Materi Inti. 5 Makanan bagi Bayi yang Lahir dari Ibu HIV

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Bab 7 Gizi Buruk.
Advertisements

SUATU PROSES PEMBERIAN BANTUAN YANG DILAKUKAN SESEORANG KPD ORANG LAIN DALAM MENENTUKAN/MEMBUAT KEPUTUSAN ATAU PEMECAHAN MASALAH MELALUI PEMAHAMAN BERDASAR.
Tujuan Pengaturan Upaya Kesehatan Anak:
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS)
Dr. Ina Hernawati, MPH Direktur Bina Gizi Masyarakat
Enny Zuliatie Die-J YPI (Drop in Center Cijantung Yayasan Pelita Ilmu)
Mengenal Lebih Dekat HIV/AIDS
MLA merupakan metode kontrasepsi alamiah yang mengandalkan pemberian ASI pada bayinya Akan tetap mempunyai efek kontrasepstif apabila Menyusukan secara.
MASALAH-MASALAH DALAM PEMBERIAN ASI
KESEHATAN TENTANG DIARE.
DIARE (MENCRET).
PMTCT DALAM PERSPEKTIF HAK ANAK
Intan Silviana Mustikawati, SKM, MPH
KONSEP KOMUNIKASI PERUBAHAN PERILAKU (KPP)
Modul 6 Pencegahan Penyakit dan Pemeliharaan Kesehatan anak
MANFAAT MENYUSUI 1/1 MENYUSUI A S I Membantu bonding dan perkembangan
Dinas Kesehatan Propinsi Kalimantan Timur
TEKNIK MEMERAH,MENYIMPAN DAN MEMBERIKAN ASI
MASTITIS.
KEBUTUHAN DASAR PADA BAYI
PMTCT DALAM PERSPEKTIF HAK ANAK
AJENG WIDHIA EKA NUGRAHA
KEBUTUHAN DASAR BAYI OLEH:RENA DWI WAHYUNI (151380)
MELAKSANAKAN KEBUTUHAN DASAR PADA BAYI
INEL MASRAYANTI IB PRINSIP POKOK ASUHAN KEHAMILAN Prinsip-prinsip pokok asuhan antenatal konsisten dengan dan didukung oleh prinsip-prinsip.
Kebutuhan Dasar Pada Bayi Baru Lahir
ASUHAN POSTNATAL DI KOMUNITAS
Pencegahan Penularan HIV pada Perempuan, Bayi dan Anak
Ninis Indriani, M. Kep., Sp.Kep.An
KEBUTUHAN DASAR PADA BAYI
Kebutuhan dasar pada bayi baru lahir
MORTALITAS.
ASI EKSKLUSIF Nur Kholifah S.Tr.Keb.
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU DENGAN GANGGUAN SISTEM REPRODUKSI (MASTITIS)
Ambil 2 sendok makan beras merah, bilas dengan air bersih.
ASUHAN NEONATUS,BAYI,BALITA,DAN PRA SEKOLAH
kebutuhan dasar pada bayi
DOSEN : FATMI NIRMALA SARI,M.keb
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU DENGAN GANGGUAN SISTEM REPRODUKSI (MASTITIS)
Kebutuhan Dasar pada Bayi
BUKU KIA Kesehatan Ibu dan Anak.
MASALAH MENYUSUI PADA IBU DENGAN KEADAAN KHUSUS
MENCRET dr. Ni Made Nova Andari K.
PEDOMAN PEMBERIAN MAKANAN ASI (AIR SUSU IBU) EKSKLUSIF (0-6 BULAN)
“Strategi KIE HIV-AIDS” terkait PPIA
Faktor-faktor yang mempengaruhi adaptasi bayi baru lahir
Assalamu’alaikum wr. wb
Hubungan Sikap Ibu Tentang Mencuci Tangan Sebelum Menyiapkan dan Memberikan Makanan dengan Kejadian Diare Pada Bayi dan Balita di Poli MTBS Puskesmas Tanjunganom.
Penatalaksanaan Diare Berdasarkan MTBS
KONSEP DAN TATALAKSANA GIZI HIV
Mencegah Kejadian Stunting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)
PENANGANAN ANAK DENGAN DIARE
Mengenal Lebih Dekat HIV/AIDS
Materi Inti 1 KONSEP KOMUNIKASI PERUBAHAN PERILAKU (KPP) DALAM PEMBERDAYAAN KELUARGA Pelatihan Pelatih Pengelola KPP dalam Pemberdayaan Keluarga di Puskesmas.
PENTINGNYA PEMBERIAN ASI 1. ASI ASI  dihasilkan dari tubuh ibu… 2 AIR SUSU IBU.
TEAM PROMKES RSUD DR. ADJIDARMO
PERSIAPAN IBU DAN KELUARGA MENGHADAPI PERSALINAN Oleh : Dwi Suprapti,S.Tr.Keb.M.Kes Prodi DIII Kebidanan STIKes Bhakti Mulia Pare.
-Anti Dewi -Fahrur Rozi -Fariza Ayudia -Filla Delfia -Lyna Ferli Khalinda -Meri Putri Rizaldi -Niken Lismirahayu -Nosi -Sonia.
PERMASALAHAN ASI EKSKLUSIF DI INDONESIA Oleh : Emilda AS, SST, MPH.
DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PETERNAKAN PROVINSI SUMATERA UTARA DALAM
Kebutuhan Nutrisi Dasar bagi Anak Usia Dini & Penilaian Status Gizi
DIARE AKIBAT SANITASI YANG BURUK MERY PURWANTINI Puskesmas Samigaluh I.
Pengertian Infeksi HIV pada anak terutama disebabkan penularan dari ibunya. Dengan kata lain infeksi HIV pada anak terjadi akibat penularan selama masa.
NAMA KELOMPOK 1:  ANDRI SETIAWAN SANJAYA  EVISIA HARCELLANI  RIZKY PURNAMA  SRI KADARTI  STEFANIE NOVITASARI.
DISAMPAIKAN DI KEGIATAN SOSIALISASI PMBA PADA KADER OLEH : PUSKESMAS GABUS II PEMBERIAN MAKANAN PADA BAYI DAN ANAK.
STUNTING KAB. LABUHANBATU UTARA. Pengertian Stunting Keadaan dimana tinggi badan berdasarkan umur rendah (dibawah persentil ke 3 atau
PHBS RUMAH TANGGA (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) Oleh : Almayda Anastasia,SKM Puskesmas Cipadu.
Oleh : Almayda Anastasia,SKM Puskesmas Cipadu PENTINGNYA PENINGKATAN GIZI DALAM 1000 HPK.
Transcript presentasi:

Materi Inti. 5 Makanan bagi Bayi yang Lahir dari Ibu HIV Disampaikan pada: Pertemuan PPIA Klungkung, 30 September 2014

Deskripsi singkat WHO: penularan HIV dari ibu ke bayi melalui laktasi adalah 5-20% ASI nutrisi terbaik bagi bayi baru lahir Nutrisi selain ASI harus memenuhi syarat AFASS ASI harus diberikan secara eksklusif

Definisi Bayi Menyusui eksklusif Menyusui campur Susu formula bayi   Bayi Menyusui eksklusif Menyusui campur Susu formula bayi Makanan pendamping Relaktasi

POKOK BAHASAN 1: Penularan HIV kepada bayi dan anak melalui pemberian makanan

Fakta ASI adalah gizi yang terbaik bagi bayi Ibu dengan HIV, kemungkinan menularkan HIV melalui ASI. Orangtua memilih setelah mendapat konseling Pemilihan: pencegahan penularan HIV dan pemeliharaan status nutrisi Pemberian makanan tidak tepat: meningkatkan risiko infeksi, kurang gizi, bahkan kematian

Transmisi vertikal HIV Tanpa intervensi: Risiko 5-10% Risiko 10-20% Risiko 10-15% Intrauterin intrapartum Pasca persalinan Antiretrovirus (ARV) ARV SC Bayi: ARV Susu formula Intervensi/PMTCT

