Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KONSEP HOUTVESTERIJ Cikal Bakal Konsep Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Perum Perhutani di Jawa.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KONSEP HOUTVESTERIJ Cikal Bakal Konsep Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Perum Perhutani di Jawa."— Transcript presentasi:

1 KONSEP HOUTVESTERIJ Cikal Bakal Konsep Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Perum Perhutani di Jawa

2 Konsep Houtvesterij Pencetus: A.E.J. Bruinsma, 1892
Houtvesterij: Konsep penataan dan pengelolaan kawasan hutan dengan pembentukan Planning Unit dan Management Unit. Houtvesterij: awalnya hanya menjamin kelestarian kegiatan teknik kehutanan. – Penanaman, Pemeliharaan, Penebangan– Kontinyu setiap tahun. Houtvesterij: PU dan MU saling terpisah dan MANDIRI, bersinergi untuk kelestarian hasil & perusahaan.

3 Peta Kawasan Hutan Perhutani Unit I Jawa Tengah

4 BAGAN PU BAGAN MU PETAK OPPER HOUTV. HOUTVESTERIJ B.A/ OPSIENER
BOSCH WAGTER BOSCH AFDEL CAP CENTRA E T A T TEKNIK KEHUTANAN UNIT MGN & UNIT ADM

5 Bagan PU Bagan MU S P H D I R E K S I D I R E K S I PETAK K P H
MANDOR ADM/KKPH ASPER/KBKPH KA. UNIT MANTRI/KRPH BIRO RENBANG PETAK K P H B K P H U N I T R P H S P H E T A T BOSCH AFDEL TEKNIK KEHUTANAN CAP CENTRA UNIT MGN & UNIT ADM PETAK

6 Planning Unit Planning Unit : kawasan untuk pengontrol asas kelestarian hasil. Diimplementasikan dalam kawasan Bagian Hutan PERHITUNGAN ETAT LUAS & ETAT VOLUME) 1 Houtvesterij : 2 – 4 Bosch Afdeling 1 Bosch Afdeling : Opsiener/Bosch Architec 1 Bosch Afdeling : Cap Centra 1 Cap Centra : 10 – 15 Petak

7 Management Unit Management Unit: kawasan organisasi teritorial yang efektif dan efisien. (PENGONTROL KEUNTUNGAN FINANSIAL PERUSAHAAN). Luas Management Unit: dipengaruhi oleh Span of Control (Jenjang Pengawasan) Potensi standing stock (Produktifitas tegakan) Overhead cost (biaya operasional) 1 Houtvesterij : 2 – 4 Opsiener / Bosch Architec 1 Opsiener/Bosch Architec : RPH 1 RPH : petak

8 Hubungan Petak, RPH, BKPH, BH, & Houtvesterij
Luas Petak : Normal  10 Ha,; Riil  30 – 80 ha Daur KP Jati : 80 tahun 1 RPH : 80 x 10 Ha = 800 Ha 1 BKPH : 4 – 5 RPH (3.200 – Ha) 1 BH (normal) : 8 – 10 RPH (6.000 – Ha) (Riil) : – Ha 1 BAGIAN HUTAN = 1 BKPH : GETAS & NGANDONG 2 BKPH : SONDE & WATUTINATAH 3 BKPH : PANDEAN, PAYAK & BANYUASIN 4 – 5 BKPH : CARUBAN

9 Hubungan Petak, RPH, BKPH & HOUTVESTERIJ
Petak (Normal) : 10 Ha 1 Houtvesterij (Normal) : – Ha (Riil) : – Ha HOUTVESTERIJ: 1 Bosch Architec : Getas & Ngandong 2 Bosch Architec : Sonde & Watutinatah Luas Houtvesterij Kradenan Utara : Ha Caruban : Ha

10 Opper Houtvesterij S.d. Tahun 1920-an kayu masih dijual dalam bentuk log/gelondongan. Th 1926 mulai dibangun industri penggergajian kayu. Analisis Finansial: supply kayu untuk industri tidak mampu dipenuhi dari satu Houtvesterij. Penggabungan beberapa Houtvesterij dengan tujuan kelancaran supply bahan baku log untuk industri pengolahan. Opper Houtv. Madiun : Houtv. Caruban, Ponorogo Timur, Ponorogo Barat, dan Pagotan Opper Houtv. Ngawi : Houtv. Padas-Kedawak, Geneng, Walikukun, Kedunggalar, Ngandong, dan Getas.

