Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PROGRAM DIPLOMA III UNIVERSITAS SEBELAS MARET 2016

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PROGRAM DIPLOMA III UNIVERSITAS SEBELAS MARET 2016"— Transcript presentasi:

1 PROGRAM DIPLOMA III UNIVERSITAS SEBELAS MARET 2016
KELOMPOK 9 REALISASI PANCASILA PROGRAM DIPLOMA III UNIVERSITAS SEBELAS MARET 2016

2 les membres du groupe Niza Prima Zaqi Niza Azarin Nastiti
Anggota kelompok 9 Niza Prima Zaqi Niza Azarin Nastiti Prima Ammaray Baroo Zaqi Amalia NIM D3 TI-C | 2016 NIM D3 TI-C | 2016 NIM D3 TI-C | 2016 Realisasi Pancasila | Kelompok 9

3 KELOMPOK 9 REALISASI PANCASILA

4 Selamat Datang di Presentasi kita
Let’s Begin Now! Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia Sumber : Wikipedia Indonesia Realisasi Pancasila | Kelompok 9

5 REALISASI PANCASILA Pengertian Realisasi Pancasila Pancasila dalam realisasinya memiliki konsekuensi yang berbeda-beda tergantung pada konteksnya. Realisasi ini sangat penting karena Pancasila sebagai dasar filsafat, pandangan hidup pada hakikatnya adalah merupakan suatu sistem nilai, yang pada gilirannya untuk dijabarkan, direalisasikan serta diamalkan dalam kehidupan secara kongkrit dalam konteks bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Realisasi Pancasila | Kelompok 9

6 REALISASI PANCASILA Pengertian Realisasi Pancasila Realisasi serta pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari secara nyata merupakan suatu keharusan baik secara moral maupun secara huku. Berbagai pandangan dan oedapat mengatakan bahwa, nilai-nilai Pancasila tidak ada artinya tanpa direalisasikan secara nyata dalam kehidupan kongkrit sehari-hari dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Realisasi Pancasila | Kelompok 9

7 REALISASI PANCASILA Realisasi Pancasila Subjektif
Realisasi pancasila dapat dibedakan atas dua macam yaitu realisasi Pancasila Subjektif dan realisasi Pancasila Objektif. Realisasi Pancasila Subjektif Realisasi Pancasila Objektif Realisasi Pancasila yang subjektif adalah pelaksanaan pada setiap pribadi perseorangan, setiap warga negara, setiap indvidu, setiap penduduk, setiap penguasa dan setiap orang Indonesia. Realisasi Pancasila yang subjektif ini justru lebih penting karena merupakan persyaratan bagi realisasi yang objektif. Dengan demikian pelaksanaan pancasila yang subjektif ini sangat berkaitan dengan kesadaran, ketaatan, serta kesiapan individu untuk merealisasikan pancasila. Realisasi Pancasila yang objektif yaitu realisasi serta implementasi nilai-nilai Pancasila dalam segala aspek penyelenggaraan negara, terutama dalam kaitannya dengan penjabaran nilai-nilai Pancasila dalam praksis penyelenggaraan negara dan peraturan perundang- undangan di Indonesia. Dalam implementasi penjabaran Pancasila yang bersifat objektif adalah perwujudan nilai- nilai pancasila dalam kedudukannya sebagai dasar Negara Republik Indonesia. Yang realisasi kongkritya merupakan sumber dari segala sumber hokum Indonesia. Oleh karena itu implementasi Pancasila yang objektif ini berkaitan dengan norma-norma hukum dan moral, secara lebih luas dengan norma-norma kenegaraan. Realisasi Pancasila | Kelompok 9

8 Realisasi Pancasila Internalisasi Nilai Nilai Pancasila Realisasi Nilai-Nilai Pancasila dasar filsafat negara Indonesia, perlu secara berangsur-angsur dengan jalan pendidikan,sehingga diperoleh hal hal : Pengetahuan : pengetahuan yang benar tentang Pancasila, baik aspek nilai, norma, maupun aspek praksisnya. Kesadaran : Selalu mengetahui pertumbuhan keadaan yang ada dalam diri sendiri Ketaatan : Selalu dalam keadaan kesediaan untuk memenuhi wajib lahir dan batin. Kemampuan : Yang cukup kuat sebagai pendorong untuk melakukan perbuatan, berdasarkan nilai Pancasila Watak & Hati Nurani : Agar orang selalu mawas diri Strategi dan Metode : Proses internalisasi harus diikuti dengan strategi serta metode yang relevan dan memadai. Realisasi Pancasila | Kelompok 9

