Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Penjadwalan Proyek dan Tracking

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Penjadwalan Proyek dan Tracking"— Transcript presentasi:

1 Penjadwalan Proyek dan Tracking
Oleh: Yudi Prianto NIM : P

2 Penjadwalan Proyek dan Tracking
Konsep Dasar Hubungan Antara Usaha dan Orang Penjelasan Suatu Tugas ditetapkan untuk Software Proyek -Derajat tingkat Kekakuan -Penjelasan Ukuran-Ukuran Adaptasi -Komputasi Suatu Tugas Menetapkan Nilai Selektor Pemilihan Software Tugas Rancang-Bangun Perbaikan Tugas Utama Penjelasan Suatu Jaringan Tugas Penjadwalan - Tabel Timeline - Jadwal Tracking Perencanaan Proyek

3 Penyelesaian PL tidak sesuai Jadwal
disebabkan : 1. Batas waktu yg tidak realistis karena dibuat oleh orang diluar kelompok RPL 2. Perubahan kebutuhan pelanggan yg tdk tercemin dalam perubahan jadwal 3. Memandang rendah jumlah usaha & / sumber –sumber daya yg dibutuhkan dalam melakukan pekerjaan 4. Resiko yang dapat diramalkan & / tidak dapat diramalkan yang tidak dipertimbangkan pada proyek tersebut 5. Kesulitan teknis dan manusia yang tidak dapat dilihat sebelumnya 6. Kesalahan komunikasi di antara staff proyek yang mengakibatkan penundaan proyek 7. Kegagalan manajer proyek untuk mengetahui bahwa proyek sudah ketinggalan dari jadwal yang ada dan kurang tindakan dalam memecahkan masalah tersebut

4 Tindakan yang dilakukan dalam menghadapi keterlambatan
jadwal proyek yaitu : 1. Lakukan perkiraan lengkap berdasarkan data dari proyek yang lalu . Tentukan usaha yang diperkirakan dan durasi untuk proyek tersebut 2. Dengan metode Inkremental, kembangkan suatu strategi pengembangan yang akan menyampaikan fungsionalitas kritis dengan batas waktu ditentukan tetapi tundalah fungsionalitas dan dokumentasikan rencana tersebut. 3. Komunikasikan dengan pelanggan, jelaskan mengapa jadwal tidak realistis. Lakukan pencatatan bahwa semua perkiraan yang ada pada kinerja proyek dan tunjukan % peningkatan yang dibutuhkan untuk mencapai batas waktu yang ada 4. Menawarkan strategi pengembangan incremental sebagai alternatif

5 KONSEP DASAR Realitas RPL : ada ratusan tugas kecil yang harus
dikerjakan untuk mencapai tujuan yang lebih besar. Tugas manajer proyek : menentukan tugas-tugas proyek, mengindentifikasi tugas-tugas yang kritis, dan menelusuri kemajuannya untuk memastikan bahwa penundaan dapat direorganisasi setiap hari. Solusi : manajer harus mempunyai jadwal yang telah ditetapkan dengan derajat resolusi yang memungkinkan manajer memonitor kemajuan dan mengontrol proyek tersebut. Penjadwalan proyek PL : suatu kegiatan mendistribusikan beban kerja terestimasi sepanjang durasi proyek yang telah direncanakan dengan mengalokasikan beban kerja pada tugas-tugas rekayasa PL. Prinsip-prinsip dasarnya sbb

6 Prinsip dasar dalam Penjadwalan Proyek :
- Pembagian - Saling ketergantungans - validasi kerja (alokasi waktu dan usaha) - Tanggung-Jawab yang definisikan - Hasil yang digambarkan (batasan keluaran) - Kejadian penting yang ditentukan setelah pengujian

7 Penentuan Serangkaian Tugas untuk Proyek PL
Rangkaian Tugas dikembangkan dengan acuan model paradigma pengembangan PL (klasik atau evolusioner) Rangkaian Tugas merupakan sekumpulan sekumpulan tugas kerja RPL, pondasi, dan kemampuan penyampaian yang harus diselesaikan untuk menyelesaikan sebuah proyek tertentu. Rangkaian Tugas dirancang untuk mengakomodasi Tipe proyek yang berbeda Derajat kekakuan yang berbeda

