Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Evaluasi Proses dan Hasil Pembelajaran

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Evaluasi Proses dan Hasil Pembelajaran"— Transcript presentasi:

1 Evaluasi Proses dan Hasil Pembelajaran
Oleh : Drs. Syafril, M.Pd. Drs. Syafril , M.Pd. TP FIP UNP

2 Pengertian Pengukuran : Membandingkan sesuatu dengan suatu ukuran yang bersifat kuantitatif Penilaian : Mengambil suatu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik dan buruk Evaluasi : Meliputi kegiatan mengukur dan menilai

3 Penilaian Kegiatan menghimpun fakta dan dokumen belajar peserta didik yang dapat dipercaya untuk melakukan perbaikan program pembelajaran Proses menyimpulkan dan menafsirkan fakta-fakta dan membuat pertimbangan dasar yang profesional untuk mengambil kebijakan dari sekumpulan informasi

4 Penilaian Pendidikan Proses mengumpulkan data untuk menentukan sejauh mana, dalam hal apa, dan bagian mana tujuan pendidikan sudah tercapai. Jika belum tercapai, bagian mana dan apa sebabnya ? Mengukur sejauh mana tujuan telah tercapai dan membuat keputusan untuk kegiatan berikutnya

5 Input Transformasi Output Umpan balik Bagan : Proses Pendidikan

6 Proses Pendidikan Input : Bahan mentah yang dimasukkan ke dalam proses transformasi (Calon siswa) Output: Bahan jadi yang dihasilkan oleh proses transformasi (Lulusan) Transformasi : Mesin (kegiatan) yang bertugas mengubah bahan mentah menjadi bahan jadi (Calon siswa menjadi lulusan) Umpan balik: Informasi yang menyangkut output dan transformasi

7 Tujuan dan Fungsi Penilaian
Untuk selektif : Untuk menseleksi (yang diterima, naik kelas, beasiswa dsb) Untuk diagnostik : Mendiagnosa kelemahan dan mencari penyebabnya Untuk Penempatan: Menentukan kelompok yang sesuai Untuk mengukur keberhasilan : Sejauh mana program pendidikan berhasil dicapai

8 Ciri-ciri Penilaian Pendidikan
Dilakukan secara tidak langsung Menggunakan ukuran yang bersifat kuantitatif dan diinterpretasikan ke dalam kualitatif Menggunakan unit atau satuan yang tetap Bersifat relatif atau tidak selalu sama Sering terjadi kesalahan

9 Prinsip-prinsip Penilaian
Objektif (Adil) Kontinuitas (Berkesinambungan) Comprehensif Motivatif Educatif

10 Alat dan Teknik Evaluasi
Teknik Tes Teknik Non Tes terdiri dari : 1. Rating scale (Skala bertingkat) 2. kuesioner 3. Check list 4. interview (wawancara) 5. pengamatan 6. riwayat hidup

11 Tes Suatu alat atau prosedur yang sistematis dan objektif untuk memperoleh data atau keterangan yang diinginkan tentang seseorang Percobaan yang diadakan untuk mengetahui ada tidaknya hasil pelajaran tertentu Serentetan pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur ketrampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki Penilaian yang komprehensif terhadap seorang individu atau keseluruhan usaha evaluasi program

12 Macam Tes Tes Seleksi Pre tes Post tes Tes Diagnostik
Entry behaviour test (pre-requisit) Placement test Dalam proses pembelajaran Tes formatif Tes Sumatif Tes Standar Tes Buatan Guru

13 Macam Tes dari berbagai aspek
Unsur kegiatan: pengukur proses, hasil Tujuan penggunaan : formatif dan sumatif Konstruksi yang diukur : kepribadian, bakat, kemampuan, minat, perhatian, sikap Isi: sesuai bidang studi yang dites Cara memberikan respon : tertulis, lisan, penampilan Cara skoring: objektif dan subjektif Tekanan aspek yg diukur: speed dan power tes Penyusunan : buatan guru dan tes standar

