Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Membuat data flow diagram.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Membuat data flow diagram."— Transcript presentasi:

0 Analisis dan Desain Sistem Pemodelan Proses
Disusun Oleh Lily Wulandari

1 Membuat data flow diagram.
Outline Data flow diagram. - Membaca data flow diagram - Elemen-elemen data flow diagram - Menggunakan data flow diagrams untuk mendefinisikan proses bisnis - Deskripsi Proses Membuat data flow diagram.

2 PENDAHULUAN Model proses dapat digunakan untuk lebih memperjelas definisi persyaratan dan use case. Model proses adalah cara grafis untuk menggambarkan bagaimana sistem bisnis harus beroperasi. Model proses dapat digunakan untuk mendokumentasikan sistem as-is atau sistem to-be, baik terkomputerisasi maupun tidak.

3 (lanjt...) Diagram alir data adalah teknik yang menggambarkan proses bisnis dan data yang ada di antara keduanya. Model proses logis menggambarkan proses tanpa menunjukkan bagaimana cara kerjanya. Model proses fisik memberikan informasi yang dibutuhkan untuk membangun sistem.

4 DATA FLOW DIAGRAMS (DFDs)
Membaca Data Flow Diagrams

5 Elemen-Elemen Data Flow Diagrams
Process – Suatu proses adalah aktivitas atau fungsi yang dilakukan untuk beberapa alasan bisnis tertentu. Data Flow – Aliran data adalah kumpulan data tunggal, atau kumpulan beberapa informasi yang logis. Data Store – Sebuah data store adalah kumpulan data yang tersimpan dalam beberapa cara. External Entity – Entitas eksternal adalah orang, organisasi, unit organisasi, atau sistem yang berada di luar sistem, namun berinteraksi dengannya.

6

7 Menggunakan DFD untuk Mendefinisikan Proses Bisnis
Proses bisnis terlalu rumit untuk dijelaskan dalam satu DFD. Salah satu prinsip penting dalam pemodelan proses dengan DFD adalah dekomposisi proses bisnis menjadi serangkaian DFD, masing-masing mewakili tingkat detail yang lebih rendah.

8 (lanjt...) Decomposition

9 Context Diagram DFD pertama dalam setiap proses bisnis adalah context diagram. Ini menunjukkan keseluruhan sistem dalam konteks dengan lingkungannya. Diagram konteks menunjukkan keseluruhan proses bisnis hanya sebagai satu proses dan menunjukkan data mengalir ke dan dari entitas eksternal.

10 Diagram Level 0 Diagram Level 0 (atau level 0 DFD) menunjukkan semua proses tingkat tinggi sistem yang utama dan bagaimana mereka saling terkait. Diagram Level 0 menunjukkan semua processes pada tingkat pertama penomoran, data stores, external entities, dan data flows di antara mereka. Konsep kunci: menyeimbangkan - Memastikan bahwa semua informasi yang disajikan dalam DFD pada satu tingkat terwakili secara akurat di DFD tingkat berikutnya. Model proses memiliki satu dan hanya satu level 0 DFD.

11 Level 1 Diagrams Setiap proses pada DFD level 0 dapat didekomposisi menjadi DFD yang lebih eksplisit yang disebut diagram level 1 (atau level 1 DFD). Kumpulan children dan parent identik; Mereka hanyalah cara yang berbeda untuk melihat hal yang sama. Penting untuk memastikan bahwa level 0 dan level 1 DFD seimbang.

12 (lanjt...) Semua model proses memiliki diagram level 1 sebanyak ada proses pada diagram level 0. Proses parent dan proses children dihitung secara konsisten.

13 Level 2 Diagrams Tingkat dekomposisi berikutnya: diagram level 2, atau level 2 DFD. DFD level 2 menunjukkan semua proses, arus data, dan penyimpanan data yang terdiri dari satu proses pada diagram tingkat 1. Penting untuk memastikan bahwa level 1 dan level 2 DFD seimbang.