9 Realisasi Pancasila Proses Pembentukan Kepribadian Pancasila Proses penghayatan diawali dengan memiliki tentang pengetahuan yang lengkap, dan jelas tentang kebaikan dan kebenaran Pancasila. Kemudian diserapkan dan dihayati sehingga menjadi suatu kesadaran. Kemudian ditingkatkan kedalam hati sanubari sampai adanya suatu ketaatan, yaitu suatu kesediaan yang harus senantiasa ada untuk merealisasikan Pancasila. Kemudian disusul dengan adanya kemampuan dan kebiasaan untuk melakukan perbuatan mengaktualisasikan Pancasila dalam kehidupan sehari hari yang baik Kemudian ditingkatkan menjadi mentalitas, yaitu selalu terselenggaranya kesatuan lahir dan batin, kesatuan akal, rasa, kehendak sikap dan perbuatan mentalitas. Realisasi Pancasila | Kelompok 9

10 Sosialisasi dan Pembudayaan Pancasila
EPISTEMOLOGI REALISASI NILAI NILAI PANCASILA PROSES SOSIALISASI DAN PEMBUDAYAAN PANCASILA PEMBUDAYAAN NILAI NILAI PANCASILA PEMBUDAYAAN PANCASILA PADA KEHIDUPAN SOSIAL PEMBUDAYAAN PANCASILA DALAM WUJUD BANGSA Realisasi Pancasila | Kelompok 9

11 Realisasi Pancasila 1. Epistemologi Realisasi Nilai Pancasila
Sosialisasi dan Pembudayaan Pancasila 1. Epistemologi Realisasi Nilai Pancasila Dalam proses realisasi Pancasila, pertama yang harus diletakkan adalah suatu pemahaman terhadap sistem epistologi yang benar. Artinya jika kita ingin merealisasikan Pancasila, harus dipahami terlebih dahulu bahwa Pancasila itu adalah merupakan suatu sistem nilai, dimana kelima sila merupakan suatu kesatuan yang sistemik. Jadi penjabaran, realisasi, maupun sosialisasi tidak mungkin hanya berdasarkan salah satu sila saja terlepas dari esensi sila lainnya. Keseluruhan merupakan suatu kesatuan yang sistemik, dan bersifat koleratif Realisasi Pancasila | Kelompok 9

12 Realisasi Pancasila 2. Proses Sosialisasi dan Pembudayaan Pancasila
Sebagaimana dijelaskan bahwa wujud kebudayaan manusia, maka dapat berupa suatu kompleks gagasan, ide, dan pikiran manusia yang dalam hal ini bersifat abstrak. Hasil kebudayaan manusia ini merupakan suatu nilai yang hanya dapat dipahami, dihayati, dan dimengerti oleh manusia. Dalam hubungannya kebudayaan yang berupa nilai ini juga berasal dari nilai nilai keagamaan, Karena agama merupakan pandangan hidup manusia dan merupakan suatu pedoman hidup manusia. Selain itu wujud dari kebudayaan manusia yang besifat kongkret yaitu berupa aktivitas manusia dalam masyarakat, saling berinteraksi,sehingga munculah suatu sistem sosial. Realisasi Pancasila | Kelompok 9

13 Realisasi Pancasila 3. Pembudayaan Nilai Pancasila
Sosialisasi dan Pembudayaan Pancasila 3. Pembudayaan Nilai Pancasila Yaitu proses pembudayaan pada domain value (nilai). Realitas nilai adalah sesuatu yang hanya dapat dipahami dan dimengerti oleh manusia. Oleh karena itu dalam proses pembudayaan harus menggunakan strategi dengan senantiasa menghubungka nilai Pancasila dengan realitas konkrit kehidupan Pancasila. Misalnya adalah nilai ketuhanan, pengertian ini juga harus dihubungkan dengan realitas kehidupan manusia dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Realisasi Pancasila | Kelompok 9