14 Perbandingan Tes Standar dan Tes Buatan Guru
No Aspek Tes Standar Buatan Guru 1. Dasar Tujuan Umum Tujuan Khusus 2. Cakupan Luas Terbatas 3. Penyusun Tim Lengkap Guru 4. Uji Coba Telah dilakukan Tidak dilakukan 5. Reliabilitas tinggi Sedang 6. Norma Nasional Kelompok Terbatas

15 Kelemahan Tes Secara psikologis dapat menyinggung pribadi seseorang
Menimbulkan kecemasan, sehingga mempengaruhi hasil yang murni Mengkategorikan siswa secara tetap Tidak mendukung kecemerlangan dan daya kreasi siswa Hanya mengukur aspek tingkah laku yang sangat terbatas

16 Ciri-Ciri Tes yang baik
Validitas Reliabilitas Objektivitas Praktibilitas Ekonomis

17 Validitas Tes Tes yang dapat mengukur dengan tepat apa yang hendak diukur Skor yang diperoleh dengan tes tersebut mencerminkan kemampuan yang sesungguhnya dari testee

18 Macam Validitas Validitas Logis (logical validity)
- Validitas Isi (Content validity) - Validitas konstrak (Constructive validity) Validitas Empiris (empirical validity) - Concurrent validity - Predictive validity

19 Reliabilitas Reliabilitas = tetap = ajeg
Hasil yang diperoleh dari tes yang diberikan tetap (konsisten) meskipun dilakukan dalam waktu yang berbeda

20 Cara Mencari Reliabilitas
Metode bentuk paralel (equivalent) Metode tes ulang (test-retest) Metode belah dua (split-half) - ganjil - genap - awal – akhir

21 Tes Objektif Bentuk tes hasil belajar yang terdiri dari beberapa butir soal yang sudah dilengkapi dengan jawabannya, tugas siswa (testee) adalah memilih salah satu alternatif jawaban yang paling tepat Tes objektif disebut juga dengan tes jawaban pendek

22 Kebaikan Tes Objektif Lebih representatif mewakili isi dan bahan pelajaran Lebih objektif dalam memberikan skor (pemeriksaan) Lebih cepat pemeriksaannya Pemeriksaan dapat dilakukan oleh orang lain

23 Kelemahan Tes Objektif
Pembuatan soalnya lebih sulit Soalnya cendrung mengungkap aspek ingatan saja dan sulit untuk aspek yang lebih tinggi Banyak kesempatan untung-untungan Kerjasama antar siswa lebih terbuka waktu mengerjakan soal

24 Cara Mengatasi Kelemahan
Berlatih membuat soal tes objektif terus menerus Menggunakan tabel spesifikasi Menggunakan rumus hukuman dalam skoring Pelaksanaan tes diatur dengan baik atau buat soal berseri

25 Macam Tes Objektif Benar – Salah Pilihan Ganda Menjodohkan
Jawaban Singkat

26 Tes Berbentuk Benar - Salah
Bentuk tes yang soalnya berupa pernyataan yang benar atau yang salah Tugas testee menentukan apakah pernyataan itu benar atau salah dengan cara memberi tanda tertentu seperti menyilangi B jika benar dan S jika salah

27 Variasi Tes Benar - Salah
Tipe pernyataan benar – salah tanpa koreksi Tipe pernyataan benar – salah dengan koreksi Tipe pernyataan benar salah serumpun

28 Kebaikan Dapat mencakup bahan yang luas dan tidak banyak makan tempat
Mudah memeriksanya Dapat digunakan berulang kali Dapat dilihat secara cepat dan objektif Petunjuk cara mengerjakannya mudah dimengerti

29 Kelemahan Sering membingungkan Mudah ditebak/diduga
Banyak masalah yang tidak dapat dinyatakan hanya dengan benar atau salah Hanya dapat mengungkap daya ingatan dan pengenalan kembali

30 Pedoman Menyusun Tes benar - salah
Tulislah huruf B – S pada permulaan masing-masing item Usahakan jumlah soal yang dijawab benar dan salah sebanding, tetapi susunannya tidak beraturan Hindari item yang masih bisa diperdebatkan Hindari pernyataan yang persis sama dengan buku Hindari kata-kata yang menunjukkan kecendrungan memberi saran

