Sistem Biaya dan Akumulasi Biaya

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Pengenalan Istilah dan Tujuan Biaya
Advertisements

JOB ORDER COSTING (BIAYA BERDASARKAN PESANAN).
Sistem Perhitungan Biaya dan Akumulasi Biaya
Chapter 2: Cost Concepts & Cost Flows
PERHITUNGAN BIAYA BERDASARKAN AKTIVITAS
JOB ORDER COSTING.
Sistem Perhitungan Biaya dan Akumulasi Biaya
Akuntansi Persediaan & Harga Pokok Penjualan
Activities Based Costing-
Kalkulasi Biaya Proses : Laporan Biaya Produksi
Kalkulasi Biaya Proses : Laporan Biaya Produksi
Konsep Biaya dan Sistem Informasi Akuntansi Biaya
COST SYSTEM & COST ACCUMULATION
CHAPTER 5 JOB ORDER COSTING.
Konsep Biaya dan Sistem Informasi Akuntansi Biaya
SISTEM BIAYA TAKSIRAN ( ESTIMATED COSTING )
Kalkulasi Biaya Pesanan
AKUNTANSI MANAJEMEN MATERI-1 KONSEP-KONSEP DASAR AKUNTANSI MANAJEMEN
Management Accounting
Konsep Biaya dan Arus Biaya
METODE HARGA POKOK PESANAN – FULL COSTING
SISTEM PERHITUNGAN BIAYA BERDASARKAN PESANAN
COST ACCOUNTING PROCESS COSTING MATERI-4
Konsep Biaya dan Sistem Informasi Akuntansi Biaya
BRIEFING tugas besar ANALISIS & ESTIMASI BIAYA 2015
Sistem Akuntansi Biaya & Akumulasi Biaya
COST ACCOUNTING SISTEM AKUNTANSI BIAYA & AKUMULASI BIAYA MATERI-2
Konsep Dasar Akuntansi Biaya
PENGELOMPOKAN BIAYA.
AKUNTANSI BIAYA.
COST ACCOUNTING MATERI-12 SISTEM BIAYA TAKSIRAN
COST ACCOUNTING MATERI-7 BIAYA OVERHEAD PABRIK
Pengenalan Istilah dan Tujuan Biaya
COST ACCOUNTING PROCESS COSTING MATERI-4
Konsep dan Perilaku Biaya
AKUNTANSI BIAYA & PENGERTIAN BIAYA
Mata kuliah : F Akuntansi Biaya I
Konsep Biaya dan Sistem Informasi Akuntansi Biaya
FULL COSTING AND VARIABLE COSTING.
Konsep Biaya dan Sistem Informasi Akuntansi Biaya
HARGA POKOK PRODUKSI Caecilia Widi Pratiwi.
Sistem Biaya & Akumulasi Biaya
Basic Cost Concepts Cost adalah KAS atau setara dg KAS yg dikorbankan untuk mendapatkan barang/jasa yg diperkirakan akan membawa manfaat saat ini atau.
METODE HARGA POKOK PESANAN (FULL COSTING)
PERHITUNGAN BIAYA BERDASARKAN AKTIVITAS
METODE HARGA POKOK PESANAN (FULL COSTING)
ANGGARAN, AKTUAL DAN PEMBEBANAN
AKUNTANSI MANAJEMEN BAB-1 KONSEP-KONSEP DASAR AKUNTANSI MANAJEMEN
AKUNTANSI MANAJEMEN MATERI-1 KONSEP-KONSEP DASAR AKUNTANSI MANAJEMEN
AKUNTANSI BIAYA IEG3A3 Program Studi Teknik Industri
Konsep dan Klasifikasi Biaya
Oleh: Fathia, SE Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia Novera KM.
AKUNTANSI MANAJEMEN MATERI-1 KONSEP-KONSEP DASAR AKUNTANSI MANAJEMEN
AKUNTANSI MANAJEMEN BAB-1 KONSEP-KONSEP DASAR AKUNTANSI MANAJEMEN
Sistem penentuan kos pesanan
JOB ORDER COSTING.
05 Akuntansi Biaya PROCESS COSTING
SISTEM PERHITUNGAN BIAYA DAN AKUMULASI BIAYA
Konsep Akuntansi Biaya Konsep dan Perilaku Biaya
Basic Cost Concepts Cost adalah KAS atau setara dg KAS yg dikorbankan untuk mendapatkan barang/jasa yg diperkirakan akan membawa manfaat saat ini atau.
AKUNTANSI MANAJEMEN MATERI-1 KONSEP-KONSEP DASAR AKUNTANSI MANAJEMEN
Systems Design: Job-Order costing
COST ACCOUNTING MATERI-7 BIAYA OVERHEAD PABRIK
PENGENALAN AKUNTANSI BIAYA
PENENTUAN HARGA POKOK VARIABEL
METODE HARGA POKOK PESANAN (JOB ORDER COST METHOD)
Pengenalan Istilah dan Tujuan Biaya
Basic Cost Concepts Cost adalah KAS atau setara dg KAS yg dikorbankan untuk mendapatkan barang/jasa yg diperkirakan akan membawa manfaat saat ini atau.
Cost Accounting - Daljono
COST SYSTEMS AND COST ACCUMULATION Pertemuan 3-4
Transcript presentasi:

Sistem Biaya dan Akumulasi Biaya Perkuliahan III

FLOW OF COSTS IN MANUFACTURING ENTERPRISE Aliran biaya dalam perusahaan tidak menambah siklus akuntansi dalam akuntansi keuangan. Akuntansi biaya berkaitan dengan pencatatan dan pengukuran elemen pada saat mengalir melalui proses produksi. . General ledger untuk proses produksi adalah Materials, Payroll, FOH control, Work in Process, Finished Goods, COGS

Flow of Cost(continue ) Minimal ada 18 jurnal yang terjadi berkaitan dengan akuntansi biaya. : 1. Pelunasan account payable jurnal : dr A/P dan cr Cash 2. Pembayaran prepaid expense dr prepaid expense dan cr Cash 3. Pembelian dan perbaikan fixed assets jurnal : dr Building & Equipment dan cr Cash

Flow of Costs (continue) 4. Macam-macam pembayaran lain, jurnalnya : dr Various other accounts dan cr Cash 5. Pembayaran wages dan salaries payable, jurnalnya : dr Accrued payroll dan cr Cash 6. Pembelian kredit raw material, factory, supplies, jurnalnya : dr Materials dan cr Account Payable 7. Mencatat payroll, jurnalnya : dr Payroll dan cr Accrued payroll

Flow of Costs (continue) 8. Penggunaan factory supplies atau indirect materials masuk ke produksi, jurnalnya : dr FOH control dan cr Materials 9. Pencatatan biaya produksi tak langsung ke FOH Control jurnalnya : dr FOH control dan cr A/P 10.Pencatatan prepaid expense yang sudah expired masuk FOH Control, jurnalnya : dr FOH control dan cr Prepaid expense

Flow of Cost ( continue ) 11. Pencatatan depresiasi untuk pabrik, jurnalnya : dr FOH control dan cr Accum. Depreciation 12. Pencatatan biaya lain untuk pabrik, jurnalnya : dr FOH control dan cr Various other accounts 13. Pembebanan indirect labor cost ke produksi, jurnalnya : dr FOH control dan cr Payroll

Flow of Cost ( continue ) 14. Pencatatan penggunaan Direct materials ke Work in Process, jurnalnya : dr Work in Process dan cr Materials 15. Pencatatan FOH control ke WIP, jurnalnya : dr Work in Process dan cr FOH control 16. Pencatatan Payroll ke WIP, jurnalnya : dr Work in Process dan cr Payroll 17. Pencatatan WIP masuk Finished Goods, jurnalnya : dr Finished Goods dan cr Work in Process

Flow of Cost (continue ) 18. Pencatatan Finished Goods ke COGS, jurnalnya : dr COGS dan cr Finished Goods

ARUS FISIK PRODUK Bahan Baku PRODUK JADI Tenaga Kerja Overhead

ARUS BIAYA PERUSAHAAN MANUFAKTUR Bahan Baku Langsung Bahan Bahan tdk Langsung Barang Dalam Proses Barang Jadi BOP Harga Pokok Penjualan Tenaga Kerja tdk Langsung Tenaga Kerja Langsung Tenaga Kerja

ARUS BIAYA PERUSAHAAN MANUFAKTUR BAHAN PRODUK JADI PROSES PRODUKSI JUAL TENAGA KERJA Overhead BAHAN BARANG DALAM PROSES XX PRODUK JADI XX BIAYA OVERHEAD XX XX XX X HPP XX XX XX XX X BIAYA T K XX XX

