Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pertemuan XI Materi 11. Penanganan Dlm Psi Klinis

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pertemuan XI Materi 11. Penanganan Dlm Psi Klinis"— Transcript presentasi:

1 Pertemuan XI Materi 11. Penanganan Dlm Psi Klinis
Tujuan Instruksional Umum : Setelah selesai kuliah ini mahasiswa mampu : Memahami penanganan dalam psikologi klinis, mulai dari mengumpulkan informasi sampai memberikan keputusan-keputusan pada laporan psikologis kepada pihak yang memerlukan.

2 Tujuan Instruksional Khusus
Setelah selesai kuliah ini mahasiswa mampu : Memahami perencanaan dalam prosedur pengumpulan data; Memahami pengumpulan data untuk asesmen; Memahami pengolahan data dan membentuk hipotesis; Memahami penyampaian hasil dan laporan pemeriksaan psikologi klinis Mengingat banyaknya materi penanganan dlm psi klinis maka dibagi dlm 2 sesi,yt : Materi Pertemuan 12 : 1, 2, dan 3 , dan Materi Pertemuan 13 : 4 saja.

3 Materi 10. Penanganan Dlm Psi Klinis
Asesmen dalam psikologi klinis adalah : Pengumpulan Informasi untuk digunakan sebagai dasar bagi keputusan2 yang akan disampaikan oleh penilai (Bernstein & Nietzel, 1980, hal. 99). Tahap2 Dlm Asesmen Klinis 1. Perencanaan dlm prosedur pngumpulan data 2. Pengumpulan data untuk asesmen. 3. Pengolahan data dan pembentukan hipotesis 4. Penyampaian hasil dan laporan pemeriksaan psikologi klinis

4 Perencanaan dlm prosedur pengumpulan data (1)
Menentukan Tujuan yg relevan dg masalah klien * Deskripsi * Kalsifikasi & Diagnosa * Prediksi Dengan bertanya : “ Apa yang ingin diketahui dari masalah klien ?” “ Bgm caranya ?” Tujuan Asesmen Pertanyaan * Prediksi Apakah klien dapat menjabat sebagai Ka. Perusahaan ? * Klasifikasi Ap klien yg baru sembuh dari kecelakaan mobil dapat bekerja lagi ? * Deskripsi Ap seorang mhs dari daerah dapat mnyesuaikn diri bl kuliah diluar negeri?

5 Pengumpulan Data Untuk Asesmen
Metode pengumpulan data dalam pemeriksaan psikologi : * Wawancara, * Observasi * Tes

6 Wawancara Keuntungan Wawancara : Murah, Mudah, Fleksibel
Kelemahan Wawancara : Dpt Terdistorsi oleh : Sifat Pemeriksa Bentuk Pertanyaan yg diajukan Keadaan Klien Situasi / Keadaan Tempat Wawancara  Jadi Harus Dikontrol

7 Observasi Keuntungan Observasi : Dapat dilihat langsung, atau tidak dapat direkayasa oleh klien Situasi dapat dipilih yg paling tepat dg tujuan Dapat diarahkan sec lebih spesifik (pd Tujuan Kuantitatif) Kelemahan Observasi : Pengaruh bias dari observer

8 Tes Keuntungan Tes : Mudah, Ekonomis, Dpt dilakukan ol or banyak, Terstandarisasi. Data Pendukung : Catatan Medis, Catatan dr Sekolah Catatan dr Tempat Kerja, dr OT, dr Teman

9 Pengolahan Data & Pembent Hipotesis
Metode (3) Kesimpulan (4) Wawancara Hipotesis Observasi   Image Tes Hubungan2 (1) (2) (5) Tujuan As Orient Teortis Abstraksi Prediksi, PsikoAn Sample TL Klasifikasi Behavioristik Korelat TL Deskripsi Humanistik Hal Melandasi Interpresonal (Makna)

10 Pengolahan Data &Pmbentukn Hipotes
Men. Levy - Disebut Interpretasi Proposisional, karena mengandung makna hubungan sebab akibat, Mis, Pasien Obsesif Kompulsif – teliti, berkali2 menge cek, ada unsur paksaan – setiap kali mencuci tangan Pemrosesan Informasi untuk menarik kesimpulan dapat dibedakn dalam : * Subyektif Klinis - Freud * Subyektif Statistik- Cattel Subyektif Intuitif Klinis dianggap lemah, Dapat diperbaiki dg : - Mempertajam proses pengumpulan data & - Menganalisis langkah2 dlm proses pembuatan kesimpulan.

