Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Unsur-unsur dalam sinematografi

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Unsur-unsur dalam sinematografi"— Transcript presentasi:

1 Unsur-unsur dalam sinematografi
Pertemuan ke-2 mata kuliah sinematografi

2 Dalam Sinematografi ,unsur visual merupakan alat utama - Bagaimana membuat gambat bergerak? - seperti apakah gambar-gambar itu? - Bagaimana merangkai potongan-potongan gambar yg bergerak menjadi rangkaian gambar yangg mampu menyampaikan maksud tertentu, menyampaikan informasi atau mengkomunikasikan suatu ide tertentu ? Bahasa dalam sinematografi : suatu rangkaian beruntun dari gambar bergerak yang dalam pembuatannya memperhatikan ketajaman gambar, corak penggambarannya, memperhatikan seberapa lama gambar itu ditampilkan, iramanya dsb yang kesemuanya merupakan alat komunikasi non verbal

3 Komunikasi yang efektif apabila ada kesamaan makna bagi orang-orang yg terlibat dalam perilaku komunikasi Untuk menvisualkan suatu objek setidak-tidaknya harus bisa menjawab : Bagaimanakah memvisualisasikan? Berapa gambar yang dibutuhkan untuk melukiskannya? Dimanakah tempat yg bisa dipakai sebagai lokasi shooting? Siapakah yang akan menjadi pemerannya ? Persiapan teknik apa saja yg dibutuhkan?

4 perbedaan bahasa tulis dan bahasa audio visual
No Bahasa tulis Bahasa audio visual 1 Alphabeth/ simbol Berupa bunyi dan gambar 2 Berkenaan dengan mata Berkenaan dengan mata dan telinga 3 Merangsang otak kiri, fungsi kognitif, data, logika, dsb Merangsang otak kanan, fungsi afeksi, rasa dan intuisi 4 Menciptakan individualisme dan lapisan kelas seperti kelompok elite dsb Menciptakan komunitas dan meniadakan kelas-kelas sosial 5 Menciptakan detail-detail yang bersifat inovatif Menciptakan kesan-kesan umum

5 Unsur-unsur dalam sinematografi
1. Unsur Utama Unsur utama terdiri dari visual gerak, audio, dan jalan cerita.  Visual gerak, berupa lambang-lambang komunikasi visual yang disajikan dengan metode Fotografi yaitu ”tanpa cahaya, maka tak ada gambar”. Bentuk komunikasi tersebut dapat berupa tampilan visual secara verbal maupun non verbal yang mengandung nilai estetik, artistik, maupun dramatik.  Audio, seiring dengan perkembangan zaman, sinematografi merupakan bentuk produk teknologi audiovisual pertama yang memadukan unsur audio dan visual. Saat ini unsur audio berperan besar untuk memperjelas maupun mempertegas pesan informasi maupun komunikasi yang terkandung pada unsur visual sinematografi.  Jalan Cerita, tidak seperti gambar diam yang dapat ditafsirkan sendiri oleh yang melihatnya (satu gambar mewakili seribu kata), suatu karya sinematografi relatif memiliki makna yang universal dari berbagai penonton yang melihatnya. Hal ini ditunjukan melalui rangkaian gambar bergerak yang mengandung urutan jalan cerita. Namun, jalan cerita juga terikat dan dibatasi oleh keterbatasan waktu atau durasi film.

6 Unsur-unsur dalam sinematografi
2. Unsur Penunjang Unsur penunjang Film dalam sinematografi antara lain seting, properti, dan efek.  Seting, atau lingkungan tempat pengambilan gambar. Set adalah tata ruangan yang menjadi obyek visual untuk tiap adegan. Merupakan unsur penguat jalan cerita baik yang diambil secara alami maupun didesain sedemikian rupa (buatan) sebagai bagian dari properti. Agar tidak terjadi salah paham tentang ukuran, warna, riasan dan jumlah perabot dalam sebuah set, konfirmasi ulang dengan sutradara dan penata fotografi.  Properti, meliputi kostum, tata rias, dan segala perlengkapan yang diperlukan untuk lebih memberikan kesan alami maupun dramatis pada cerita yang akan direkam melalui kamera atau di luar frame kamera, termasuk segala peralatan dan perlengkapan produksi yang diperlukan.  Efek, meliputi efek gambar, suara, cahaya, transisi waktu, hingga spesial efek yang didesain secara animasi melalui program komputer agar lebih memberikan kesan dramatis pada cerita

7 5 cara pengambilan gambar
1) Bird Eye View Teknik pengambilan gambar yang dilakukan dengan ketinggian kamera berada di atas ketinggian objek. Hasilnya akan terlihat lingkungan yang luas dan benda-benda lain tampak kecil dan berserakan. 2) High Angle Sudut pengambilan dari atas objek sehingga mengesankan objek jadi terlihat kecil. Teknik ini memiliki kesan dramatis yaitu nilai “kerdil”. 3) Low Angle Sudut pengambilan dari arah bawah objek sehingga mengesankan objek jadi terlihat besar. Teknik ini memiliki kesan dramatis yaitu nilai agung/ prominance, berwibawa, kuat, dominan.