REPORTING THE RESULTS OF OPERATIONS Sebagaimana laporan keuangan konvensional maka laporan keuangan perusahaan manufaktur adalah : 1. Income Statement 2. Cost of Goods Sold Statement, schedule 1 3. Balance Sheet 4. Cash flow Statement

COGS STATEMENT, schedule 1 Manufactured cost = Direct Materials consumed + Direct Labor + FOH FOH merupakan akun untuk menampung semua Indirect Material/supplies Cost + Indirect Labor Cost + Other FOH Cost yang berkaitan dengan factory (pabrik) Manufactured cost akan sama dengan COGM dan COGS, jika tidak ada persediaan awal dan akhir untuk WIP dan Finished Goods

Arus Biaya Produksi ke Laporan Keuangan Persdiaan P.Jadi (Awal) Harga Pokok Penjualan (HPP) Persdiaan BDP (Awal) Harga Pokok Produksi Biaya Produksi periode ini (BDP) BTKL BOP Persdiaan Bahan Baku (Awal) Persd. Produk Jadi (Akhir) Bahan Baku (dari pembelian) Persd. BDP (Akhir) Persd. Bahan Baku (Akhir) Biaya Pemasaran & Biaya Admts Biaya Pemasaran & Biaya Admts TOTAL BIAYA PRODUKSI SUMBER DAYA YANG TERSEDIA BARANG TERSEDIA UNTUK DIJUAL LAPORAN LABA/RUGI NERACA

COST SYSTEM Macam-macam cost system : Actual cost system atau Historical cost system: “Cost dikumpulkan pada saat terjadinya, namun pelaporannya ditunda pada akhir periode akuntansi” Standard cost system “Standard cost digunakan berdasarkan biaya yang ditetapkan terdahulu. Actual cost juga dicatat dan variance dimasukan dalam akun terpisah”.

COST SYSTEM (continue) 3. Full Absorption Costing: “Biaya produksi dikumpulkan baik yang bersifat tetap maupun variabel”. 4. Direct Costing/Variable Costing : “ Biaya yang termasuk biaya produksi hanya yang bersifat variabel saja”

COST ACCUMULATION Ke 4 Cost System tersebut dapat digunakan dalam CostAccumulation, yang meliputi : 1. JOB ORDER COSTING . Biaya diakumulasikan untuk setiap batch, lot, job order . Produk bersifat hetrogen . Akun WIP dibantu subdiary ledger . Dapat ditentukan profit per job order

Cost Accumulation (continue) 2. PROCESS COSTING . Biaya diakumulasi berdasarkan proses produksi atau departemen. . Produk bersifat homogen/uniform . Biaya per unit dihitung dengan cara membagikan antara jumlah biaya dengan jumlah unit ekuivalen.

Cost accumulation (continue) 3. Blended Methods “Direct material cost diakumulasi berdasarkan job order costing dan convertion cost diakumulasikan berdasarkan process costing”.

Cost accumulation (continue) 4. Backflush Costing “Dalam kasus proses produksi yang sangat cepat, yang mengakibatkan hasil produksi mendahului pencatatan akuntansi maka melakukan backflush dapat dijadikan pilihan yang sangat penting. Backflushing costing dianggap dapat menjawab kekunoan kronologis pencatatan akuntansi”

COMPARISON OFCOST ACCUMULATION METHODS Berbeda dengan metode Job Order,Blended dan Process Costing, metode Backflush tidak mengenal adanya Work in Process. 2. Masing-masing metode menunjukkan perbedaan objek biaya yang menjadi tujuan penelusuran biaya.

Flow of Costs Example Bicycles by the Sea had $50,000 of direct materials inventory at the beginning of the period. Purchases during the period amounted to $180,000 and ending inventory was $30,000. How much direct materials were used? $50,000 + $180,000 – $30,000 = $200,000

Direct labor costs incurred were $105,500. Flow of Costs Example Direct labor costs incurred were $105,500. Indirect manufacturing costs were $194,500. What are the total manufacturing costs incurred? Direct materials used $200,000 Direct labor 105,500 Indirect manufacturing costs 194,500 Total manufacturing costs $500,000

Flow of Costs Example Assume that the work in process inventory at the beginning of the period was $30,000, and $35,000 at the end of the period. What is the cost of goods manufactured? Beginning work in process $ 30,000 Total manufacturing costs 500,000 Ending work in process 35,000 Cost of goods manufactured $495,000

