Maulidfia Rahmi – 111810301037 Endah Retno K – 121810301019 Nora Dwi Saputri – 121810301021 Badrut Tamam Ibnu Ali – 121810301050 Kelompok 5:

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
SPEKTROFOTOMETRI 1. Ultra Violet (λ nm) 2
Advertisements

ANALISIS INSTRUMEN I SPEKTROSKOPI UV-VIS.
Dipresentasikan pada SEMINAR NASIONAL KIMIA DAN PENDIDIKAN KIMIA atas kerjasama UNS-Undip-Unnes Surakarta, 22 November 2008 Oleh: Didik Setiyo Widodo,
Nama : Rahmawati Tuhelelu Nim : Prodi : Kimia Fak : Kip
Dosen Pembimbing : Dr. M. Bachri Amran, DEA
Nama Kelompok: Wenang Aseanto ( ) Romlah Atun ( ) Tania Hardyaningtias ( ) Junita ( ) Maryam Afra Jamilah ( )
TUGAS DASAR-DASAR PEMISAHAN ANALITIK
Kelompok 5 Desta Saputri ( ) Diah Nur’aini ( ) Dita Apriani ( )
Atomic Absorpsion Spectrophotometer (AAS) atau
Analisis Injeksi Alir dengan Sistem Difusi Gas untuk Penentuan Karbondioksida dalam Minuman Terkarbonasi Oleh: Amaliah Dwi Kanty Pembimbing: Dr.Muhammad.
ABSTRAKSI PENELITIAN Penulis Dr.rer.net. Ganden Supriyanto, M.Sc.; Drs. Yusuf Syah, M.S. Asal Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Sumber Dana.
HASIL PENELITIAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS
Oleh: Cynthia Ayu Rahmawati ( ) Pembimbing:
Penentuan Kadar Protein Menggunakan Spektrofotometri
PENGENALAN SPEKTROFOTOMETER
Dedi FardiazGDLN, Spektrofotometer. Dedi FardiazGDLN, Komponen Spektrofotometer 1.Sumber Sinar 2.Monokromator 3.Sel Sampel 4.Detektor, Penguat.
Analisis Cr3+ dan Cr6+ menggunakan spektrofotometri UV-Vis
PENGENALAN SPEKTROFOTOMETER
Eko Suhartono Bag. Kimia/Biokimia Fak. Kedokteran UNLAM
Institusi Pendidikan dan pengembangan ilmu kimia yang bertumpu pada sumber daya lokal, memiliki nilai tambah dan wawasan lingkungan UNIVERSITAS JEMBER.
VISI JURUSAN KIMIA Institusi pendidikan dan pengembangan ilmu kimia yang bertumpu pada sumber daya local, memiliki nilai tambah, dan berwawasan lingkungan.
Completely Automated System for Determining Halogenated Organic Compounds by Multisyringe Flow Injection Analysis Fernando Maya, Jose´ Manuel Estela, and.
PENENTUAN LOGAM MANGAN(II) DALAM AIR ALAMI MENGGUNAKAN R-FIA
Putri Mandasari Pasaribu
Kelompok 9: Ardine Kumalasari Ratna Wahyu N Fenly Arismaya
Siti Zubaidah. S ( ) Denik Dwi Jayanti ( )
Penentuan Jumlah Selenium dalam susu formula
PRESENTED BY: KELOMPOK 4. Kelompok 4 Glukosa Abstrak FIA dengan elektroda modifikasi Fe(III)-(tris(3,5-dimetil-1- pyrazolyl)borat) 2 ] + [FeCl4] - Hasilnya??
Kelompok X Abdul Rosi Tiara Farah Hidayah Zuhrotul Lutfia
Pengembangan Metode Prakonsentrasi dengan Teknik Injeksi Alir untuk Analisis Cu2+ dan Pb2+ dalam Air Aliran Sungai Citarum dan Waduk Saguling Oleh : Sita.
Kelompok IX Ahmad Isrizal Anwar ( ) Bunga Prameswari ( )
Speciation of Metals in Solution by Flow Injection Analysis Part 1 Sequential Spectrophotometric and Atomic- absorption Detectors* Rose Mutiara A
Tahapan spektrofotometri
Colorimeter dan Spektrometer filter serta Aplikasinya Bahriah P PROGRAM PASCASARJANA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS.
Metode Kalibrasi Alat Kalibrasi
S P E K T R O S K O P I.
SPEKTROSKOPI.
S P E K T R O S K O P I.
SPEKTROSKOPI SERAPAN ATOM (SSA) atau ATOMIC ABSORPTION SPECTROSCOPY (AAS) Menyangkut penyelidikan absorbsi energi radiasi oleh atom netral dalam keadaan.
Spektrofotometer.
SPEKTROSKOPI Merupakan salah satu metode analisis instrumental Dasar:
Laporan Kemajuan Perbandingan Pembuatan Sediaan Herbal Melalui Sediaan Farmasi Indonesia dengan Traditional Chinese Medicine (TCM) Berbasis Aktivitas.
AFLATOKSIN dan BAHAN PENGAWET
PROSES OPTIMASI SUHU DAN KONSENTRASI SODIUM BISULFAT BERBASIS (NA)HSO4 PADA PEMBUATAN SODIUM LIKNOSULFAT BERBAHAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT Oleh.
OLEH: REZQI HANDAYANI, M.P.H., Apt
OLEH : DEDE SUTRIONO, S.Si
INSTRUMEN KIMIA FARMASI
SPEKTROFOTOMETER UV-VIS KELOMPOK 6
SPEKTROSKOPI.
UV-Vis Spectroscopy Anggi febrianti
KIMIA INSTRUMEN GAS CHROMATOGRAPHY (GC)
SPEKTROFOTOMETER SERAPAN ATOM
AFLATOKSIN dan BAHAN PENGAWET
Nama : M. Adhitya Nugraha Kelas : XII Kimia Analis I
High Performance Liquid Chromatography
Spektrofotometer UV-VIS
SPEKTROFOTOMETER UV-Visible
LAPORAN PRAKTIKUM ADSORPSI ISOTHERMAL DARI LARUTAN
MUHAMMAD FAJRIN A. SALIM KIMIA
UJI PESTISIDA FOSFAT-ORGANIK DALAM AIR
UJI KADAR H2S UDARA AMBIEN
ANALISIS INSTRUMENT.
Laporan Kemajuan Perbandingan Pembuatan Sediaan Herbal Melalui Sediaan Farmasi Indonesia dengan Traditional Chinese Medicine (TCM) Berbasis Aktivitas.
Ni Ketut Sari1 Atomic Absorpsion Spectrophotometer (AAS) atau Spectrofotometer Serapan Atom (SSA) A. PENDAHULUAN Salah satu metode analisis kimia, baik.
Oleh: Jenny Novina Sitepu – Liza Mutia
Disusun Oleh: Aang Febrizal, Hendrawan Teguh dan Mustofa Kamal.
KELOMPOK IV RENY ALIM AL AYUBI SYAM NASHRAH SURYANY SERNA HAMID SRY ASTUTI
WORKSHOP DAN SEMINAR NASIONAL JABATAN FUNGSIONAL
PROSES OPTIMASI SUHU DAN KONSENTRASI SODIUM BISULFAT BERBASIS (NA)HSO4 PADA PEMBUATAN SODIUM LIKNOSULFAT BERBAHAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT Oleh.
Transcript presentasi:

Maulidfia Rahmi – Endah Retno K – Nora Dwi Saputri – Badrut Tamam Ibnu Ali – Kelompok 5:

Pencemaran lingkungan Polimer Amberlite® resin XAD-4 Spektrofotometri dengan teknik tandem Absorpsimetri fasa padat secara alir menggunakan kolom mikro 1,5 diphenyl carbazide (DPC) Cr(VI) bersifat karsinogenik

Metode yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah spesiasi kromium melalui prakonsentrasi spesi yang diikuti dengan kuantisasi secara langsung. Prakonsentrasi spesi kromium menggunakan kolom mikro yang dilakukan dengan teknik analisis injeksi alir (FIA).

Meningkatkan prakonsentrasi selektif spesi pada kolom mikro yang dilalui Waktu analisis cepat Jumlah sampel yang dibutuhkan sedikit

Pompa peristaltik Pipa tygon (diameter: 0,07-0,10 cm) Spektrofotometer serapan atom (AAS) Spektrofotometer sinar tampak (Visible) pH meter Kolom mikro Alat-alat gelas

Aseton HNO 3 Cr(NO 3 ) Na 2 Cr 4.4H 2 O Amberlit resin XAD-4 1,5 diphenylcarbazide Aqua DM

Dibuat larutan DPC 0,1% dengan variasi pH 1 sampai 4 Larutan dipipet 10 mL dimasukkan dalam 4 gelas masing-masing berisi 0,500 gram polimer XAD-4 Diaduk selama 5 menit Filtrat diukur absorbansi pada daerah sinar tampak 360 nm

Dipipet 10 mL larutan DPC 0,05%; 0,1%; dan 0,15% pada pH optimum ditambah kedalam 3 gelas masing- masing berisi 0,500 gram polimer XAD-4 Diaduk selama 5 menit Filtrat diukur absorbansi pada daerah sinar tampak 360 nm