31 Tes Pilihan Ganda Tes yang terdiri dari pertanyaan atau pernyataan (statement) yang belum sempurna (disebut juga stem) dan beberapa alternatif pilihan jawaban (option) Pilihan jawaban (0ption) terdiri dari jawaban yang benar dan jawaban yang salah disebut dengan pengecoh (distractor) yang memungkinkan orang tertarik memilihnya jika tidak betul-betul menguasai materi

32 Kebaikan Tes Pilihan Ganda
Jumlah soal bisa banyak sehingga meawakili berbagai materi Penskoran lebih mudah Sangat tepat untuk jumlah peserta yang cukup banyak Reliabilitasnya relatif lebih tinggi Penilaiannya lebih objektif

33 Kelemahan Kemungkinan menerka cukup besar
Proses berpikir siswa tidak terlihat Tidak dapat mengukur kemampuan verbal, dan problem solving Penyusunan soal yang baik, sulit dan lama Sulit membuat option yang benar-benar homogen

34 Petunjuk Menyusun Tes Pilihan Ganda
Soal harus sesuai dengan tujuan (kompetensi dasar dan indikator) Option harus berfungsi dan logis Tiap soal harus punya option paling benar Statemen dirumuskan dengan jelas Statemen dan option harus berupa pernyataan yang penting saja Statemen jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar

35 Petunjuk Menyusun (Lanjutan)
Statemen jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda Gambar, tabel, grafik, diagram dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas Panjang option harus relatif sama Option tidak boleh berbentuk “semua jawaban benar” atau “semua jawaban salah”

36 Petunjuk Menyusun (Lanjutan)
Option yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan atau kronologis Butir soal jangan bergantung dengan jawaban sebelumnya Harus menggunakan bahasa yang standar dan komunikatif Option jangan mengulang kata atau frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian

37 Teknik Penskoran Dengan denda (hukuman S=R - W Skor = Benar - salah
O – Jlh option - 1 Tanpa denda (hukuman) S = R atau Skor = Jawaban benar

38 Penyusunan Tes Menentukan tujuan tes
Mengidentifikasi hasil belajar yang akan diukur Merinci materi pelajaran yang akan diukur Menentukan hasil belajar yang spesifik sesuai dengan tujuan Menyiapkan tabel spesifikasi Mempedomani tabel spesifikasi dalam membuat tes

39 Tes Menjodohkan (Matching)
Mirip dengan pilihan ganda, tetapi pada tes menjodohkan terdiri atas kumpulan soal dan kumpulan jawaban yang keduanya dikumpulkan pada dua kolom yang berbeda Kolom sebelah kiri kumpulan soal dan kolom sebelah kanan kumpulan jawaban yang lebih banyak dari soal

40 Kebaikan Dapat dinilai dengan mudah dan objektif Mudah untuk disusun
Dapat digunakan untuk menilai - teori dengan penemunya - sebab dan akibat - istilah dan definisinya

41 Kelemahan Cendrung menilai aspek ingatan saja
Tidak dapat menilai pengertian guna membuat kesimpulan

42 Pedoman Penyusunan Petunjuk soal hendaknya jelas dan singkat
Kumpulan soal diletakan di kiri dan kumpulan jawaban di kanan Alternatif jawaban lebih banyak dari soal Soal dan jawaban berada pada halaman yang sama Gunakan kalimat yang singkat dan langsung terarah pada persoalan

43 Bentuk Tes Jawaban Singkat
Soal yang menghendaki jawaban dalam bentuk kata, bilangan, simbul, nama tempat, nama tokoh, lambang, atau kalimat yang sudah pasti dan jawaban hanya dinilai benar dan salah Yang diukur hanya kemampuan yang sederhana

44 Kebaikan Menyusun soal relatif mudah Kecil kemungkinan jawaban menebak
Menuntut siswa menjawab dengan singkat dan tepat Penilaiannya lebih objektif