Flow of Costs Example Assume that the finished goods inventory at the beginning of the period was $10,000, and $15,000 at the end of the period. What is the cost of goods sold? Beginning finished goods $ 10,000 Cost of goods manufactured 495,000 Ending finished goods 15,000 Cost of goods sold $490,000

Flow of Costs Example Work in Process Beg. Balance 30,000 495,000 Direct mtls. used 200,000 Direct labor 105,500 Indirect mfg. costs 194,500 Ending Balance 35,000

Flow of Costs Example Finished Goods 10,000 490,000 495,000 15,000 Work in Process 495,000 Cost of Goods Sold 490,000

Manufacturing Company INCOME STATEMENT BALANCE SHEET Inventoriable Costs Revenues when sales occur deduct Materials Inventory Finished Goods Inventory Cost of Goods Sold Equals Gross Margin deduct Work in Process Inventory Period Costs Equals Operating Income

Merchandising Company BALANCE SHEET INCOME STATEMENT Inventoriable Costs Revenues when sales occur deduct Merchandise Purchases Inventory Cost of Goods Sold Equals Gross Margin deduct Period Costs Equals Operating Income

Activity-Based Costing Traditional allocation method Activity-based allocation method Costs Products Costs Activities Products First stage Second stage

Sekilas ABC Mengidentifikasi kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk memproduksi produk atau layanan Menentukan biaya aktivitas Mengalokasikan biaya ke obyek biaya berdasarkan obyek konsumsi kegiatan

Biaya tingkat Incurrence Tidak semua biaya yang berhubungan dengan - volume - Tingkat unit - Batch tingkat - Produk tingkat - Fasilitas tingkat

Operasi dari sebuah Sistem ABC Menetapkan biaya untuk kegiatan renang Tahap pertama alokasi Mengidentifikasi biaya yang dikeluarkan untuk melakukan berbagai kegiatan Menentukan ukuran terbaik kegiatan yang berkaitan dengan masing-masing biaya renang Biaya driver

Operation of an ABC System Menentukan tarif per unit aktivitas Menetapkan biaya untuk produk / jasa berdasarkan konsumsi kegiatan Tahap kedua alokasi Biaya tidak langsung akan diubah ke langsung biaya

Peran strategis ABC Ringkasan berbasis biaya (ABC) vs volume berbasis biaya: Volume berbasis biaya sering tidak memadai karena biaya tidak langsung tidak selalu terjadi dalam proporsi ke volume output Volume berbasis biaya biasanya menyebabkan miscosting dari keluaran (yakni, beberapa produk akan overcosted dan lain-lain undercosted) Volume berbasis biaya dapat menciptakan insentif untuk para manajer yang tidak patut (misalnya, lebih volume equates lebih biaya overhead) Ringkasan berbasis biaya menggunakan informasi tentang kegiatan yang membentuk langsung (dukungan) biaya sehingga keluaran hanya dikenakan biaya konsumsi sumber daya

Volume-Based Costing Walaupun sering tidak memadai, volume berbasis biaya mungkin pilihan yang strategis untuk beberapa perusahaan Jenis biaya sistem sesuai bila umumnya langsung biaya yang besar biaya produk atau layanan dan kegiatan pendukung produksinya relatif sederhana, biaya rendah, dan homogen di seluruh lini produk yang berbeda Volume berbasis biaya yang sering digunakan oleh produsen produk kertas, produsen produk pertanian, layanan profesional dan perusahaan

Biaya tidak langsung Tidak mudah dan nyaman traceable ke obyek biaya Biaya ini dipakai bersama-sama di antara unsur biaya objek Fisik mustahil untuk jejak Biaya tidak efektif untuk jejak

Biaya tidak langsung Perlunya alokasi Perkiraan biaya produk atau aktivitas Apakah benar-benar biaya? Meningkatkan kesadaran biaya langsung Kegiatan ini tidak gratis Rencana lebih efisien biaya operasi Sekarang kita tahu bahwa apa biaya, apa yang harus kita lakukan?

