Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

EVALUASI PELAKSANAAN PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "EVALUASI PELAKSANAAN PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH"— Transcript presentasi:

1 EVALUASI PELAKSANAAN PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH
(Kegiatan Evaluasi Program Layanan Bimbingan dan Konseling pada Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah) OLEH Dr. AIP BADRUJAMAN, M.Pd.

2 BACKGROUND karakter bangsa menjadi pembeda yang menegaskan identitas kultural sehingga dapat bersaing dalam kompetisi antar bangsa Penguatan karakter bangsa menjadi salah satu butir Nawacita yang dicanangkan Presiden Joko Widodo melalui Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Pendidikan Karakter menjadi Isu Dunia  Amerika sejak tahun 1980-an mengembangankan program pendidikan karakter di sekolah Borderless Countries Masalah moralitas yang banyak terjadi dengan kasus yang beragam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencanangkan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) secara bertahap mulai tahun 2016.

3 PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH
PPK BERBASIS KELAS pembelajaran terintegrasi dalam kurikulum PPK melalui integrasi tematik SD PPK melalui pilihan metode pembelajaran PPK melalui manajemen kelas PPK melalui layanan bimbingan dan Konseling PPK BERBASIS BUDAYA SEKOLAH kegiatan ekstrakurikuler Gerakan literasi kedisiplinan PPK BERBASIS BUDAYA MASYARAKAT partisipasi masyarakat/komunitas Patisipasi Komite Sekolah/Orangtua

4 PERTANYAAN Bagaimanakah Mengetahui keberhasilan penguatan pendidikan karakter? Bagaimanakah mengetahui apakah layanan BK berorientasi karakter yang telah diselenggarakana berhasil?. Indikator keberhasilan apa yang secara meyakinkan dapat dijadikan rujukan untuk melakukan penilaian keberhasilan PPK dan PPK melalui layanan BK? Prinsip2 apa yang mendasari evaluasi PPK dan PPK melalui layanan BK Metode apa yang dapat digunakan untuk melakukan evaluasi PPK dan PPK melalui layanan BK?

5 KEGIATAN PPK ASESMEN AWAL
SOSIALISASI PPK KEPADA PARA PEMANGKU KEPENTINGAN PENDIDIKAN MERUMUSKAN VISI, MISI DESAIN KEBIJAKAN PPL DESAIN PROGRAM PPK BERBASIS KELAS  Bimbingan dan Konseling PPK BERBASIS BUDAYA SEKOLAH PARTISIPASI MASYARAKAT IMPLEMENTASI NILAI UTAMA EVALUASI PPK

6 PRINSIP PENILAIAN ORIENTASI PROSES
ACUAN INDIKATOR KEBERHASILAN ASAS MANFAAT JUJUR DAN OBJEKTIF CIRI UTAMA PPK  OTONOMI MORAL YANG DIDUKUNG OLEH MOTIVASI INTERNAL DALAM MELAKSANAKAN NILAI2 MORAL PENILAIAN /KOREKSI DIRI

7 INDIKATOR KEBERHASILAN
10 Komponen Keberhasilan 49 Indikator Keberhasilan Indikator keberhasilan nomor 29 mengenai PPK melalui layanan bimbingan dan konseling “bimbingan dan konseling memiliki program-program yang relevan yang mendukung penguatan PPK di tingkat kelas, pengembangan budaya sekolah dan pelibatan masyarakat Skor 0 = Bimbingan dan konseling tidak membuat program terkait PPK Skor 1 = bimbingan dan konseling mengembangkan kegiatan untuk mendampingi pembelajaran di kelas saja Skor 2 = bimbingan dan konseling mengembangkan kegiatan untuk peningkatan pembelajaran di kelas dan memiliki program pengembangan budaya sekolah secara jelas Skor 3 = bimbingan dan konseling mengembangkan kegiatan untuk peningkatan pembelajaran di kelas dan mengembangkan budaya sekolah secara jelas, dan melibatkan pendidik lain Skor 4 = bimbingan dan konseling memiliki program-program relevan yang mendukung penguatan pendidikan karakter di tingkat kelas, pengembangan budaya sekolah, melibatkan pendidik lain, dan pelibatan masyarakat. Ini dapat dilihat dari berbagai kegiatan yang dilakukan oleh bimbingan dan konseling di sekolah