11 Wawancara Klinis & Depth Interview
Depth Interview : Cerita pengalaman klien tentang latar belakang gangguan yang tidak disadari sehingga harus digali secara lebih dalam Dua Macam Percakapan : - Percakapan Terencana dg tujuan mengadakan diagnosis melalui Anamnesis - Percakapan Tidak Terencana, yt : Percakapan Tidak Dirundingkan Percakapan yang tidak dirundingkan antara klien & pemeriksa tanpa adanya pemikiran khusus ttg kemungkinan suatu akibat terapeutik Sifatnya : Tidak sengaja terjadi, tapi dapat membawa baik & buruk bagi klien Percakapan yg dirundingkan - Schraml (1969) Merupakan percakapan antara klien dengan pemeriksa atau petigas yang terjadi dalam tugas pemeriksaan, percakapan terjadi ber-ulang2 sehingga mempengaruhi pembentukan tingkah laku klien, dengan cara atau gaya tertentu yg direncanakan.

12 Peranan Pemeriksa dlm Pem Klinis
Pemeriksa Memperlakukan pasien - sbg “Benda” - sbg Seorang Ibu atau Bapak - sbg Pendengar bagi klien Dari sudut klien, sbg st keadaan yg membebaskannya dari suatu derita - Pemeriksa sbg Ahli sbg Suatu Bahaya, sbg Suatu Kewajiban,  terancam utk membeberkan kelemahannya yg selalu ditutupi dapat bersikap positif & negatif Pemeriksa hrs menyadari bhw Sikapnya thd Klien dapat mempengaruhi Sikap Klien & Proses Pemeriksaam atau Terapi Pemeriksa : * Ucapan Verbal * Ekspresi Non Verbal, spt gaya bicara, sikap tubuh, tindak-tanduk, dll.

13 Tahap Awal Pemeriksaan Psi Klinis
Data Objektif, spt Nama, Umur, Alamat, Pekerjaan, Pddkan, dll Pertanyaan Pembuka, - Rapport – 15 Mnt spt Ap Lat Bel kedatangan ? at Ap Masalah Anda ? Masalah atau Keluhan Klien Perkirakan Punya Waktu 1 Jam Syarat Pembicaraan Mendalam Klien Cukup Stabil /tdk bgt Terganggu - Pemeriksa ada Waktu Akhir Pertemuan Pertama Pemeriksa Mempersiapkan Akhir Wawancara dengan Memberi Pengarahan waw pada Satu Topik ttt Mempersiapkan untuk Pertemuan Selanjutnya Klien ‘Normal’ dapat mengemukakan Hal yg Penting & Tdk Merasa Diusir jika dipersiapkn utk Pertemuan selnjutnya Susun Jadwal Ttt, Wawancara, Tes, Pertemuan dg OT, dll

14 Tahap Awal Pemeriksaan Psi Klinis
Jika klien orang Dewasa Normal atau Tidak Psikotis Masih memp judgement yg Baik ttg Diri & Lingk Realistis Terutama yg Datang atas Kemauan sendiri – Ingin Privasi Utk Wawancara dg Orang lain , spt Suami, OT, Teman  Klien diminta Persetujuannya Kalau tidak ada keterangan dari Orang lain atau Klien menolak mengajak Orang lain  Hrs Dikemukakan Kerugian2 yang mungkin terjadi Spt, Perlu Support, Untuk Diagnosis, Perkembangan Waktu Kecil Jika klien datang tidak atas Keinginan Sendiri Perlu Tahu : * Latar Belakang Pengiriman Klien * Apa Tujuan Pemeriksaan Perlu Memotivasi klien untuk menjalani Pemeriksaan Psi Atau Konsultasi Keluarga – kalau keluarga / OT tidak Realistis

15 Metode Klinis Anamnesis adalah : Wawancara atau percakapan antara pemeriksa dg seseor yg mengungkap ttg persoalan yg dialami, ttg riwayat hidup & riwayat keluhan klien Berasal dr bahasa Yunani, artinya mengingat kembali. * Autoanamnesis, anamnesis yg ditanyakan langsung kpd klien. * Alloanamnesis, ditanyakan kpd orang lain, spt OT, teman dll Observasi : * Metode Observasi yg Sangat Teliti * yg Global. Perlu Kontrol pd Metode Observasi - pd Data yg Diperoleh, dg skala pengukuran; - pd Subyek yg Diobservasi dg metode eksperimental. Macam2 Penerapan Observasi : * Studi Lapangan, Introspeksi, Studi Kasus * Metode Klinis, Metode Eksperimen

16 Observasi Metode klinis terdiri dari observasi yg dikendalikan oleh Wawancara & Tes. Metode klinis untuk mendapatkan diagnosis informal atau deskripsi kepribadian & diagnosis formal atau nomenklatur psikiatri atau nama2 gangguan jiwa. Hal2 yg dilihat dlm observasi klinis, - Wallen (1956) adalah : - Penampilan umum. - Reaksi emosi. - Bicara.