Alokasi Indirect Biaya Khas metode alokasi : Kemampuan untuk menanggung Keadilan atau ekuitas Manfaat yang diterima Dan menimbulkan efek

Metode tradisional Alokasi Biaya tidak langsung dialokasikan untuk biaya objek berdasarkan objek dari biaya konsumsi mengukur beberapa kegiatan, biasanya jam kerja $10,000,000 total indirect cost 400,000 total labor hours = $25 per hour rate produk merupakan tenaga kerja 6 jam akan dikenakan biaya $ 150 dari biaya langsung

Kritik dari Alokasi Overhead Tradisional Overhead yang menganggap semua yang berhubungan dengan volume Pabrik seluruh departemen atau harga Semua kegiatan yang berkaitan dengan satu ukuran Departemen fokus, tidak fokus proses Fokus pada biaya yang timbul, tidak menimbulkan biaya

ABC Terms Suatu kegiatan tertentu adalah tugas atau aktivitas pekerjaan dilakukan, seperti produksi setup Sebuah sumber ekonomi merupakan unsur yang dibutuhkan atau dikonsumsi dalam melaksanakan kegiatan, seperti gaji dan perlengkapan J biaya driver baik sumber biaya konsumsi driver atau suatu kegiatan konsumsi biaya driver Sumber biaya konsumsi driver mengukur jumlah sumber daya yang dikonsumsi oleh suatu kegiatan, seperti jumlah item dalam rangka pembelian atau penjualan Ringkasan biaya konsumsi driver mengukur jumlah kegiatan yang dilakukan untuk obyek, seperti jumlah batch yang digunakan untuk pembuatan produk Y

Biaya Assignment Dua-tahap pendekatan untuk biaya tugas langsung (dukungan) biaya: sumber biaya overhead pabrik seperti ditugaskan untuk biaya aktivitas renang dan kemudian ke objek biaya (pekerjaan, klien, produk, pasien, dll) Volume sistem berbasis menetapkan overhead pabrik ke satu tanaman atau departemen biaya renang pertama dan kemudian ke produk atau layanan menggunakan volume berbasis menilai ABC sistem menetapkan biaya overhead pabrik untuk kegiatan atau kegiatan yang menggunakan sumber daya renang biaya konsumsi biaya driver dan kemudian menetapkan biaya ke obyek biaya menggunakan biaya konsumsi kegiatan driver Penggunaan biaya driver dalam setiap tahap membuat ABC umumnya lebih akurat dari volume berbasis biaya

Ringkasan Berbasis Costing Jadi pendekatan biaya sumber daya yang memberikan biaya ke obyek biaya berdasarkan kegiatan yang dilakukan untuk biaya objek Biaya sumberdaya ditugaskan untuk kegiatan berdasarkan kegiatan-kegiatan yang menggunakan atau mengkonsumsi daya (konsumsi daya driver), dan biaya kegiatan ditugaskan ke objek biaya berdasarkan kegiatan yang dilakukan untuk biaya objek (aktivitas konsumsi biaya driver)

Analisis kegiatan Melalui kegiatan analisis, perusahaan mengidentifikasi melakukan pekerjaan ini untuk melakukan operasinya Proses termasuk mengumpulkan data dari dokumen dan catatan yang ada, serta mengumpulkan data tambahan dengan menggunakan kuesioner, pengamatan, atau wawancara yang penting personil Contoh pertanyaan antara lain: Pekerjaan atau kegiatan apa yang Anda lakukan? Berapa banyak menghabiskan waktu Anda melakukan kegiatan tersebut? Apa sumber-sumber yang diperlukan untuk melakukan kegiatan-kegiatan tersebut? Apa nilai tidak ada kegiatan atau produk, layanan, pelanggan, atau organisasi?

Ringkasan Analisis (lanjutan) Untuk mengidentifikasi sumber biaya untuk berbagai kegiatan, sebuah firma classifies semua kegiatan sesuai dengan cara di mana aktivitas mengkonsumsi sumber daya J-unit tingkat aktivitas yang dilakukan pada setiap unit produk atau layanan dari perusahaan (misalnya, bahan-bahan langsung) J-batch tingkat aktivitas dilakukan untuk setiap batch atau kelompok unit produk atau layanan (misalnya, pengaturan mesin atau menempatkan pesanan pembelian) J-produk yang mendukung kegiatan tingkat produksi pada suatu produk atau layanan (misalnya, teknik perubahan untuk mengubah bagian untuk produk) J-fasilitas tingkat mendukung kegiatan operasi secara umum (misalnya, pajak properti dan asuransi)

