KEKEKALAN ENERGI Pertemuan 11-12

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Staf Pengajar Fisika Departemen Fisika, FMIPA, IPB
Advertisements

USAHA dan ENERGI KELAS XI SEMESTER 1.
Bab 4 Usaha dan Energi Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator
USAHA / DAYA DAN ENERGI Mulai.
HUKUM KEKEKALAN ENERGI
Kerja dan Energi Dua konsep penting dalam mekanika kerja energi
Bentuk-bentuk Energi dan Perubahannya
Departemen Fisika, FMIPA, IPB
USAHA DAN ENERGI Oleh : Manna Wassalwa
Kerja dan Energi Senin, 11 Maret 2007.
ENERGI POTENSIAL DAN HUKUM KEKEKALAN ENERGI
Energi Potensial Kemampuan melakukan kerja karena posisi atau letak disebut energi potensial. Sebagai contoh, benda yang terletak pada ketinggian tertentu.
Teori Relativitas.
Menguasai Hukum Kekekalan Energi
Usaha dan Energi.
USAHA DAN ENERGI.
Usaha Energi dan Daya Work, Energy and Power.
USAHA dan ENERGI.
SMKN Jakarta USAHA DAN ENERGI 2014 SMK Bidang Keahlian Kesehatan.
5. USAHA DAN ENERGI.
Teori Relativitas.
Bab 1 Muatan dan Medan Listrik
SISTEM PARTIKEL Pertemuan 13
RANGKAIAN LISTRIK Pertemuan 11-12
5. USAHA DAN ENERGI.
ROTASI Pertemuan 9-10 Mata kuliah : K0014 – FISIKA INDUSTRI
1 Pertemuan Implementasi Kinematika dan Dinamika Matakuliah: D0564/Fisika Dasar Tahun: September 2005 Versi: 1/1.
Andari Suryaningsih, S.Pd., MM.
Matakuliah : D0684 – FISIKA I
MENERAPKAN KONSEP USAHA / DAYA DAN ENERGI
1 Pertemuan 5 Matakuliah: K0614 / FISIKA Tahun: 2006.
USAHA dan ENERGI.
USAHA DAN ENERGI Pertemuan 9-10
MOMENTUM LINIER Pertemuan 11 Matakuliah: K FISIKA Tahun: 2007.
Matakuliah : K FISIKA Tahun : 2007 TUMBUKAN Pertemuan 12.
Torsi dan Momentum Sudut Pertemuan 14
USAHA DAN ENERGI MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA Des 2013 GAYA GAYA GESEKAN
TEORI RELATIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA RELATIVITAS HUBUNGAN MASSA
USAHA & ENERGI (HUKUM KONSERVASI ENERGI MEKANIK) Mohamad Ishaq
KERJA DAN ENERGI Garis melengkung pada gambar melukiskan jejak partikel bermassa m yg bergerak dlm bidang xy dan disebabkan oleh gaya resultan F yang besar.
ENERGI DAN USAHa Harlinda Syofyan,S.Si., M.Pd.
Teori Relativitas PHYSICS SMK PERGURUAN CIKINI.
Berkelas.
Pertemuan 11 Usaha dan Energi
USAHA ( KERJA ) DAN ENERGI
KERJA dan ENERGI BAB Kerja 6.1
1 f T Fk.x F m.a MODUL 10. FISIKA DASAR I
Matakuliah : D0684 – FISIKA I
USAHA & ENERGI Jurusan Teknik Mesin UR 2009
ENERGI POTENSIAL DAN HUKUM KEKEKALAN ENERGI
Mekanika : USAHA - ENERGI
Standar Kompetensi Menganalisis gejala alam dan keteraturannya dalam cakupan mekanika benda titik Kompetensi Dasar Menunjukkan hubungan antara konsep.
USAHA DAN ENERGI Pertemuan 10
DINAMIKA.
DINAMIKA tinjauan gerak benda atau partikel yang melibatkan
USAHA DAN ENERGI faridisite.wordpress.com
ENERGI DAN MOMENTUM.
Usaha dan Energi.
HUKUM KEKEKALAN ENERGI
HUKUM KEKEKALAN ENERGI
PENDAHULUAN Gaya merupakan besaran yang menentukan sistem gerak benda berdasarkan hukum Newton. Ada beberapa kasus dalam menganalisis suatu sistem gerak.
USAHA DAN ENERGI Definisi Usaha dan Energi Usaha dan Perubahan Energi
KERJA DAN ENERGI Materi Kuliah: Fisika Dasar
Standar Kompetensi Menganalisis gejala alam dan keteraturannya dalam cakupan mekanika benda titik Kompetensi Dasar Menganalisis hubungan antara usaha,
USAHA & ENERGI (HUKUM KONSERVASI ENERGI MEKANIK) Mohamad Ishaq
DINAMIKA.
Kerja dan Energi Kinetik dan Potensial Tim Fisika TPB 2016.
Usaha dan Energi.
Kerja dan Energi.
ENERGI POTENSIAL DAN HUKUM KEKEKALAN ENERGI
Transcript presentasi:

KEKEKALAN ENERGI Pertemuan 11-12 Matakuliah : D0684 – FISIKA I Tahun : 2008 KEKEKALAN ENERGI Pertemuan 11-12