14 Realisasi Pancasila 4. Pembudayaan Pancasila pada Kehidupan Sosial
Sosialisasi dan Pembudayaan Pancasila 4. Pembudayaan Pancasila pada Kehidupan Sosial Yaitu proses pembudayaan Pancasila dalam kehidupan sosial budaya secara konkrit. Dalam hubungan ini realisasi Pancasila dilakukan secara langsung dalam kehidupan masyarakat secara kongkrit. Nilai Pancasila diaktualisasikan dalam kehidupan masyarakat, sesuai dengan situasi dan kondisi. Misalnya didalam lingkungan RT/RW yang dengan langsung mempraktekan dan mewujudkan nilai Pancasila. Misalnya dalam praktek kegiatan musyawarah mufakat, sikap toleransi, realisasi kemanusiaan, dan lain sebagainya. Realisasi Pancasila | Kelompok 9

15 Realisasi Pancasila 5. Pembudayaan Pancasila dalam Wujud Budaya Fisik
Sosialisasi dan Pembudayaan Pancasila 5. Pembudayaan Pancasila dalam Wujud Budaya Fisik Yaitu proses pembudayaan Pancasila secara langsung dalam wujud kebudayaan fisik. Misalnya pada kaos dengan gambar simbol nasionalismem semboyan kebangsaan dan lain sebagainya. Dapat pula dalam suatu cinderamata, yang didalamnya terkandung ungkapan atau ikon Pancasila. Secara lebih luas dapat dilakukan pada benda budaya lain seperti buku cerita anak, lukisan dan lain sebagainya. Realisasi Pancasila | Kelompok 9

16 Realisasi Pancasila dari sila-sila Pancasila

17 PANCASILA SILA PERTAMA SILA KEDUA SILA KETIGA SILA KEEMPAT SILA KELIMA
Sila yang ada di dalam pancasila KETUHANAN YANG MAHA ESA SILA PERTAMA KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB SILA KEDUA PERSATUAN INDONESIA SILA KETIGA KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN PERWAKILAN SILA KEEMPAT KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA SILA KELIMA Realisasi Pancasila | Kelompok 9

18 REALISASI PANCASILA KETUHANAN YANG MAHA ESA
SILA PERTAMA KETUHANAN YANG MAHA ESA Merupakan butir sila pertama dari ke-5 sila yang ada dalam Pancasila. Sila pertama ini merupakan induk sila-sila kedua, tiga, empat, dan lima dimana sila Ketuhanan Yang Maha Esa ini menjadi dasar bagi seluruh umat beragama di Indonesia. Inti Sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalah kesesuaian sifat-sifat dan Hakikat Negara dengan Hakikat Tuhan. Kesesuaian itu dalam arti kesesuaian sebab-akibat. Maka dalam segala aspek penyelenggaraan Negara Indonesia harus sesuai dengan hakikat nila-nilai yang berasal dari tuhan, yaitu nila-nilai agama Realisasi Pancasila | Kelompok 9

19 REALISASI PANCASILA Beriman dan Bertaqwa Saling Menghormati
SILA PERTAMA Beriman dan Bertaqwa Saling Menghormati Saling Bertoleransi Tidak ada pemaksaan Secara sadar patuh melaksanakan perintah Tuhan Saling menghormati dan bekerja samadengan pemeluk agama lain tanpa adanya sekat atau batas agama. bertoleransi dalam menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing Tidak ada pemaksaan untuk memeluk agama tertentu. Realisasi Pancasila | Kelompok 9

20 KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB
SILA KEDUA KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB Butir kedua dari Pancasila yang mengandung pengertian bahwa seluruh manusia merupakan makhluk yang beradab dan memiliki keadilan yang setara dimata Tuhan. Realisasi Pancasila | Kelompok 9

21 ?? Inti sila kemanusiaan yang adil dan beradab adalah landasan manusia. Maka konsekuensinya dalam setiap aspek penyelengaraan Negara antara lain hakikat Negara, bentuk Negara, tujuan Negara , kekuasaan Negara, moral Negara dan para penyelenggara Negara dan lain-lainnya harus sesuai dengan sifat-sifat dan hakikat manusia. Realisasi Pancasila | Kelompok 9

