GEOMORFOLOGI DAN GEOLOGI FOTO GL3222

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Oleh Sri Suramti SMA N 1 Kalasan
Advertisements

GEOGRAFI (PENGANTAR).
PEDOSFER KELAS X SEMESTER I.
PEMBELAJARAN IPS Materi Kelas VII SMPN 128 Nari Hastuti,S.Pd.
Peta.
BENTUK MUKA BUMI KITA IPS KELAS 7 SEMESTER I ABDUL MUIS,S. Pd.
Dinamika HIDROSFER.
KENAMPAKAN BENTUK MUKA BUMI
BABII POLA DAN BENTUK MUKA BUMI
Proses Alam Eksogen Merupakan tenaga yang berasal dari luar bumi yang membentuk relief permukaan bumi Dapat berupa proses penghancuran yang dapat menyebabkan.
BATUAN TENAGA EKSOGEN TENAGA ENDOGEN TANAH
DAMPAK PADA SUMBERDAYA AIR Oleh Suprapto Dibyosaputro, M.Sc. PUSAT STUDI LINGKUNGAN HIDUP UNIVESITAS GADJAH MADA.
PROSES ALAM ENDOGEN JENIS-JENIS TENAGA ENDOGEN
DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
TANAH / PEDOSFER OLEH : SOFIA ZAHRO, S.Pd.
KERAGAMAN BENTUK BUMI PROSES PEMBENTUKAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN MANUSIA Departemen Agama Republik Indonesia.
APLIKASI PENGINDERAAN JAUH UNTUK GEMORFOLOGI & GEOLOGI
DINAMIKA LITOSFER DAN PEDOSFER
SISTEMATIKA PENYUSUNAN DOKUMEN ANDAL
“Mendeteksi Kebakaran Hutan Di Indonesia dari Format Data Raster”
GEOGRAFI KELAS X by Edoardus Handoko (banteng)
ASSALAMUALAIKUM WR.WB.
Lingkungan Fisik Wilayah Nusantara dan Hubungan Dengan Manusia
GEOGRAFI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
MANAJEMEN SUMBER DAYA ALAM TANAH DAN LAHAN
PERUBAHAN IKLIM GLOBAL DAN PROSES TERJADINYA EROSI
TUGAS DASAR TEHNIK PERPETAAN.
SISTEMATIKA PENYUSUNAN DOKUMEN ANDAL
Bab 3 LITOSFER.
KONSERVASI LANSKAP : BENTANG ALAM EKOSISTEM PESISIR DAN PULAU KECIL
TKW 435 PENGANTAR GEOLOGI PERTEMUAN 14
UNIVERSITAS GADJAH MADA
AIR PERMUKAAN.
TENAGA EKSOGEN (Pelapukan, Erosi, dan Sedimentasi)
T E N A G A E K S O G E N I. pelapukan II. pengikisan III
Pemahaman dan Analisis Lahan (Landform)
PERTEMUA N I MARET 2010 JURUSAN TEKNIK SIPIL UNSOED
The Lithosphere “We live on a dynamic planet. Energy from the sun and from the earth’s interior, coupled with the erosive power of flowing water, have.
Identifikasi dan Analisis Potensi Daerah Aspek Geografi dan Demografi
INTERPRETASI PETA.
PETA OBJEK GEOGRAFI GEOGRAPHY.
PRESENTED BY M. Khaidir C.P.
HIDROSFER.
P B G L T R O G O N I E A T U A I A P U U N N G [TGS7404] 2 SKS teori
PEDOSFER.
DOSEN PENGAJAR GEOLOGI STRUKTUR Program Studi S-1 Teknik Pertambangan
Advanced Learning Geography 1
LINGKUNGAN ALAM DAN BUATAN (untuk siswa SD kelas 3 semester 1)
Dr. Ir.Sutarman Gafur, MSc. (K3)
PEMETAAN GEOMORFOLOGI
Manfaat Memelajari Geografi
Karakteristik di Wilayah Indonesia
TKW 435 PENGANTAR GEOLOGI PERTEMUAN 03
Geologi Dan Penataan Lingkungan/ Ruang
PENYELIDIKAN GEOTEKNIK LAPANGAN
Bentuk muka bumi Daratan: Bentuk muka bumi daratan dapat kita
BAB II : POTENSI SUMBER DAYA AIR (Air Permukaan & Air Tanah)
Litosfer adalah lapisan kerak bumi, berasal dari bahasa latin litho yang berarti batuan dan sphaira yang berarti lingkungan atau bola. Lapisan ini terdiri.
Kuliah Mandiri Pemetaan Geologi di Desa Tambaksari dan Desa Kedungbanteng Kecamatan Sumbermanijng Wetan dan sekitarnya pada Kabupaten Malang,Provinsi Jawa.
PEMBUKA Visi dan misi FTM Makna sks (satuan kredit semester)
FORMAT BAGIAN UTAMA SKRIPSI
Media Presentasi Pembelajaran IPS Geografi Suretno, S
Soal Latihan Selesai 15.
GEOGRAFI KELAS XII MACAM - MACAM PETA
GEOMORFOLOGI DAN GEOLOGI FOTO GL3222
GEOGRAFI REGIONAL INDONESIA PGO 6230
Dosen Teknik Pengairan FT UB
RUANG LINGKUP GEOGRAFI Meliputi 1. Gejala Alam / fisis ( Geografi fisis /physical geography ) Gejala Sosial / manusia ( Geografi manusia / Human geography.
SURVEI DAN INVESITIGASI PERENCANAAN BANGUNAN SABO
GEOMORFOLOGI DAN ANALISIS LANDSKAP PROGRAM STUDI ILMU TANAH DAN AGROTEK FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS KHAIRUN TERNATE.
Transcript presentasi:

GEOMORFOLOGI DAN GEOLOGI FOTO GL3222 PENDAHULUAN

Beberapa peraturan 3 SKS: 2 jam kuliah + praktikum (Lab. Geodinamika, Geologi Lt.2) Resmi Pk. 07.00 WIB: Keterlambatan: ? No sendal jepit! Selama kuliah berlangsung: boleh tidur? HP? UTS dan UAS + tugas dan kuis Kehadiran > 70% dari kuliah yang terlaksana Ketua Kelas Subana no. HP 085659075256

Silabus ringkas Geomorfologi menjelaskan bentuk, geometri, proses pembentukan dan unsur-unsur geologi yang mengendalikan bentang alam (lanskap; landscape) ataupun bentuk muka bumi (landform) serta menerapkannya dalam berbagai tujuan baik untuk ilmu murni (Geologi, Geografi Fisik) maupun untuk aplikasinya (pertambangan, perencanaan, lingkungan, dsb) dengan menggunakan metode interpretasi melalui pengamatan langsung di lapangan, peta topografi, foto udara, maupun citra satelit.

Target Pada kuliah ini, akan diberikan materi agar mahasiswa: Memahami bentuk, geometri, unsur-unsur bentang alam sehingga dapat membedakan satu satuan dengan satuan geomorfologi lainnya dan mengklasifikasikannya berdasarkan kepada proses pembentukannya secara geologis. Memahami cara-cara dan metode interpretasi baik dari observasi di lapangan melalui bentuk dan proses, maupun secara tidak langsung melalui analisis bentuk, pola atau rona melalui foto udara atau citra. Mampu menganalisis, menginterpretasi dan mensintesis bentang alam dan bentuk muka bumi untuk berbagai keperluan interpretasi baik untuk Geologi maupun untuk terapannya, khusus pertambangan.

Program GL3222 Minggu 1: Pendahuluan: Sistem dalam Geomorfologi Arti geomorfologi; gaya endogen dan eksogen Lingkup; konsep dan pemikir terdahulu, kepustakaan. K

Program GL3222 Minggu 2: Eksplorasi geomorfologi; Metode interpretasi Peta topografi, foto udara, citra dan observasi lapangan. K

Program GL3222 Minggu 3: Proses eksogen; Umum Pelapukan, erosi dan denudasi; sedimentasi. Pembentukan morfologi dan denudasi; morfologi dataran K

Program GL3222 Minggu 4: Proses eksogen; Pelapukan dan erosi Jenis, proses dan hasil pelapukan, jenis-jenis erosi; gerakan tanah. K

Program GL3222 Minggu 5: Proses eksogen; Sungai (bentuk, pola dan proses) Proses pembentukan sungai, perkembangan bentuk dan pola, dan arti geologis dan geografis. K

Program GL3222 Minggu 6: Pegunungan; Umum Jenis-jenis pegunungan dan penyebarannya. Pengaruh tektonik. K