45 Kelemahan Sukar mengukur hasil belajar yang komplek
Kesukaran menilai apabila tidak menuliskan kunci jawaban yang tepat Kurang memberikan makna

46 Pedoman Penulisan Tidak dapat merencanakan lebih dari satu jawaban yang kelihatan logis Jangan mengutip pertanyaan seperti buku Semua tempat yang kosong harus sama panjang Jangan memulai dengan titik-titik di awal kalimat

47 Tabel Spesifikasi Menyusun Soal Evaluasi
Aspek yang diukur Pokok Materi Ingatan Pema-haman Aplikasi Jumlah Pengertian Evaluasi Fungsi Evaluasi Macam Evaluasi Persyaratan Evaluasi

48 Tabel Spesifikasi Menyusun Soal Evaluasi
Aspek yang diukur Pokok Materi Ingatan Pema-haman Aplikasi Jumlah Pengertian Evaluasi (14%) 7 Fungsi Evaluasi (20%) 10 Macam Evaluasi (36%) 18 Persyaratan Evaluasi (30%) 15 50

49 Tabel Spesifikasi Menyusun Soal Evaluasi
Aspek yang diukur Pokok Materi Ingatan (50%) Pema-haman (30%) Aplikasi (20%) Jumlah (100%) Pengertian Evaluasi (14%) 7 Fungsi Evaluasi (20%) 10 Macam Evaluasi (36%) 18 Persyaratan Evaluasi (30%) 15 50

50 Tabel Spesifikasi Menyusun Soal Evaluasi
Aspek yang diukur Pokok Materi Ingatan (50%) Pema-haman (30%) Aplikasi (20%) Jumlah (100%) Pengertian Evaluasi (14%) 4 2 1 7 Fungsi Evaluasi 5 3 10 Macam Evaluasi (36%) 9 18 Persyaratan Evaluasi 15 25 50

51 Tabel Spesifikasi Menyusun Soal Evaluasi
Aspek yang diukur Pokok Materi Ingatan Pema-haman Aplikasi Jumlah Pengertian Evaluasi (14%) 40% 3 30% 2 7 Fungsi Evaluasi (20%) 20% 50% 5 10 Macam Evaluasi (36%) 9 4 18 Persyaratan Evaluasi (30%) 15 25 50

52 Tugas I Membuat soal lengkap dengan kisi-kisi (tabel spesifikasi) sebanyak 40 soal pilihan ganda 4 option Cobakan kepada siswa minimal 30 orang siswa Analisis (a) validitas (b) reliabilitas, (c ) indeks kesukaran (d) daya pembeda (e) efektivitas distraktor Diserahkan tanggal 6 Mei 2008

53 Tugas Minggu depan (14 April 2008) sudah dibawa kisi-kisi soal (tabel spesifikasi) serta soalnya sebanyak 40 butir soal pilihan ganda 4 option

54 Tes Essay (Uraian) Tes hasil belajar yang memiliki karakteristik :
-berbentuk perintah atau pertanyaan yang menghendaki jawaban berupa uraian atau paparan -bentuk pertanyaan atau perintah itu menuntut testee memberikan penjelasan, komentar, penafsiran -jumlah butir soal umumnya terbatas

55 Kemampuan yang akan diukur
Menyeleksi Mengorganisasi Mengintegrasi Menghubungkan Mengevaluasi Menganalisis Membandingkan Menjelaskan hubungan Mendeskripsikan Memberikan argumen Menformulasikan hipotesis Menformulasikan kesimpulan

56 Macam Tes Uraian Tes Uraian Bebas, yaitu butir soal hanya menyangkut masalah utama yang dibicarakan, tanpa memberikan arahan tertentu dalam menjawabnya Tes Uraian Terbatas, yaitu testee diberikan kebebasan untuk menjawabnya, namun arahnya dibatasi, sehingga kebebasan itu menjadi bebas yang terarah