Bila pada benda hanya bekerja gaya konservatif , berlaku : 1. Energi Potensial ( EP ) Kemampuan benda melakukan usaha karena kedudukannya dalam medan potensial. Energi potensial merupakan energi yang tersimpan dan dapat diubah menjadi energi kinetik. Bila pada benda hanya bekerja gaya konservatif , berlaku : W = EK = - EP Artinya: setiap perubahan energi potensial akan diimbangi oleh perubahan energi kinetik . Bina Nusantara

2. Gaya-gaya Konservatif Usaha untuk melawan gravitasi dalam memindahkan benda dari satu titik ke titik lain tidak bergantung pada lintasan yang dilalui. Tapi hanya bergantung pada posisi akhir dan posisi awal, yaitu W = mgh , dimana h adalah beda posisi akhir dan posisi awal dalam arah vertikal. Gaya-gaya yang usahanya tidak bergantung pada lintasan tapi hanya pada posisi akhir dan posisi awal disebut gaya-gaya konservatif. Contoh gaya konservatif lain, diantaranya adalah : gaya oleh pegas, gaya oleh medan listrik. Sedang gaya yang usahanya bergantung pada lintasan disebut gaya tak konservatif. Contoh : gaya gesekan. Bina Nusantara

3. Menentukan Energi Potensial Energi potensial hanya berhubungan dengan gaya-gaya konservatif. (1) Energi Potensial Gravitasi Didefinisikan Energi Potensial Gravitasi : EP = mgy Bina Nusantara

(2) Energi Potensial Pegas Gaya yang diperlukan untuk merubah panjang pegas sebesar x adalah: F = kx Didef. Energi potensial pegas : Satuan energi : Joule ( J ) Bina Nusantara

4. Kekelan Energi Mekanis Dalam kondisi ideal ( tidak ada gaya gesekan) : EK + EP = 0 (hukum kekekalan energi) Artinya: setiap perubahan energi kinetik akan diimbangi oleh perubahan energi potensial, atau sebaliknya. Persamaan di atas juga dapat ditulis dalam bentuk: (Ek2 – Ek1) + ( EP2- EP1) = 0 Ek2 + EP2 = Ek1 + EP1 atau : E2 = E1 = konstan E = EK + EP disebut energi mekanis benda Jika hanya gaya-gaya konservatif yang bekerja, energi mekanis total dari suatu sistem tidak bertambah maupun berkurang pada proses apapun. Bina Nusantara

Misal pada benda hanya bekerja gaya gravitasi, maka bentuk kekekalan energi mekanisnya : Atau : Bila disamping gaya gravitasi juga bekerja gaya konservatif lain, misal gaya oleh pegas, maka persamaan kekekalan energi menjadi : Bina Nusantara

5. Usaha Oleh Gaya Tak Konservatif fk = k N Gaya gesekan yang bekerja pada sebuah benda adalah fk = k N Karena arah gaya gesekan selalu berlawan dengan arah gerak , berarti θ = 1800, dan Cos 1800 = -1 maka : WG = fk d Cos 1800 = - k N d d = panjang lintasan yang ditempuh benda Usaha oleh gaya gesekan selalu bertanda negatif. Bina Nusantara

Bila disamping gaya gravitasi juga terdapat gaya oleh pegas, maka : 6. Kekekalan Energi Bila pada benda, disamping gaya konservatif juga bekerja gaya tak konservatif, maka hukum kekekalan energi menjadi : EK + EP = WG Bila disamping gaya gravitasi juga terdapat gaya oleh pegas, maka : WG = EK + EP + EPegas Karena WG selalu negatif , maka energi mekanik benda menjadi berkurang , yang dirubah menjadi energi internal benda, yang menimbulkan kenaikan temperatur. Bina Nusantara

m = m0/ √ (1- V2/c2) m0 = massa diam , c= laju cahaya 7. Massa dan Energi Menurut teori relativitas Einstein, massa sebuah benda yang bergerak dengan laju V adalah : m = m0/ √ (1- V2/c2) m0 = massa diam , c= laju cahaya atau : m = m0(1-β2)-1/2 , dengan β= V/c Energi kinetik benda : Ek = ∫ F . dr dengan F = dp/dt = d(mV)/dt Setelah disubsitusikan ke persamaan energi kinetik di atas, dan selesaikan integralnya, diperoleh : Ek = mc2 – m0c2 = Δmc2 Energi kinetik benda yang bergerak dengan laju V adalah sama dengan perubahan massa (Δm) dikali dengan kuadrat laju cahaya (c2) Bina Nusantara

Karena faktor c2 sangatlah besar, maka akan sulit mengamati perubahan massa dalam percobaan mekanika biasa. Untuk V<<c , dari teorema binomial : (1-β2)-1/2 = 1 + ½β2+ ⅜ β4 + …… ≈ 1 + ½β2 Energi kinetik : EK = (m-m0)c2 = { m0(1-β2)-1/2- 1}c2 = { m0(1+ ½ β2)- 1} c2 EK = ½ m0 β2 c2 = ½ m0(V2/c2)c2 Atau EK = ½ m0 V2 = ½ m V2 Bentuk ini sama dengan bentuk energi kinetik yang sudah dikenal sebelumnya. Bina Nusantara

8. DAYA atau : P = F. V BE : lb-ft/detik Kecepatan usaha yang dilakukan terhadap waktu . Daya rata-rata : P = W / t Daya sesaat : P = dW / dt Bila daya konstan , daya rata-rata = daya sesaat: P = P = W / t P = W/ t = ( F. X)/ t = F (x/ t) atau : P = F. V Satuan daya : SI : Joule/detik = Watt BE : lb-ft/detik Bina Nusantara