Program GL3222 Minggu 7: Pegunungan; Gunung api Jenis, proses dan ciri-ciri morfologi gunung api; bentuk badan, kawah, dan aktivitas gunung api. K

Program GL3222 Minggu 8: Ujian Tengah Semester

Program GL3222 Minggu 9: Pegunungan; Pegunungan plateau dan kubah Jenis, proses dan ciri-ciri morfologi; arti geologis dan geografis K

Program GL3222 Minggu 10: Pegunungan; Pegunungan lipatan, blok dan kompleks Jenis, proses dan ciri-ciri morfologi; arti geologis dan geografis K

Program GL3222 Minggu 11: Pegunungan; Pegunungan karst Jenis, proses dan ciri-ciri morfologi; arti geologis dan geografis K

Program GL3222 Minggu 12: Dataran; Dataran delta, rawa, danau dan glasiasi Jenis, proses dan ciri-ciri morfologi; arti geologis dan geografis K

Program GL3222 Minggu 13: Kriteria geomorfologi Gemorfologi terapan (untuk pertambangan, jalan raya, bendungan, dll.) Kriteria bentuk dan ukuran untuk kerekayasaan. Proses-proses yang kan mempengaruhi kerekayasaan K

Program GL3222 Minggu 14: Kriteria geomorfologi Pemetaan Gemorfologi Klasifikasi satuan geomorfologi dan prionsip-prinsip pemetaannya. K

Program GL3222 Minggu 15: Ujian Akhir Semester

Dr. Budi Brahmantyo, MSc S1: Teknik Geologi ITB (1988) S2: Geologi Kuarter, Niigata Univ. Jepang (1998) S3: Teknik Geologi (Geologi Karst), PPS ITB (2005) Buku: Geologi Cekungan Bandung Amanat Gua Pawon Geowisata Sejarah Bumi Bandung Wisata Bumi Cekungan Bandung Alamat: GBA II C2/9 Ciganitri Bandung-40286 Telp. 022-7533119 HP. 081322010719 Email: budibr@gc.itb.ac.id Blog: budibumi (http//blog.fitb.itb.ac.id/BBrahmantyo)

GEOMORFOLOGI GEO = GEA = GAIA  IBU BUMI  BUMI MORFO = BENTUK LOGI = LOGOS  ILMU GEOMORFOLOGI = ILMU BENTUK BUMI BAGIAN DARI GEOLOGI YANG MEMPELAJARI BENTUK/GEOMETRI DAN PROSES-PROSES PEMBENTUKKANNYA SERTA UNSUR-UNSUR GEOLOGI YANG MENGENDALIKANNYA

GEOMORFOLOGI DAPAT DIPELAJARI MELALUI: PENGAMATAN LANGSUNG DI LAPANGAN 2. PENGAMATAN TIDAK LANGSUNG: - PETA TOPOGRAFI - FOTO UDARA - CITRA 3. EKSPERIMENTAL DI LABORATORIUM

PENGAMATAN LANGSUNG DI LAPANGAN

PENGAMATAN TIDAK LANGSUNG: - PETA TOPOGRAFI

PENGAMATAN TIDAK LANGSUNG: FOTO UDARA

PENGAMATAN TIDAK LANGSUNG: - CITRA

DESKRIPSI GEOMORFOLOGI 1. CARA EMPIRIS: Bentuk, ukuran, posisi, warna berdasarkan fakta dan data yang telah ada 2. CARA EKSPLANATORIS: berlatar belakang karakteristik objek pengamatan, berkaitan dengan genesa dan atau proses

Alur Analisis Geomorfologi Observasi faktual : bentuk, relief, penyebaran, dimensi; batuan, struktur, dll. Formulasi hipotesa : membuka kemungkinan hipotesa dengan proses induksi dari hal yang khusus kehal yang umum, mengenal beberapa kualitas, karakter. Deduksi dari fakta yang lain : mengolah dari yang umum ke yang khusus dengan memperhatikan lebih banyak fakta. Menguji hipotesa, mengeliminasi hal-hal yang tidak cocok : menentukan mana fakta deduksi yang memang benar.

