Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BAB I PENDAHULUAN 1 Latar Belakang

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BAB I PENDAHULUAN 1 Latar Belakang"— Transcript presentasi:

1 BAB I PENDAHULUAN 1 Latar Belakang Pendidikan merupakan lembaga sebagai menumbuh kembangkan potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat dan kebudayaan. Usaha-usaha yang dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai dan norma-norma tersebut harus ditanamkan kepada generasi berikutnya untuk mendapatkan kecakapan hidup. Pendidikan dapat diartikan sebagai suatu hasil peradaban bangsa yang dikembangkan atas dasar pandangan hidup bangsa itu sendiri (nilai dan norma masyarakat) yang berfungsi sebagai filsafat pendidikan atau sebagai cita-cita. Salah satu metode pembelajaran yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran adalah dengan metode SQ3R yang terdiri dari Survey, Question, Read, Recite, dan Review. Berdasarkan uraian latar belakang diatas peneliti merasa tertarik serta perlu mengadakan penelitian dengan judul “ Deskripsi Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 9 Ambon Pada Materi Logika Matematika Dengan Menggunakan Metode SQ3R “

2 2 Rumusan Masalah Berdasarkan judul diatas, maka yang menjadi permasalahan adalah “bagaimanakah deskripsi hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 9 Ambon pada materi logika matematika dengan menggunakan metode SQ3R? 3 Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui deskripsi hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 9 Ambon pada materi logika matematika dengan menggunakan metode SQ3R. 4 Manfaat Penelitian 1. Bagi penulis 2. Bagi guru 3. Bagi siswa

3 5 Penjelasan Istilah Untuk tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda terhadap istilah-istilah dari judul penelitian ini, maka perlu memberikan penjelasan sebagai berikut : 1. Deskripsi hasil belajar adalah uraian atau gambaran hasil belajar setelah proses belajar mengajar terlaksana, dengan memperlihatkan hasil belajar secara kognitif, afektif dan psikomotorik. 2. Hasil belajar adalah perubahan perilaku siswa belajar perubahan itu di upayakan dalam proses belajar mencapai tujuan pendidikan. Setiap proses belajar mengetahui perubahan perilaku pada domain tertentu pada diri siswa tergantung perubahan yang diinginkan terjadi sesuai dengan tujuan pendidikan. 3. Logika matematika adalah sebuah metode atau prinsip-prinsip yang dapat memisahkan secara tegas antara penalaran yang benar dan penalaran yang salah (Noormandiri, 2007:171)

4 BAB II KAJIAN PUSTAKA Pengertian Belajar Hasil Belajar Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Belajar Siswa Yang Mempunyai Kelemahan Belajar Hakekat Belajar Matematika Metode SQ3R Ruang Lingkup Materi

5 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tipe Penelitian Penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif yaitu mendeskripsikan atau memberikan gambaran tentang deskripsi hasil belajar siswa kelas X dengan menggunakan metode SQ3R. Menurut Hariwijaya dan Triton (2008:82), penelitian deskriptif adalah penelitian yang diajarkan untuk memberikan gejala-gejala, fakta-fakta atau kejadian-kejadian secara sistematis dan akurat, mengenai sifat-sifat populasi tertentu. 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian 3.2.1 Tempat Penelitian Lokasi yang dijadikan penelitian ini adalah SMA Negeri 9 Ambon. 3.2.2 Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan selama kurang lebih satu bulan, yakni dari tanggal 1 april sampai tanggal 25 april 2013.

6 3.3 Populasi dan Sampel Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 9 Ambon yang terdiri daritiga kelas dengan jumlah 102 siswa. 2. Sampel Sampel ini diambil secara acak (random sampling), karena pengambilan sampelnya penulis mencampur kelas-kelas dalam populasi sehingga semua dianggap sama dan didapat kelas X2 yang berjumlah 35 siswa. (Arikunto, 2006:134). 3.4 Instrumen Penelitian 1. Instrument non-tes 2. Instrument tes.