22 REALISASI PANCASILA Persamaan HAK Mencintai Sesama Membela Kebenaran
SILA KEDUA Persamaan HAK Mengakui persamaan hak, derajat, dan kewajiban antar manusia Nilai Kemanusiaan Kesadaran sikap dan perilaku sesuai nilai nilai moral Mencintai Sesama Membela Kebenaran Menunjukkan rasa mencintai terhadap sesama manusia dan bertenggang rasa antar satu dengan yang lain Berani membela kebenaran dalam situasi apapun, walaupun dalam kondisi kritis sekalipun Menghargai Oranglain Mentaati Hukum Tidak bertindak semena-mena dengan orang lain Mentaati hokum dan tidak berlaku diskriminatif terhadap satu ras tertentu Realisasi Pancasila | Kelompok 9

23 SILA KETIGA PERSATUAN INDONESIA
Sila ketiga dari Pancasila yang mengandung makna bahwa Indonesia ini adalah negara persatuan dan menjunjung tinggi nlai kesatuan. Ini dibuktikan dengan kehidupan disleuruh penjuru Indonesia mulai dari sabang sampai merauke yang beraneka ragam suku, budaya, ras, dan agamanya tetapi metap mengakui bahwa mereka adalah satu yaitu bangsa Indonesia Realisasi Pancasila | Kelompok 9

24 Turut serta dalam menjaga persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia
REALISASI PANCASILA SILA KETIGA Menjaga Persatuan Turut serta dalam menjaga persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia Rela Berkorban Rela berkorban demi nusa dan bangsa sesuai dengan bidang yang digelutinya Cinta terhadap tanah air dan meningkatkan prestasi demi negara tercinta Cinta Tanah Air Bangga terhadap bangsa Indonesia, percaya diri sebagai manusia Indonesia Bangga Sebagai Indonesia Realisasi Pancasila | Kelompok 9

25 SILA KEEMPAT KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN PERWAKILAN Inti sila keempat adalah kesesuaian sifat-sifat dan hakikat Negara dengan sifat-sifat dan hakikat rakyat. Dalam kaitannya dengan sila keempat ini, maka segala aspek penyelenggaraan Negara harus sesuai dengan sifat-sifat dan hakekat rakyat, yang merupakan suatu keseluruhan penjumlahan semua warga Negara yaitu Negara Indonesia. Maka dalam penyelenggaraan Negara bukanlah terletak pada suatu orang dan semua golongan satu buat semua, semua buat satu. Dalam hal ini Negara berdasarkan atas hakikat rakyat , tidak pada golongan atau individu. Realisasi Pancasila | Kelompok 9

26 REALISASI PANCASILA Menghormati pendapat Aktif dalam berorganisasi
Mengutamakan kepentingan Negara SILA KEEMPAT Memprioritaskan dan menomor satukan kepentingan Negara diatas kepentingan pribadi Menghormati pendapat Menghormati setiap pendapat yang ada, dengan prinsip bahwa perbedaan pendapat itu wajar Tidak memaksa kehendak Tidak egois dan tidak memaksa kehendak diri sendiri Aktif dalam berorganisasi Aktif dalam musyawarah, memberikan hak suara, dan mengawasi wakil rakyat Mengutamakan musyawarah Dalam memutuskan sesuatu hendaknya mengutamakan musyawarah Realisasi Pancasila | Kelompok 9

27 SILA KELIMA KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA
Di Indonesia seluruh keadilan rakyat dijiwai oleh sila kelima Pancasila “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” yang berarti seluruh rakyat indonesia memiliki keadilan dan derajat yang sama baik dimata pemerintah maupun di depan hukum. Inti sila kelima yaitu “keadilan” yang mengandung makna sifat- sifat dan keadaan Negara Indonesia harus sesuai dengan hakikat adil, yaitu pemenuhan hak dan wajib pada kodrat manusia hakikat keadilan ini berkaitan dengan hidup manusia , yaitu hubungan keadilan antara manusia satu dengan lainnya, dalam hubungan hidup manusia dengan tuhannya, dan dalam hubungan hidup manusia dengan dirinya sendiri.

