Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Kreativitas & Inovativitas : Bekal untuk Meraih Masa Depan (Yang Sukses) Tim Dosen Pengampu.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Kreativitas & Inovativitas : Bekal untuk Meraih Masa Depan (Yang Sukses) Tim Dosen Pengampu."— Transcript presentasi:

1 Kreativitas & Inovativitas : Bekal untuk Meraih Masa Depan (Yang Sukses)
Tim Dosen Pengampu

2 Apa itu Masa Depan ? Masa setelah selesai kuliah dan terjun ke dunia nyata. Masa saat impian, cita-cita, ideal-ideal akan terwujud. Masa saat hidup bisa dinikmati sepenuhnya. Masa saat segala sesuatu tampak “smooth”, “running well”, dlsb. Masa di mana tak ada masalah yang tak bisa diatasi. Dst… Masa depan ada di tangan kita : mau sukses, atau gagal !

3 Dunia Kerja : Pintu Masuk ke Masa Depan
Maka : Untuk memasukinya, persiapan/bekal harus cukup baik karena akan menentukan sukses tidaknya seseorang dalam menapaki tahap-tahap awal di dunia kerja. Dunia kerja bukan masa depan, tetapi hanya “alat” untuk meraih masa depan !

4 Distribusi kesuksesan hidup
Distribusi normal standar kesuksesan hidup Ekstrim sukses Sangat sukses Sukses Biasa-biasa saja Kurang sukses Gagal Ekstrim gagal

5 Fakta saat ini : Rata-rata bekal yang diperoleh di Perguruan Tinggi di Indonesia hampir sama/setara. Di dunia kerja, selalu akan terjadi persaingan bebas antar SDM untuk bisa mencapai jenjang karir/posisi yang tinggi. Hanya mereka yang memiliki bekal “lebih” atau “plus” saja yang akan memenangkan persaingan bebas.

6 Fungsi vs Posisi Di dunia kerja yang sehat, berlaku hukum : siapa yang mampu menjalankan fungsi dengan baik akan menduduki posisi yang baik. Seseorang bisa berfungsi dengan baik apabila bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan tuntas. Semua pekerjaan pada pokoknya adalah problem solving.

7 Problem Solving  Penyelesaian masalah dengan mengikuti kaidah-kaidah ilmiah tertentu sehingga dicapai hasil solusi yang optimal. Prinsip Problem Solving : Mendefinisikan masalah. Menentukan alternatif solusi. Evaluasi.

8 Problem Solving (cont’d)
Agar mampu mendefinisikan masalah dan menentukan alternatif solusi, dibutuhkan : Skill/kompetensi. Daya nalar yang cukup baik. Daya kreativitas/inovativitas. Intelektualitas saja tidak cukup !

9 Problem Solving Problem Solving tidak selalu berarti memperbaiki sesuatu yang rusak menjadi baik kembali, tetapi juga meningkatkan sesuatu yang telah berjalan baik menjadi lebih baik lagi. Problem bisa “tersembunyi” (tak tampak di permukaan)

10 Apa itu Masalah yang “Tersembunyi”?
Perbedaan antara apa yang dimiliki dengan apa yang diinginkan Pemahaman bahwa ada sesuatu yang lebih baik dibanding keadaan yang ada saat ini Kesempatan untuk melakukan yang lebih baik dari yang telah/sedang dikerjakan orang Hanya mereka yang memiliki daya inovasi dan kreasi saja yang mampu mengenali masalah yang tersembunyi.

11 Apa itu Inovasi ?  Semua jenis tindakan yang bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan unjuk kerja dan/atau kualitas dari semua bentuk kegiatan dan produk kegiatan. Contoh hasil inovasi : LCD projector  memperbaiki unjuk kerja OHP EFI (electronic fuel injection)  memperbaiki unjuk kerja karburator Telepon selular  memperbaiki unjuk kerja PSTN Komputer notebook  memperbaiki unjuk kerja komputer desk top.

12 Apa itu Kreasi ?  Semua jenis tindakan yang belum pernah ada sebelumnya/belum pernah dilakukan orang. Contoh hasil kreasi : Transistor  solusi untuk menggantikan tabung hampa udara. Pesawat terbang  solusi untuk mempercepat perjalanan lewat udara. Pembuatan patung, lukisan, dan karya seni lain  tidak menyelesaikan masalah apa pun. Dlsb.

13 Apa itu Anti-Kreasi/Anti-Inovasi ?
 Semua jenis tindakan yang tidak peduli terhadap perbaikan kualitas hidup. Contoh sikap anti-kreasi/anti-inovasi : Apatis Masa-bodoh Semau gue Malas Ceroboh

14 Kalau tak tahu dan/atau tak mau kreatif/inovatif ?
Akan terjadi seleksi alam : siapa lemah, akan kalah !! Bagi yang kalah, mereka akan “terpinggirkan”, tersingkir dari lingkungan pekerjaannya, bahkan bisa tersingkir dari kesuksesan. Sementara bagi yang “menang”, mereka akan selalu memegang peranan penting baik di tempatnya bekerja maupun di seluruh aspek kehidupan lainnya. Kreativitas dan inovativitas merupakan salah satu kunci penting sebuah sukses !

