Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Organel sel dan fungsinya

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Organel sel dan fungsinya"— Transcript presentasi:

1 Organel sel dan fungsinya
Danik Margowati,S.Pd

2 Apa yang akan kita pelajari?
Standar Kompetensi Apa yang akan kita pelajari? Kompetensi Dasar Indikator

3 Peroksisom/badan mikro
Retikulum endoplasma Aparatus golgi Ribosom Sentriol/sentrosom Mitokondria plastida Lisosom vakuola Organel sel apa saja ya? mikrotubulus mikrofilamen Peroksisom/badan mikro

4 Retikulum Endoplasma Retikulum endoplasma memiliki struktur yang menyerupai kantung berlapis-lapis.kantung ini disebut krista. Dikenal dua jenis RE yaitu : · RE. Granuler (Rough E.R),berfungsi membawa protein ke bagian-bagian sel lainnya · RE. Agranuler (Smooth E.R),berfungsi untuk membentuk lemak dan steroid. Sel-sel ini bnyk terdapat di hati RE sarkoplasmik adalah jenis khusus dari RE halus menyimpan dan memompa ion kalsium. RE sarkoplasmik berperan dalam pemicuan kontraksi otot

5 Retikulum endoplasma Jadi fungsi RE adalah mendukung sintesis protein dan menyalurkan bahan genetic antara inti sel dengan sitoplasma dan berfungsi sebagai alat transportasi zat-zat di dalam sel itu sendiri. Menjadi tempat penyimpan Calcium, bila sel berkontraksi maka calcium akan dikeluarkan dari RE dan menuju ke sitosol Memodifikasi protein yang disintesis oleh ribosom untuk disalurkan ke kompleks golgi dan akhirnya dikeluarkan dari sel. (RE kasar) Mensintesis lemak dan kolesterol, ini terjadi di hati (RE kasar dan RE halus) Menetralkan racun (detoksifikasi) misalnya RE yang ada di dalam sel-sel hati. Transportasi molekul-molekul dan bagian sel yang satu ke bagian sel yang lain (RE kasar dan RE halus)

6 RIBOSOM Beberapa ribosom ditemukan tersebar di sitoplasma (disebut sebagai ribosom bebas), sementara yang lain yang melekat pada retikulum endoplasma (ribosom terikat). Ribosom bebas berperan dalam proses sintesis enzim. Enzim yang dihasilkan berfungsi menjadi katalisator di dalam cairan sitosol. Adapun ribosom terikat berguna dalam sintesis protein. Sedangkan ribosom terikat berfungsi untuk sintesis protein dan sesuai dengan urutan asam amino sebagaimana ditentukan dalam RNA messenger Ribosom terdiri dari asam ribonukleat yang sering disingkat RNA (RNA merupakan kepanjangan dari Ribonucleat Acid) dan protein, dalam jumlah yang hampir sama Ribosom bebas berperan dalam proses sintesis enzim. Enzim yang dihasilkan berfungsi menjadi katalisator di dalam cairan sitosol. Adapun ribosom terikat berguna dalam sintesis protein

7 RIBOSOM

8 MITOKONDRIA Mitokondria memiliki 2 lapis membran. Membran dalam menyembul ke arah matrik yang disebut krista. Berfungsi sbg tempat respirasi seluler yang menghasilkan energi berupa ATP (The Power of House) Mitokondria memperbanyak diri secara independen dari keseluruhan bagian sel lain.Organel ini memiliki DNA sendiri yang menyandikan sejumlah protein mitokondria, yang dibuat pada ribosomnya sendiri yang serupa dengan ribosom prokariota

9 LISOSOM Fungsi dari organel ini adalah sebagai penghasil dan penyimpan enzim pencernaan seluler sehingga mampu melakukan penghancuran benda asing. Salah satu enzimnya bernama Lisozym.Biasanya banyak terdapat pada sel-sel yang berfungsi sbg penghancur, misalnya sel darah putih

10 APARATUS GOLGI tersusun atas setumpuk kantong pipih dari membran yang disebut sisterna. Berfungsi sbg sekresi zat. Badan Golgi mengatur pergerakan berbagai jenis protein; ada yang disekresikan ke luar sel, ada yang digabungkan ke membran plasma sebagai protein transmembran, dan ada pula yang ditempatkan di dalam lisosom. Protein yang disekresikan dari sel diangkut ke membran plasma di dalam vesikel sekresi, yang melepaskan isinya dengan cara bergabung dengan membran plasma dalam proseseksositosis. Proses sebaliknya, endositosis, dapat terjadi bila membran plasma mencekung ke dalam sel dan membentuk vesikel endositosis yang dibawa ke badan Golgi atau tempat lain, misalnya lisosom

11 SENTRIOL/SENTROSOM Struktur berbentuk bintang yang berfungsi dalam pembelahan sel (Mitosis maupun Meiosis). Sentrosom bertindak sebagai benda kutub dalam mitosis dan meiosis