8 IMPLEMENTASI PPK DALAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

9 Muatan karakter dalam Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik
Penguatan pendidikan karakter merupakan program yang bertujuan untuk membentuk seperangkat nilai khususnya 5 nilai karakter utama, yaitu; religius, gotongroyong, mandiri, nasionalis, dan integritas. Jika diperhatikan secara seksama, maka nampak jelas adanya kelekatan antara 5 nilai karakter utama tersebut dengan seperangkat kompetensi yang ingin dibentuk melalui penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling (SKKPD), terutama pada 4 aspek perkembangan, yaitu; aspek religius, aspek perilaku etis, kesadaran tanggung jawab sosial, dan kemandirian ekonomi.

10

11

12

13

14 Layanan BK yang Berorientasi Karakter

15 Penguatan pendidikan karakter berbasis layanan bimbingan dan konseling dapat diselenggarakan melalui layanan-layanan yang didesain sedemikian rupa berorientasi pada karakter. Untuk Sekolah Dasar ditekankan kepada penerapan prinsip-prinsip bimbingan dan konseling dalam pembelajaran yang terintegrasi dengan PPK, sedangkan Untuk SMP, SMA, SMK dilatihkan khusus kepada Guru Bimbingan dan Konseling (Panduan, halaman). Secara jelas, dalam panduan penyelenggaraan PPK disebutkan bahwa, implementasi PPK pada layanan BK dapat dilakukan melalui pelaksanaan empat komponen pelayanan BK, yaitu; layanan dasar, layanan rensponsif, layanan perencanaan individual siswa dukungan sistem

16 EVALUASI LAYANAN BK YANG BERORIENTASI KARAKTER

17 Jenis-jenis Evaluasi (POP BK, 2016)
Evaluasi proses adalah kegiatan evaluasi yang dilakukan melalui analisis hasil penilaian proses selama kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling berlangsung  Fokus penilaian adalah keterlibatan unsur-unsur dalam pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling. Evaluasi hasil adalah kegiatan evaluasi yang dilakukan untuk memperoleh informasi tentang capaian hasil layanan bimbingan dan konseling. Evaluasi hasil pelayanan bimbingan dan konseling ditujukan pada hasil yang dicapai oleh Peserta didik/konseli yang menjalani pelayanan bimbingan dan konseling. Fokus evaluasi hasil mencakup; pemahaman, perasaan positif sebagai dampak dari materi dan layanan

18 Langkah-langkah Evaluasi, POP BK, 2016
Penyusunan Rencana Evaluasi Kriteria evaluasi Menentukan jenis data atau informasi yang dibutuhkan menentukan alat pengumpul data yang digunakan Waktu pelaksanaan Pengumpulan Data Analisis dan Interpretasi Data Pengambilan keputusan Penyusunan laporan dan menyampaikannya pada stakeholder

19 LANGKAH 1: PENYUSUNAN RENCANA EVALUASI

20 Kriteria Keberhasilan, POP BK, 2016
No Jenis Evaluasi Kriteria Evaluasi Komponen /asepek yang Dievaluasi Indikator Keberhasilan 1 Evaluasi Proses 1. Pelaksanaan Layanan Peserta didik/konseli terlibat secara aktif dalam kegiatan (layanan dasar, layanan responsif, layanan perencanaan individual) Peserta didik/konseli memiliki antusiasme yang tinggi dalam kegiatan Guru BK atau Konselor menggunakan media layanan yang menarik Peserta didik/konseli mendapatkan manfaat dari kegiatan layanan yang diikuti Alokasi waktu pemberian layanan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan

21 Kriteria Keberhasilan, POP BK, 2016
No Jenis Evaluasi Kriteria Evaluasi Komponen /Aspek yang Dievaluasi Indikator Keberhasilan II Evaluasi Hasil Pemahama n diri, sikap dan perilaku. Peserta didik/konseli memiliki pengetahuan dan pemahaman diri sesuai dengan layanan yang diberikan. Peserta didik/konseli mengalami perubahan sikap sesuai dengan layanan yang diberikan Peserta didik/konseli dapat memodifikasi atau melakukan perubahan perilaku sesuai dengan layanan yang diberikan Kepuasan Peserta didik/konseli merasa puas setelah mendapatkan layanan.

22 Hierarchical Structure of a typical curriculum development system (Erford, 2004)
S = STANDARD  ASPEK PERKEMBANGAN C = COMPETENCY  KOMPETENSI O = OBJECTIVE  TUJUAN LAYANAN

23 METODE APA YANG BISA DIGUNAKAN UNTUK MENGETAHUI KEBERHASILAN LAYANAN
ASPEK PROSES  evaluasi diri  buku diary (badrujaman, 2013) ASPEK HASIL (pengenalan, akomodasi, tindakan) Angket (gysber & Henderson, 2006; Badrujaman, 2013; POP BK, 2016) Tes (Badrujaman, 2013) Portofolio (Currie & Lumbie, 2010)

24 MENGAPA PORTOFOLIO??? OBJECTIVE EVALUATION VS AUTENTIC EVALUATION

25 PENGERTIAN PORTOFOLIO
Peter W mengartikan portofolio sebagai kumpulan hasil kerja siswa yang terseleksi. Popham berpendapat bahwa di dalam pendidikan, porfolio mengarahkan kepada pengumpulan secara sistematik hasil pekerjaan siswa. Wyatt dan Loper memaknai portofolio pendidikan sebagai sekumpulan artefak & refleksi tentang pencapaian, pembelajaran, kekuatan & kerja-kerja terbaik seseorang yang bersifat sangat personal dan kumpulan tersebut bersifat dinamis, selalu berkembang dan berubah. Supranata & Hatta kemudian menegaskan bahwa penilaian portofolio merupakan suatu alternatif untuk meningkatkan kemampuan peserta didik (student achievement) melalui evaluasi umpan balik dan penilaian sendiri (self assessment).

26 O’Malley dan Pierce menegaskan bahwa ada tiga elemen penting dalam portofolio
Sampel karya siswa EValuasi diri Kriteria penilaian yang jelas dan terbuka

27 Barton & Collins yang dikutip Surapranata dan Hatta membedakan semua objek portofolio atau evidence menjadi empat macam yaitu: Hasil kerja peserta didik (artifacts), yaitu hasil kerja peserta didik yang dikerjakan di kelas. Reproduksi (reproduction) yaitu hasil kerja peserta didik yang dikerjakan di luar kelas. Pengesahan (attestations) yaitu pernyataan dan hasil pengamatan yang dilakukan oleh guru atau pihak lainnya tentang peserta didik. Produksi(production) yaitu hasil kerja peserta didik yang dipersiapkan khusus tentang portofolio.

28 BAGAIMANA TAHAPAN PORTOFOLIO
TAHAP 1: PLAN TAHAP 2: SOSIALIZATION TAHAP 3: COLLECTION TAHAP 4: ORGANIZATION TAHAP 5: REFLECTION TAHAP 6: PRESENTATION

29 LANGKAH 2: PENGUMPULAN DATA
PROSES sepanjang kegiatan layanan berlangsung Sampling dapat digunakan HASIL Layanan dasar  sepanjang kegiatan layanan berlangsung/pre and post test Layanan responsif dan perencanaan individual  tahap akhir layanan Seluruh peserta didik menjadi subjek evaluasi hasil