Sejarah Pengembangan Konsep geomorfologi Herodotus (485 ? – 425 BC) : mengamati pertumbuhan lanau dan lempung dari S. Nil; “Egypt is the gift of the river” than the wrath of Gods. Aristotle (384 – 322 BC) : menelaah asal usul mata air : 1) dari resapan air hujan ke dalam tanah, 2) dari kondensasi air atmosfir, 3) dari kondensasi air juvenil; pasang/surut muka laut; pembentukan endapan aluvial. Strabo (54 BC – 25 AD) : timbul tenggelamnya daratan; gempa bumi ada hubungannya dengan gunungapi; ukuran delta tergantung kepada kondisi aliran sungai. Ibn. Sina (980 – 1037) : gunung terbentuk oleh pengangkatan dan erosi; Leonardo da Vinci (1452 – 1519) : lembah terbentuk oleh sungai. Sungai membawa sedimen dan mengendapkannya; suatu pegunungan pernah menjadi laut karena ditemukan fosil binatang laut di dalam batuan. Buffon : (2707 – 1788) : erosi sungai mempunyai kemampuan mengurangi tinggi gunung dan mengendapkan ke laut; umur bumi tidak dapat dihitung seperti tertera pada hari-hari, kitab suci: tidak dapat di beberapa ribu tahun saja. J. Hutton dan J. Playfair (1726 – 1797) : granit dari igneous origin (Plutonist); “The present is the key to the past”; doctrin “uniformitarianism”. W. M. Davis (1850 – 1934) : “Geomorphic cycle”, terjadi melalui tahap-tahap perkembangan (stages of development – yourth – nature old stage); perbedaan dalam bentang alam disebabkan oleh perbedaan struktur geologi, proses-proses geomorfologi dan tahap-tahap perkembangannya.

HUTTON & PLAYFAIR : James Hutton (1726 – 1797) : Plutonists – granit berasal dari pembekuan magma X (Neptunists – granit berasal dari batuan sedimen melalui proses ultra metamorfosis –– Werner School) “The present is the Key to the Past” (masa sekarang adalah kunci untuk memahami sejarah masa lalu). “Uniformitarianism” - … perubahan-perubahaan pada masa lalu bukan hal yang luar biasa tetapi sama dengan yang terjadi pada masa sekarang. “The prsent is the key to the past” John Playfair adalah murid dari James Hutton yang mempopulerkan ide “The present is the key to the past” dari Jamest Hutton. Cuvier Catastrophism : proses alam terjadi secara mendadak/cepat (retakan, gunungapi, banjir, longsor, dsb.); lawannya adalah uniformitarianisme tersebut.

Geomorphic Cycle / Geographical Cycle: Davis (1850 – 1934) Geomorphic Cycle / Geographical Cycle: merupakan perkembangan bentang alam sejak pengangkatan (uplift) hingga peneplanisasi dan sedimentasi. (cekungan dan sedimentasi) –– pengangkatan/ perlipatan –– erosi/denudasi –– peneplanisasi –– (cekungan dan sedimentasi). Faktor yang mempengaruhi bentuk morfologi : 1. Struktur geologi dan batuan 2. Proses-proses geomorfologi (pelapukan, erosi, longsoran, sedimentasi) 3. Tahapan erosi (tahapan Muda – Dewasa – Tua).

Walter Penck : (sedikit berbeda dengan Davis) bahwa tektonik dimulai dengan perlahan-lahan dan berakhir dengan gerakan cepat sehingga terhindar dari tahapan perkembangan geomorfologi dataran atau peneplainisasi.

10 Konsep Thornbury (1989) (proses fisik dan hukum-hukum yang berlaku sekarang juga berlangsung sepanjang waktu geologi ….) Struktur geologi merupakan kendali dominan …. …. relief terbentuk karena proses-proses geomorfologi berjalan pada kecepatan yang berbeda …. …. proses-proses geomorfologi meninggalkan jejak kepada bentuk muka bumi …. …. agen erosi yang berbeda membentuk muka bumi yang sesuai dengannya ….. …. evolusi geomorfologi yang komplex lebih lazim dari yang sederhana. …. hanya sedikit topografi terbentuk lebih tua dari Tersier; kebanyakan tidak lebih tua dari Pleistosen. …. penafsiran bentang alam sekarang tidak mungkin tanpa apresiasi dari banyak pengaruh geologi dan iklim …. …. Apresiasi terhadap iklim global perlu untuk memahami pengaruhnya terhadap berbagai proses geomorfologi. …. geomorfologi tidak hanya perlu untuk bentang alam sekarang, tetapi masa lalu.

