AKAD IJARAH’ Disusun Oleh: 1.Nini karlina (20120730004) 2.Rulya windya sari (20120730040) 3.Yasifa Fitriana (20120730011) 4.Aditya Bangun S (20120730021)

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Akuntansi Ijarah Sartini, SE, MSc, Ak.
Advertisements

Oleh: Sri Nurhayati / Wasilah
Oleh: Sri Nurhayati / Wasilah
Oleh: Sri Nurhayati / Wasilah
SEWA GUNA USAHA.
Dewi Nurul Musjtari PENGERTIAN MURABAHAH:
PERENCANAAN PAJAK ATAS SEWA GUNA USAHA
Sumber : Sri Nurhayati – Wasilah (Akuntansi Syariah di Indonesia)
Oleh: Sri Nurhayati / Wasilah
Hukum Perbankan Syariah Akad Ijarah
Oleh: LILI SYAFITRI AKAD ISTISHNA’.
JUAL BELI (SALE AND PURCHASE)
PERBANKAN SYARIAH Kelompok 4: 1.Darmawan Fitriahayu Sayekti Rita Dwi N Mia Ayu M
AKUNTANSI MURABAHAH.
AKUNTANSI UNTUK MURABAHAH (Bag.2)
Oleh : Gemala Dewi, SH., LLM
PEMBIAYAAN IJARAH DAN IMBT
Sartini, SE, MSc, Ak Ba’i As Salam Sartini, SE, MSc, Ak
Akuntansi Salam PENDAHULUAN
Oleh : Icha Fajriana, S.I.A
AKAD IJARAH’ Oleh: LILI SYAFITRI.
Akuntansi Mudharabah Rizal Effendi.
Bab9. Akad IJARAH Sumber : Sri Nurhayati – Wasilah
PENERAPAN AKAD PADA PENYALURAN DANA DI BANK SYARIAH
PIUTANG ISTISHNA.
AKAD IJARAH’ Disusun Oleh: Nini karlina ( )
AKAD IJARAH’ Disusun Oleh: Nini karlina ( )
AKUNTANSI MURABAHAH (PSAK 102)
PERUSAHAAN PEMBIAYAAN SYARIAH/LEASING SYARIAH
العلم الإقتصادية الإسلا مية
BAB 13 AKUNTANSI TRANSAKSI IJARAH (SEWA-MENYEWA) TUJUAN PEMBELAJARAN
Pph 2 Leasing dalam pajak.
MATERI Ke-8: AKAD DAN PRODUK KEUANGAN SYARIAH Pola sewa dan lainnya
AKUNTANSI UNTUK MURABAHAH
Wulan retnowati, SE, Ak, M.Akt
TRANSAKSI SYARIAH.
Sumber : . Achmad Zaky,MSA.,Ak.,SAS.,CMA.,CA
AKUNTANSI SALAM.
PIUTANG ISTISHNA.
Disusun Oleh: Nini karlina ( )
Ekonomi dan Perbankan Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta 2015
Ba’i As Salam.
AKUNTANSI MURABAHAH (PSAK 102)
AKUNTANSI ISTISHNA‘ (Wulan Retnowati, SE., Ak. M.Akt)
AKUNTANSI ISTISHNA'.
AKUNTANSI TRANSAKSI SALAM DAN SALAM PARALEL
Sumber : Achmad Zaky,MSA.,Ak.,SAS.,CMA.,CA
AKAD IJARAH’ Disusun Oleh: Nini karlina ( )
Akuntansi sewa guna usaha
AKUNTANSI TRANSAKSI SALAM DAN SALAM PARALEL
AKUNTANSI ISTISHNA'.
PIUTANG ISTISHNA.
PEGADAIAN SYARI’AH PENGERTIAN
JENIS JASA KEUANGAN ISLAM
Sri Nurhayati / Wasilah
Aplikasi akuntansi syariah pada bank syariah
Akad Ijarah dan Akad lainnya
AKUNTANSI TRANSAKSI ISTISHNA
AKUNTANSI TRANSAKSI IJARAH DAN IMBT
AKUNTANSI TRANSAKSI MUSYARAKAH
AKUNTANSI TRANSAKSI SALAM
Sri Nurhayati / Wasilah
AKUNTANSI TRANSAKSI SALAM DAN SALAM PARALEL
Sri Nurhayati / Wasilah
AKUNTANSI TRANSAKSI IJARAH
MATERI Ke-8: AKAD DAN PRODUK KEUANGAN SYARIAH Pola sewa dan lainnya
Achmad Zaky,MSA.,Ak.,SAS.,CMA
Akuntansi syariah Soraya lestari, se, m. Si.
Sumber : Achmad Zaky,MSA.,Ak.,SAS.,CMA.,CA
Sumber : . Achmad Zaky,MSA.,Ak.,SAS.,CMA.,CA
Transcript presentasi:

AKAD IJARAH’ Disusun Oleh: 1.Nini karlina ( ) 2.Rulya windya sari ( ) 3.Yasifa Fitriana ( ) 4.Aditya Bangun S ( ) 5.Ardini pangesti putri( )

Pengertian Ijarah Menurut bahasa “ al Ajru”: al ‘Iwadhu (ganti/kompensasi), sedangkan secara terminologi adalah akad pemindahan hak guna (manfaat) atas suatu barang atau jasa, dalam waktu tertentu dengan pembayaran upah sewa ( ujrah ), tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan atas barang itu sendiri. Jadi Ijarah dimaksudkan untuk mengambil manfaat atas suatu barang atau jasa (mempekerjakan seseorang) dengan jalan penggantian (membayar sewa atau upah sejumlah tertentu).

Lanjutan... Ijarah juga didefinisikan sebagai transaksi perpindahan hak guna (manfaat) atas suatu barang dan jasa dalam waktu tertentu melalui pembayaran sewa/upah tanpa melalui pemindahan kepemilikan (Dewan Syariah Nasional: 2000). Setelah masa sewa berakhir maka barang dikembalikan kepada pemilik (bank), namun penyewa dapat juga memiliki barang yang disewa dengan pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak bank ke pihak penyewa. Sekalipun dimung kinkan, dilarang perjanjian sewa tersebut mensyaratkan penjualan dan juga sebaliknya seperti prinsip sewa- beli yang biasa dilakukan dalam kredit motor misalnya. Dikenal istilah ljarah Muntahiyah Bitamliik (MBT) yang merupakan kombinasi antara sewa menyewa (ijarah) dan jual beli atau hibah. Dalam hal ini pihak yang menyewakan berjanji akan menjual atau menghibahkan barang yang disewakan pada akhir periode sewa.

KeteranganIJARAHLEASING 1ObyekManfaat barang dan jasaManfaat barang saja 2Metode Pembayaran Tergantung atau Tidak Tergantung pada kondisi barang/jasa yang disewa Tidak Tergantung pada kondisi barang yang disewa 3Perpindahan Kepemilikan a.Ijarah: Tidak ada perpindahan kepemilikan a.IMBT: Janji untuk menjual/ menghibahkan di awal akad. a.Sewa guna operasi: tidak ada transfer kepemilikan. b.Sewa Guna dengan opsi : memiliki opsi membeli atau tidak membeli di akhir masa sewa. 4Jenis Leasing Lainnya a. Lease Purchase: Tidak dibolehkan karena akadnya gharar, yakni antara sewa dan beli b. Sale and lease back: Dibolehkan a. Lease Purchase: Dibolehkan b. Sale and lease back: Dibolehkan Perbedaan Ijarah dengan Leasing