Dimasukkan Polimer XAD sebanyak 0,2 gram kedalam kuvet sampel dari spektroskopi sinar tampak Larutan DPC 0,1 % dialirkan melalui kuvet dan diukur absorbansinya mulai 0 menit sampai 30 menit

Larutan standar Cr(VI) divariasikan nilai pHnya 1- 4 Larutan Cr(VI) dilewatkan kolom yang berisi XAD- DPC sebanyak 0,5 g Filtrat ditampung dan diukur nilai absorbansinya dengan SSA

Dibuat larutan standar Cr(VI) divariasikan konsentrasinya 1-7 ppm pada kondisi pH optimum Dipipet 10 mL larutan Cr(VI) Dimasukkan kedalam gelas kimia yang berisi 0,5000 gram XAD-DPC Direndam dan diaduk perlahan selama 5 menit Filtrat diukur intensitas sebagai A1 dengan SSA

Dibuat arutan standar Cr(VI) dengan konsentrasinya 3 ppm pada kondisi pH optimum 10 mL larutan tersebut dialirkan dalam kolom mikro yang berisi 0,2000 g XAD-DPC Filtrat diukur absorbansinya sebagai A1, intensitas filtrat sebelum adsorpsi sebagi Ao, intensitas larutan Cr(VI) yang diserap XAD/DPC adalah A o -A1

Diirangkai pompa, kolom mikro, SSA dirangkai secara langsung sehingga larutan yang keluar darikolom mikro langsung menuju detektor 10 mL larutan Cr(III) 1 ppm (pH~1) ditambah dengan 0,5 mL DPC 0,1% Larutan tersebut dilewatkan kolom mikro yang berisi 0,2000 g XAD-DPC

10 mL larutan Cr(IV) 1 ppm (pH~1) ditambah dengan 0,5 mL DPC 0,1% Larutan tersebut dilewatkan kolom mikro yang berisi 0,2000 g XAD-DPC

10 mL larutan Cr(VI)-Cr(III) denagn perbandingan 1:1 ppm (pH~1) ditambah dengan 0,5 mL DPC 0,1% Larutan tersebut dilewatkan kolom mikro yang berisi 0,2000 g XAD-DPC Ketiga profil sinyal yang dihasilkan kemudian diamati dan dibandingkan

Carrier berupa aqua DM; aseton sebagai eluen; kolom mikro/ mini kolom menggunakan XAD-4; detektor menggunakan spektrofotometri AAS.

Senyawa kompleks Cr(VI)–DPC memiliki serapan maksismum pada panjang gelombang 540 nm, sedangkan serapan maksimum DPC pada panjang gelombang 360 nm.

 Optimalisasi konsentrasi DPCyang terserap pada XAD-4 Pada konsentrasi DPC 0,1% serapan XAD-4 relatif konstan yang mengindikasikan bahwa XAD-4 sudah menyerap DPC.

 Optimalisasi pH DPC yang teretensi pada XAD-4 Analisis pH retensi DPC pada XAD-4 menunjukkan bahwa pH optimum DPC teretensi pada XAD adalah ~1.

 Optimalisasi waktu serapan XAD-4 terhadap DPC Waktu optimum yang dibutuhkan untuk proses penyerapan XAD-4 terhadap DPC kurang dari 5 menit.

Spesi Cr(VI) optimum teretensi pada XAD-DPC dengan pH ~ 1

Kapasitas optimum retensi kolom mikro terhadap Cr(VI) pada metode Batch terjadi pada konsentrasi 3 ppm yang besarnya 0,08 mg Cr/g XAD, sedangkan untuk metode alir terjadi pada konsentrasi 3 ppm yang besarnya 0,12 mg Cr/g XAD

Kondisi optimum pH kompleks Cr(VI)-DPC maupun pH retensi XAD terhadap Cr(VI)-DPC adalah 1. Kapasitas retensi XAD-4 pada penelitian ini adalah 0,12 mg Cr/g XAD. Kepekaan metode konsentrasi 0,77 ppb dan limit deteksi mencapai 4,5 ppb. Konsentrasi spesi Cr(VI) yang terdapat dalam sampel air dari lingkungan industri pertambangan adalah masing-masing 2,67 ppm dan 1,38 ppm. Metode analisis konsentrasi spesi Cr (VI) secara prakonsentrasi dengan deteksi spektrofotometri fasa padat berbasis FIA mempunyai kepekaan yang cukup baik dan menunjukkan tingkat konsentrasi yang cukup signifikan.