Daftar Pustaka A.K. Lobeck (1939) Geomorphology, an introduction to the study of landscape. McGraw Hill. Thornburry (1989), The Principles of Geomorphology, Prentice Hall. R.W. van Zuidam (1985) Aerial Photo Interpretation in terrain anaysis dan geomorphologic mapping, The Hague.  Tahun >2000: proses dan modeling

A. K. LOBECK GEOMORFOLOGY – An Introduction to the Study of landscapes. Mengulas : Dimulai dengan : 1. Pemahaman dan keterkaitan antara Fisiografi, Geografi dan Geologi, serta kedudukan geomorfologi didalam Fisiografi dan Geologi. Orders dari gejala relief (Order I, II, dan III) Metoda deskripsi dari bentuk muka bumi Konsep-konsep utama : uniformitarianisme, katastrofisme, jentera geomorfik, peremajaan (rejuveration); evolusi dari landscapes. 2. Batuan dan sifat-sifatnya terhadap geomorfologi : komposisi, textur, struktur, kekerasan; bentuk fisiografi/geomorfologi. 3. Proses-proses geomorfologi (exogen) : Pelapukan : pel. Mekanik, kimia, pelarutan; pembentukan tanah; longsoran; morfologi yang terbentuk. Air bawah tanah : mata air; air panas, geyser; morfologi karst, gua, jembatan alam. Aktivitas sungai, glasial, gelombang, angin, organisme. 4. Dataran dan Pegunungan : Dataran Pantai Plateau – kubah – peg. Blok – peg. Lipatan – peg. Komplex – gunung api. Kawah meteor. 5. Setiap pembahasan didahului dengan sinopsis, diakhiri dengan pertanyaan dan topik penelitian; dengan foto dan sketsa/peta topografi.

THORNBURY W. D. PRINCIPLES OF GEOMORPHOLOGY Mengulas : 1. Menampilkan konsep-konsep fundamental geomorfologi sejak jaman Yunani Kuno, permulaan jaman Modern sampai ide terbaru dan kecenderungan geomorfologi sekarang (a.l. keterkaitan ilmu geomorfologi dengan ilmu tanah, hidrologi, airtanah, ilmu lingkungan, dan perencanaan). 2. Kerangka proses-proses geomorfologi : - Endogenic processes (Eypogene proc.) - Exogenic processes (Epigene proc.) - Extraterrestrial processes. 3. Proses Exogen : - Pelapukan, pembentukan tanah, Mass wasting - Sungai - Konsep peneplain (Davis – American School VS English School dengan argumen masing-masing). 4. Proses Endogen : - Peg. Kubah, peg. Lipatan, peg. Blok/Patahan, gunungapi. - Kriteria dari berbagai genesa morfologi dan expresinya. - Peg. Karst. - Paleogeografi/paleogeomorfologi : sungai purba, morfologi terpendam (intrusi, lipatan, graben, ketidak-selarasan, pantai purba, karst purba, dsb.); 5. Geomorfologi Terapan : - Hidrologi - Explorasi mineral (primer, residu, plaser) - Teknik sipil (jalan, bendungan, pelabuhan, bahan bangunan, dsb.) - Explorasi minyak bumi - Lingkungan dan perencanaan wilayah dan kota.

R.A. VAN ZUIDAM, AERIAL PHOTO-INTERPRETATION IN TERRAIN ANALYSIS AND GEOMORPHOLOGIC MAPPING Mengulas : Menekankan landasan analisis dan klasifikasi lahan/terrain atas dasar : relief, proses geomorfologi, batuan, struktur batuan dan struktur geologi, sifat tanah, sifat hidrologi, dan vegetasi. Menampilkan Kriteria dan Terminologi Terrain Units; teknik-teknik klasifikasi terrain (tabel, check lists, diagram blok, foto udara, penampang), aspek pemetaan terrain. Menampilkan Prosedur : Fase-fase interpretasi Foto Udara (analisis, klasifikasi. Sifat-sifat Foto dan Terrain (nada, pola, textur, bentuk) Prosedur mapping dengan Foto Udara. Aspek-aspek Geomorfologi dan Terrain dari landscapes : Disertai simbol peta Akibat Denudasi Akibat Struktur Akibat Gunungapi Akibat Fluvial dan Hidrografi Akibat Karst Akibat Marin Akibat Angin Aplikasi : Klasifikasi dalam studi Erosi Klasifikasi dalam bencana alam Klasifikasi dalam sumberdaya alam/mineral Klasifikasi dalam pembangunan jalan Klasifikasi dalam studi wilayah pantai.