas Kapasitas Menurunnya sistem jaringan jalan yang ada mungkin dievaluasi dengan memban-dingkan volume (V) dengan kapasitas (C), (V/C). Usulan perubahan sistem kerangka jalan yang ada seperti perubahan geometri jalan, simpang berlampu lalu-lintas, peraturan perparkiran, perubahan jalan menjadi jalan satu arah dan merubah bentuk larangan di jalan semuanya dievaluasi untuk efeknya pada kapasitas. Perancangan fasilitas baru harus selalu didasarkan pada analisa kapasitas dengan tingkat kebutuhan (demand). Perbandingan efektifitas relatif dari berbagai alternatif moda transportasi dalam melayani suatu kebutuhan sering didasarkan kepada analisa kapasitas.

04 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kapasitas Konsep Tingkat Pelayanan KDK TRANSPORTASI JURUSAN TEKNIK SIPIL FT. UNDA MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI POKOK BAHASAN: ARUS LALU-LINTAS 04 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kapasitas Faktor jalan antara lain: lebar lajur, kebebasan lateral, bahu jalan, ada tidaknya median, kondisi permukaan jalan, alinemen horosontal dan vertikal, trotoar dan lain-lain. Faktor Lalu-lintas antara lain: komposisi lalu-lintas, volume, distribusi lajur, gangguan lalu-lintas seperti adanya kendaraan tidak bermotor, gangguan samping, dan lain-lain. Faktor lingkungan jalan antara lain: adanya pejalan kaki, pengendara sepeda, binatang yang menyeberang, dan lain-lain. Konsep Tingkat Pelayanan Konsep tingkat pelayanan digunakan untuk menentukan kualitas/ kinerja pelayanan lalu-lintas. Tingkat pelayanan menggambarkan kondisi operasional arus lalu-lintas dan persepsi pengendara dalam terminologi kecepatan, waktu tempuh, kenyamanan berkendara, kebebasan bergerak, gangguan arus lalu-lintas lainnya, keamanan dan keselamatan serta unsur biaya operasi kendaraan (ekonomi). Para perencana jalan raya dan lalu-lintas biasanya mempergunakan tiga ukuran dalam tingkat pelayanan untuk jalan, yaitu:

04 MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI KDK TRANSPORTASI JURUSAN TEKNIK SIPIL FT. UNDA MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI POKOK BAHASAN: ARUS LALU-LINTAS 04 Kecepatan atau waktu perjalanan, yaitu suatu nilai rata-rata yang umumnya ditentukan dari kecepatan rata-rata ruang (Space Mean Speed, SMS). Rasio antara Volume lalu-lintas maksimum yang dapat ditampung oleh suatu jalan. Rasio volume terhadap kapasitas ini sangat erat kaitannya dengan karakteristik tingkat pelayanan. Tundaan atau delay. Tingkat Pelayanan A. Pengguna dapat memacu kendaraan dgn bebas B. Arus lalu lintas stabil C. Stabil cocok untuk desain jalan perkotaan D. Lalu lintas sudah mulai tidak stabil E. Kecepatan rendah arus lalu lintas tidak stabil F. Lalu lintas sudah mengalami hambatan Tingkat Pelayanan A Tingkat Pelayanan B Tingkat Pelayanan C Tingkat Pelayanan D Tingkat Pelayanan E Tingkat Pelayanan F Kecepatan Operasi V/C 1,0

04 Faktor Lalu-lintas Faktor Jalan KDK TRANSPORTASI JURUSAN TEKNIK SIPIL FT. UNDA MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI POKOK BAHASAN: ARUS LALU-LINTAS 04 Faktor-faktor yang Berpengaruh Tingkat Pelayanan Faktor Jalan lebar lajur, kebebasan samping kiri-kanan jalan (kebebasan lateral), bahu jalan, ada tidaknya median, kondisi permukaan jalan, alinemen jalan trotoar, dan lain-lain Faktor Lalu-lintas komposisi lalu-lintas, volume, distribusi lajur, gangguan lalu-lintas, adanya kendaraan tidak bermotor, gangguan samping dan lain-lain.