57 Kebaikan Penyusunan soal lebih mudah dan cepat
Dapat dicegah kemungkinan spekulasi atau terkaan dari testee Testee akan berani mengemukakan pendapat dengan gaya bahasa hasil olahan sendiri Dapat diketahui seberapa jauh tingkat kedalaman dan penguasaan testee dalam memahami materi yang ditanyakan

58 Kelemahan Kurang dapat menampung dan mewakili isi dan luasnya materi yang dipelajari Sulit dalam mengoreksi Sering bersifat subjektif dalam memberikan skor atau nilai Dalam mengoreksi tidak dapat diserahkan kepada orang lain Validitas dan reliabilitas tes rendah

59 Pedoman Penyusunan Soal
Hendaknya soal meliputi ide pokok dari bahan yang diteskan Jangan mengambil kalimat dari buku Sediakan kunci jawaban soal dan pedoman penilaiannya Pertanyaannya hendaknya bervariasi Soal hendaknya mudah dipahami Pertanyaan hendaknya spesifik

60 Pemberian Skor Tetapkan skala penilaian yang akan diberikan, seperti : 1 – 4, 1 – 10, atau 1 – 100 Gunakan bobot untuk setiap butir soal sesuai dengan tingkat kesulitan Aspek yang dipertimbangkan dalam menilai : Kebenaran isi Sistematika atau urutan yang logis Bahasa yang digunakan

61 Hasil Ujian A Nomor Soal Nilai yang diperoleh Bobot Nilai Nilai Total
1 2 3 4 5 10 7 8 30 35 24 40 25 Jumlah 20 154

62 Hasil Ujian si B Nomor Soal Nilai yang diperoleh Bobot Nilai
Nilai Total 1 2 3 4 5 7 10 8 21 50 24 20 Jumlah 40 165

63 Hasil Ujian si C Nomor Soal Nilai yang diperoleh Bobot Nilai
Nilai Total 1 2 3 4 5 7 10 8 21 50 15 32 Jumlah 40 20 168

64 Hasil UJian si D Nomor Soal Nilai yang diperoleh Bobot Nilai
Nilai Total 1 2 3 4 5 10 7 8 30 35 20 40 Jumlah 155

65 Hasil Ujian si E Nomor Soal Nilai yang diperoleh Bobot Nilai
Nilai Total 1 2 3 4 5 10 7 8 30 35 32 25 Jumlah 40 20 152

66 Hasil Ujian 5 orang Siswa
1 2 3 4 5 Jumlah Bobot Siswa Skor A 10 7 8 154 B 165 C 168 D 155 E 152

67 Tes Perbuatan Tes perbuatan digunakan untuk mengukur taraf kompetensi yang bersifat ketrampilan yang dilakukan terhadap proses melakukan gerakan atau menyelesaikan tugas yang harus dikerjakan

68 Pedoman Penyusunan Tester harus mengamati dengan teliti, cara yang ditempuh oleh testee Agar dapat dicapai kadar objektivitas maka tester jangan berbuat atau bicara yang mempengaruhi testee Dalam mengamati testee yang sedang melaksanakan tugas, tester harus menyediakan instrumen berupa lembar penilaian

69 Contoh : Penilaian Praktek Mengajar
No Unsur yang diamati Skor 1. 2. 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Penguasaan bahan Ketrampilan membuka pelajaran Gaya dan antusiasme mengajar Pemberian motivasi Bahan ilustrasi dan contoh Kualitas penjelasan Cara mengajukan pertanyaan Penggunaan alat bantu pengjaran Perhatian pada individua tiap anak Pemberian tugas Disiplin kleas Ketrampilan berkomunikasi Kualitas interaksi belajar mengajar Pandangan mata Cara menjawab pertanyaan anak Kualitas tulisan di papan tulis Pencapaian tujuan pengajaran 1 2

70 Penskoran Penskoran digunakan dengan cara mengamati tiap unsur dan memberikan skor sesuai dengan unsur tersebut dengan memberi tanda seperti : melingkari, menyilangi dan sebagainya Jumlah skor tersebut kemudian bagi dengan jumlah unsur yang dinilai