14 Arus Data Alternatif Sebuah proses dapat menghasilkan aliran data yang berbeda dalam situasi yang berbeda. Di sini ditunjukkan kedua arus data dan menggunakan deskripsi proses untuk menjelaskan mengapa mereka adalah alternatif.

15 Deskripsi Proses Tujuan dari deskripsi proses adalah untuk menjelaskan apa prosesnya dan memberikan informasi tambahan yang tidak diberikan oleh DFD. Tiga teknik yang umum digunakan untuk menggambarkan logika pemrosesan yang lebih kompleks : Structured English Decision trees Decision tables

16 MEMBUAT DATA FLOW DIAGRAM
DFD mulai dengan informasi dalam use case dan definisi persyaratan. Umumnya, kumpulan DFD mengintegrasikan kasus penggunaan individual. Tim proyek menggunakan use case dan menulis ulang sebagai DFD, mengikuti peraturan formal DFD tentang simbol dan sintaksis. CASE tools digunakan untuk menggambar model proses.

17 (cont’d) Example of the use of CASE Tools
© Copyright 2011 John Wiley & Sons, Inc.

18 (lanjt...) Buat context diagram.
Buat Fragmen DFD untuk setiap use case. Atur fragmen DFD ke diagram level 0. Kembangkan DFD level 1 berdasarkan langkah-langkah dengan masing-masing use case. Dalam beberapa kasus, DFD tingkat 1 ini didekomposisi lebih jauh ke DFD tingkat 2, DFD tingkat 3, dan seterusnya.. Validasi kumpulan DFD untuk memastikannya lengkap dan benar.

19 Membuat Context Diagram
Context diagram mendefinisikan bagaimana proses bisnis atau sistem komputer berinteraksi dengan lingkungannya. Buatlah satu simbol proses untuk proses bisnis atau sistem yang dimodelkan (diberi nomor 0 dan dinamai untuk proses atau sistem). Tambahkan semua input dan output yang tertera pada bentuk use case sebagai arus data. Gambarlah entitas eksternal sebagai sumber atau tujuan arus data. Tidak ada data store yang disertakan dalam diagram konteks.

20 Contoh Context Diagram
(lanjt...) Contoh Context Diagram

21 Membuat DFD Fragments Fragmen DFD adalah satu bagian DFD yang nantinya akan digabungkan dengan fragmen DFD lainnya untuk membentuk DFD. Setiap use case diubah menjadi satu fragmen DFD dengan menggunakan informasi yang diberikan pada formulir use case: nama, nomor ID, dan input dan output utama. Informasi tentang langkah-langkah utama yang membentuk setiap use case diabaikan pada saat ini; Itu akan digunakan dalam langkah selanjutnya.

22 (lanjt..) Example of Fragment

23 Contoh fragmen tambahan
(lanjt...) Contoh fragmen tambahan

24 Additional Example of Fragment
(lanjt...) Additional Example of Fragment

25 (lanjt...) Perubahan penting sering dilakukan dalam mengubah use case menjadi DFD : - Modifikasi nama proses - Penambahan arus data. Pastikan bahwa informasi yang diberikan kepada pengguna diperoleh dari penyimpanan data.

26 Membuat Diagram Level 0 Kombinasikan kumpulan fragmen DFD menjadi satu diagram – level 0 DFD. Tidak ada aturan tata letak formal. Umumnya, - Menempatkan proses yang pertama secara kronologis di pojok kiri atas dan bekerja dari atas ke bawah, kiri ke kanan; - Mengurangi jumlah garis aliran data yang dilintasi. Iterasi adalah landasan dari desain DFD yang bagus.