Jenis Ijarah Berdasarkan obyek yang disewakan : Manfaat atas aset; aset dapat berupa aset yang tidak bergerak seperti rumah atau aset bergerak seperti mobil, motor, pakaian dan sebagainya. Manfaat atas jasa; berasal dari hasil karya atau dari pekerjaan seseorang.

lanjutan... Berdasarkan ED PSAK: 1. Ijarah adalah akad pemindahan hak guna (manfaat) atas suatu aset atau jasa, dalam waktu tertentu dengan pembayaran upah sewa (ujrah), tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan atas aset itu sendiri. 2.Ijarah muntahia bittamlik (IMBT) merupakan Ijarah dengan wa’ad (janji) dari pemberi sewa berupa perpindahan kepemilikan obyek Ijarah pada saat tertentu. 3.Jual dan sewa kembali ( sale and leaseback ) atau transaksi jual dan ijarah: terjadi di mana seseorang menjual asetnya kepada pihak lain dan menyewa kembali aset tersebut. Transaksi jual-dan- Ijarah harus merupakan transaksi yang terpisah dan tidak saling bergantung (ta’alluq)

Pembelian objek Perjanjian secara tunai Ijarah atau IMBT Jual - Beli objek ( Ijarah) atau ( IMBT) Pembelian objek Perjanjian secara tunai Ijarah atau IMBT Jual - Beli objek ( Ijarah) atau ( IMBT) Pemberi Sewa OBJEK IJARAH OBJEK IJARAH Penyewa SUPPLIER atau PENJUAL/ PEMASOK SUPPLIER atau PENJUAL/ PEMASOK SKEMA IJARAH OBJEK IJARAH OBJEK IJARAH

Prinsip kerja Ijarah

Al-Ijarah Al-Muntahia Bit-Tamlik Adalah sejenis perpaduan antara kontrak jual beli dan sewa atau lebih tepatnyabakad sewa yang diakhiri dengan kepemilikan barang ditangan si penyewa.

Al- Ijarah al-Muntahia Bit-Tamlik memiliki banyak bentuk, tergantung pada apa yang disepakati oleh kedua belah pihak yang berkontrak. Misalnya al-ijarah dan janji menjual, nilai sewa yang mereka tentukan dalam ijarah, harga barang dalam transaksi jual dan kapan kepemilikan dipindahkan. Bentuk Al Ijarah Muntahia bit-Tamlik

Prinsip Kerja Ijarah Muntahia bit-Tamlik

Dasar Syari’ah – Al Qur’an “Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhan-Mu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan yang lain. Dan rahmat Tuhan-Mu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (QS. 43:32). “Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertaqwalah kamu kepada Allah dan ketauhilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. 2:233). “Salah seorang dari kedua wanita itu berkata ‘wahai ayahku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), sesungguhnya orang yang paling baik untuk bekerja (pada kita) adalah orang yang kuat lagi dapat dipercaya” (QS. 28:26 ).

Rukun dan Syarat Ijarah 1. Pelaku Ijarah: Baligh, Cakap Hukum 2. Obyek akad Ijarah, yaitu: manfaat aset/ma’jur dan pembayaran sewa; atau manfaat jasa dan pembayaran upah. 3.Pernyataan/sighat ijab qabul berupa pernyata an dari kedua belah pihak yang berkontrak, baik secara verbal atau dalam bentuk lain. kedua belah pihak harus saling rela, tidak terpaksa dalam melakukan akad.

Lanjutan... Rukun dan syarat ijarah dalam Fatwa DSN-MUI a.Pernyataan ijab dan kabul. b.Pihak-pihak yg berakad, yaitu pemberi sewa (lessor, bank) dan penyewa (lessee, nasabah). c.Objek kontrak berupa manfaat dari penggunaan aset dan pembayaran sewa d.Manfaat dari penggunaan aset dalam ijarah adalah objek kontrak yang harus dijamin, karena rukun yang harus dipenuhi sebagai ganti dari sewa dan bukan aset itu sendiri. e.Sighat ijarah, yaitu berupa pernyataan dari kedua belah pihak yang berakad, baik secara verbal atau dalam bentuk lain dengan cara penawaran dari pemilik aset (bank) dan penerimaan yang dinyatakan oleh penyewa (nasabah).