04 Volume Kecepatan Kapasitas ARUS LALU-LINTAS KERETA KDK TRANSPORTASI JURUSAN TEKNIK SIPIL FT. UNDA MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI POKOK BAHASAN: ARUS LALU-LINTAS 04 ARUS LALU-LINTAS KERETA Lalu-lintas kereta yang bergerak di atas jalan rel terdiri dari lokomotif sebagai alat penarik rangkaian dan rangkaian itu sendiri berupa gerbong-gerbong kereta Volume Diukur dengan satuan kereta per satuan waktu misalnya kereta/jam atau kereta /hari. Kecepatan Kecepatan selama kereta bergerak (running speed) Kecepatan kereta sepan-jang rute yang dilalui (travel speed) Kapasitas Kapasitas kereta ditentukan oleh jumlah gerbong dalam suatu rangkaian, konfigurasi pemuatan penumpang dan barang serta tipe dan kekuatan lokomotif. Kapasitas jalur sangat ditentu-kan oleh kondisi geometrik jalur, kapabilitas sistem pengen-dalian, serta efisiensi sistem operasi di stasiun/terminal.

04 Tingkat Pelayanan Kereta Api Faktor Kualitas Pelayanan Kereta Api: KDK TRANSPORTASI JURUSAN TEKNIK SIPIL FT. UNDA MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI POKOK BAHASAN: ARUS LALU-LINTAS 04 Tingkat Pelayanan Kereta Api Parameter Tingkat Pelayanan: Kapasitas Kecepatan Kereta Headwei Antar Kereta Faktor Kualitas Pelayanan Kereta Api: Keselamatan perjalanan dan keandalan Ketepatan waktu Kemudahan pelayanan Kenyamanan Kecepatan Energi dan Peningkatan produktivitas

04 LALU-LINTAS UDARA Jalur Lalu-lintas Udara KDK TRANSPORTASI JURUSAN TEKNIK SIPIL FT. UNDA MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI POKOK BAHASAN: ARUS LALU-LINTAS 04 LALU-LINTAS UDARA Lalu-lintas udara merupakan suatu bentuk pergerakan dari pesawat di dalam ruang udara Lalu-lintas udara secara umum dapat dipisahkan menjadi dua, yaitu: Lalu-lintas di sekitar bandar udara yaitu ketika pesawat akan tinggal landas (take off) ataupun mendarat (landing). Lalu-lintas udara di luar otoritas bandar udara (air space). Jalur Lalu-lintas Udara Jalur lalu-lintas udara memiliki karakteristik tersendiri mengingat jalurnya hanya berupa ruang udara khayal yang memiliki dimensi panjang, lebar dan tinggi. Dalam pengaturan jalur penerbangan ketiga dimensi ruang tersebut digunakan sebagai acuan dalam menentukan sistem operasi dan pengendalian lalu-lintas udara. Pemisahan jalur lalu-lintas udara secara vertikal ditentukan berdasarkan ketinggian operasi penerbangan dari permukaan laut, dimana untuk ketinggian 1.200 feet sampai 18.000 feet adalah merupakan jalur Viktor yang umumnya digunakan untuk pesawat kecil tipe propeller, sedangkan untuk ketinggian 18.000 feet sampai 45000 feet merupakan jalur yang umumnya digunakan oleh pesawat terbang berjenis lebih besar dan bermesin jet.