Transmisi HIV melalui ASI Transmisi melalui laktasi adalah 5-15% (WHO) Analisis tahun 2002 (Ghent) menunjukkan tingkat penularan sebagai berikut: Kumulatif - 1 - 6 bulan: 4% 4% - 7 -12 bulan: 5% 9% - 13-24 bulan: 7% 16% Meta-analisis tahun 2004 menunjukkan penularan kumulatif sebesar 9.3% pada usia 18 bulan (8.9 per 100 child-years of breastfeeding) Late postnatal transmission of HIV-1 in breast-fed children: an individual patient data meta-analysis. Coutsoudis A, Dabis F, J Infect Dis. 2004 Jun 15;189(12):2154-66.

Probabilitas kumulatif terinfeksi HIV AIDS. 2001;15:379-87

POKOK BAHASAN 2: Pemberian makanan bagi bayi dari ibu HIV

Pemilihan makanan Pertimbangkan dengan baik: banyak faktor peran penting penyuluh kesehatan: Informasi risiko penularan HIV melalui pemberian ASI Keuntungan-keuntungan dan kerugian-kerugian dari tiap pilihan yang tersedia Menghargai adat-istiadat, praktik-praktik, dan kepercayaan-kepercayaan setempat

Nutrisi bayi yang belum diketahui status HIV-nya Didahului konseling terkait risiko penularan HIV sejak sebelum persalinan Pengambilan keputusan oleh ibu/keluarga setelah konseling lengkap → harus didukung Pilihan harus antara ASI saja atau susu formula saja Sangat tidak dianjurkan pemberian ASI bersama susu formula (menyusui campur/mixed feeding)

5. Ibu boleh memberikan susu formula bagi bayinya yang HIV atau tidak diketahui status HIVnya jika seluruh syarat AFASS terpenuhi (affordable, feasible, acceptable, sustainable, safe) Bila syarat AFASS terpenuhi maka ASI dihentikan dan diberikan susu formula dengan penyiapan yang baik

7. Penghentian ASI dilakukan secara total (sehingga tidak mixed feeding). Mastitis dicegah dengan memerah ASI secara bertahap tanpa diberikan pada bayi 8. Usia 6 bulan AFASS belum terpenuhi: ASI diperah dan dipanaskan (heat treated) dan diberikan dengan gelas kaca atau gelas/botol plastik no 5. Usia 12 bulan ASI harus dihentikan dan mendapat makanan keluarga

Tanda AFASS terpenuhi Jaminan atas akses air bersih dan sanitasi yang baik Ibu (atau pengasuh) sepenuhnya mampu menyediakan susu formula secara cukup /adekuat untuk mendukung tumbuh kembang anak Ibu (atau pengasuh) mampu menyiapkan susu formula dengan bersih dan dengan frekuensi yang cukup, sehingga aman dan terhindar dari diare dan malnutrisi Ibu (atau pengasuh) dapat memenuhi kebutuhan susu formula secara eksklusif/terus-menerus sampai bayi berusia 6 bulan Keluarga mampu memberikan dukungan; dan Ibu (atau pengasuh) dapat mengakses pelayanan kesehatan yang komprehensif bagi bayinya.

Jika bayi telah diketahui HIV positif Sangat dianjurkan ASI eksklusif untuk usia 6 bulan pertama Setelah usia 6 bulan diberi MP-ASI dan ASI diteruskan hingga 2 tahun.