27 (lanjt...) Example of Level 0 DFD

28 Membuat Level 1 Data Flow Diagram (dan di bawahnya)
Level 1 DFD – DFD tingkat rendah untuk setiap proses di level 0 DFD. Masing-masing use case diubah menjadi DFD sendiri Setiap langkah utama dalam use case menjadi sebuah proses pada level 1 DFD, dengan input dan output menjadi input dan output data flow. DFD level 1 mencakup sumber dan tujuan arus data untuk data store dan data mengalir ke proses. Termasuk entitas eksternal di level 1 dan DFD yang lebih rendah dapat mempermudah pembacaan DFD.

29 (lanjt...) Aturan ibu jari:
Tidak ada jawaban sederhana terhadap tingkat dekomposisi "ideal", karena bergantung pada kompleksitas sistem atau proses bisnis yang dimodelkan. Secara umum, menguraikan proses menjadi DFD tingkat rendah setiap kali prosesnya cukup kompleks sehingga dekomposisi tambahan dapat membantu menjelaskan prosesnya. Aturan ibu jari: - Harus ada minimal 3, dan tidak lebih dari 7-9, proses pada setiap DFD. - Dekomposisi sampai dapat memberikan deskripsi rinci tentang prosesnya tidak lebih dari 1 halaman deskripsi proses.

30 Example of Level 1 DFD (for P3)
(lanjt...) Example of Level 1 DFD (for P3)

31 (lanjt...) Example of Level 1 DFD (for P4)
© Copyright 2011 John Wiley & Sons, Inc.

32 Example of Level 2 DFD (for P4.3)
(lanjt...) Example of Level 2 DFD (for P4.3)

33 (lanjt...) Example of Level 1 DFD (for P5)
© Copyright 2011 John Wiley & Sons, Inc.

34 Validating the DFD Checklist of Common Errors in DFDs
© Copyright 2011 John Wiley & Sons, Inc.

35 Memvalidasi DFD Ada dua jenis kesalahan mendasar dalam DFD :
1. Kesalahan sintaks - dapat dianggap sebagai kesalahan gramatikal yang melanggar aturan bahasa DFD. 2. Kesalahan semantik - dapat dianggap sebagai kesalahpahaman oleh analis dalam mengumpulkan, menganalisis, dan melaporkan informasi tentang sistem.

36 (lanjt...) Kesalahan sintaks lebih mudah ditemukan dan diperbaiki daripada kesalahan semantik karena ada aturan yang jelas yang bisa digunakan untuk mengidentifikasinya. Kebanyakan CASE tools Memiliki pemeriksa sintaks yang akan mendeteksi kesalahan sintaksis.

37 (lanjt) Kesalahan Sintaksis Umum

38 (lanjt...) Kesalahan semantik merupakan penyebab paling banyak masalah dalam pengembangan sistem. Tiga pemeriksaan berguna untuk memastikan bahwa model semantik benar : 1. Untuk memastikan bahwa model adalah representasi yang tepat dengan meminta pengguna untuk memvalidasi model dalam walk-through 2. Untuk memastikan dekomposisi yang konsisten 3. Untuk memastikan bahwa terminologi konsisten di seluruh model

39 KESIMPULAN Data Flow Diagram Syntax - empat simbol digunakan pada data flow diagram (proses, data flow, data store, dan external entity). Membuat Data Flow Diagram - DFD dibuat dari use case. - Setiap rangkaian DFD dimulai dengan context diagram. - Segmen DFD dibuat untuk setiap kasus penggunaan, dan kemudian diatur ke dalam level 0 DFD. - Level 1 DFD dikembangkan berdasarkan langkah-langkah dalam setiap use case. - Kumpulan DFD divalidasi untuk memastikannya lengkap dan benar dan tidak mengandung kesalahan sintaks atau semantik.

40 SUMBER Alan Dennis, Barbara Haley Wixom, and Roberta Roth, 2011 Systems Analysis and Design, fifth Edition, John Wiley & Sons, Inc

41 Selesai


Download ppt "Membuat data flow diagram."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google