Analisis Cr3+ dan Cr6+ menggunakan spektrofotometri UV-Vis

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Oleh : Belina Harnum Elvia Mawarni Puti Lara Gobah Putri Diana
Advertisements

SPEKTROFOTOMETRI 1. Ultra Violet (λ nm) 2
Dipresentasikan pada SEMINAR NASIONAL KIMIA DAN PENDIDIKAN KIMIA atas kerjasama UNS-Undip-Unnes Surakarta, 22 November 2008 Oleh: Didik Setiyo Widodo,
LIMBAH IPA Created by : Franki Nova H, ST.
Nama : Rahmawati Tuhelelu Nim : Prodi : Kimia Fak : Kip
Prakonsentrasi krom (VI) dari matriks tekstil
TUGAS DASAR-DASAR PEMISAHAN ANALITIK
Kelompok 5 Desta Saputri ( ) Diah Nur’aini ( ) Dita Apriani ( )
DANIA KURNIAWATI, Sintesis Zeolit Dari Abu Layang Batubara Secara Hidrotermal Melalui Proses Peleburan dan Aplikasinya Untuk Penurunan Logam.
Analisis Injeksi Alir dengan Sistem Difusi Gas untuk Penentuan Karbondioksida dalam Minuman Terkarbonasi Oleh: Amaliah Dwi Kanty Pembimbing: Dr.Muhammad.
ABSTRAKSI PENELITIAN Penulis Dr.rer.net. Ganden Supriyanto, M.Sc.; Drs. Yusuf Syah, M.S. Asal Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Sumber Dana.
HASIL PENELITIAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS
Oleh : Astried Sunaryani Pembimbing : Dr Indra Noviandri
EVA MELATI, Studi Isoterm Langmuir Pada Adsorpsi Ion Logam Cu(II) oleh Bekatul Termodifikasi Fosfat.
PENGENCERAN Zat kimia terdapat dalam bentuk : cairan & padatan
Konsep asam basa Indriana Lestari.
Oleh: Cynthia Ayu Rahmawati ( ) Pembimbing:
Penentuan Kadar Protein Menggunakan Spektrofotometri
Soal Stoikiometri.
LATIHAN SOAL.
Eko Suhartono Bag. Kimia/Biokimia Fak. Kedokteran UNLAM
PENENTUAN LOGAM MANGAN(II) DALAM AIR ALAMI MENGGUNAKAN R-FIA
Pengembangan Metode Prakonsentrasi dengan Teknik Injeksi Alir untuk Analisis Cu2+ dan Pb2+ dalam Air Aliran Sungai Citarum dan Waduk Saguling Oleh : Sita.
Maulidfia Rahmi – Endah Retno K – Nora Dwi Saputri – Badrut Tamam Ibnu Ali – Kelompok 5:
Tahapan spektrofotometri
Colorimeter dan Spektrometer filter serta Aplikasinya Bahriah P PROGRAM PASCASARJANA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS.
ANALISA KUANTITATIF ANALISA TITRIMETRI.
COLORIMETRI SPECTROFOTOMETER UV-VIS
MINGGU KE 9 ANALISA MINERAL.
Metode Kalibrasi Alat Kalibrasi
S P E K T R O S K O P I.
SPEKTROSKOPI.
S P E K T R O S K O P I.
Spektrofotometer.
SPEKTROSKOPI Merupakan salah satu metode analisis instrumental Dasar:
FOTOMETRI Nina Salamah, MSc., Apt.
PROSES OPTIMASI SUHU DAN KONSENTRASI SODIUM BISULFAT BERBASIS (NA)HSO4 PADA PEMBUATAN SODIUM LIKNOSULFAT BERBAHAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT Oleh.
KIMIA ANALITIK Oleh : Heri Satria, M.Si FAKULTAS MIPA KIMIA
Pemanfaatan Dregs Dan Pupuk Kandang Untuk Meningkatkan Kandungan Nitrogen (N) Pada Lahan Gambut Oleh Sri Wilda Albeta.
ANALISIS PENGAWET BUATAN PADA MINUMAN
PENGOLAHAN AIR LIMBAH MENGANDUNG LOGAM BERAT
PENENTUAN KADAR KARBOHIDRAT DENGAN METODE ANTHRONE
Penentuan Kadar Phospor
Penentuan Kadar Zat Besi (Fe)
PRAKTIKUM EKOTOKSIKOLOGI PERAIRAN
PENCEMARAN UDARA * Adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia,
HASIL SEDIAAN DAN EVALUASI SNEDD IBUPROFEN
ANALISIS ZAT PEWARNA ALAMI PADA MINUMAN
1. Air Keadaan air di alam:
SPEKTROFOTOMETER UV-VIS KELOMPOK 6
Formulasi SNEDDS formula 7
Dwi Koko P. M.Sc., Apt Bagian Kimia Farmasi Universitas Jember
FOMULASI SNEDDS DISUSUN OLEH : 1.Lutfatul Amalia ( )
Nama : M. Adhitya Nugraha Kelas : XII Kimia Analis I
Penentuan Kadar Karbohidrat Dengan Metode Anthrone
(1,1-difenil-2-pikrilhidrazil)
SPEKTROFOTOMETER UV-Visible
Pengertian Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Beserta Jenis-Jenisnya
Pemeriksaan Kualitas kimia Air PERTEMUAN 9 Nayla Kamilia Fithri
Imtihana Rosidatul Ummah
Pemeriksaan Kimia Klinik pada Darah
Hari, Tanggal : Senin, 16 Mei 2016
SEMINAR KIMIA PENGUJI I: Agung Nugroho Catur Saputro, S.Pd, M.Sc PENGUJI II: Drs.H.Haryono, M.Pd PEMANFAATAN ZEOLIT ALAM TERMODIFIKASI SURFAKTAN HDTMA-Br.
KIMIA ANALITIK Oleh : Heri Satria, M.Si FAKULTAS MIPA KIMIA
Tujuan Mahasiswa mampu mengetahui hasil Absorbansi pada beberapa sampel simplisia dengan menggunakan Spektrofotometri UV VIS.
Oleh: Jenny Novina Sitepu – Liza Mutia
1. BOD (Biochemical Oxygen Demand) BOD atau Biochemical Oxygen Demand adalah suatu karakteristik yang menunjukkan jumlah oksigen terlarut yang diperlukan.
Disusun Oleh: Aang Febrizal, Hendrawan Teguh dan Mustofa Kamal.
KELOMPOK IV RENY ALIM AL AYUBI SYAM NASHRAH SURYANY SERNA HAMID SRY ASTUTI
Transcript presentasi:

Analisis Cr3+ dan Cr6+ menggunakan spektrofotometri UV-Vis Oleh : Noor Fitriyani (11612026) Lalu Muammar (1161202 )

Referensi SPESIASI Cr(III) DAN Cr(VI) PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI ELEKTROPLATING Dian Windy Dwiasi, Dwi Kartika Program Studi Kimia, Jurusan MIPA Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto

Pendahuluan Beberapa unsur di lingkungan tidak hanya berada pada keadaan valensi lebih dari satu, tetapi juga dapat muncul sebagai kation, anion atau netral. Kromium tergolong salah satu limbah jenis bahan beracun berbahaya (B3) yang banyak ditemukan di lingkungan perairan. Ketertarikan dalam spesiasi kromium (Cr) dikarenakan penggunaannya yang tersebar luas dalam berbagai industri seperti industri plating logam, zat warna, penyamakan kulit, dan industri cat Berdasarkan Keputusan Menteri Negara Kependudukan Dan Lingkungan Hidup No. 03/MENKLH/II/1991 tentang penetapan baku mutu lingkungan menyatakan bahwa ambang batas Cr(VI) yang diijinkan berada dalam perairan adalah sebesar 0,05 mg/L (Fardiaz, 1992). Menurut The Environmental Protection Agency (EPA), batas maksimum Cr(III) dan Cr(VI) yang diijinkan di dalam air minum adalah 100 μg/L. Batas maksimum paparan bagi anak-anak dalam 10 hari yaitu 1,400 μg/L, sedangkan paparan yang lebih panjang bagi anak-anak sebesar 240 μg/L, paparan yang lebih panjang bagi orang dewasa yaitu 840 μg/L, dan paparan seumur hidup bagi orang dewasa 120 μg/L (ASTDR, 2000).