11 Matrik Houtvesterij – Planning Unit
BOSCH AFDELING -1 BOSCH AFDELING -2 CAP CENTRA -1 CAP CENTRA -2 CAP CENTRA -3 CAP CENTRA -4 CAP CENTRA -5 CAP CENTRA -1 CAP CENTRA -1 CAP CENTRA -2 CAP CENTRA -2 CAP CENTRA -3 CAP CENTRA -3 CAP CENTRA -4 CAP CENTRA -4 CAP CENTRA -5 CAP CENTRA -5 PETAK - 1 PETAK - 2 PETAK - 3 PETAK - 4 PETAK - 5 PETAK - 6 PETAK - 7 PETAK - 8 PETAK - 9 PETAK PETAK - 1 PETAK - 2 PETAK - 3 PETAK - 4 PETAK - 5 PETAK - 6 PETAK - 7 PETAK - 8 PETAK - 9 PETAK

12 Matrik Houtvesterij – Man Unit
BOSCH ARCHITEC-1 BOSCH ARCHITEC-2 R P H -1 R P H -2 R P H -3 R P H -4 R P H -5 R P H -1 R P H -1 R P H -2 R P H -2 R P H -3 R P H -3 R P H -4 R P H -4 R P H -5 R P H -5 PETAK - 1 PETAK - 2 PETAK - 3 PETAK - 4 PETAK - 5 PETAK - 6 PETAK - 7 PETAK - 8 PETAK - 9 PETAK PETAK - 1 PETAK - 2 PETAK - 3 PETAK - 4 PETAK - 5 PETAK - 6 PETAK - 7 PETAK - 8 PETAK - 9 PETAK

13 Jumlah BKPH dan RPH di Beberapa Bagian Hutan yang Luasnya > 8000 Ha (di Perhutani Unit I Jawa Tengah) WIL/ KPH BAG HUTAN LUAS (HA) JMLH BKPH RERATA LUAS JMLH RPH BALAPULANG BANJARHARJO 9.964,67 2 4.982,3 11 905,9 LARANGAN 10.238,81 5.116,4 10 1.023,7 GUNDIH MONGGOT 8.817,05 3 2.939,0 17 518,6 KENDAL KALIBODRI 8.018,05 4.009,0 8 1.002,3 PATI GN MURIA 11.247,67 4 2.811,9 6 1.874,6 PEMALANG COMAL 8.064,00 4.032,0 1.008,0 JATINEGARA 8.500,90 4.250,4 1.062,6 PURWODADI GROBOGAN 8.769,70 2.923,2 15 584,6 SEMARANG SEM. BARAT 13.962,29 5 821,3 SEM. TIMUR 15.157,10 3.789,3 21 721,8

14 Jumlah BKPH dan RPH di Beberapa Bagian Hutan yang Luasnya < 4000 Ha (di Perhutani Unit I Jawa Tengah) WIL/ KPH BAG HUTAN LUAS (HA) JMLH BKPH RERATA LUAS JMLH RPH CEPU PAYAMAN 3.376,32 2 1.688,16 6 562,70 GUNDIH SULUR 2.959,20 1 5 591,80 KEBONHARJO GN LASEM 2.645,30 3 881,70 PATI PATIAYAM 2.940,74 980,20 TELAWA GEMOLONG 1.691,30 563,80 TPWKO 684,10 342,05 228,00

15 Nama KPH di Perhutani Unit I
NO KPH LUAS No 1 Pekalongan Timur 52.791 12 Kendal 20.389 2 Pekalongan Barat 40.797 13 Semarang 29.119 3 Pemalang 24.423 14 Purwodadi 19.639 4 Balapulang 29.790 15 Pati 39.112 5 Banyumas Barat 55.546 16 Mantingan 16.746 6 Banyumas Timur 46.624 17 Blora 15.105 7 Kedu Selatan 44.721 18 Randublatung 32.464 8 Kedu Utara 36.398 19 Cepu 33.047 9 Surakarta 33.316 20 Kebonharjo 17.801 10 Telawa 18.718 11 Gundih 30.107 TOTAL

16 Nama KPH di Perhutani Unit II
NO KPH LUAS No 1 Padangan 27.830 13 Lawu Ds 52.474 2 Bojonegoro 50.145 14 Kediri 3 Parengan 17.636 15 Blitar 57.327 4 Jatirogo 18.763 16 Malang 5 Tuban 33.174 17 Pasuruan 52.110 6 Ngawi 45.907 18 Probolinggo 7 Madiun 31.221 19 Jember 8 Saradan 37.936 20 Bondowoso 92.039 9 Nganjuk 21.273 21 Banyuwangi Slt 10 Jombang 40.212 22 Banyuwangi Utr 74.949 11 Mojokerto 31.918 23 Banyuwangi Brt 44.426 12 Madura 47.487 TOTAL

17 Nama KPH di Perhutani Unit III
No KPH LUAS 1 Banten 80.160 9 Tasikmalaya 43.108 2 Bogor 49.983 10 Ciamis 28.757 3 Sukabumi 58.256 11 Sumedang 37.579 4 Cianjur 68.434 12 Majalengka 17.290 5 Purwakarta 59.304 13 Indramayu 40.653 6 Bandung Utr 20.560 14 Kuningan 29.720 7 Bandung Slt 55.074 TOTAL 8 Garut 79.236


Download ppt "KONSEP HOUTVESTERIJ Cikal Bakal Konsep Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Perum Perhutani di Jawa."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google