Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Patient Safety.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Patient Safety."— Transcript presentasi:

1 Patient Safety

2 Patient Safety Gerakan Nasional Keselamatan Pasien dicanangkan oleh Menkes RI tanggal 21 Agustus 2005. Hal ini didasarkan pada isu global mutlak tentang patient safety. Keselamatan pasien hanyalah 1 dari 5 isu keselamatan yang menjadi acuan di RS. Empat isu lainnya: (1) keselamatan petugas kesehatan, (2) keselamatan bangunan RS, (3) keselamatan peralatan RS, (4) keselamatan lingkungan RS.

3 Keselamatan pasien di RS adalah suatu sistem yang mendorong RS agar melakukan asuhan pasien yang ‘aman’ (selamat dan sehat).

4 Tujuan Tujuan sistem ini untuk mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh kelalaian, akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak melakukan tindakan yang seharusnya dilakukan.

5 Panduan keselamatan pasien ini disusun oleh para ahli dari lebih seratus negara pada WHO. panduan keselamatan pasien pada prinsipnya ditujukan untuk meningkatkan keselamatan pasien dari terhindarnya cedera yang disebabkan oleh proses pelayanan kesehatan. Contoh: menghindari  terjadinya infeksi nosokomial.

6 Petugas kesehatan jelas tidak berniat  mencederai pasiennya, tetapi fakta menunjukkan: setiap hari ada saja Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) atau Adverse Event (AE) yang terjadi.

7 Banyak terjadi: kejadian yang bisa dicegah (error) maupun kejadian yang tidak bisa dicegah (non error). Contoh: nosokomial merupakan infeksi  yang terjadi disebabkan  kurangnya kebersihan tangan  (hand hygiene) dari para tenaga medis yang menangani pasien. Berbagai aktivitas di RS seperti: proses pemberian obat, tes dan prosedur medis, penggunaan peralatan, dan kerja personal, potensial memunculkan terjadinya KTD.

8 Berbagai aktivitas di RS seperti: proses pemberian obat, tes dan prosedur medis, penggunaan peralatan, dan kerja personal, potensial memunculkan terjadinya KTD.

9 WHO resmi menerbitkan “Nine Life-Saving Patient Safety Solutions” pada 2 Mei 2007. 
Beberapa contoh yang ditekankan oleh WHO dalam tindakan riil ini adalah: 1. Meningkatkan kebersihan tangan di tempat kerja. 2. Pengurangan risiko salah Nama Obat Rupa atau Ucapan Mirip (NORUM); kesalahan pemberian obat yang banyak terjadi di dunia. 3. Mengurangi kesalahan identifikasi pasien (misal nama yang sama); menghindari kesalahan pemberian obat atau pelaksanaan  prosedur. 4. Memperbaiki kesenjangan komunikasi antar unit pelayanan, khususnya saat serah terima pasien.

10 5. Mencegah terjadinya prosedur (pembedahan) yang keliru pada sisi tubuh.
6. Akurasi pemberian obat pada saat transisi atau pengalihan pasien. 7. Mencegah salah penggunaan cairan elektrolit pekat yang spesifik. 8. Menghindari salah sambung slang, kateter, atau spuit (syringe). 9. Penggunaan alat injeksi sekali pakai untuk menghindari risiko terjadinya penyebaran penyakit berbahaya.

11 Sejak berlakunya UU No. 8/1999, Tentang Perlindungan Konsumen dan UU No. 29, Tentang Praktik Kedokteran, muncullah berbagai tuntutan hukum kepada dokter dan RS. Hal ini hanya dapat ditangkal apabila RS menerapkan ”sistem keselamatan pasien”. Keselamatan pasien sebagai suatu sistem, diharapkan memberikan asuhan kepada pasien Iebih selamat, mencegah cedera akibat kesalahan karena melakukan tindakan atau tidak melakukan tindakan yang seharusnya dilakukan.

12 KKPRS telah menyusun panduan menuju keselamatan pasien bagi staf RS untuk mengimplementasikan keselamatan pasien di RS. Selain itu, Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Depkes RI telah menyusun ”Standar Keselamatan Pasien Rumah Sakit” yang akan menjadi salah satu Standar Akreditasi Rumah Sakit di Indonesia


Download ppt "Patient Safety."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google