Algoritma dan Struktur Data Marsel W. Aipassa, S.Kom.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Pengulangan & include
Advertisements

Review DPK Issa Arwani, S.kom, M.sc. UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG.
STRUKTUR PERULANGAN Perulangan adalah instruksi yang dapat mengulang sederetan Instruksi secara berulang-ulang sesuai persyaratan yang ditetapkan. Struktur.
Looping (perulangan) As’ad Djamalilleil
STRUKTUR PERULANGAN (LOOPING)
Struktur Kontrol Struktur kontrol merupakan pengatur aliran program
Algoritma dan Dasar Pemograman
Struktur Kontrol #2 Perulangan
LOOPING (PERULANGAN)
Algoritma dan Struktur Data
STRUKTUR KENDALI PROSES
Lanjutan Dasar-Dasar C#
LOOPING (PERULANGAN)
STATEMENT PENGULANGAN
Sumber Kepustakaan : yohananugraheni.files.wordpress.com/.../7_struktu... 1 Struktur Perulangan.
Perintah Perulangan Pertemuan ::
Algoritme dan Pemrograman
PENDALAMAN LOOP DAN LOGIKA
PERULANGAN / LOOPING / KALANG
Pemograman 1 Pertemuan 6.
Struktur Kendali Perulangan pada C
Struktur Kendali Proses (Perulangan)
Algoritma & Struktur Data Looping, Percabangan dan Array Evangs Mailoa.
1 Dasar Pemrograman Komputer [TKL-4002] Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa akan mampu :  Memahami struktur kendali pengulangan (looping)
Tenia Wahyuningrum.  Struktur kontrol pengulangan Digunakan untuk menjalankan satu atau beberapa pernyataan sebanyak beberapa kali.  Tipe: Pengulangan-while.
Operator Fungsi Logika Perulangan
STRUKTUR PERULANGAN 2 (LOOPING-2)
PERNYATAAN PERULANGAN
Alvano Yulian,MSi LOOPING (PERULANGAN) Perulangan digunakan untuk mengerjakan suatu perintah secara berulang-ulang sesuai dengan yang diinginkan. Perulangan.
Dasar-Dasar Pemrograman
LOOPING / PERULANGAN VISUAL BASIC 6.0.
Algoritma dan Struktur Data 1 pertemuan 6
STRUKTUR PERULANGAN STMIK AMIKOM PURWOKERTO.
Kuliah IV Ricky Maulana Fajri, M.Sc
PERULANGAN (LOOPING).
STATEMENT PENGULANGAN
PERULANGAN WHILE.
Looping (perulangan).
Algoritma Pemrograman
Looping, Percabangan dan Array
PERTEMUAN 9-11 STATEMENT PENGULANGAN
Iterasi ( Perulangan ).
STRUKTUR LOOPING Castaka Agus Suginto, M.Kom., M.CS.
Algoritma dan Pemrograman
Struktur Data Khoiriya Latifah, M.Kom.
BAB VI Pengulangan.
PERULANGAN RISMAYUNI.
PERULANGAN (LOOPING) Looping merupakan proses perulangan suatu blok pernyataan sebanyak yang diinginkan. Ada tiga bentuk dalam proses perulangan: Perulangan.
Struktur Kontrol Struktur kontrol merupakan pengatur aliran program
PEMROGRAMAN WEB DEWI SULISTIYARINI, S.KOM
STRUKTUR DASAR LANJUT PERTEMUAN 5.
Struktur Kondisi dan Perulangan
Kuliah IV Ricky Maulana Fajri, M.Sc
PRAKTIKUM DASAR PEMROGRAMAN
Struktur Kontrol : Perulangan
Looping, Percabangan dan Array
STATEMENT PENGULANGAN
PEMRROGRAMAN WEB (PHP)
~ PERTEMUAN _7 STRUKTUR LOOPING.
Pengontrolan Alur Program
PEMrograman web database
Pengontrolan Alur Program
Pertemuan 8 Looping Erna Sri Hartatik
Pemrograman Terstruktur
PENGULANGAN ALGORITMA & STRUKTUR DATA I PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
Algoritma dan Pemrograman
Struktur Data dan Algoritma
Pengulangan. Pengulangan (Looping) 1. Pengulangan for 2. Pengulangan while 3. Pengulangan repeat … until.
ALGORITMA & PEMROGRAMAN 2B
FONDASI PEMROGRAMAN & STRUKTUR DATA #2 - 4
Transcript presentasi:

Algoritma dan Struktur Data Marsel W. Aipassa, S.Kom.

 Pengertian Looping Beberapa instruksi diulang untuk suatu jumlah pengulangan yang tertentu. Beberapa instruksi diulang untuk suatu jumlah pengulangan yang tertentu. Jumlah pengulangan dapat diketahui sebelumnya atau ditentukan dalam perjalanan program. Jumlah pengulangan dapat diketahui sebelumnya atau ditentukan dalam perjalanan program.  Kegunaan Looping Meringkas algoritma (atau program) dengan mengotomatisasi perintah-perintah yang sama yang dikerjakan berulang-ulang. Struktur loop sangat efektif karena dapat menyingkat puluhan (bahkan mungkin ratusan hingga ribuan baris kode) menjadi beberapa baris perintah saja.

 for Loop  while Loop  do while Loop

 Format for (inisialisasi; kondisi; increment/decrement){ statement; }  Contoh: printf(“It is fun!\n”); for (n=0; n<10; n++) { printf(“It is fun!\n”); }