Akad Ijarah Yaitu Pembiayaan berupa talangan dana yg dibutuhkan nasabah utk memiliki suatu barang/jasa dgn kewajiban menyewa barang tsb sampai jangka waktu tertentu sesuai dgn kesepakatan (sewa-menyewa). Fatwa DSN No. 09/DSN-MUI/IV/2000. QS. az-Zukhruf (43):32: “… agar sebagian mereka dpt menggunakan sebagian yg lain. Dan Rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yg mereka kumpulkan.” HR. Ibnu Majah dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Berikanlah upah pekerja sebelum keringatnya kering.

Ketentuan Syariah Obyek akad Ijarah: Manfaat aset/jasa: a. Harus bisa dinilai dan dapat dilaksanakan dalam kontrak, misalnya sewa komputer, maka komputer itu harus dapat berfungsi sebagaimana mestinya, dan tidak rusak. b. Harus yang bersifat dibolehkan secara syari’ah (tidak diharamkan); maka Ijarah atas obyek sewa yang melanggar perintah Allah tidak sah. Misalnya mengupah seseorang untuk membunuh, menyewakan rumah untuk tempat main judi atau menjual khamar dan lain sebagainya. c.Dapat dialihkan secara syari’ah. d.Harus dikenali secara spesifik sedemikian rupa untuk menghilangkan ketidaktahuan yang dapat menimbulkan sengketa, misalnya kondisi fisik mobil yang disewa. Untuk mengetahui kejelasan manfaat dari suatu aset dapat dilakukan identifikasi fisik. e. Jangka waktu penggunaan manfaat ditentukan dengan jelas.

Ketentuan Syariah Sewa dan Upah yaitu sesuatu yang dijanjikan dan dibayar penyewa atau pengguna jasa kepada pemberi sewa atau pemberi jasa sebagai pembayaran atas manfaat asset atau jasa yang digunakannya. a.Harus jelas besarannya dan diketahui oleh para pihak yang berakad. b.Boleh dibayarkan dalam bentuk jasa (manfaat lain) dari jenis yang serupa dengan obyek akad. c. Bersifat fleksibel, dalam arti dapat berbeda untuk ukuran waktu, tempat dan jarak dan lainnya yang berbeda. Begitu disepakati maka harga sewa akan mengikat selama masa akad

Akad Ijarah Muntahia bit-Tamlik Adalah akad ijarah yang diikuti janji pemindahan kepemilikan benda yang disewa pada akhir masa sewa. Ketentuan pada fatwa DSN No. 09/DSN- MUI/IV/2000 mengenai ijarah juga berlaku pada ijarah muntahiya bittamlik Ketentuan khusus ttg ijarah muntahiya bittamlik dlm fatwa DSN-MUI: a.Pihak yg melakukan ijarah muntahiya bittamlik hrs melaksanakan akad ijarah terlebih dahulu. b.Janji pemindahan kepemilikan yg disepakati di awal akad ijarah adalah wa’d yg hkmnya tdk mengikat, shg hrs ada akad tersendiri.

Ketentuan Syariah Ijarah Muntahia bit-Tamlik: Pihak yang melakukan Ijarah Muntahia bit Tamlik harus melaksanakan akad Ijarah terlebih dahulu. Akad pemindahan kepemilikan, baik dengan jual beli atau pemberian, hanya dapat dilakukan setelah masa Ijarah selesai. Janji pemindahan kepemilikan yang disepakati di awal akad Ijarah adalah wa'ad, yang hukumnya tidak mengikat. Apabila janji itu ingin dilaksanakan, maka harus ada akad pemindahan kepemilikan yang dilakukan setelah masa Ijarah selesai.