7 3.5 Teknik Pengumpulan Data
Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Untuk penilaian proses, dilakukan observasi sistematis pada aspek afektif dan psikomotorik. Skornya diperoleh sesuai dengan kenyataan-kenyataan yang dilihat selama melakukan observasi. 2. Selain nilai LKS, dilakukan pengukuran untuk menilai kemampuan kognitif siswa juga dengan menggunakan tes akhir dalam bentuk essay. 3.6 Teknik Analisis Data Untuk mengetahui hasil belajar siswa digunakan rumus sebagai berikut: Nilai X1 = x 100 Nilai X2 =

8 Akan dicari nilai akhir (NA) sesuai dengan rumus sebagai berikut :
Keterangan : A = Nilai Afektif P = Nilai Psikomotor T = Nilai Tugas Akan dicari nilai akhir (NA) sesuai dengan rumus sebagai berikut : NA = (Arikunto, 2006 : 46).

9 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian 4.1.1 Deskripsi Tingkat Penguasaan Siswa Yang Dinilai Selama Proses Pembelajaran Kemampuan Hasil kerja siswa tingkat penguasaan dengan kualifikasi baik sekali berjumlah 5 siswa, tingkat penguasaan dengan kualifikasi baik berjumlah 3 siswa dan tingkat penguasaan dengan kualifikasi cukup berjumlah 21 siswa, dan ingkat penguasaan dengan kualifikasi kurang berjumlah 6 siswa. Pada LKS 02 tingkat penguasaan dengan kualifikasi baik sekali berjumlah 8 siswa, tingkat penguasaan dengan kualifikasi baik berjumlah 4 siswa, tingkat penguasaan dengan kualifikasi cukup berjumlah 19 siswa, dan tingkat penguasaan dengan kualifikasi cukup berjumlah 4 siswa.

10 b. Kemampuan kognitif siswa
hasil post test pada pertemuan pertama dengan kualifikasi baik sekali diperoleh oleh 9 siswa (25,71 %), kualifikasi baik diperoleh oleh 6 siswa (17,14 %), kualifikasi cukup diperoleh oleh 14 siswa (40 %), dan kualifikasi kurang diperoleh oleh 6 siswa (17,14 %), (lampiran. 8a. halaman 65 ) sedangkan pada pertemuan kedua dengan kualifikasi baik sekali diperoleh oleh 8 siswa (22,85 %), kualifikasi baik diperoleh oleh 13 siswa (37,14 %), kualifikasi cukup diperoleh 10 siswa (28,57 %) dan kualifikasi kuarang diperoleh oleh 4 siswa (11,42 %). c. Kemampuan Afektif Siswa menggambarkan bahwa semua siswa mampu memenuhi kriteria penilaian aspek afektif dengan kualifikasi berbeda-beda yaitu sebagai berikut: tingkat penguasaan dengan kualifikasi baik sekali berjumlah 6 siswa (17,1 %), tingkat penguasaan dengan kualifikasi baik berjumlah 10 siswa (28,6 %), tingkat penguasaan dengan kualifikasi cukup berjumlah 13 siswa (37,1%). Dan tingkat penguasaan dengan kualifikasi kurang berjumlah 6 siswa (17,1%).

11 d. Kemampuan Psikomotor siswa
kemampuan psikomotor siswa pada pertemuan pertama kualifikasi sangat baik terdapat 9 siswa (25,71 %), kualifikasi baik terdapat 8 siswa (22,85%) dan kualifiaksi cukup terdapat 10 siswa (28,57 %). kualifikasi kurang diperoleh oleh 8 siswa (22,85 %) (lampiran 10c halaman 77), Sedangkan pada pertemuan kedua kualifikasi sangat baik terdapat 8 siswa (22,85 %), kualifiksi baik terdapat 13 siswa (37,14 %) dan kualifikasi cukup terdapat 9 siswa (25,71 %). kualifikasi kuarang diperoleh oleh 5 siswa (14,28 %) (lampiran . 10d halaman 79). 4.2. Pembahasan Hasil Penelitian 4.2.1 Hasil Belajar Siswa Selama Proses Pembelajaran. Selama proses pembelajaran dengan mengunakan metode SQ3R siswa dinilai melalui tiga sapek yaitu : a. Aspek kognitif b. Aspek Afektif c. Aspek Psikomotor d. Nilai Akhir (NA)