8 Tipe / Jenis proyek: - CONCEPT DEVELOPMENT PROECT
konsep bisnis baru / aplikasi dg teknologi baru NEW APLICATION DEVELOPMENT PROJECT User requirement dgn SW spesifik APPLICATION ENHANCEMENT PROJECT PL sudah ada dan perlu modifikasi pada fungsi,kinerja, interface yg dapat diamati user akhir APPLICATION MAINTENANCE PROJECT (Proyek Pemeliharaan Aplikasi) PL yg sudah ada dibenahi, disesuaikan dan diperluas lebih baik dengan cara yg tidak begitu jelas bagi user akhir REENGINEERING PROJECT (Proyek Rancang Bangun Kembali) membangun PL “warisan” secara keseluruhan / sebagian

9 Derajat Kesulitan : CASUAL
proses rencana kerja diaplikasikan, tapi hanya tugas minimum yang dibutuhkan Aktivitas pelindung dan dokumentasi dikurangi STRUCTURED proses rencana kerja diaplikasikan Aktivitas pelindung diapliaksikan  SQA tinggi dokumentasi dan pengukuran dilakukan dg singkat STRICT Proses sepenuhnya diaplikasikan  SQA tinggi Aktivitas pelindung diapliaksikan sepenuhnya Dokumentasi yang baik dihasilkan QUICK REACTION proses rencana kerja diaplikasikan hanya untuk kasus tettentu dan darurat ( hanya SQA dengan kualitas terbaik) Dokumentasi lengkap diselesaiakan SETELAH aplikasi / produk disampaikan ke Customer.s

10 11 kriteria adaptasi: KRITERIA ADAPTASI 
PENENTU derajat kekakuan yang direkomendasikan 11 kriteria adaptasi: - Ukuran proyek - Jumlah para pemakai potensial - Kekritisan misi - umur aplikasi - Stabilitas kebutuhan - Mudahnya komunikasi pelanggan – pengembang - kematangan teknologi yang dapat diaplikasikan - Batasan capaian / unjuk kerja - Karakteristik embedded / nonembedded - Merancang susunan kepegawaian / staffing project - Faktor Rancang Bangun / rekayasa kembali Embedded : ditanamkan / menempel / melekat

11 PENGHITUNGAN NILAI TASK SET SELECTOR
INTERPRETASI HARGA TSS dan PEMILIHAN KUMPULAN TUGAS TSS > 2,4 : STRICTs Kriteria adaptasi Tingkat bobot ConC N.dev Enhanc Maint Reeng Produk Ukuran produk 2 1,20 1 2,4 . Faktor Rekayasa Ulang 4 1,10 4,4 TSS 2,8

12 PENENTUAN JARINGAN TUGAS
TASK SUB TASK SUB TASK .... TASK : INDIVIDU DAN KELOMPOK JARINGAN TUGAS : representasi grafik dari aliran tugas sebuah proyek Aktivitas rekayasa PL mengacu pada penentuan penjadwalan penting. Sifat ; pararel  sinkronisasi  penyelesaian

13 Gambar 7. 3 Jaringan Tugas untuk Concept Development Project
Penilaian resiko teknologi 1.2 Perencanaan konsep 1.3b 1.4 Pembuktian 1.5b Implementasi Konsep 1.5a 1.3c 1.5c 1.1 Ruang Lingkup Integrasi a, b, c 1.6 Reaksi Pelanggan Gambar 7. 3 Jaringan Tugas untuk Concept Development Project

14 PENENTUAN JARINGAN TUGAS
Tugas tugas Individu dan subtasks sudah interdependencies berdasar pada urutan mereka. Suatu jaringan tugas adalah suatu penyajian grafis menyangkut tugas alir untuk suatu proyek. Gambar 7.3 menunjukkan suatu jaringan menurut bagan untuk suatu proyek pengembangan konsep. Jalur kritis: -- tugas pada suatu jalur kritis harus diselesaikan sesuai jadwal untuk membuat keseluruhan proyek sesuai jadwal T7 T8 T1 T2 T3 T4 T5 T6

