1 Pertemuan 18 Template Matakuliah: T0456 ~ Algoritma dan Metode Object Oriented Programming Tahun: 2005 Versi: 5.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Silahkan Salin Jawaban Anda DiKertas Sertakan : NIM. : Nama. : Kelas
Advertisements

Template.
Fungsi (lanjutan) Pertemuan ke-9 Bahasa C.
Template. Templates Teknik membuat tipe data yang berupa arameter, artinya data tersebut dapat berubah - ubah tergantung parameter yang di berikan saat.
3 Variabel, Konstanta Tipe Data dan dalam Bahasa C/C++ Java dan Bab
PENGENALAN c++ DAN STRUKTUR DASAR C++
PEMROGRAMAN SISTEM PERNYATAAN DASAR PILIHAN Pertemuan V
Variabel, Method & Constructor Oleh : Nur Hayatin, S.ST Teknik Informatika – UMM 2011.
METHOD Object Oriented Programming with JAVA 2011/2012.
#include //bagian modul int hitung(x,y) { return(x+y); } //bagian utama main() { int jumlah,a,b; a=8; b=2; jumlah=hitung(a,b); cout
Matakuliah : T0456 ~ Algoritma dan Metode Object Oriented Programming
1 Pertemuan 14 Operator Overloading Matakuliah: T0456 ~ Algoritma dan Metode Object Oriented Programming Tahun: 2005 Versi: 5.
Operator Overloading Pertemuan 20 Matakuliah: T0456 / Algoritma dan Metode Object Oriented Programming Tahun: 2007.
1 Pertemuan 4 ELEMEN DASAR C++ Matakuliah: T0456 ~ Algoritma dan Metode Object Oriented Programming Tahun: 2005 Versi: 5.
Function User Function.
Structure Data - Array Pertemuan 7 Matakuliah: T0456 / Algoritma dan Metode Object Oriented Programming Tahun: 2007.
Friend. Adalah fungsi bukan anggota kelas yg dapat mengakses anggota kelas. Secara umum friend berguna jika terdapat suatu operasi yg hendak mengakses.
1 Pertemuan 6 Encapsulation Lanjutan Matakuliah: T0044/Pemrograman Berorientasi Obyek Tahun: 2005 Versi: 1.0.
1 Pertemuan 5 STREAM INPUT/OUPUT Matakuliah: T0456 ~ Algoritma dan Metode Object Oriented Programming Tahun: 2005 Versi: 5.
FUNCTIONS Pertemuan 9 Matakuliah: T0456 / Algoritma dan Metode Object Oriented Programming Tahun: 2007.
1 Pertemuan 1 Algoritma Matakuliah: T0456 ~ Algoritma dan Metode Object Oriented Programming Tahun: 2005 Versi: 5.
1 Pertemuan 17 Polymorphism Matakuliah: T0456 ~ Algoritma dan Metode Object Oriented Programming Tahun: 2005 Versi: 5.
1 Pertemuan 9 Inheritance Matakuliah: T0044/Pemrograman Berorientasi Obyek Tahun: 2005 Versi: 1.0.
Class and Object Matakuliah : XXXX / Algoritma dan Metode Object Oriented Programming II Pertemuan : 2 Tahun : 2008 Versi : 1/0.
1 Pertemuan 2 Function & Pointer Matakuliah: T0044/Pemrograman Berorientasi Obyek Tahun: 2005 Versi: 1.0.
OPERASI JUMP DAN EXCEPTION HANDLING
1 Pertemuan Fungsi Matakuliah: T0016 / Algoritma dan Pemrograman Tahun: 2007 Versi: 6.
PERNYATAAN PERULANGAN
Fungsi, Array dan String
1 Pertemuan 8 Structure Data Matakuliah: T0456 ~ Algoritma dan Metode Object Oriented Programming Tahun: 2005 Versi: 5.
Struktur Kendali Pengulangan Pertemuan 6 Matakuliah: T0456 / Algoritma dan Metode Object Oriented Programming Tahun: 2007.
Matakuliah : T0456 ~ Algoritma dan Metode Object Oriented Programming
Pertemuan 8 Stack dengan Array
Pertemuan 9 Stack dengan Linked-list
Pertemuan 10 Constructor dan Destructor
Algoritma sorting dasar (lanjutan) Pertemuan 11
1 Pertemuan 16 Multiple Inheritance Matakuliah: T0456 ~ Algoritma dan Metode Object Oriented Programming Tahun: 2005 Versi: 5.
1 Pertemuan 12 Template Matakuliah: T0044/Pemrograman Berorientasi Obyek Tahun: 2005 Versi: 1.0.
Template 1. Learning Outcomes Pada akhir pertemuan ini, diharapkan: Mahasiswa dapat merancang sebuah program dengan menggunakan template 2.
// Contoh program c++ dengan fungsi template
Kontrak Kuliah Pengenalan OOP
VARIABEL DAN JENISNYA A. Ridwan Siregar.
Pertemuan 10 Inheritance Lanjutan
Objek-Oriented Programming (OOP)
Method & Constructor METHOD.
TYPE DATA ,VARIABEL &KONSTANTA Dalam C++
Polymorphism Pertemuan 23-24
FUNCTION Fungsi (Function) merupakan sekumpulan instruksi yang membentuk satu unit serta memiliki nama. Fungsi digunakan.
Constructor overloading
Constructor dan Destructor Pertemuan 17
Inheritance Pertemuan 21
Struktur.
Operator overloading.
Class dan Objek Lanjutan Pertemuan 18
Pertemuan 9 Pemrograman Berbasikan Objek
C++ static.
Sumber : repository.binus.ac.id/content/T0454/T ppt
Pemrograman Berorientsi Objek Pertemuan 15
Elemen-elemen Dasar Pada Bahasa C++
Review Materi Java Fundamental
Inheritance lanjutan Pertemuan 22
S. Indriani Lestariningati, M.T
~ PERTEMUAN 4 KONSEP TIPE DATA ~
Pemograman Berorientasi Object Sistem Informasi Semster III
Dasar Bahasa Java.
Generic Data Type Pertemuan 25
Matakuliah : T0456 ~ Algoritma dan Metode Object Oriented Programming
Materi 9 Pembahasan CLASS Dalam C++
PERTEMUAN V F U N G S I Tujuan membuat suatu fungsi
Teknik Pemrog. Terstruktur 2
Transcript presentasi:

1 Pertemuan 18 Template Matakuliah: T0456 ~ Algoritma dan Metode Object Oriented Programming Tahun: 2005 Versi: 5

2 Learning Outcomes Pada akhir pertemuan ini, diharapkan: Mahasiswa dapat merancang sebuah program dengan menggunakan template

3 Outline Materi Template Fungsi Template Class

4 Template C++ mendukung penggunaan kembali kode program dengan berbagai cara, seperti inheritance, composition (nested object) merupakan metode penggunaan kembali kode object. Template merupakan fasilitas C++ yang mendukung penggunaan kembali kode program.

5 Template Template dapat diartikan sebagai blanko merupakan teknik membuat tipe data yang berupa parameter, artinya tipe data tersebut dapat berubah-ubah tergantung parameter yang diberikan pada saat inisialisasi. Contoh pada dunia nyata: cetakan patung logam -> gips, lilin Gunting -> benang, kertas

6 Dengan overloading terhadap fungsi dapat diciptakan beberapa fungsi dengan nama sama yang menangani proses dengan tipe data yang berlainan. Contoh fungsi tukar bilangan bulat: void Tukar(int &x, int &y) { int temp = x; x = y; y = temp; } Template Fungsi

7 Untuk menukar bilangan real perlu Menuliskan: void Tukar(double &x, double &y){ double temp = x; x = y; y = temp; } Demikian juga jika diinginkan untuk menukar karakter atau data lainnya, maka harus dituliskan kembali definisi dari fungsi tukar tsb. Template Fungsi

8 Kekurangan overloading adalah kode dari sejumlah fungsi dengan nama yang sama tersebut harus dituliskan. Dengan template, hal tersebut tidak perlu dilakukan, sehingga program menjadi lebih sederhana. Template fungsi sangat bermanfaat untuk fungsi-fungsi yang menangani tugas yang sama dan hanya berbeda pada tipe data. Template Fungsi

9 Contoh template void Swap (T &x, T &y) { T temp = x; x = y; y = temp; }

10 Kata kunci template memberitahukan pada compiler bahwa pernyataan setelah kata ini merupakan template. Sesudah kata class dalam tanda terdapat pengenal T, yang digunakan sebagai penganti tipe data. Pengenal T ini biasa disebut sebagai template argument. Pengenal T tidak harus berupa karakter tunggal dan biasanya dituliskan dengan huruf besar.