12 Nilai akhir diperolah dari nilai proses yang terdiri dari kognitif proses (50%) yaitu nilai LKS, afektif (20%), psikomotor (30%) dan nilai tes formatif. Hasil yang diperoleh pada penilaian afektif dan psikomotor kemudian dijumlahkan dengan skor yang diperoleh lewat LKS pertemuan 1 dan 2 yang juga merupakan hasil kognitif siswa sehingga menjadi nilai proses (X2). Sedangkan nilai tes formatif (post-test) merupakan nilai (X1). Berdasarkan pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Deskripsi Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode SQ3R membuat siswa mencapai KKM sekolah yaitu 70 dengan jumlah 30 siswa. Artinya Deskripsi Hasil Belajar Siswa dengan menggunakan Metode SQ3R efektif dan dapat mencapai hasil belajar siswa materi logika matematika pada kelas X2 SMA Negeri 9 Ambon.

13 BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa setelah selesai proses pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode SQ3R siswa diberikan tes akhir (post tes), sebagian besar siswa telah mencapai nilai KKM yang ditentukan. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotor, khususnya pada tes akhir belajar. 31 siswa (88,57 %) yang mencapai nilai KKM atau tuntas dan 4 siswa (11,42 %) yang tidak mencapai KKM atau belum tuntas. 5.2 Saran Berdasarkan kesimpulan di atas, maka saran yang penulis berikan adalah: Bagi Siswa: 1. Hendaknya siswa dalam proses pembelajaran lebih aktif, ada interaksi antara siswa dengan siswa, siswa dengan guru maupun siswa dengan materi pembelajaran sehingga materi yang diajarkan oleh guru dapat dipahami dan menghasilkan hasil belajar yang memuaskan.

14 2. Bagi Guru Bagi guru, agar sebelum menyajikan materi kepada siswa, hendaknya lebih selektif dalam memilih media ataupun model pembelajaran yang akan digunakan dalam proses pembelajaran, agar siswa tidak merasa bosan dan yang lebih penting lagi agar materi yang diajarkan dapat dipahami dengan baik. 3. Bagi Peneliti Lain Pada peneliti laian yang menggunakan metode SQ3R diharapkan lebih teliti lagi dalam memeperhatikan langkah-langkah pembelajaran dengan benar guna mencapai hasil yang baik.

15 DAFTAR PUSTAKA Arikunto Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Produk ( Revisi II).Jakarta : Rineka Cipta. Arikunto, S Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara Aunurrahman Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta Hilir. Baharullah Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Terapan Sistem Persamaan Linier dan Variabel.Makalah Disajikan Sebagai Salah Satu Persyaratan Ujian Komprehensif, Program Studi Matematika Universitas Negeri Surabaya. Hudoyo BelajarMengajarMatematika. Jakarta: Dirjendikti Hudojo, H Strategi Mengajar Belajar Matematika. Malang : Penerbit IKIP Malang Hariwijaya dan Triton.2008.Pedoman Penulisan Ilmiah Proposal Dan Skripsi. Yogyakarta: Oryzar Ratumanan. T. G BelajardanPembelajaran.Malang: Penerbit Unesa University Press

16 Robert. 2009. PsikologiPendidikanTeoridanPraktisEdisikeDelapan
Robert.2009.PsikologiPendidikanTeoridanPraktisEdisikeDelapan.Jakarta: PT Indeks. Slameto BelajardanFaktor-Faktor Yang Mempengaruhinya.Jakarta: RinekaCipta. Sudjana, S Strategi PembelajaranPendidikan Luar Sekolah. Bandung: Falah Production. Sudijono. A Pengantar Evaluasi Pendidikan Jakarta:PT Raja Grafindo Persada Syah,M Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. Bandung:PT. Remaja Rosdakarya. Winkel, WS Psikologi Pengajaran. Jakarta: PT. Grasindo. Wirodikromo, S Matematika SMA Kelas X. Jakarta: Penerbit Erlangga.


Download ppt "BAB I PENDAHULUAN 1 Latar Belakang"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google