Upload presentasi
Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu
Diterbitkan olehSri Sasmita Telah diubah "7 tahun yang lalu
1
ASKEP PADA PASIEN DENGAN PENYAKIT JANTUNG KORONER
tailored by: assol-akper-pemkab-cianjur
3
Anatomy of Coronary Artery
4
Penyakit jantung koroner sering diakibatkan oleh atherosklerosis
5
Penyakit jantung koroner sering diakibatkan oleh atherosklerosis
6
Aterosklerosis Suatu sindroma dimana pd dinding arteri tdpt “Plaque” yg mempersempit lumen & menurunkan elastisitas pembuluh darah
7
Faktor mekanik :Hipertensi, turbulensi,
Faktor lain : racun (rokok), kadar lemak tinggi, LDL teroksidasi ↓ Luka pd sel endotel Merangsang monosit → Makrofag Memfagosit materi pd daerah luka termasuk LDL teroksidasi Makrofag spt berbusa (Foam cell) Fatty Streak
8
Sel endotel normal Endotel Rusak
↓ Memproduksi PGI2 Menghambat sel platelet mengadakan agregasi Endotel Rusak Produk PGI2 turun Platelet yg terpapar endotel memproduksi tromboksan A2 Agregasi platelet
9
Terbentuk “plaque” yg sesungguhnya
Fibroblas pd sel yg rusak mensekresi kolagen, elastin, glikosaminoglikan membentuk jaring fibrous yg memerangkap sel-sel & debris Terbentuk “plaque” yg sesungguhnya
11
Angina Pektoris Angina pektoris adlh rasa sakit dada akibat adanya iskemia otot jantung (Rokhaeni, 2001). Angina pektoris adlh suatu sindroma klinis yg ditandai dgn episode nyeri atau perasaan tertekan di dada (Smeltzer, 2002).
12
Berkurangnya aliran darah koroner
Etiologi Angina Berkurangnya aliran darah koroner suplai O2 ke jantung tidak adekuat.
13
Decreased coronary blood flow Angina (Chest pain)
Increased Oxigen consumption Vasospasm Fixed Stenosis Trombus Increased : Heart rate Contractility Afterload Preload
14
Faktor Resiko Faktor resiko yg tdk dpt dimodifikasi (nonmodifiable)
Riwayat keluarga positif Peningkatan usia Jenis kelamin → 3x lebih sering pd pria Ras → insiden ↑ pd penduduk Amerika keturunan Afrika
15
Faktor resiko yg dpt dimodifikasi (modifiable)
Kolesterol darah tinggi Tekanan darah tinggi Merokok Gula darah tinggi (DM) Obesitas Inaktivitas fisik Stress Penggunaan kontrasepsi oral Kepribadian : sangat kompetitif, agresif atau ambisius Geografi → insiden ↑ pd daerah industri
16
Canadian Cardiovascular Society Classification of Angina
ACTIVITY EVOKING ANGINA LIMITS TO ACTIVITY I Prolonged exertion None II Walking >2 blocks Slight III Walking <2 blocks Marked IV Minimal or rest Severe
17
Angina Pektoris Stabil (Stable Angina)
Tipe Angina Angina Pektoris Stabil (Stable Angina) Angina Pektoris Tidak Stabil (Unstable Angina Angina Variant / Prinzmetal (Variant / Prinzmetal Angina
18
Stable Angina Chest pain timbul stlh melakukan kegiatan atau mengalami stress psikis / emosi tinggi Serangan terjadi selama < 10 menit dan stabil (frekuensi, lama serangan, faktor pencetus menetap dalam 30 hari terakhir) Pola EKG Pada fase istirahat : normal Exercise test EKG : segmen ST depresi, gelombang T inverted / terbalik Laboratorium : kadar cardiac iso-enzym normal Serangan chest pain hilang bila klien beristirahat & mendapat obat nitrogliserin
19
Unstable Angina Chest pain timbul saat istirahat & melakukan aktivitas / exercise Nyeri lebih hebat & serangan lebih sering Serangan berlangsung sampai dengan 30 menit Saat serangan timbul biasanya disertai tanda-tanda sesak nafas, nause, vomitus & diaphoresis Pola EKG : segmen ST depresi saat serangan dan setelah serangan (muncul sebagian) Serangan chest pain hilang bila klien mdpt terapi nitrogliserin, narkotik (Phetidin / morphin), bed rest total & bantuan oksigenasi
20
Variant / Prinzmetal Angina
Chest pain timbul saat istirahat maupun melakukan aktivitas / exercise Dapat terjadi tanpa atherosklerosis koroner Kadang-kadang disertai disritmia dan konduksi abnormal Pola EKG : segmen ST elevasi saat serangan, normal bila serangan hilang Tanda-tanda lain hampir sama dgn unstable angina Serangan chest pain hilang bila klien mdpt nitrogliserin & obat antispasme arteri. Angina Variant / Prinzmetal adalah bentuk angina tidak stabil yg disebabkan oleh spasme arteri koroner (Rokhaeni, 2001)