Metode Penelitian Bahan-bahan Kristal kalium dikromat 1,5- diphenylcarbazid Sampel limbah cair industri elektroplating H2SO4 pekat Aseton Aquadest Instrumen AAS Spektrofotometer UV – Vis

Prosedur Analisis Cr total pada sampel limbah cair Analisis logam-logam berat dalam limbah cair elektroplating Analisis Cr total pada sampel limbah cair 1 Disiapkan sampel limbah cair sebanyak 25 mL dari berbagai jarak 2 Sebagian dari larutan tersebut diukur absorbansinya dengan AAS 3 Didapat konsentrasi Cr total dalam sampel dengan cara memasukkan harga absorbansi ke dalam persamaan linier kurva standar

Penentuan panjang gelombang optimum pada pH 1,5 Analisis Cr(VI) dengan metode diphenylcarbazid Penentuan panjang gelombang optimum pada pH 1,5 1 Diukur absorbansi larutan Cr(VI) yang direaksikan dengan diphenylcarbazid. 2 Lima buah larutan Cr(VI) dengan konsentrasi 0,5 ppm diatur pada pH 1,5 dengan H2SO4 pekat dan dikomplekskan dengan 1 mL 1,5- diphenylcarbazid 0,5% 3 Larutan dikocok dan didiamkan selama 20 menit 4 diukur absorbansinya pada panjang gelombang 520 - 570 nm menggunakan Spektrofotometer UV - Vis. 5 Larutan blanko dibuat dengan cara yang sama tanpa penambahan Cr(VI).

Penentuan waktu kestabilan kompleks Cr(VI) - diphenylcarbazid pada pH 1,5 mengukur absorbansi larutan Cr(VI) 0,5 ppm pada pH 1,5 dengan menggunakan H2SO4 pekat 2 dikomplekskan dengan 1 mL 1,5 - diphenylcarbazid 0,5% 3 Larutan kemudian diukur absorbansinya pada panjang gelombang 545 nm menggunakan Speltrofotometer UV – Vis setiap selang waktu 5 menit selama 60 menit

Pembuatan kurva standar 1 Dibuat seri larutan standar Cr(VI) 0 - 0,5 ppm yang diasamkan pada pH 1,5 dengan menggunakan H2SO4 pekat 2 dikomplekskan dengan 1 mL 1,5 - diphenylcarbazid 0,5% 3 Larutan diukur absorbansinya pada panjang gelombang 545 nm menggunakan spektrofotometer UV - Vis 4 Data absorbansi digunakan untuk membuat kurva kalibrasi absorbansi vs konsentrasi Cr(VI)

Penentuan konsentrasi Cr(VI) dalam sampel limbah cair 1 Disiapkan masing-masing 5 buah sampel limbah cair elektroplating dengan jarak 0 meter, 100 meter, 200 meter, 400 meter, 600 meter 2 Larutan diperlakukan dengan perlakuan yang sama seperti pada larutan standar 3 Larutan diukur absorbansinya menggunakan spektrofotometer UV - Vis pada panjang gelombang maksimum 4 Data absorbansi yang diperoleh digunakan untuk menentukan konsentrasi Cr(VI) dalam sampel dengan memplotkannya ke dalam kurva standar

[Cr(III)] = [Cr total] - [Cr(VI)] Penentuan konsentrasi Cr(III) Konsentrasi Cr(III) dihitung dengan menggunakan rumus sebagaiberikut : [Cr(III)] = [Cr total] - [Cr(VI)]

Hasil optimasi panjang gelombang Hasil dan Pembahasan Metode spesiasi kromium dan analisis Cr(VI) dengan metode diphenylcarbazid Hasil optimasi panjang gelombang

optimasi waktu kestabilan kompleks

kurva kalibrasi

Hasil pengukuran kadar Cr(VI) dalam sampel limbah cair dapat dilihat

Kurva kalibrasi standar krom total

Hasil pengukuran kadar Cr total dalam sampel limbah cair

Kadar Cr(III) yang dihasilkan Penentuan Cr(III) dalam sampel limbah cair diperoleh selisih antara kadar Cr total dengan Cr(VI). Hasil perhitungan kadarCr(III) adalah sebagai berikut : pada jarak 0 meter diperoleh kadar Cr(III) sebesar 40,2 ppm; pada jarak 100 meter, kadar Cr(III) diperoleh sebesar 2,499 ppm; pada jarak 200 meter, kadar Cr(III) diperoleh sebesar 0,4169 ppm; pada jarak 400 meter, kadar Cr(III) diperoleh sebesar 0,2423 ppm; pada jarak 600 meter, kadar Cr(III) diperoleh sebesar - 0,5435 ppm.

Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa kadar Cr(VI) pada sampel limbah cair elektroplating masih berada di bawah ambang batas yang diizinkan oleh pemerintah sebesar 0,05 mg/L