15 Apa itu Sukses ? Beberapa definisi :
Apa yang didapat telah sesuai dengan yang diharapkan, bahkan mungkin lebih (beyond expectancy). Terpenuhinya sebuah keinginan/harapan, baik secara material maupun moral. Diperolehnya sebuah solusi tuntas atas sebuah/lebih permasalahan. Sukses bisa sangat relatif, karena terkait dengan persepsi individual.

16 Jadi ? Untuk menjadi “Si Sukses”, bekal “plus” ini mutlak harus dimiliki. Langkah-Langkahnya : Memahami cara berpikir inovatif/ kreatif. Memahami metoda untuk membangkitkan daya inovasi/kreasi. Memahami sikap negatif yang bisa menghalangi daya inovatif/kreatif. Memahami sikap positif yang bisa mendorong daya inovatif/kreatif

17 Sumber Pembangkit Kreatifitas (Hetherington dan Parke, 1999)
Ilmu pengetahuan  peminatan dan wawasan bidang keilmuan Skill  penguasaan kompetensi Gaya berpikir (thinking styles)  gaya berpikir kritis vs inovatif Karakteristik kepribadian tertentu  pribadi pembangun vs perusak Motivasi  daya dorong untuk berbuat sesuatu Lingkungan yang mendukung  lingkungan kondusif vs resistif Motivasi terkuat yang bisa menjadi sumber pembangkitan kreatifitas adalah faktor masalah.

18 Gaya Berpikir Berpikir Kritis Berpikir Inovatif otak kiri konvergen
Robert Harris, 1998 Berpikir Kritis Berpikir Inovatif otak kiri konvergen vertikal terfokus objektif jawaban hanya satu analitis verbal linier otak kanan divergen lateral/horisontal difus (menghambur) subjektif salah satu jawaban generatif visual asosiatif, integratif

19 Otak Kiri vs Otak Kanan OTAK KIRI OTAK KANAN Berpikir logis
McCarthy (1998) OTAK KIRI Berpikir logis Berpikir berurutan/sekuensial Berpikir rasional Berpikir analitis Berpikir obyektif Pola berpikir kritis Mengamati sesuatu sebagai bagian-bagian OTAK KANAN Berpikir acak Berpikir intuitif/naluriah Berpikir holistik/menyeluruh Berpikir sintesis Berpikir subyektif Pola berpikir kreatif Mengamati sesuatu sebagai keutuhan yang bulat

20 Metoda-Metoda Inovatif/Kreatif
Evolusi : perbaikan secara gradual Sintesis : menggabungkan dua atau lebih ide menjadi satu ide baru Revolusi : perbaikan secara radikal Mengubah arah : perubahan tujuan perbaikan saat proses sedang berlangsung

21 Sikap Negatif yang Menghalangi Kreativitas
Aduh, ada masalah !  Masalah menjadi momok yang menakutkan/menjengkelkan. Skeptis  Masalah ditempatkan pada posisi yang terlalu musykil sehingga mustahil untuk diselesaikan. Merasa bukan ahlinya  Masalah yang ada bukan di bidang keahliannya. Merasa tidak kreatif  Menganggap diri sendiri tidak bisa bersikap kreatif/inovarif. Menganggap ide yang muncul kekanak-kanakan. Takut digunjingkan orang  Tidak percaya diri. Takut gagal  Sifat pesimistis.

22 Hambatan Mental pada Kreativitas
Berprasangka (buruk)  terlanjur memiliki gambaran yang salah tentang sesuatu. Fiksasi fungsional  membatasi fungsi dari sesuatu benda/alat/sistem hanya pada namanya saja. Merasa tak mungkin ada pertolongan  akibat dari wawasan yang sempit. Hambatan psikologis  takut dianggap orang aneh oleh lingkungan.

23 Sikap Positif yang Membangkitkan Kreativitas
Keingintahuan  Pengetahuan yang luas adalah penting untuk kreativitas, karena banyak sekali proses kreatif yang muncul dari berbagai pengetahuan atau gabungan dari beberapa pengetahuan. Tantangan  Permasalahan yang ada menjadi tantangan. Masalah diubah menjadi kesempatan. Ketidakpuasan konstruktif  Menganggap bahwa semua solusi yang saat ini ditemukan adalah bersifat sementara, karena pasti akan ada solusi yang lebih baik.

24 Be Innovative, Be Creative……. and Speed up your career……!
Go Ahead……! Be Innovative, Be Creative……. and Speed up your career……!


Download ppt "Kreativitas & Inovativitas : Bekal untuk Meraih Masa Depan (Yang Sukses) Tim Dosen Pengampu."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google