Berakhirnya akad Ijarah Periode akad sudah selesai sesuai perjanjian, namun kontrak masih dapat berlaku walaupun dalam perjanjian sudah selesai dengan beberapa alasan. Periode akad belum selesai tetapi pemberi sewa dan penyewa sepakat menghentikan akad Ijarah. Terjadi kerusakan aset. Lessee tidak dapat membayar sewa. Salah satu pihak meninggal dan ahli waris tidak berkeinginan untuk meneruskan akad karena memberatkannya. Kalau ahli waris merasa tidak masalah maka akad tetap berlangsung. Kecuali akadnya adalah upah menyusui maka bila sang bayi atau yang menyusui meninggal maka akadnya menjadi batal.

Pendapatan Pendapatan sewa selama masa akad diakui pada saat manfaat atas aset telah diserahkan kepada penyewa. Piutang pendapatan sewa diukur sebesar nilai yang dapat direalisasikan (NRV) pada akhir periode pelaporan. Contoh: Mobil yang dibeli diawal tadi, pada tanggal yang sama disewakan dengan sewa per bulan Rp 5 juta dan dibayar tiap tanggal 1 bulan berikutnya.

Biaya Perbaikan Pengakuan biaya perbaikan adl. sbb.: a.Biaya perbaikan tidak rutin obyek ijarah diakui pada saat terjadinya b.Jika penyewa melakukan perbaikan rutin obyek ijarah dengan persetujuan pemilik, maka biaya tersebut dibebankan kepada pemilik dan diakui sebagai beban pada saat terjadinya; c.Jika IMBT melalui penjualan secara bertahap, biaya perbaikan obyek ijarah yang dimaksud (a dan b) ditanggung pemilik maupun penyewa sebanding dengan bagian kepemilikan masing-masing atas obyek ijarah. Biaya perbaikan obyek ijarah merupakan tanggungan pemilik. Perbaikan tersebut dapat dilakukan oleh pemilik secara langsung atau dilakukan oleh penyewa atas persetujuan pemilik.

Perpindahan Kepemilikan Pengakuannya tergantung dari cara pemindahan kepemilikan: 1.Hibah: jumlah tercatat objek ijarah diakui sebagai biaya. 2.Penjualan sebelum berakhirnya masa Jumlah tercatat objek ijarah diakui sebesar sisa cicilan sewa atau jumlah yang disepakati Selisih antara harga jual dan jumlah tercatat objek ijarah diakui sebagai keuntungan atau kerugian

Lanjutan Penjualan setelah selesai masa akad - Selisih antara harga jual dan jumlah tercatat objek ijarah diakui sebagai keuntungan atau kerugian 4. Penjualan objek ijarah secara bertahap - S elisih antara harga jual dan jumlah tercatat sebagian objek ijarah yang telah dijual diakui sebagai keuntungan atau kerugian - Bagian objek ijarah yang tidak dibeli penyewa diakui sebagai aset tidak lancar atau aset lancar sesuai dengan tujuan penggunaan aset tersebut.

Lanjutan... Untuk IMBT, pencatatan perpindahan dilakukan sesuai dengan cara perpindahannya: 1.Hibah; bank mengakui aset dan keuntungan sebesar nilai wajar objek ijarah yang diterima. 2.Pembelian sebelum masa akad berakhir; bank mengakui aset sebesar pembayaran sisa cicilan sewa atau jumlah yang disepakati. 3.Pembelian setelah masa akad berakhir; bank mengakui aset sebesar pembayaran yang disepakati. 4.Pembelian objek ijarah secara bertahap; bank mengakui aset sebesar biaya perolehan objek ijarah yang diterima.

