DISUSUN OLEH : IPHOV KUMALA SRIWANA

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
________________ PENILAIAN PRESTASI KINERJA DAN PERHITUNGAN TUNJANGAN KINERJA PEGAWAI DI LINGKUNGAN KEMENHUB.
Advertisements

PENGUKURAN PRODUKTIVITAS
MUHAMMAD HAJARUL ASWAD PERTEMUAN ANALISIS KORELASI 2.3. KORELASI PARSIAL 2.4. KORELASI BERGANDA.
Pengelolaan Keuangan Pribadi tahun Dwi Susanti
INDEKS MUSIMAN DAN GERAKAN SIKLIS
Oleh : Andri Wijaya, S.Pd., S.Psi., M.T.I.
Rumah Bersalin “HARAPAN BUNDA”
Pengelolaan Keuangan Pribadi Tahun ESA141 Motivasi Usaha Seksi 52 Geri Wijanarko
Bunga sederhana Pertemuan 1.
Langkah – langkah pendesainan suatu Model
Anggaran produksi MATA KULIAH : PENGANGGARAN PERUSAHAAN
MODUL VII  (deltha)  (alpha)  (betha)
ANGGARAN PENJUALAN.
RumahBersalin “HARAPAN BUNDA
Rumah Bersalin “HARAPAN BUNDA”
STATISTIK INDUSTRI MODUL 10
Rumah Bersalin “HARAPAN BUNDA”
AKUNTANSI MANAJEMEN SOAL KUIS.
AKUNTANSI MANAJEMEN SOAL KUIS.
Rumah Bersalin “HARAPAN BUNDA”
BAB X INDEKS MUSIMAN DAN GERAKAN SIKLIS
PERENCANAAN PRODUKSI AGREGAT
DERET BERKALA DAN PERAMALAN
Analisis Perilaku Biaya
METODE PENGUKURAN OBJECTIVE MATRIX (OMAX)
Rumah Bersalin “ HARAPAN BUNDA “
TUGAS TERSTRUKTUR.
Analisis Perilaku Biaya
MANAJEMEN PERSEDIAAN.
BAB 3 PERILAKU BIAYA Pertemuan 3 & 4 – Minggu 2
DERET BERKALA DAN PERAMALAN
PERENCANAAN SDM.
PENGUKURAN PRODUKTIVITAS
Anggaran Produksi.
Analisis Perilaku Biaya
Program Studi Statistika Semester Ganjil 2012
Rumah Bersalin “HARAPAN BUNDA”
Rumah Bersalin “HARAPAN BUNDA”
Rumah Bersalin “HARAPAN BUNDA” Disusun oleh : Nur Listiyana Devi Kelas XII IPA 1 MAN Sabdodadi Bantul 2012.
Rumah Bersalin “HARAPAN BUNDA”
Indeks Musim dan Gerakan Siklis Tugas Mandiri 01 J0682
Rumah Bersalin “HARAPAN BUNDA”
Rumah Bersalin “HARAPAN BUNDA”
DISUSUN OLEH : IPHOV KUMALA SRIWANA
Rumah Bersalin ‘HARAPAN BUNDA’
Rumah Bersalin “HARAPAN BUNDA”
Kriteria.
Rumah Bersalin “HARAPAN BUNDA”
ANGGARAN PENJUALAN Oleh : wahyudin.
Studi Kelayakan Bisnis (Aspek Pasar dan Pemasaran)
MODEL PENGUKURAN PRODUKTIVITAS MARVIN E. MUNDEL
Analisis Perilaku Biaya
METODE ANALISIS TREND: Trend Non Linier
Rekapitulasi Data ISPU
ANGGARAN PRODUKSI Mispiyanti, S.E., M.Ak., Ak..
Rumah Bersalin “HARAPAN BUNDA”
PAJAK PENGHASILAN.
BAB 3. Analisis biaya.
Rekapitulasi Data ISPU
Kelompok 2 munajah dewi raja gukguk Lela martina Oktavia rahmayati
KONSEP PRODUKSI Juarini.
Oleh : Keti Purnamasari, S.E.,M.Si
2014 CALL CENTER PERFORMANCE Departmen Training & Quality Assurance
PRAKTIKUM STATISTIKA INDUSTRI
PERENCANAAN SDM.
Anggaran Produksi.
LAPORAN REKAM MEDIK OKTOBER BAGIAN REKAM MEDIS 1.Pendaftaran 2.Asembling 3.Coding 4.Filling 5.Pelaporan.
Rekapitulasi SNI Penetapan Tahun April
JADWAL KEGIATAN SAKERNAS 2019
Pengolahan grafik dan penambahan gambar
Transcript presentasi:

DISUSUN OLEH : IPHOV KUMALA SRIWANA Materi ke-8 MODEL PENGUKURAN PRODUKTIVITAS BERDASARKAN PENDEKATAN FUNGSI PRODUKSI COBB-DOUGLAS DISUSUN OLEH : IPHOV KUMALA SRIWANA

FUNGSI PRODUKSI COBB-DOUGLAS Merupakan salah satu bentuk fungsi produksi yang paling banyak dipergunakan dalam analisis produktivitas.

ALASAN PENGGUNAAN FUNGSI PRODUKSI COBB-DOUGLAS Bentuknya sederhana dan mudah dalam penerapannya. Mampu menggambarkan keadaan skala hasil (apakah sedang meningkat, tetap atau menurun). Koefisien-koefisien fungsi produksi cobb-douglas secara langsung menggambarkan elastisitas produksi dari setiap input yang dipergunakan. Koefisien intersep dari fungsi produksi cobb-douglas merupakan indek efisiensi produksi yang secara langsung menggambarkan efisiensi penggunaan input dalam menghasilkan output dari system produksi yang sedang dikaji itu.

Kerangka kerja pengukuran Produktivitas Total Menggunakan Fungsi Produksi Cobb Douglas

Bentuk umum dari fungsi produksi cobb-douglas Q = δ Iα Q = Output I = Jenis Input yang digunakan dalam proses Produksi δ = indeks efisiensi penggunaan input dalam menghasilkan output (kuantitas input yang dibutuhkan dalam menghasilkan output) α = elastisitas produksi dari input yang digunakan

CONTOH : Hubungan antara input tenaga kerja (L) dan modal (K) terhadap output suatu proses produksi, dapat ditulis sbb : Q = δ Lα Kβ

CONTOH : (Asumsi : δ =0,5 dan 1,5, α dan β diabaikan,) Sebelum implementasi : Q = 0,5 Lα Kβ Q = 0,5 (L, K) Q/0,5 = (L, K) atau (L, K) = (1/0,5)Q = 2Q Sesudah implementasi : Q = 1,5 Lα Kβ Q = 1,5 (L, K) Q/1,5=(L, K) atau (L, K) = (1/1,5)Q = 0,67Q

Mana yang lebih efisien ? (L, K) = 2Q atau (L, K) = 0,67Q

(L, K) = 2Q satu unit input produksi (L,K) berharga 2 kali nilai produksi yang dibutuhkan dalam proses produksi tersebut.

Nilai Produksi Total (L, K) = 2Qsebelum Qsebelum/ (L, K) =1/2 = 0,5 (L, K) = 0,67Qsesudah Qsesudah/ (L, K)=1/0.67 =1,5 Artinya : Implementasi program peningkatan produktivitas mampu menghasilkan produksi 3 kali lebih tinggi dibandingkan sebelumnya, pada tingkat penggunaan input produksi tenaga kerja dan modal (L,K) yang sama.

Nilai Produksi Total Artinya : Atau Implementasi program peningkatan produktivitas telah melipatgandakan efisiensi produksi sebesar 3 kali (300%), sehingga prosuktivitas total dari sistem produksi setelah implementasi program peningkatan produktivitas telah meningkat sebesar 200% yang diperoleh dari : ((1-0,5)/0,5)x100%)

Qsesudah/ (L, K)=1/0.67 =1,5 Artinya : Proses produksi sesudah implementasi program peningkatan produktivitas menghasilkan output rata-rata sebesar 1,5 unit untuk setiap penggunaan satu unit tenaga kerja dan modal, (L,K).