28 Dalam lingkup Nasional Realisasi Keadilan diwujudkan dalam tiga segi (Keadilan Segitiga)
Keadilan Distributif Yaitu hubungan keadilan antara Negara dengan warganya. Negara wajib memenuhi keadilan terhadap warganya yaitu wajib membagi-bagikan terhadap warganya apa yang telah menjadi haknya. Keadilan Bertaat (legal) Yaitu hubungan keadilan antara warga Negara terhadap Negara. Jadi dalam pengertian keadilan legal ini negaralah yang wajib memenuhi keadilan terhadap negaranya. Keadilan komulatif Yaitu keadilan antara warga Negara yang satu dengan yang lainnya, atau dengan perkataan lain hubungan keadilan antara warga Negara Realisasi Pancasila | Kelompok 9

29 Realisasi Pancasila Tidak merusak prasarana umum
Menolong sesama manusia Bekerja keras Bersikap adil Menghargai karya orang lain Menjunjung tinggi keadilan Realisasi Pancasila SILA KELIMA

30 PELANGGARAN DARI REALISASI SILA-SILA PANCASILA

31 Penyelewengan realisasi pancasila
Sisi negatif dari realisasi sila-sila pancasila Sila Pertama Adanya kepercayaan dan munculnya sekte sesat Munculnya tindakan terorisme (contoh : Bom Bali 2002 atau bisa disebut Bom Bali I) Adanya isu isu rasis

32 Penyelewengan realisasi pancasila
Sisi negatif dari realisasi sila-sila pancasila Sila Kedua Hutang Ciptakan Ketidakadilan bagi Rakyat Miskin Upaya pemerintah untuk memenuhi kewajiban pembayaran utang yang dinilai sudah mencapai taraf membahayakan telah memunculkan ketidakadilan bagi rakyat kecil pembayar pajak. Pasalnya, saat ini, penerimaan pajak, baik dari pribadi maupun pengusaha, digenjot untuk bisa membayar pinjaman, termasuk utang yang dikemplang oleh pengusaha hitam obligor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Penggusuran rumah penduduk Memang upaya pemerintah yang satu ini bertujuan untuk menata tatanan kota agar lebih baik, tapi terkadang beberapa cara yang dilakukan dinilai kurang beradab.

33 Penyelewengan realisasi pancasila
Sisi negatif dari realisasi sila-sila pancasila Sila Ketiga Organisasi Papua Merdeka (OPM) Organisasi Papua Merdeka (OPM) adalah sebuah gerakan nasionalis yang didirikan tahun 1965 yang bertujuan untuk mewujudkan kemerdekaan Papua bagian barat dari pemerintahan Indonesia. Sebelum era reformasi, provinsi yang sekarang terdiri atas Papua dan Papua Barat ini dipanggil dengan nama Irian Jaya. 

34 Penyelewengan realisasi pancasila
Sisi negatif dari realisasi sila-sila pancasila Sila Keempat Tindakan Korupsi para Petinggi Negara tindakan korupsi para petinggi negara sudah mencoret muka bangsa sendiri. Sebuah harapan yang tertulis dalam sila ke-4 Pancasila pun bertolak belakang dengan adanya tindakan seperti ini.

35 Penyelewengan realisasi pancasila
Sisi negatif dari realisasi sila-sila pancasila Sila Kelima Kehidupan Antara Warga Jakarta dengan Papua Kehidupan masyarakat papua dengan masyarakat jakarta tentulah sangat berbeda, yang penduduknya juga merupakan penduduk Indonesia juga, tetapi kehidupan mereka sangat jauh berbeda. Masih banyak masyarakat papua yang memakai koteka, pembangunan di derah tersebut juga tidak merata. Kita bandingkan saja dengan kehidupan masyarakat di Jakarta, banyak orang-orang  memakai pakaian yang berganti-ganti model, banyak bangunan menjulang tinggi.

36 TERIMA KASIH 

37 List Pertanyaan SUCI INDAH S (M3116073) Yunita Putri H (M3116080)
List Pertanyaan dari Presentasi ini Bagaimana cara kita mengaktualisasikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari ? SUCI INDAH S (M ) Bagaimana realisasi sila ke-3 Pancasila dalam kehidupan mahasiswa ? Yunita Putri H (M ) Lebih penting mana pengamalan Pancasila secara subjektif dan objektif ? Kirana Kiki (M ) Sebagai pelajar bagaimana cara untuk merealisasikan Pancasila ? Jujur Dewa P (M ) Bagaimana realisasi Pancasila dalam penetapan hukuman mati terkait dengan nilai kemanusiaan dan nilai keadilan ? Winda Etika Sari (M )


Download ppt "PROGRAM DIPLOMA III UNIVERSITAS SEBELAS MARET 2016"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google