8 5 cara pengambilan gambar
4) Eye Level Sudut pengambilan gambar sejajar dengan objek. Hasilnya memperlihatkan tangkapan pandangan mata seseorang. Teknik ini tidak memiliki kesan dramatis melainkan kesan wajar. 5) Frog Eye Sudut pengambilan gambar dengan ketinggian kamera sejajar dengan alas/dasar kedudukan objek atau lebih rendah. Hasilnya akan tampak seolah-olah mata penonton mewakili mata katak.

9 5 cara pengambilan gambar

10

11

12

13 Film menurut isinya 1)Film cerita Jenis film yang mengandung suatu cerita yang lazim dipertunjukkan di gedung- gedung bioskop dengan bintang film yang tenar. 2)Film berita, yaitu film mengenai fakta, peristiwa yang benar-benar terjadi . Karena sifatnya berita, tentu saja film yang disajikan kepada publik tersebut harus mengandung nilai berita.

14 Film menurut isinya 3) Film dokumenter, Film mengenai fakta atau peristiwa yang terjadi apa adanya. Film ini dibuat dengan pemikiran dan perencanaan yang matang. 4) Film kartun, Gagasan untuk menciptakan film kartun timbul dari para pelukis. Dengan ditemukannya sinematografi, menimbulkan gagasan pada mereka untuk menghidupkan gambar-gambar yang mereka lukis.

15 Tipe film menurut gipson dalam buku films in business and industry (gipson,1947;21)
Hollywood Type – A picture in which direct dialogue, expensive sets, professional talent, and specially recorded music are combined with dramatic action to give considerable sugar-coating to a film with a message. (Tipe Hollywood – film dengan dialog langsung, set mahal, bakat yang profesional, dan musik rekaman dikombinasikan dengan aksi drama untuk memberikan gambaran hidup ke film dengan muatan pesan).

16 Tipe film menurut gipson dalam buku films in business and industry (gipson,1947;21)
Narration Type – The majority of all Non theatrical films are of the narration or voice over picture type. After the picture has been taken and edited, the narration is made by reading the script with underlying music and sound effects in synchronization with the picture. (Tipe Narasi – umumnya dari seluruh film non-teater adalah penceritaan narasi atau suara diatas gambar. Setelah gambar diambil dan diedit, maka narasi dibuat dengan pembacaan naskah dan peletakan musik dan sound effects sebagai sinkronisasi gambar).

17 Tipe film menurut gipson dalam buku films in business and industry (gipson,1947;21)
To the Hollywood type but simpler in construction with a few people and few locations. A personalized talk by an executive is often used. (Tipe Dialog Langsung – film orang yang saling berbicara. Memiliki kesamaan dengan tipe Hollywood tapi lebih sederhana dipengkonstruksian dengan jumlah orang dan lokasi yang lebih sedikit).

18 Tipe film menurut gipson dalam buku films in business and industry (gipson,1947;21)
Newsreel Type – A special narration film that, in its treatment of voice and picture, is similar to the weekly theatrical newsreel. These films are often used in a reportorial type of production, trying the work of industry in with national happening. (Tipe Warta berita – film yang menggunakan narasi khusus, menggunakan suara dan gambar, sama dengan dengan warta berita mingguan. Film ini sering digunakan jenis pelaporan produksi, kerja industri yang sedang terjadi.

19 Tipe film menurut gipson dalam buku films in business and industry (gipson,1947;21)
Cartoon Type – Animated figures, often in full color. (Tipe Kartun – gambar animasi menggunakan banyak warna). Model and Puppet Type – Similar in many respect to the cartoon type, but less frequently used. (Tipe Model dan Boneka – sama dengan tipe kartun tapi jarang digunakan)

20 Perhatian! Untuk tugas UTS - video clip, harap segera membentuk kelompok dan nama kelompok beserta filosofi, sesuai dengan ketentuan di awal perkuliahan. Juga membuat rancangan awal mengenai video yang akan dikerjakan. Akan ada presentasi singkat di pertemuan ke-3


Download ppt "Unsur-unsur dalam sinematografi"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google