Persiapan pemberian pengganti ASI ASI perah dipanaskan membebaskan dari virus HIV aktif, aman, bergizi mudah diperoleh, tersedia, dan melindungi Menurunkan beberapa faktor pelindung namun tetap ada Dapat untuk: - jika bayi: BBLR, sakit atau tidak bisa menyusu, ATAU - jika ibu sakit, sementara tidak bisa menyusui, atau bermasalah di payudara, ATAU -bayi dalam persiapan penyapihan -

Metode pemanasan ASI Cara cepat (flash heating) ASI dalam wadah gelas terbuka Cara cepat (flash heating) Letakkan ASI perah dalam wadah terbuka berbahan gelas dalam panci berisi air, panaskan panci sampai air mendidih. Matikan api, segera angkat ASI perah, tutup dan biarkan berangsur dingin Pasteurisasi cara Pretoria letakkan ASI dalam tempat berbahan gelas, tutup, masukkan dalam air panas yang sudah dididihkan selama 20 menit, lalu angkat dan biarkan dingin ASI dalam wadah gelas tertutup Air dididihkan 20 menit

Penting bila memberi ASI perah Air bersih yang terus menerus ada Bahan bakar cukup Penghasilan yang tetap yang dapat dikontrol oleh ibu

Persiapan pemberian pengganti ASI B. Susu Formula bayi  Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun selama 20 detik. Peralatan sudah dicuci bersih dan kering. Rebus air hingga mendidih selama setidaknya 1-2 detik Perhatikan takaran yang tepat untuk air dan susu formula. Satu sendok susu formula perlu 30 ml air atau 60 ml air tergantung kemasan. Siapkan air mendidih yang masih panas sesuai kebutuhan, baru masukkan susu formula sesuai takaran. Susu disiapkan hanya untuk 1 kali minum. Berikan susu formula ke bayi dengan menggunakan cangkir. Susu yang tersisa jangan diminumkan kepada bayi Cuci semua peralatan dengan bersih dan simpan di wadah tertutup.

Penting diingat! Pemberian susu formula maupun ASI perah dengan persiapan yang kurang baik dapat menyebabkan bayi menjadi sakit dan meninggal karena infeksi seperti diare atau pneumonia. Pada banyak situasi risiko kematian akibat infeksi lainnya sama hebatnya dengan risiko memperoleh HIV

Persiapan pemberian pengganti ASI C. Susu dari ibu lain yang tidak terinfeksi HIV/ASI donor Harus memenuhi syarat: Permintaan ibu kandung atau keluarga bayi yang bersangkutan; Identitas, agama, dan alamat pendonor ASI diketahui dengan jelas oleh ibu atau keluarga dari bayi penerima ASI; Persetujuan pendonor ASI setelah mengetahui identitas bayi yang diberi ASI; Pendonor ASI dalam kondisi kesehatan baik dan tidak mempunyai indikasi medis yang menjadi kontraindikasi pemberian ASI; dan ASI tidak diperjualbelikan.

POKOK BAHASAN 3: Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan menyusui

Hal yang perlu diperhatikan Ibu tahu risiko dan alasan memilih menyusui anaknya Ibu menyiapkan diri Ibu tahu tentang Inisiasi Menyusui Dini (IMD) Ibu menyusui dengan cara yang baik dan benar Ibu menyusui sesering mungkin semau bayi Ibu tahu tanda-tanda harus menghentikan menyusui

Butir-butir Penting Semua ibu dg HIV ( +) butuh konseling dan dukungan dalam memberikan makanan pada bayinya Resiko penularan HIV menetap selama ibu menyusui Ibu berhak memilih cara pemberian makanan pada bayinya, petugas penyuluh kesehatan mendukung pilihan ibu Ibu dg HIV ( + ) tidak dianjurkan menyusui bila susu formula dapat diterima, memungkinkan, mampu membeli, berkesinambungan dan aman

Butir-butir Penting Pemberian ASI eksklusif dengan penghentian dini pada usia 6 bulan atau sebelumnya, pilihan yang tepat bila ingin memberikan ASI Konseling, pendidikan dan dukungan, kunci keberhasilan melakukan dan mempertahan- kan praktek pemberian makanan bayi yang aman Konseling postnatal dan follow up diperlukan selama 2 tahun pertama kehidupan bayi Mencegah penggunaan susu formula yang tidak tepat

Terima kasih Perlindungan menyeluruh dan dinamis terhadap penularan HIV dari ibu ke bayi 27