04 Volume Kecepatan Kapasitas MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI KDK TRANSPORTASI JURUSAN TEKNIK SIPIL FT. UNDA MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI POKOK BAHASAN: ARUS LALU-LINTAS 04 GAMBAR KONSEP PEMISAHAN LALU-LINTAS UDARA Volume Banyaknya pesawat ter bang yang melakukan kegiatan take-off/ lan ding di lan-dasan pacu (runway) bandar uda-ra tertentu dalam sa-tuan waktu tertentu Kecepatan Kecepatan darat (Ground Speed), yaitu kecepatan pesawat relatif terhadap dara-tan. Kecepatan uda-ra (Air speed), yaitu kecepatan pesawat terha-dap medium dimana pesawat tersebut terbang. Kapasitas Kapasitas pesawat terbang ditentukan oleh besarnya payload yang didefenisikan sebagai berat (barang/penumpang) yang mampu diangkut pesawat terbang sesuai dengan spesifikasi berat maksi-mum ketika take off/ landing di suatu bandar udara dengan jarak perjalanan yang telah ditetapkan. Kapasitas bandar udara adalah kemampuan fasilitas bandar udara (runway, navigation aids dan kelengkapan lainnya) dalam melayani lalu-lintas penerbangan yang berasal/bertujuan /transit di bandar udara tersebut Kapasitas runway misalnya sangat tergantung kepada konfigurasi runway itu sendiri, tingkat kedatangan pesawat, deviasi standar yang terjadi dari tingkat kedatangan pesawat, karakteristik pesawat yang beroperasi, kondisi cuaca serta waktu pelayanan rata-rata untuk kedatangan pesawat di bandar udara

KDK TRANSPORTASI JURUSAN TEKNIK SIPIL FT. UNDA MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI POKOK BAHASAN: ARUS LALU-LINTAS 04 Federal Aviation Administrasion (FAA) mengembangkan suatu metode perhitungan kapasitas landas pacu, seperti: PHOCAP (Practical hourly capacity) yaitu Kapasitas satu jam praktis PANCAP (Practical Annual capacity) yaitu kapasitas tahunan praktis ARUS LALU-LINTAS AIR Arus lalu-lintas angkutan air berupa pergerakan kapal baik yang digerakkan oleh tenaga mesin maupun oleh tenaga angin (layar) Jalur Lalu-lintas Air Jalur lalu-lintas air umumnya bersifat alami seperti laut, sungai dan danau, namun dapat pula buatan manusia (kanal, anjir dan danau buatan) Jalur lalu-lintas air secara umum tidak memiliki batasan visual, kecuali pada beberapa bagian tertentu misalnya, ketika memasuki wilayah pelabuhan

04 Volume Kecepatan Kapasitas Tingkat Pelayanan KDK TRANSPORTASI JURUSAN TEKNIK SIPIL FT. UNDA MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI POKOK BAHASAN: ARUS LALU-LINTAS 04 Volume Dihitung dari jumlah kapal yang berope-rasi per satu-an waktu. Kecepatan Kemampuan gerak (kecepatan) sarana transportasi laut (kapal, perahu, boat) secara umum lebih rendah dari sarana angkutan yang berbasis jalur lainnya seperti jalan rel dan moda trans-portasi udara Kapasitas Kapasitas lalu-lintas air sangat ditentukan oleh batasan kapasitas pelabuhan laut yang melayani memberangkatan, kedatangan, proses bongkar muat dan administrasi Kapasitas pelabuhan secara teknis diukur dengan turn around time (TRT) yang menyatakan besar-nya waktu yang dibutuhkan oleh suatu kapal dalam pelabuhan. Turn around time terdiri dari waktu tunggu kapal (wating time), waktu tunda kapal (approach time) dan waktu sandar kapal (berth time). Tingkat Pelayanan Tingkat pelayanan sistem transportasi air terutama ditopang oleh biaya perjalanan per satuan berat yang sangat murah. Namun hal ini berinflikasi kepada rendahnya kecepatan operasi dan pelayanan di dalam pelabuhan, dimana proses di dalam pelabuhan (untuk barang) bisa mencapai hitungan harian bahkan mingguan tergantung kapasitas dan kapabilitas fasilitas pelayanan yang tersedia di pelabuhan.

SEKIAN DAN TERIMA KASIH ADA PERTANYAAN?? KDK TRANSPORTASI JURUSAN TEKNIK SIPIL FT. UNDA MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI POKOK BAHASAN: ARUS LALU-LINTAS 04 SEKIAN DAN TERIMA KASIH ADA PERTANYAAN??