30 LANGKAH 3: ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA
EVALUASI PROSES EVALUASI HASIL ANALISIS INDIVIDU ANALISIS PER-TUJUAN LAYANAN/karakter ANALISIS KESELURUHAN PENGGUNAAN H-LOOK UP DAN V-LOOK UP DALAM ANALISIS DATA BAIK DALAM EVALUASI PROSES MAUPUN EVALUASI HASIL

31 LANGKAH 4: MENGAMBIL KEPUTUSAN
Keputusan diambil berdasarkan perbandingan antara peningkatan capaian dan kriteria keberhasilan. Keputusan dapat berbentuk Program berhasil meningkatkan kompetensi/karakter, maka perlu dilanjutkan Program kurang berhasil meningkatkan kompetensi/karakter, maka perlu ada perbaikan Rekomendasi dibuat sebagai dasar perbaikan pada program selanjutnya

32 LANGKAH 5:MENYUSUN LAPORAN DAN MENYAMPAIKANNYA
PROSES KESELURUHAN PER-BULAN, PER-INDIKATOR KEBERHASILAN HASIL PER-TUJUAN LAYANAN INDIVIDUAL

33 LAPORAN KESELURUHAN

34 Rangkuman Hasil Layanan Bimbingan dan Konseling di SMA Kelas
Rangkuman Hasil Layanan Bimbingan dan Konseling di SMA Kelas : XI Tahun : 2017/2018 Komponen Program : Layanan Dasar Jangka Waktu Evaluasi : 1 (satu) Semester

35 Gambaran pencapaian kompetensi (tujuan layanan) Wawan Semester I
CONTOH LAPORAN PERKEMBANGAN SISWA (INDIVIDUAL) Nama : Wawan Kelas : XI2 SMP Setelah mengikuti kegiatan bimbingan selama satu semester, wawan memiliki beberapa perubahan pada perilaku sebagai hasil dari layanan dasar. Perubahan tersebut cukup signifikan melihat kompetensi awal yang dimiliki wawan. Berikut disajikan perubahan tersebut. Gambaran pencapaian kompetensi (tujuan layanan) Wawan Semester I No Kategori Awal semester Akhir semester 1 Tujuan layanan 1: memiliki konsep diri positif 20% (rendah) 70% (baik) 2 Tujuan layanan 2 : memahami kecerdasan 10% (rendah) 3 Tujuan layanan 3 : mengenal bakat yang dimiliki 40% (rendah) 50% (cukup) 4 Tujuan layanan 4 : memahami jurusan yang ada di perguruan tinggi 60% (cukup) Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa konsep diri wawan sebelum diberikan layanan mengenai konsep diri positif termasuk dalam kategori rendah, akan tetapi setelah diberikan layanan konsep diri wawan berubah menjadi baik. Demikian juga dengan pemahaman wawan mengenai kecerdasan, sebelum diberikan layanan mengenai kecerdasan, pemahaman wawan mengenai kecerdasan termasuk dalam kategori rendah, akan tetapi setelah diberikan layanan pemahaman wawan meningkat tajam menjadi baik. Pada tujuan layanan mengenal bakat yang dimiliki, capaian wawan terlihat minimal. Meskipun meningkat satu poin, akan tetapi pengenalan wawan terhadap bakat yang dimilikinya masih tergolong cukup. Peningkatan yang tajam juga terlihat pada pencapaian wawan pada tujuan layanan memahami jurusan di perguruan tinggi. Pemahaman wawan meningkat dari kategori rendah menjadi cukup. Berdasarkan hasil capaian tujuan layanan, maka wawan perlu lebih mengenai bakat yang dimiliki. Wawan dapat menggali informasi dari pengalamannya tentang kegiatan yang mampu dikerjakan dengan baik. wawan juga dapat menggali informasi mengenai bakat dari orangtua, teman, dan guru mata pelajaran.

36 TERIMA KASIH


Download ppt "EVALUASI PELAKSANAAN PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google