OLEH : NUR FAHMI LUKMI SEMESTER PERTEMUAN 4.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Teori Bahasa dan Automata
Advertisements

Teori Bahasa dan Otomata 2 sks
Pertemuan 9 Sifat-sifat Bahasa Regular
Teori Bahasa dan Automata
Oleh: BAGUS ADHI KUSUMA, ST
Ekivalensi -move pada Non Deterministik FSO ke Deterministik FSO
BAB II FINITE STATE AUTOMATA.
Pertemuan 3 Finite Automata
OTOMATA HINGGA.
BAB II FINITE STATE AUTOMATA.
BAB II FINITE STATE AUTOMATA.
BAB V EKSPRESI REGULER 1. Penerapan Ekspresi Reguler
Mahasiswa mampu menerapkan konsep Ekspresi Reguler
Komponen sebuah Kompilator
Pertemuan 3 BAHASA REGULAR
BAB V EKSPRESI REGULER 1. Penerapan Ekspresi Reguler
TEORI BAHASA DAN AUTOMATA
Lexical Analyzer (Scanner)
TEORI BAHASA DAN AUTOMATA
BAB III EKIVALENSI DFA KE NFA
NON DETERMINISTIC FINITE AUTOMATA DENGAN ε - MOVE
BAB II FINITE STATE AUTOMATA.
BAB II FINITE STATE AUTOMATA.
Pertemuan 3 FINITE AUTOMATA
Pertemuan 2 REGULAR EXPRESSION (RE)
Teori Bahasa dan Automata
NON DETERMINISTIC FINITE AUTOMATA DENGAN ε - MOVE
4. NFA DENGAN -MOVE.
Komponen sebuah Kompilator
Non Deterministic Finite Automata dengan є – Move
FINITE STATE AUTOMATA (FSA)
FINITE STATE AUTOMATA (FSA)
Teori-Bahasa-dan-Otomata
Diagram dan Tabel Transisi
BAB II FINITE STATE AUTOMATA.
OTOMATA DAN TEORI BAHASA FORMAL
FINITE STATE AUTOMATA (FSA)
Teori Bahasa dan Automata
Reguler Expression (Ekspresi reguler)
Teori-Bahasa-dan-Otomata
Teori-Bahasa-dan-Otomata
BAGUS ADHI KUSUMA, S.T., M.Eng.
ATURAN PRODUKSI TATA BAHASA REGULER
OTOMATA DAN TEORI BAHASA FORMAL
Pengantar Teknik Kompilasi
OTOMATA DAN TEORI BAHASA FORMAL
Analisis leksikal (Scanner)
NON DETERMINISTIC FINITE AUTOMATA DENGAN ε - MOVE
OTOMATA DAN TEORI BAHASA FORMAL
BAB II FINITE STATE AUTOMATA.
OTOMATA DAN TEORI BAHASA 2
NON DETERMINISTIC FINITE AUTOMATA DENGAN ε - MOVE
Finite State Automata ♦ model matematika yang dapat menerima input dan mengeluarkan output ♦ Memiliki state yang berhingga banyaknya dan dapat berpindah.
ANALISIS LEKSIKAL (Scanner)
Analisis leksikal ( SCANNER )
EKSPRESI REGULER BAB 7.
Ekspresi Regular dan Hubungannya dengan FSA
OTOMATA DAN TEORI BAHASA 4
Tipe data & Variabel 1. Aturan Leksikal. 2. Operator. 3. Statement
Erwin Hidayat (M ) UTeM || 2010
Ekuivalensi NFA KE DFA *YANI*.
TEKNIK KOMPILASI ANALISIS LEKSIKAL
Tipe data & Variabel 1. Aturan Leksikal. 2. Operator. 3. Statement
Konsep dan Notasi Bahasa
Teori Bahasa dan Automata
Pertemuan4.
KONSEP dan NOTASI BAHASA
Automata Hingga Deterministik (AHD)
Otomata & Teori Bahasa Finite State Automata: - Non Deterministic Finite Automata dengan -move - Penggabungan dan Konkatenasi FSA.
Reduksi Jumlah State pada Finite State Automata
Transcript presentasi:

OLEH : NUR FAHMI LUKMI SEMESTER PERTEMUAN 4

Non-Deterministic FSA (NFA) Dalam FSA biasa perubahan dari satu state ke state lainnya dapat dipastikan (satu kemungkinan). Akan tetapi ada FSA yang perubahan statenyatidak dapat diduga (lebih dari satu kemungkinan). FSA seperti ini biasa disebut NFA. SEMESTER PERTEMUAN 4