11 // Contoh program c++ dengan fungsi template #include template void Swap (T &x, T &y) { T temp = x; x = y; y = temp; } void main() { double x = 4.50, y = 7.54; cout << "X = " << x << " Y = " << y << endl; Swap( x, y); cout << "X = " << x << " Y = " << y << endl; int p = 25, q = 10; cout << "P = " << p << " Q = " << q << endl; Swap( p, q); cout << "P = " << p << " Q = " << q << endl; }

12 Template fungsi dengan argument lebih dari satu Template argumen bisa lebih dari satu jika menggunakan tipe data lebih dari satu Template yang menggunakan lebih dari satu tipe data dapat didefinisikan dengan menuliskannya pada tanda. Misalkan: template

13 // Contoh fungsi GTSum int GTSum(int *Data, long x, int size) { long sum = 0; for (int i=0; i < size; i++) sum += Data[i]; return ((sum > x) ? 1 : 0); } int GTSum(float *Data, double x, int size) { double sum = 0; for (int i=0; i < size; i++) sum += Data[i]; return ((sum > x) ? 1 : 0); }

14 // Dapat ditulis dengan template: template int GTSum(A *Data, B x, int size) { B sum = 0; for (int i=0; i < size; i++) sum += Data[i]; return ((sum > x) ? 1 : 0); }

15 // contoh program dengan template lebih dari satu tipe #include template int GTSum(A *Data, B x, int size) { B sum = 0; for (int i=0; i < size; i++) sum += Data[i]; return ((sum > x) ? 1 : 0); } void main() { int Data1[5] = {2, 3, 4, 5, 6}; float Data2[4] = {1.5, 2.6, 3.2, 5.1}; if ( GTSum(Data1, 20, 5) ) cout << “Total nilai Data1 lebih dari 20” << endl; else cout << “Total nilai Data1 tidak lebih dari 20 \n”; if ( GTSum(Data2, 10.5, 4) ) cout << “Total nilai Data2 lebih dari 10.5 \n”; else cout << “Total nilai Data2 tidak lebih dari 10.5”; }

16 Template Class Template juga dapat diterapkan pada class dengan format: template class nama_class { // deklarasi class };

17 // program template pada class stack #include // template definition template class Stack { private: T *Data; int Size; int CountData; public: Stack(int Size = 25); ~Stack(); void Push (T nilai); T Pop(); int stackEmpty(); int stackFull(); };

18 template Stack :: Stack( int Size ) { //constructor Stack::Size = Size; CountData = 0; Data = new T [Size]; } template Stack :: ~Stack() { // destructor delete [ ] Data; } template int Stack :: stackEmpty() { return ( (CountData == 0)? 1: 0 ); } template int Stack :: stackFull () { return ( (CountData == Size)? 1: 0 ); }

19 template void Stack :: Push (T nilai) { if ( !stackFull() ) Data[CountData++] = nilai; else cerr << “Stack penuh” << endl; } template T Stack :: Pop() { if ( stackEmpty() ) { cerr << “Stack kosong” << endl; exit(1); } return ( Data[--CountData] ); }

20 void main() { clrscr(); Stack s1; s1.Push(10.85); s1.Push(25.2); cout << "Isi stack bilangan real: "<< endl; cout 1 = " << s1.Pop() << endl; cout 2 = " << s1.Pop() << endl; Stack s2; s2.Push(100); s2.Push(10); s2.Push(5); cout << "Isi stack bilangan bulat: "<< endl; cout 1 = " << s2.Pop() << endl; cout 2 = " << s2.Pop() << endl; cout 3 = " << s2.Pop() << endl; }

21 Penutup Untuk dapat merancang sebuah program dengan menggunakan template, mahasiswa membahas tugas pertemuan 18 no 1, 2, dan 3. (diskusikan dalam kelompok)