21
Pemeriksaan Diagnostik
EKG Normal saat klien istirahat Segmen ST elevasi / depresi, gelombang T inverted selama serangan berlangsung atau timbul saat treadmill (iskhemia) Aritmia (bila ada harus dicatat) Laboratorium Darah Hitung darah lengkap Anemia Lekositosis → infeksi Fraksi lemak : terutama kolesterol (LDL / HDL) & trigliserida yg merupakan faktor resiko terjadinya Arteri Coronary Disease (CAD) Cardiac iso-enzym : normal (LDH / Lactat Dehydrogenase, CPK / Creatinin Phospokinase, CK-MB / Creatinin Kinase – Myocard balance, SGOT / Serum Glutamic Oxaloacetik Transaminase) Radiologi Thorax Rontgen Echocardiogram Scanning jantung Kateterisasi jantung → Angiografi
22
Prosedur Revaskularisasi
Penatalaksanaan Terapi Farmakologi Kontrol Faktor Risiko Prosedur Revaskularisasi
23
Terapi farmakologis Beta Bloker
Beta bloker dpt ↓ kebutuhan jantung akan oksigen → menurunkan kontraktilitas miokard & laju denyut jantung. Jenis Beta Bloker : Kardioselektif (tak menyebabkan spasme bronkhus) → metoprolol, atenolol, acebutalol Non kardioselektif (menyebabkan spasme bronkhus) → propanolol, pindolol, nadolol Nitrat Nitrat → vasodilator pembuluh darah koroner yg kuat, terutama pada pembuluh darah arteri. Sediaan : oral sublingual, intravena & transdermal Calcium Channels Antagonis Mempunyai efek vasodilator & ↓ tahanan perifer. efektif → variant angina Dpt dipakai pd terapi aritmia dan hipertensi. Kontra indikasi : kegagagalan fungsi ventrikel, miokard infark baru / recent, blok AV total serta kehamilan karena sangat membahayakan bagi janinnya. Sediaan : Verapamil & Nifedipin
24
Prosedur Revaskularisasi
Mengacu pada faktor resiko yang dapat dimodifikasi Kontrol faktor resiko Percutaneous Transluminal Coronary Angioplasty (PTCA) Coronary artery bypass graft (CABG) Prosedur Revaskularisasi
30
Komplikasi Infark Miokard Aritmia Sudden Death
31
Prioritas Keperawatan
Menghilangkan / mengontrol nyeri Mencegah / meminimalkan komplikasi miokard Memberikan informasi tentang proses penyakit / prognosis & pengobatan Mendukung pasien / orang terdekat dalam melakukan perubahan pola hidup / perilaku
32
Tujuan Pemulangan Meningkatkan kebutuhan tingkat aktivitas : memenuhi kebutuhan perawatan mandiri dengan nyeri minimal atau tidak ada Bebas komplikasi Proses penyakit / prognosis dan program terapeutik dipahami Berpartisipasi dalam program pengobatan, perubahan perilaku
33
NURSING DIAGNOSES Based on the assessment data, major nursing diagnoses for the patient may include: Ineffective myocardial tissue perfusion secondary to CAD,as evidenced by chest pain or equivalent symptoms Anxiety related to fear of death Deficient knowledge about the underlying disease and methods for avoiding complications Noncompliance, ineffective management of therapeutic regimen related to failure to accept necessary lifestyle changes
34
Nursing Interventions
TREATING ANGINA REDUCING ANXIETY PREVENTING PAIN PROMOTING HOME AND COMMUNITY-BASED CARE Teaching Patients Self-Care
35
Evaluation Expected patient outcomes may include:
1. Reports that pain is relieved promptly a. Recognizes symptoms b. Takes immediate action c. Seeks medical assistance if pain persists or changes in quality 2. Reports decreased anxiety a. Expresses acceptance of diagnosis b. Expresses control over choices within medical regimen c. Does not exhibit signs and symptoms that indicate a high level of anxiety 3. Understands ways to avoid complications and demonstrates freedom from complications a. Describes the process of angina b. Explains reasons for measures to prevent complications c. Exhibits normal ECG and cardiac enzyme levels d. Experiences no signs and symptoms of acute MI 4. Adheres to self-care program a. Takes medications as prescribed b. Keeps health care appointments c. Implements plan for reducing risk factors
36
See You
Presentasi serupa
© 2025 SlidePlayer.info Inc.
All rights reserved.