Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

RUANG LINGKUP SISTEM INFORMASI KESEHATAN

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "RUANG LINGKUP SISTEM INFORMASI KESEHATAN"— Transcript presentasi:

1 RUANG LINGKUP SISTEM INFORMASI KESEHATAN
OLEH : Respati Wulandari, M. Kes

2 surveilans Menurut WHO : surveilans adalah proses pengumpulan, pengolahan, analisis dan interpretasi data secara sistematik dan terus menerus serta penyebaran informasi kepada unit yang membutuhkan untuk dapat mengambil tindakan.

3 surveilans surveilans epidemiologi merupakan kegiatan pengamatan secara teratur dan terus menerus terhadap semua aspek kejadian penyakit dan kematian akibat penyakit tertentu, baik keadaan maupun penyebarannya dalam suatu masyarakat tertentu untuk kepentingan pencegahan dan penanggulangan. (Noor,1997).

4 surveilans Dalam rangka menuju Indonesia Sehat 2025, manajemen kesehatan membutuhkan informasi kesehatan yang tersusun dalam SIKNAS, dan merupakan subsistem dari Sistem Kesehatan Nasional. Sistem Surveilans Epidemiologi Kesehatan merupakan subsistem dari SIKNAS. Surveilans mempunyai fungsi strategis sebagai intelijen penyakit dan masalah-masalah kesehatan yang mampu berkontribusi dalam penyediaan data dan informasi epidemiologi untuk mewujudkan Indonesia Sehat 2025.

5 Ruang lingkup Aplikasi Sistem Informasi Kesehatan
Ruang lingkup Aplikasi Sistem Informasi Kesehatan, mencakup : pengelolaan informasi dalam lingkup manajemen pasien (front office management). Registrasi pasien, meliputi : pendaftaran pasien baru/lama, pendaftaran rawat inap/jalan, dan info kamar rawat inap. Rawat Jalan/Poliklinik, meliputi mencatat diagnosa dan tindakan terhadap pasien agar tersimpan di dalam laporan rekam medis pasien

6 Ruang lingkup Aplikasi Sistem Informasi Kesehatan
3. Rawat Inap, meliputi : pencatatan diagnosa, tindakan terhadap pasien, konsultasi dokter, hubungan dengan poliklinik/penunjang medis. 4. Penunjang Medis/Laboratorium, meliputi : pencatatan informasi pemeriksaan seperti: ECG, EEG, USG, CT Scan, dll. 5. Penagihan dan Pembayaran, meliputi penagihan dan pembayaran rawat jalan, rawat inap dan penunjang medis secara langsung /jaminan dari pihak ketiga/asuransi/JPKM

7 Ruang lingkup Aplikasi Sistem Informasi Kesehatan
6. Apotik/Farmasi, yang meliputi pengelolaan informasi inventori dan transaksi obat-oban. Mengenai lingkup manajemen pasien diperoleh hasil : 1. Pendapatan rawat inap dan jalan secara periodik (harian, bulanan dan tahunan), 2. Penerimaan kasir secara periodik, 3. Tagihan dan kwitansi pembayaran pasien, 4. Rekam medis pasien

8 Ruang lingkup Aplikasi Sistem Informasi Kesehatan
5. Data kegiatan rumah sakit dalam triwulan (RL1), 6. Data morbiditas pasien rawat inap (RL2a), 7. Data morbiditas pasien rawat jalan (RL2b), 8. Data morbiditas penyakit khusus pasien rawat inap (RL2a1), 9. Data morbiditas penyakit khusus pasien rawat jalan (RL2b1), 10. Penerimaan kasir pada bagian farmasi/apotik, 11. Pembelian kasir pada bagian farmasi/apotik

9 Ruang lingkup Aplikasi Sistem Informasi Kesehatan
10. Penerimaan kasir pada bagian farmasi/apotik, 11. Pembelian kasir pada bagian farmasi/apotik 12.Manajemen ketersediaan obat pada bagian farmasi/apotik, 13. Grafik yang menunjang dalam pengambilan keputusan.

10 Sistem Informasi Kesehatan
SIK merupakan sebuah sarana sebagai penunjang pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat. SIK sebagai alat manajemen yang efektif memberikan dukungan informasi bagi proses pengambilan keputusan di semua jenjang. informasi yang lengkap, tepat, akurat, dan cepat yang dapat disajikan dengan adanya SIK yang tertata dan terlaksana dengan baik.