17 Observasi Klinis – Wallen (1)
1.Penampilan umum. * Dari Penampilan fisik dapat ditarik beberapa hipotesis tentang : - Dasar2 faal, - Motif atau Sikap & TL yg berkaitan dgnya, - Efek Sosial dari Penampilan itu. * Cara Berpakaian, * Gaya Penataan Rambut, mencerminkan - Bgm klien dlm Lingkungan Sosial & - Bgm Memandang Diri Sendiri.

18 Observasi Klinis – Wallen (2)
2.Reaksi emosi. - Dlm wawancara dirasakn ada suasana ttt, Pemeriksa Hrs Yakin bhw Keadaan atau Suasana Emosi tidak disebabkan Pemeriksa - Ketegangan,spt Air mata berlinang, Berkeringat Muka atau Tangan, Kering Bibir, Perubahan warna muka, Tremor - Sikap tdk tenang : Srg Merubah Posisi Duduk, Gerak2 Kaki - Menunjukkan reaksi berlawanan dr diatas Kead tegang, bicara pelan Suasana hati at mood ttt dapat berubah atau Kaku - Pada Gangguan Berat Reaksi emosi Kurang atau Tidak Ada sama sekali

19 Observasi Klinis – Wallen (3)
Bicara 1 & 2 Dapat Direkayasa oleh Klien Bicara artinya Pemeriksa & Klien berhubungan dalam waktu yg lama Pemeriksa Tahu : Gaya bicara, Corak bahasa,Nada bicara Kata2 muluk, Maaf berkali2, Pembenaran diri. Patologis Bicara : - Stuttering atau Gagap, - Lisping = Salah ucap huruf mendesis, - Slurred Speech = bicara tebal karena bbrp huruf mati dihilangkan, - Aphasia = kesulitan mengucapkn at mengartikulasi kata2 at kesulitan mencari kata yg tepat

20 Tes Pemberian Tes dalam pemeriksaan Psi Klinis Tes Inteligensi Umum, Tes Proyeksi, Tes Grafis & Inventory Kepribadian TIU diberikan utk mengetahui : - WB, PM, FRT IQ, Gangguan berpikir, Deterioration, Memori Proyeksi utk menget : - Ro & TAT Ro : Tahu Gbran Struktur Keprib mengungkap Hal2 Yg Tdk Sadar - Beck, Klopfer, Exner. TAT : Tahu Gbran Hub ant Man, Klien dg Or di Lingk Sosnya Konflik2 & Fantasi dll Murray, Bellak, Reuben Fine, Morris Stein, Tomkins

21 Tes lanjutan Grafis : DAP, Baum, HTP, Wartegg mengetahui Kecerdasan, Kepribadian, Gr + : Cepat , Analisis Kualitatif - : Pemeriksa Terpengaruh keindahan atau Ketramp Menggbr, Melupakan segi2 formal gbr: jenis grs, tekanan Proy - : Sulit Interpretasi, Ada defense, defense apa ?  Hrs didukung Waw & Anamnese Inventory Kepribadian banyak digunakan akhir2 ini : EPI, MMPI, BDI, TAMAS, SSCT Inv -:Jaw klien tdk jujur, Respons klien tdk jelas. Tes khusus untuk Gangguan Organik : Bender Gestalt, MPD, WMS, dll.

22 Jawaban Kasus Untuk Tugas
Laki2 Usia 53 Th , Tampak mengecek sendiri tekanan darah secara periodik di ruang tamu praktek dokter Kesimpulan : Ia pasti kaya karena bisa beli alat. - Ia khawatir tekanan darahnya yg naik turun Kesimpulan ini didasarkan atas perilaku Sample - Perilaku itu bisa terjadi pd pria yg sedang stres atau Pria tsb mungkin sedang mengalami sakit Kesimpulan ini lebih tinggi tingkat abstraksinya Korelat Sst yg terkait dg keadaan lain yg men penelitian dem adanya - Pasien itu Hipokondriasis Narsisistik terarah pd diri sendiri Kesimpulan ini ad yg paling Tinggi Tingkat Abstraksinya, Yt. menafsirkan perilaku pasien sebagai Tanda (Sign) dari adanya gangguan tertentu. Tingkat abstraksi spt ini biasanya terkait dg Teori Psikodinamik, yang dapat memberi kesimpulan yang maknanya sangat berbeda dengan tampilan TLnya.


Download ppt "Pertemuan XI Materi 11. Penanganan Dlm Psi Klinis"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google