Beban Beban sewa diakui selama masa akad pada saat manfaat atas aset telah diterima. Utang sewa diukur sebesar jumlah yang harus dibayar atas manfaat yang telah diterima. Biaya pemeliharaan obyek ijarah yang disepakati dalam akad menjadi tanggungan penyewa diakui sebagai beban pada saat terjadinya. Biaya pemeliharaan obyek ijarah, dalam IMBT melalui penjualan obyek ijarah secara bertahap, akan meningkat sejalan dengan peningkatan kepemilikan obyek ijarah.

Jual-dan-Ijarah Transaksi jual-dan- ijarah merupakan transaksi yang terpisah dan tidak saling bergantung ( ta’alluq ) sehingga harga jual harus dilakukan pada nilai wajar. Jika bank menjual obyek ijarah dan nasabah menyewanya, maka bank mengakui keuntungan atau kerugian pada periode terjadinya penjualan dalam laporan laba rugi dan menerapkan perlakuan akuntansi penyewa. Keuntungan atau kerugian tersebut tidak dapat diakui sebagai pengurang atau penambah beban ijarah

Ijarah Lanjut Jika suatu entitas menyewakan lebih lanjut kepada pihak lain atas aset yang sebelumnya disewa dari pemilik, maka entitas tersebut menerapkan perlakuan akuntansi pemilik dan akuntansi penyewa. Perlakuan akuntansi penyewa diterapkan untuk transaksi antara entitas (sebagai penyewa) dengan pemilik, dan perlakuan akuntansi pemilik diterapkan untuk transaksi antara entitas (sebagai pemilik) dengan pihak penyewa-lanjut

Penyajian Pendapatan ijarah disajikan secara neto setelah dikurangi beban-beban yang terkait, misalnya beban penyusutan, beban pemeliharaan dan perbaikan, dan sebagainya.

Pengungkapan Pemilik Objek Sewa: –Penjelasan umum isi akad yang signifikan (keberadaan wa’ad, agunan, pembatasan-pembatasan) –Nilai perolehan dan akumulasi penyusutan untuk setiap kelompok aktiva ijarah –Keberadaan transaksi jual-dan-ijarah (jika ada). Penyewa –Penjelasan umum isi akad yang signifikan (total pembayaran, keberadaan wa’ad, agunan, pembatasan- pembatasan). –Keberadaan transaksi jual-dan-ijarah dan keuntungan atau kerugian yang diakui (jika ada).

Akuntansi Pemilik ( Mu'jir ) Penyajian, pendapatan ijarah disajikan secara neto setelah dikurangi beban-beban yang terkait, misalnya beban penyusutan, beban pemeliharaan dan perbaikan, dan sebagainya Pengungkapan, pemilik mengungkapkan dalam laporan keuangan terkait transaksi ijarah dan ijarah muntahiyah bittamlik, tetapi tidak terbatas, pada: a.Penjelasan umum isi akad yang signifikan yang meliputi tetapi tidak terbatas pada: - Keberadaan wa’ad/pengalihan kepemilikan dan mekanisme yang digunakan (jika ada); - Pembatasan-pembatasan, misalnya ijarah lanjut; - Agunan yang digunakan (jika ada); b. Nilai perolehan &akumulasi penyusutan setiap kelompok asset ijarah; c. Keberadaan transaksi jual-dan-ijarah (jika ada).

Akuntansi Penyewa ( Musta'jir ) Pengungkapan, penyewa mengungkapkan dalam laporan keuangan terkait transaksi ijarah dan ijarah muntahiyah bittamlik, tetapi tidak terbatas, pada: a.Penjelasan umum isi akad yang signifikan yang meliputi tetapi tidak terbatas pada: - Total pembayaran; - Keberadaan wa’ad pemilik untuk pengalihan kepemilikan dan mekanisme yang digunakan (jika ada); - Pembatasan-pembatasan, misalnya ijarah lanjut; - Agunan yang digunakan (jika ada); b. Keberadaan transaksi jual-dan-ijarah dan keuntungan atau kerugian yang diakui (jika ada transaksi jual dan ijarah).

Sekian dan Terimakasih