11 Manfaat SIK Suatu sistem informasi kesehatan sangat penting untuk: 1. Penyusunan kebijakan kesehatan dan rencana kesehatan, terutama dalam hubungannya dengan pengalokasian sumber daya kesehatan. 2. Pemantauan pelayanan dan program kesehatan 3. Penilaian dampak dalam perbaikan status kesehatan dan pemerataannya.

12 Sistem Manajemen Pengetahuan
Sistem Manajemen Pengetahuan (knowledge management systems) adalah : - Sistem membantu mengumpulkan, mengatur, mengelola dan saling berbagi pengetahuan dalam organisasi. - Proses penerapan pendekatan sistematik untuk menangkap, menyususn dan menyebarkan pengetahuan untuk mempercepat kerja menggunakan best practice dan mengurangi biaya pengerjaan ulang dari proyek ke proyek.

13 Sistem Manajemen Pengetahuan
Memiliki dasar pengetahuan (knowlege base) lesson learned dan best practise yang berharga. DARI DATA MENJADI PENGETAHUAN: Data -- hal yang langsung dapat diamati dan diverivikasi. Informasi – hal yang dapat mewakili data yang telah dianalisis Pengetahuan – hal yang didasari atas pengalaman, persepsi dan pendapat individual.

14 Artificial Intelligent (AI)
AI digunakan untuk memperbaiki pendukung keputusan yang disediakan oleh manajer dan para praktisi bisnis di banyak perusahaan. AI adalah bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang didasari oleh ilmu (komputer, biologi, psikologi, linguistik, matematika, teknik, dll).

15 Artificial Intelligent (AI)
Tujuan AI adalah : mengembangkan komputer yang dapat berpikir, serta mendengar, melihat, berjalan, berbicara dan merasakan sesuatu. Pendorong utama dari AI adalah perkembangan fungsi komputer yang umumnya diasosiasikan dengan kecerdasan manusia, seperti penalaran, pembelajaran,dan penyelesaian masalah.

16 Implementasi Artificial Intelligent (AI)
Versi seperti sinar-X yang dilengkapi dengan visualisasi realitas yang memungkinkan dokter bedah otak untuk “melihat ke dalam” jaringan untuk mengoperasikan, mengawasi, dan mengevaluasi keadaan penyakit. Robot cerdas Di bidang biometrik, komputer dapat dipakai untuk mengenali wajah, sidik jari, retina mata dan lain-lain sehingga dapat dipakai untuk mengidentifikasi pengguna

17 Implementasi Artificial Intelligent (AI)
Aplikasi pengolahan citra (Image) yang digunakan pada bidang kedokteran biomedik antara lain: mendeteksi retak/patah tulang dengan CT Scan. rekonstuksi foto janin (USG). mendeteksi kanker (kanker otak).

18 Sistem pakar (expert system)
Sistem pakar : program AI yang menggabungkan pangkalan pengetahuan (knowledge base) dengan sistem inferensi. Sistem pakar adalah bagian software spesialisasi tingkat tinggi yang menduplikasi fungsi seorang pakar dan menirukan aktifitas manusia dalam satu bidang keahlian. Aktifitas manusia yang ditirukan seperti penalaran, penglihatan, pembelajaran, pemecahan masalah, pemahaman bahasa alami

19 Sistem pakar (expert system)
Sistem pakar merupakan program aplikasi komputerisasi yang berusaha meniruka n proses penalaran dariseorang ahlinya dalam memecahk anmasalah spesifikasi atau bias dikatakanmerupakan dupl ikat dari seorang pakar.karena pengetahuannya disimpan didal am basis pengetahuan untuk diproses pemecahan masalah Contoh : Aplikasi system pakar pendiagnosa penyakit ginjal dapat melakukan diagnose terhadap penyakit ginjal menurut pengetahuan yang diperoleh dari pakar (dokter ahli penyakit dalam) dan diinput sebagai basis pengetahuan pada system ini.

20 SISTEM PAKAR Contoh: Sistem pakar untuk diagnosa awal gangguan pada gigi adalah satu bentuk implementasi sistem pakar yang dapat digunakan untuk diagnosa awal gangguan pada gigi yang terkomputerisasi. Sistem pakar diharapkan dapat menirukan proses penalaran dari seorang ahlinya atau pakar dalam mendiagnosa suatu penyakit melalui gejala-gejala yang ada tanpa harus bertemu dokter gigi secara langsung.

21 Pustaka suka.ac.id/358/1/BEBERAPA%20APLIKASI%20DARI%20 PENGOLAHAN%20CITRA%20DIGITAL.pdf. 9_SISTEM-PENGAMBILAN-KEPUTUSAN.pdf ad/55/51


Download ppt "RUANG LINGKUP SISTEM INFORMASI KESEHATAN"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google