Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

YESUS KRISTUS (Lanjutan)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "YESUS KRISTUS (Lanjutan)"— Transcript presentasi:

1 YESUS KRISTUS (Lanjutan)
E. Sengsara dan Wafat Yesus Pendahuluan Sengsara dan wafat dimengerti sebagai Salib Salib adalah Tanda Keselamatan bagi Paulus: Salib merupakan sandungan bagi orang Yahudi dan kebodohan bagi orang kafir (I Kor 1 : 23) Penjelasan I Kor 2 : 2 = Kami hanya mengenal Kristus yang tersalib. Penyaliban adalah konsekuensi sikap dan tindakan Yesus : Meluruskan tafsiran keliru Hukum Taurat: manusia tidak dikorbankan untuk Hukum Sabat, sebaliknya Hukum Sabat untuk manusia. Yesus mewartakan Kerajaan Allah : BapaNya mengasihi dan menyelamatkan semua orang  Option of the Poor Allah tidak menginginkan korban sembelihan, melainkan hati yang bertaubat (Mt 9 : 13)  walaupun pemimpin-pemimpin politis dan rakyatnya mencita-citakan Almasih politis, namun Yesus bertekad mati daripada menyimpang dari kebenaran dan dari tugas perutusanNya. Yesus menolak tindak kekerasan untuk menegakkan kerajaan Allah yang didasarkan Hukum Cinta: Yesus digoda setan (Mt 4 : 8). Perintah menyarungkan pedang kepada Petrus (Mt 26 : 52) Jawaban kepada Pilatus (Yoh 18 : 26). Yesus mewartakan kabar gembira tentang Allah Bapa yang Maha baik : mengampuni dan mengangkat anak-anakNya pendosa (perumpamaan anak hilang)

2 Yesus tidak menghukum ,melainkan mendoakan mereka yang menyalibkan  rela wafat dan dibenarkan BapaNya dengan membangkitkanNya : salib dan kebangkitan tidak dipisahkan pengertiannya, saling melengkapi / menyempurnakan. 6) Salib bukan kegagalan hidup melainkan Tanda kemenangan, sebab tidak menghancurkan tetapi merubah dari dalam : Kebencian diubah jadi kasih. Dosa diubah jadi ketaatan sampai serah diri total. Maut diubah jadi sumber kebahagiaan kekal manusia. Makna salib : Mt 5 : 44; Lk 6 : = Yesus menyerahkan Diri kepada sahabat-sahabatNya tetapi juga kepada musuh-musuhNya, agar manusia diselamatkan : Yesus yang adalah Allah yang Maha Kuasa, juga Maha kasih lewat pengorbanan hidupNya. (1 Yoh 4 : 16; Yoh 3 : 16)  Allah adalah Kasih 2. Wafat Yesus tidak hanya karena faktor manusiawi, tetapi sesuai dengan kehendak dan rencana Allah (I Kor 15 : 13) Yesus mengalami nasib para Nabi (Lk 13 : 33; Kis 7 : 52 juncto 2 Taw 24 : 20-22; Yer 26 : 20-23), Dialah hamba Allah yang menderita, walaupun tidak bersalah (Yes 52 : 13-53; 12; Maz 22) Dalam wafat Yesus diwahyukan kasih ilahi tiada batas (Yoh 3 : 16, 6, 51, 10, 11, 15; Rom 8 : 21, 39; 2 Kor 5 5 : 18)  salib adalah puncak kasih Allah Yesus mewakili semua orang berdosa dengan menyerahkan diri demi kita (Rom 3 : 23) solidaritas Yesus dengan umat manusia berdosa diungkapkan dalam Madah hamba Yalwe (Yes 53 : 4 dst, dan 12 juncto Mrk 10 : 45; Yoh 10 : 15; 1 Yoh 4 : 10; 1 Ptr 2 : 21; 1 Tim 2 : 6; 1 Kor 15 : 3; Gal 3 : 13)

3 F. Kebangkitan Kristus Salib merupakan bagian integral kebangkitan Kristus, berarti tidak hanya memperkuat Yesus yang wafat itu adalah Allah, tetapi juga kebangkitan Kristus itu adalah Pusat iman Kristiani, sebab kebangkitan Kristus merupakan awal kisah penyelamatan. Dasarnya : Rasul-rasul percaya bahwa Yesus telah wafat dan pada hari ke-3 Ia bangkit dan hidup kembali (Kristus spiritual). Ingat hari ke-3 berarti punya nilai historis. Iman Rasul-rasul ini taruhannya berani mati karena pengakuan dan kesaksian Yesus telah bangkit dan hidup kembali sebagai Kristus spiritual  Dasar iman dan harapan Gereja pada pribadi Kristus. Yesus menyatakan bahwa Ia akan bangkit dari mati (Mrk 8 : 31; 9 : 31; 10 : 34) Berdasar kesaksian para rasul akan wafat dan kebangkitan Kristus spiritual, mereka mewartakan iman berintikan bahwa Yesus telah bangkit dari antara orang mati, disaksikan oleh Petrus di Yerusalem (Kis 2 : 29-32) Peristiwa Yesus bangkit dari mati sebagai peralihan hidup dari dunia ke akhirat adalah peristiwa di luar ruang/waktu bersifat transendem, namun bahwa makam kosong dan murid-murid Yesus mengalami penampakan-penampakan Kristus adalah benar peristiwa historis. Perbedaan-perbedaan kecil tentang penampakan Kristus diceritakan oleh pengarang-pengarang Injil berdasar pengalaman masing-masing, namun mengenai hal-hal pokok cerita masih sesuai  tidak artifisiil berdasarkan kesepakatan.