15 Penjadwalan Penjadwalan dari suatu software proyek tidak sangat berbeda dari penjadwalan tentang segala multi tugas usaha rancang-bangun . Metode penjadwalan dua proyek: - PERT (Pogram Evaluation Review Technique) CPM (Crisis Path Management) Kedua metoda dikemudikan oleh informasi yang dikembangkan dalam kegiatan-kegiatan perencanaan proyek lebih awal: - Perkiraan usaha - Pemilihan dari proses sesuai model - Pemilihan tugas dan jenis proyek yang ditetapkan Kedua metoda mengijinkan suatu perencana untuk melakukan : - menentukan jalur kritis - penilaian waktu - mengkalkulasi batas untuk masing-masing tugas Batas waktu: - waktu yang paling awal dan waktu terakhir untuk mulai suatu tugas - waktu yang paling awal dan waktu terakhir untuk melengkapi suatu tugas - waktu molor

16 Timeline Charts (Gantt charts)
Work tasks Week 1 Week 2 Task 1 Sub-task 1.1 Sub-task 1.2 Sub-task 1.3 Task 2 Sub-task 2.1 Sub-task 2.2 Task 3 Sub-task 3.1 Sub-task 3.2 Task 4 Sub-task 4.1 Sub-task 4.2 Sub-task 4.3 Task 5 Sub-task 5.1 Sub-task 5.2

17 PENELUSURAN JADWAL (tracking)
Mengadakan pertemuan status proyek secara periodik dimana anggota tim melaporkan masalah dan kemajuannya Mengevaluasi hasil kajian pada seluruh proses rekayasa PL Menentukan apakah kejadian penting formal ( gambar DIAMOND) telah dikerjakan sesuai tanggal yang dijadwalkan Membandingkan tanggal mulai aktual dgn tanggal mulai rencana Pertemuan secara informal dgn pelaksana untuk mendapatkan perkiraan kemajuan subjektif terhadapa tanggal dan masalah kedepannya

18 Timeline Charts (Gantt charts)
Contoh Gantt Chart yang dibuat dengan sebuah tool manajemen proyek:

19 Tiap pekerjaan ditunjukkan dengan kotak
ketergantungan antar pekerjaan ditunjukkan dengan gambar panah Kotak hitam berbentuk wajik antara D dan E (pada gambar di atas) disebut milestone atau pekerjaan tanpa durasi Milestone digunakan untuk menunjukkan kejadian penting pada jadwal kotak hitam panjang antara C dan D yang juga mengandung potongan wajik menunjukkan summary task atau dua sub pekerjaan yang memiliki induk yang sama.

20 Penjadwalan Tracking Jadwal proyek menyediakan suatu peta jalan untuk suatu software manager proyek. Itu menggambarkan tonggak mil dan tugas. Beberapa jalan untuk menjejaki suatu jadwal proyek: - pelaksanaan status proyek berkala [yang] bertemu - mengevaluasi tinjauan ulang akibat proses software - menentukan jika tonggak mil proyek formal telah terpenuhi(Gambar 7.4) - bandingkan tanggal start nyata untuk merencanakan tanggal start untuk masing-masing tugas - pertemuan informal dengan praktisi Manager proyek mengambil kendali dari jadwal di dalam aspek: - proyek susunan kepegawaian - merancang permasalahan - merancang sumber daya - tinjauan ulang - merancang anggaran

21 Rencana Proyek Rencana Proyek adalah suatu dokumen yang ringkas yang menunjukkan suatu pendengar berbeda. Itu harus berisi berikut: - lingkup komunikasi, sumber daya, susunan kepegawaian, dan pelanggan - menggambarkan manajemen resiko teknik dan resiko - menggambarkan harga dan membuat jadwal tinjauan ulang manajemen - menyediakan suatu keseluruhan pendekatan ke pengembangan SW - menguraikan secara singkat bagaimana mutu akan dipastikan dan perubahan akan diatur. Rencana berkonsentrasi pada suatu laporan umum dari apa dan sebuah statemen yang spesifik seberapa banyak dan seberapa lama. Tujuan suatu rencana proyek adalah:  membantu menetapkan kelangsungan hidup dari pengembangan software usaha. Rencana proyek tidak perlu berupa suatu dokumen kompleks dan panjang.


Download ppt "Penjadwalan Proyek dan Tracking"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google