Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Teori lokasi dan guna lahan

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Teori lokasi dan guna lahan"— Transcript presentasi:

1 Teori lokasi dan guna lahan
BERBAGAI TEORI LOKASI Teori lokasi dan guna lahan Baca Buku: Daldjoeni, Drs., Geografi Baru: Organisasi keruangan dalam teori dan praktek Yunus, Hadi Sabari, Struktur Tata Ruang Kota

2 Teori lokasi pertanian (von thunen, johnson, sinclair) 1
Von Thunen: ekonom dan tuan tanah di Jerman Pola produksi pertanian yang dihubungkan dengan tata guna lahan di suatu kota pasaran Asumsi: Kota pasaran (market town) harus berlokasi terpencil di pusat suatu wilayah homogen secara geografis, dalam arti tanah dan iklimnya Biaya transportasi berbanding lurus dengan jarak (transportasi = pengangkutan hasil dari tempat produksi ke kota) Setiap petani di kawasan sekeliling kota pasaran akan menjal hasil kelebihan hasil pertanian ke kota, dengan biaya transportasi ditanggung sendiri Petani cenderung memilih jenis tanaman yang menghasilkan profit maksimal

3 Tata guna lahan dan economic rent Von Thunen

4 Teori lokasi pertanian (von thunen, johnson, sinclair) 2
Zona-zona konsentris dan prinsip economic rent (rent tertinggi dengan keuntungan maksimal) Konsep ekonomi dan spatial lokasi Teori umum tentang pola tata guna lahan: suatu cara penggunaan ruang (lahan) bertalian erat dengan jaraknya ke pasar di dalam membagi hasilnya serta biaya pengangkutannya Kelemahan: keterikatan pada waktu dan wilayah VS. teknologi pengawetan dan transportasi

5

6

7 Ada diskusi / umpan balik?

8 Teori lokasi perindustrian (Weber, Losch, Hotelling, Pred)
Faktor pendukung munculnya perindustrian: ekonomis, historis, politis dan geografis Faktor geografis: Bahan mentah: misal peternakan untuk kulit Sumber daya tenaga (power resource): misal listrik Suplai tenaga kerja: kuantitas dan kualitas Suplai air:kuantitas dan kualitas Pasaran: luas / omzet (possible purchaser) dan kuat / daya beli (purchasing power) Fasilitas transportasi: mendatangkan bahan mentah dan memasarkan hasil produksi Faktor non geografis: modal, manajemen, kegiatan pemerintahan dan faktor pribadi

9 Teori lokasi Weber (least cost location) 1
Kondisi ideal: least cost location dan maximum revenue location  jarak Lokasi industri dipilih di tempat yang yang biayanya paling minimal (prinsip least cost location) Asumsi: Wilayah yang seragam dalam hal topografi, iklim dan penduduk (ketrampilan dan pemerintahannya) Sumber daya / bahan mentah: keterbatasan Upah buruh (upah baku dan upah kompetitif) Biaya transportasi: bobot dan atau volume yang diangkut serta jarak; weight losing (berat berkurang) dan weight gaining (bertambah berat) Kompetisi antar industri Rasionalitas pikiran manusia

10 Segitiga lokasional Weber: ideal, weight losing dan weight gaining

11

12 Teori lokasi Weber (least cost location) 2
Turunan wight losing dan weight gaining: assembly cost dan distribution cost  indeks material (bobot bahan mentah dibagi bobot barang jadi). Contoh pabrik kertas: weight losing, indeks material >1, lokasi pabrik mendekati sumber bahan mentah (P2 segitiga weber) Contoh pabrik limun: weight gaining, indeks material <1, lokasi pabrik mendekati pasar / market (P3 segitiga weber) Catatan: isotims (lokasi dari titik-titik di mana biaya angkutan ke suatu tempat sama besarnya) dan isodapanes (garis penghubung titik-titik dengan total transportation cost yang sama) IM = Bobot Bahan Baku Lokal Bobot Produk Akhir

13 Ada diskusi / umpan balik?

14 Sampai Jumpa Minggu Depan
Terima kasih Sampai Jumpa Minggu Depan


Download ppt "Teori lokasi dan guna lahan"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google