4 G. Makna Kebangkitan Kristus
Dasar iman (Fides ex auditu) Pusat iman Awal peristiwa keselamatan Dalam Credo para Rasul diimani bahwa Kristus turun ke tempat penantian untuk mewartakan bahwa Dia berkuasa atas maut (kabar gembira). Sebagai Raja datang ke dua kalinya mengadili orang hidup dan mati  Awal peristiwa keselamatan dialami mereka yang terberkati olehNya masuk ke dalam Kerajaan Surga Semua ajaran-ajaran iman dalam Perjanjian lama dan Perjanjian Baru serta ajaran-ajaran Gereja Universal sesudah kebangkitan Kristus. Andaikata Yesus tidak bangkit, maka semua ajaran iman tersebut mengandung kebohongan ( 1 Kor 15 : 14, 17) Umat beriman hidup berpusat pada Kristus, Relasi masing-masing dengan Kristus sesuai peran menurut fungsi masing-masing. Dalam melaksanakan tugas perutusan masing-masing dijiwai oleh semangat/dialiri oleh kehidupan Kristus. Ibarat warga umat Allah adalah ranting-rantingnya, maka Kristuslah pokok anggurnya (Yoh 15 : 1-8)

5 H. 1. Iman Mengubah arah tujuan Kemampuan Dasar manusia
Menurut kodratnya manusia mencari kebenaran dengan berpikir dan memilih yang baik dengan berkehendak, akhirnya ia berusaha mencari dan berhasil menemukan kebenaran/kebaikan yaitu Allah yang dirindukan. Cfr. Agama-Agama Budaya Iman Kristiani mengubah arah tujuan kemampuan dasar manusia, sebab manusia didatangi oleh Sang Kebenaran, Guru Agung kita Yesus Kristus yang berkata: “Akulah jalan, kebenaran dan kehidupan” (Yoh 14 : 6). Kemudian Ia berkata lagi : “Ikutilah Aku!” (Mt 4 : 19; Mrk 1 : 17; 2; 14; Lk 5 : 27; Yoh 1 : 43). Murid-murid mengikuti Yesus setelah mengalami perubahan arah tujuan gerak kemampuan dasar: tadinya mencari kebenaran namun Sang Kebenaran mendatangi lebih dulu dan mengajaknya berkomunikasi dan bekerjasama memenuhi kerinduan hakiki manusia : “In manus tuas Domine, commendo spiritum meum.” 2. Iman mengubah Hubungan-hubungan Dasar manusia Perubahan Hubungan Manusia dengan Yang Ilahi : Perubahan hubungan manusia dengan dunianya : Kristus Guru Agung kita (Yoh 3 : 2) mengajar doa Bapa kami (Mt 6 : 9; Lk 11 : 2-4)  manusia menyapa Allah sebagai Abba. Konsekuensinya manusia sebagai anak-anakNya dan sesamanya sebagai saudara-saudaranya dan Kristus sebagai Kakak Sulungnya. Allah Maha Kasih mengasihi anak-anakNya sebagai Abba, sampai-sampai Rasul Yohanes merasa kerinduan akan Allah telah terpenuhi dengan ungkapannya : “Tuhan, tunjukkan Bapa itu kepadaku itu sudah cukup bagi kami (Yoh 14 : 8) Sebagai anak-anak Allah manusia dipimpin oleh Roh Anak sehingga boleh berseru “Ya Abba, Ya Bapa (Rom 8 : 14-15) dan menjadi ahli waris surga (Gal 4 : 6) Kej. 1 : 28 : Dunia ciptaan ini diserahkan untuk dikembangkan dan dimanfaatkan untuk hidup manusia yang bermartabat demi memuliakan Allah Pencipta. Merupakan kehormatan dan kebanggaan manusia menjadi Mitra Kerja Sang Pencipta dalam melanjutkan/menyempurnakan Dunia Ciptaan Tuhan. Karenanya manusia diutus untuk menjaga, memelihara, mengelola, melestarikan ekosistem, dan tidak dibenarkan membiarkan bumi menjadi gersang, berpolusi, hancur dan punahnya flora dan fauna.


Download ppt "YESUS KRISTUS (Lanjutan)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google