Contoh (1) Diagram State State Table Dari state 1 bila diberi masukan a, maka kemungkinannya adalah kembali ke state 1 atau pindah ke state 2. SEMESTER PERTEMUAN 4

Contoh (1) Bila diberi masukan string baabab, dan disusun dalam directed graph menjadi seperti: SEMESTER PERTEMUAN 4

Contoh (1) Bila diberikan masukan string ababa: SEMESTER PERTEMUAN 4

Jadi, dapat disimpulkan bahwa Non- Deterministic FSA terjadi karena: 1. Kemungkinan transisinya ke lebih dari satu state. 2. Perubahan state dapat terjadi secara spontan (tanpa input). SEMESTER PERTEMUAN 4

Regular Expression (RE) Agar lebih mudah, biasanya aturan-aturan suatu token ditulis dengan Regular Expression. Aturan penulisan RE adalah sebagai berikut: b Untuk menyatakan karakter sebanyak n. Contoh, b = bbbbb b Untuk menyatakan karakter sebanyak 0 s/d tak terhingga, yaitu {ε,b,bb,bbb,….}. Bentuk ini sering disebut Kleene Closure. b Untuk menyatakan karakter sebanyak 1 s/d tak te hingga, yaitu {b,bb,bbb,bbbb,…}. 123|456 untuk menyatakan ada 2 pilihan, yaitu 123 atau 456. n 5 * + SEMESTER PERTEMUAN 4

Definisi Formal RE Definisi formal dari RE untuk alfabet Σ adalah: 1. Setiap karakter dalam Σ adalah RE 2. ε adalah RE 3. Jika R & S adalah RE, maka: a. RS (atau R.S) adalah RE(menggabung 2 string) b. R | S adalah RE c. R adalah RE (begitu juga S ) d. R adalah RE (begitu juga S ) 4. Hanya ekspresi yang dibentuk dengan cara ini yang reguler. * * * * SEMESTER PERTEMUAN 4

Sifat-Sifat RE Sifat-sifat RE sebagai berikut: R(ST) = (RS) Tassosiative R | (S | T) = (R | S) | Tassosiative R|S = S|Rcommutative R (S | T) = RS | RTdistributive R = RR* R | ε =R* Rε = εR = Ridentitas + + SEMESTER PERTEMUAN 4

RE dan FSA 1. ε dinyatakan denganε 2. a dalam Σ dinyatakan dengan a 3. R,S, yaitu menggabungkan token R dan token S dinyatakan dengan 4. R|S dinyatakan dengan εε ε 5. R* dinyatakan dengan ε MRMR MsMs MRMR MRMR MsMs SEMESTER PERTEMUAN 4

Aplikasi RE dan FSA pada Analisis Leksikal untuk PASCAL Sebagai contoh praktis, agar lebih mendalami Anaisis Leksikal diambilkan beberapa token yang digunakan oleh Turbo Pascal: 1. Identifier dan Konstanta Integer 2. Keyword 3. Operator sederhana 4. Operator gabungan SEMESTER PERTEMUAN 4

State Table SEMESTER PERTEMUAN 4

Arti dari tiap state pada tabel diatas. 1. String state11. End of (**) 2. In identifier12. Found: 3. End of identifier13. Token:= 4. In number14. Found < 5. End of number15. Token <= 6. In {} comment16. Token <> 7. End of {} commant17. Found > 8. Found (18. Token >= 9. In (**) commant19. General puctuation 10. Found * in (**)20. General puctuation SEMESTER PERTEMUAN 4

Contoh Misalnya: x:=ab; Penganalisis akan melewati state-state berikut ini: xsp State 3 adalah accepting state, maka x dikenal sebagai token dan pointernya disimpan (y), dan dilanjutkan ke karakter berikutnya. sp: = SEMESTER PERTEMUAN

Lanjutan State 12 tidak bisa menjadi accepting state karena scanner tidak mengenal tanda ‘:’ sendirian. Scanner baru menerima setelah membaca tanda = hingga membentuk state 13 yang accepting state. Token yang terbentuk adalah tanda :=. Berikutnya dimulai dari state lagi: Sampai disini ab dikenali. Scanner menyimpan pointer, maka dilanjutkan ke state

Lanjutan ; State 19 adalah state yang menerima semua tanda yang tidak tercantum dalam daftar dan backupnya n (no), maka pengenalan untuk pertanyaan tersebut selesai. 119

SEKIAN…..