Mengembangkan sebuah Sistem ABC Ada tiga langkah dalam pengembangan sebuah sistem ABC: - Mengidentifikasi sumber daya dan biaya kegiatan (Panggung Satu) Suatu kegiatan analisis dilakukan untuk mengidentifikasi kegiatan utama dan jalan di mana aktivitas mengkonsumsi sumber daya - Menetapkan sumber biaya untuk kegiatan (Panggung Satu) - Menggunakan sumber daya biaya konsumsi driver berdasarkan penyebab-dan-efek hubungan, seperti jumlah jam kerja, konfigurasi, bergerak, mesin-hari, karyawan, atau kaki persegi untuk menetapkan sumber biaya - Penugasan dilakukan secara langsung melalui pelacakan atau estimasi - Menetapkan biaya untuk biaya aktivitas objek (Tahap Dua) - Menggunakan aktivitas konsumsi biaya driver, seperti pesanan pembelian, penerimaan laporan, disimpan bagian, tenaga kerja langsung-jam, atau siklus manufaktur waktu untuk menetapkan biaya aktivitas

Batasan dan manfaat dari ABC Systems Keterbatasan Profitabilitas yang lebih baik karena langkah-langkah untuk lebih akurat biaya Identifikasi nilai-nilai vs non-ditambahkan kegiatan dan biaya yang terkait Informasi untuk proses perbaikan Perkiraan biaya perbaikan Membantu mengidentifikasi dan mengontrol biaya unused kapasitas Beberapa mungkin memerlukan biaya alokasi ke departemen dan produk berdasarkan volume tindakan sewenang-wenang Beberapa biaya yang dapat diidentifikasi dengan spesifik produk yang diabaikan Mahal dan memakan waktu untuk mengembangkan dan melaksanakan Mungkin manajerial terhadap hasil ABC

Berbasis Volume vs ABC Contoh Haymarket Bioteknologi, Inc (HBT) memproduksi dan menjual dua sistem komunikasi aman, AW (Anywhere) dan sz (SecureZone). HBT berikut memiliki data untuk operasi kedua produk:

Berbasis Volume vs ABC Contoh (lanjutan) Tradisional volume berbasis biaya sistem yang digunakan perusahaan yang memberikan pabrik overhead (OH) berdasarkan jam tenaga kerja langsung (DLH). Perusahaan yang memiliki total biaya overhead sebesar $ 2.000.000. Sejak perusahaan yang dianggarkan untuk 100.000 DLHs tahun, overhead per DLH menilai adalah $ 20 ($ 2.000.000 / 100.000 DLH

Berbasis Volume vs ABC (lanjutan) Overhead pabrik yang ditugaskan ke AW adalah $ 500.000 (25.000 x DLH $ 20) total dan $ 100 ($ 500.000 / 5.000 unit) per unit, karena perusahaan menghabiskan 25.000 jam kerja langsung ke manufaktur 5.000 unit AW DAN Overhead pabrik yang ditugaskan ke sz adalah $ 1.500.000 (75.000 x DLH $ 20) total dan $ 75 ($ 1.500.000 / 20.000 unit) per unit, karena perusahaan menghabiskan 75.000 jam kerja langsung ke manufaktur 20.000 unit sz

Berbasis Volume vs ABC (lanjutan) Ditunjukkan menggunakan analisis profitabilitas produk berbasis biaya volume:

Berbasis Volume vs ABC (lanjutan) Dalam upaya untuk menggunakan sistem ABC, HBT telah mengidentifikasi kegiatan-kegiatan berikut ini, anggaran biaya, dan biaya konsumsi kegiatan driver:

Berbasis Volume vs ABC (lanjutan) HBT juga telah mengumpulkan data berikut operasi menyangkut setiap produk-produknya:

Berbasis Volume vs ABC Contoh (lanjutan) Menggunakan data yang dikumpulkan, kegiatan untuk menilai setiap kegiatan konsumsi biaya driver dihitung sebagai berikut:

Berbasis Volume vs ABC Contoh (lanjutan) Biaya overhead pabrik AW @ 5.000 unit produksi:

Berbasis Volume vs ABC Contoh (lanjutan) Biaya overhead pabrik untuk sz @ 20.000 unit produksi:

Berbasis Volume vs ABC Contoh (lanjutan) Ditunjukkan menggunakan analisis profitabilitas produk ABC:

Berbasis Volume vs ABC Contoh (lanjutan) Diagram berikut ini membandingkan hasil dari kedua sistem biaya: Anda dapat guess yang tinggi dan volume yang merupakan produk-volume rendah? Perlu diketahui bahwa volume berbasis biaya cenderung undercost kompleks rendah-volume overcost tinggi dan produk-produk volume, situasi yang sering disebut sebagai biaya produk lintas subsidization