71 Contoh : Penilaian Praktek Mengajar
No Unsur yang diamati Skor 1. 2. 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Penguasaan bahan Ketrampilan membuka pelajaran Gaya dan antusiasme mengajar Pemberian motivasi Bahan ilustrasi dan contoh Kualitas penjelasan Cara mengajukan pertanyaan Penggunaan alat bantu pengjaran Perhatian pada individua tiap anak Pemberian tugas Disiplin kleas Ketrampilan berkomunikasi Kualitas interaksi belajar mengajar Pandangan mata Cara menjawab pertanyaan anak Kualitas tulisan di papan tulis Pencapaian tujuan pengajaran 1 2

72 Analisis Butir Soal Prosedur yang sistematis untuk memperoleh informasi yang sangat khusus terhadap butir soal yang disusun Mengidentifikasi soal yang telah disusun apakah baik, kurang baik atau soal yang jelek serta merevisi soal yang kurang baik

73 Indek Kesukaran Soal yang baik apabila tingkat kesukarannya tidak terlalu sukar dan tidak terlalu mudah Cara menghitung indek kesukaran adalah: P = B / JS B = Banyak peserta yang menjawab betul JS = Jumlah peserta tes Indek kesukaran soal (disebut P) berada antara 0,00 sampai 1,00 dengan acuan : P = 0,00 s.d 0,30 soal sukar P = 0,30 s.d 0,70 soal sedang (o,2 – 0,8) P – 0,70 s.d 1,00 soal mudah

74 Daya Pembeda Kesanggupan soal untuk membedakan siswa yang tergolong mampu (prestasi tinggi) dengan siswa yang tergolong kurang mampu (prestasinya rendah) Daya pembeda (D) dihitung dengan rumus : D = BA - BB atau PA – PB JA JB

75 Langkah Menghitung Daya Pembeda (D)
Urutkan skor tertinggi paling atas dan terendah paling bawah untuk menentukan kelompok atas dan bawah Beri kode

76 Tabel : Analisis Butir Soal
Testee Skor untuk butir soal Jlh 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 B H C E G A J F I D P 0,5 0,9 0,3 0,8 0,6 0,2 0,4

77 Efektivitas Distraktor
Fungsi distraktor adalah pengecoh agar orang yang tidak mengerti tertarik untuk memilihnya Jika distraktor tidak ada yang memilih, maka ia tidak efektif Distraktor berfung dengan baik jika dipilih oleh minimal 5 % peserta tes

78 Contoh Analisis Distraktor
Dari analisis butir soal diketahui pola jawaban soal nomor 1 sbb : Pilihan Jawaban A B C D O Jumlah Kelompok Atas 5 7 15 3 30 Kelompok Bawah 8 6 13 21 60

79 Contoh Analisis Distraktor
Dari analisis butir soal diketahui pola jawaban soal nomor 1 sbb : Pilihan Jawaban A B C D O Jumlah 1 25 5 10 15 60 2 8 48 3 13 35

80 Contoh Analisis Distraktor
Dari analisis butir soal diketahui pola jawaban soal sbb : Pilihan Jawaban A B C D O Jumlah 1 15 5 9 30 2 25 3 20 6

81 Contoh Analisis Distraktor
Dari analisis butir soal diketahui pola jawaban soal nomor 1 sbb : Pilihan Jawaban A B C D O Jumlah Kelompok Atas 5 9 15 1 30 Kelompok Bawah 8 13 6 3 22 21 60

82 Analisis Batir Soal No Soal Kelpmpok Pilihan Jawaban Jumlah A B C D O
1 Atas 25 2 30 Bawah 10 8 5 35 6 7 60 20 28 13 9 3 21 16 37

83 Analisis Batir Soal No Soal Kelpmpok Pilihan Jawaban Jumlah A B C D O
1 Atas IIIII II I Bawah III 2 IIIIII IIII 3

84 Analisis Batir Soal No Soal Kelpmpok Pilihan Jawaban Jumlah A B C D O
1 Atas 5 2 10 Bawah 3 7 4 20 6 9

85

86 TERIMA KASIH


Download ppt "Evaluasi Proses dan Hasil Pembelajaran"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google