Kesimpulan Semakin besar nilai δ dalam fungsi produksi Cobb Douglas, indeks efisiensi produksi semakin tinggi, yang berarti pula bahwa proses transformasi nilai tambah dari input menjadi output telah menjadi semaki efisien.

Q = δ Lα Kβ (L= TK, K = Modal) Bila nilai α > β, proses produksi menggunakan input tenaga kerja lebih besar daripada input modal.

CONTOH 1 Sebuah perusahaan manufaktur memiliki fungsi produksi Cobb Douglas sebelum implementasi program peningkatan produktivitas adalah Q=0,5L0,5K0,3 dan sesudah implementasi program peningkatan produktivitas adalah Q=1,5L0,6K0,7

Pertanyaan contoh 1 Berdasarkan contoh 1, berapakah produktivitas total? Bagaimanakah proporsi penggunaan input modal (Meningkat/menurun)? (β/α) Skala hasil sebelum dan sesudah implementasi (meningkat/menurun)? α+β

Bila nilai α+β = 0,8 artinya bila ada penambahan input total tenaga kerja dan modal masing-masing sebesar 1% hanya meningkatkan output sebesar 0,8% (ceteris paribus)

CONTOH 2 Tabel 1 dan 2 adalah data di PT ABC sebelum dan sesudah implementasi program peningkatan produktivitas (2006) dan sesudah implementasi program peningkatan produktivitas (2007) (Q=Data produksi, L=input tenaga kerja, PL=produktivitas tenaga kerja).

TABEL 1 No Bulan Qsebelum (ton) Lsebelum (jam) PLsebelum (ton) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember 8000 7500 8500 10000 9000 10500 9500 11000 12500 11500 12000 2700 2600 2750 3025 2725 2850 3150 2950 3325 4175 3550 3900 2.963 2.885 3.091 3.306 3.119 3.158 3.333 3.220 3.308 2.994 3.239 3.077

TABEL 2 No Bulan Qsesudah (ton) Lsesudah (jam) PLsesudah (ton) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember 9600 9000 10200 12000 10800 12600 11400 13200 15000 13800 14400 2700 2600 2750 3025 2725 2850 3150 2950 3325 4175 3550 3900 3.556 3.462 3.709 3.967 3.743 3.789 4.000 3.864 3.970 3.593 3.887 3.692

Untuk dapat menganalisa data yang terdapat pada Tabel 1 dan 2 dengan menggunakan fungsi produksi Cobb Douglas, maka data produksi (Q) dan penggunaan input tenaga kerja (L) harus ditransformasikan dulu ke dalam bentuk logaritma natural (ln) yang mana hasilnya dapat dilihat pada Tabel 3 dan 4.

TABEL 3 No Bulan Qsebelum (ton) Lsebelum (jam) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember 8.9872 8.9227 9.0478 9.2103 9.1050 9.2591 9.1590 9.3057 9.4335 9.3501 9.3927 7.9010 7.8633 7.9194 8.0147 7.9102 7.9551 8.0552 7.9896 8.1092 8.3369 8.1747 8.2687

TABEL 4 No Bulan Qsesudah (ton) Lsesudah (jam) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember 9.1695 9.1050 9.2301 9.3927 9.2873 9.4415 9.3414 9.4880 9.6158 9.5324 9.5750 7.9010 7.8633 7.9194 8.0147 7.9102 7.9551 8.0552 7.9896 8.1092 8.3369 8.1747 8.2687

Dengan menggunakan data pada Tabel 3, carilah nilai δ lnQ =ΣlnQ/n lnL =ΣlnL/n β={n.Σ(lnQ)(lnL)–(ΣlnQ)(ΣlnL)}/{nΣ(lnL)2-(ΣlnL)2} t = lnQ-lnL Ln δ= t δ = anti ln t Qsebelum = δ.Lβsebelum Q sesudah = δ.Lβsesudah

Berapakah nilai efisiensi tahun 2007 dibandingkan dengan tahun 2006? Bagaimanakah nilai elastisitas output TK? (artinya, penambahan penggunaan TK sebesar 1% dari tingkat penggunaan TK tahun 2007, akan mampu memberikan nilai output produksi sebesar ……….%