 Format: while (boolean expression){ statement; }  Contoh:  int n = 0; while (n<10) { printf(“It is fun!\n”); n++; }

 Format: do { statement; } while (boolean expression);  Contoh: do { printf(“It is fun!\n”); } while (n<10);

/* Program Segitigaa */ #include int n; void main(){ printf("n = "); scanf("%d",&n); printf("\n"); for(int i=1;i<=n;i++) { for(int j=1; j<=i ; j++) { printf("*"); } printf("\n"); }

 Pernyataan yang dipakai untuk mengambil keputusan berdasarkan suatu kondisi. Bentuk pernyataan ini ada dua macam :  if  if – else  switch case

 Format if:  Format if-else: if (kondisi) { pernyataan; } if(kondisi) { pernyataan1; } else { pernyataan2; } if(kondisi1) { Pernyataan1; } else if(kondisi2) { Pernyataan2; } else if(kondisi3) { Pernyataan3; } else { pernyataan4; }

Switch(ungkapan) { case ungkapan1: pernyataan1; break; case ungkapan2: pernyataan2; break; default: pernyataanDefault }

Sejauh ini program yang kita pelajari masih sangat terbatas, karena statement assignment hanya berupa pemberian satu nilai pada satu variabel Padahal sering kali kita perlu untuk meng-assign ataupun memanipulasi banyak nilai ke sekelompok variabel Sebagai contoh jika anda membuat program yang membaca 100 nilai percobaan untuk dihitung nilai rata-rata-nya, akan sangat lucu jika kita menghitungnya dengan cara berikut: rata_rata = (x1 + x2 + x3 + x4 + x5 + + dst )/100.

#include void main() { int jumlah = 0; float rata2 = 0; int angka1; int angka2; ………. angka100; printf("Masukkan Angka1 = "); scanf("%d",&angka1); jumlah += angka1; printf("Masukkan Angka2 = "); scanf("%d",&angka2); jumlah += angka2; … rata2 = jumlah/100; printf("Rata-rata = %4.2f",rata2); }

 Array: adalah kumpulan data bertipe sama yang menggunakan nama sama.  Dengan menggunakan array, sejumlah variabel dapat memakai nama yang sama.  Antara satu variabel dengan variabel lain di dalam array dibedakan berdasarkan subscript/index.  Sebuah subscript/index berupa bilangan di dalam kurung siku.

 Array 1 Dimensi  Array 2 Dimensi  Array 3 Dimensi

 Deklarasi Array (1D, 2D dan 3D): – Tipe data elemen array – Nama array – Jumlah elemen array  Deklarasi 1 Dimensi: tipe_data nama_larik[ukuran];  Contoh deklarasi Array 1 Dimensi: int val[ 5 ];//declaration

 Cara 1:  int val[5]; val[0] = 5; val[1] = 10; val[2] = 15; val[3] = 20; val[4] = 25;  Cara 2: int val[5] = {5,10,15,20,25};

Contoh array integer 1D bernama n yg memiliki 5 elemen, n[0] = 1, n[1] = 3, n[2] = 5, n[3] = 7, n[4] = 9 dideklarasikan sbb: – int n[5] = {1,3,5,7,9};

 Akses Indeks pada Array  Perhatikan index-nya, jangan sampai terjadi Error karena akses index yang tidak ada.

#include void main() { int jumlah = 0; float rata2 = 0; int angka[5]; for(int i=0;i<5;i++){ printf("Masukkan Angka ke %d = ",i); scanf("%d",&angka[i]); jumlah = jumlah + angka[i]; -> jumlah += angka[i]; } rata2 = jumlah/5; printf("Rata-rata = %4.2f",rata2); }

 Merupakan array yang terdiri dari m buah baris dan n buah kolom.  Bentuknya dalam matriks atau tabel.  Deklarasi Array 2 Dimensi: TipeData Nama_array[subscript_baris][ subscript_kolom]

 int X[3][4];

 Misal ingin mengisi elemen array baris 2 kolom 3 dengan nilai 10, maka perintahnya: X[1][2] = 10;

for ( baris=1 ; baris<=3 ; baris++) { for ( kolom=1 ; kolom<=3 ; kolom++) { printf("\tMasukan matrik elemen [%d,%d] = ",baris,kolom); scanf("%d",&matrik[baris][kolom]); }

Output:

Menampilkan Isi Array 2 Dimensi: for ( baris=1 ; baris<=3 ; baris++) { for ( kolom=1 ; kolom<=3 ; kolom++) { printf("\tMatrik elemen [%d,%d] = %d",baris,kolom,matrik[baris][kolom]); } printf("\n"); }

 Hasil:

 Dalam bentuk tabel: printf("\tMatrik yant telah diinput adalah : \n"); for ( baris=1 ; baris<=3 ; baris++) { for ( kolom=1 ; kolom<=3 ; kolom++) { printf("\t%d",matrik[baris][kolom]); } printf("\n"); }

 Output:

 Buatlah program menggunakan Bahasa C untuk menghitung perkalian dan penjumlahan matriks 2x2.  User harus menginputkan elemen matriks-nya.  Tugas individu.  Kumpulkan softcopy yang berisi kode program, printscreen output dan penjelasan kode programnya.  Kirim ke  Subject: ASD_L_MATRIKS_NIMLENGKAP  Nama File: MATRIKS_NIMLENGKAP.pdf  Paling lambat Rabu, 28 Januari 2010 pukul WIB.  Terlambat tidak akan dinilai.