12 PLASTIDA Dikenal tiga jenis plastida yaitu : a) Lekoplas
(plastida berwarna putih berfungsi sebagai penyimpan makanan), terdiri dari: ·   Amiloplas (untak menyimpan amilum) dan, ·   Elaioplas (Lipidoplas) (untuk menyimpan lemak/minyak) ·    Proteoplas (untuk menyimpan protein). b)  Kloroplas  yaitu plastida berwarna hijau. Plastida ini berfungsi menghasilkan klorofil dan sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis.  kloroplas juga memiliki DNA dan ribosomnya sendiri serta tumbuh dan memperbanyak dirinya sendiri c)  Kromoplas yaitu plastida yang mengandung pigmen, misalnya ·  Karotin (kuning) ·  Fikodanin (biru) ·  Fikosantin (kuning) ·  Fikoeritrin (merah)

13 VAKUOLA Kebanyakan fungsi lisosom sel hewan dilakukan oleh vakuola pada sel tumbuhan. Membran vakuola, yang merupakan bagian dari sistem endomembran, disebut tonoplas. Vakuola juga mengandung cadangan makanan, garam-garam, pigmen, dan limbah metabolisme. Zat yang beracun bagi herbivora dapat pula disimpan dalam vakuola sebagai mekanisme pertahanan. Vakuola juga berperan penting dalam mempertahankan tekanan turgor tumbuhan.[44] Vakuola memiliki banyak fungsi lain dan juga dapat ditemukan pada sel hewan dan protista uniseluler. Kebanyakan protozoa memiliki vakuola makanan, yang bergabung dengan lisosom agar makanan di dalamnya dapat dicerna. Beberapa jenis protozoa juga memiliki vakuola kontraktil, yang mengeluarkan kelebihan air dari sel

14 MIKROTUBULUS Berbentuk benang silindris, kaku, berfungsi untuk mempertahankan bentuk sel dan sebagai "rangka sel". Contoh organel ini antara lain benang-benang gelembung pembelahan Selain itu mikrotubulus berguna dalam pembentakan Sentriol, Flagela dan Silia. Mikrofilamen Seperti Mikrotubulus, tetapi lebih lembut. Terbentuk dari komponen utamanya yaitu protein aktin dan miosin (seperti pada otot). Mikrofilamen berperan dalam pergerakan sel

15 SITOSKELETON

16 PEROKSISOM/BADAN MIKRO
mengandung satu atau lebih enzim yang terlibat dalam reaksi oksidasi menghasilkan hidrogen peroksida (H2O2).[51] Hidrogen peroksida merupakan bahan kimia beracun, namun di dalam peroksisom senyawa ini digunakan untuk reaksi oksidasi lain atau diuraikan menjadi air dan oksigen. Salah satu tugas peroksisom adalah mengoksidasi asam lemak panjang menjadi lebih pendek yang kemudian dibawa ke mitokondria untuk oksidasi sempurna.[50] Peroksisom pada sel hati dan ginjal juga mendetoksifikasi berbagai molekul beracun yang memasuki darah, misalnya alkohol. Sementara itu, peroksisom pada biji tumbuhan berperan penting mengubah cadangan lemak biji menjadi karbohidrat yang digunakan dalam tahap perkecambahan

17 MEMBRAN SEL/PLASMA LEMMA
Membran sel sering juga disebut membran plasma. Membran sel merupakan bagian paling luar yang membatasi isi sel dengan sekitarnya (kecuali pada sel tumbuhan, bagian luarnya masih terdapat dinding sel atau cell wall). Membran sel berupa lapisan luar biasa tipisnya. Tebalnya kira-kira 8 nm. Dibutuhkan 8000 membran sel untuk menyamai tebal kertas yang biasa kita pakai untuk menulis. Lipid dan protein merupakan bahan penyusun utama dari membran, meskipun karbohidrat juga merupakan unsur penting. Gabungan lipid dan protein dinamakan lipoprotein Fosfolipid merupakan lipid yang jumlahnya paling melimpah dalam sebagian besar membran. Kemampuan fosfolipid untuk membentuk membran disebabkan oleh struktur molekularnya. Fosfolipid merupakan suatu molekul amfipatik, yang berarti bahwa molekul ini memiliki daerah hidrofilik (menykai air) maupun daerah hidrofobik (takut dengan air).

18

19 Bagaimana subtansi masuk dan keluar sel?
TRANSPOR MEMBRAN TRANSPOR PASIF OSMOSIS Bagaimana subtansi masuk dan keluar sel? DIFUSI TRANSPOR AKTIF POMPA ION KOTRANSPOR KOTRANSPOR

20 TRANSPOR PASIF Transport pasif merupakan transport ion, molekul, dan senyawa yang tidak memerlukan energi untuk melewati membran plasma. Transport pasif mencakup osmosis dan difusi.

21 OSMOSIS Osmosis adalah perpindahan pelarut (misalnya air) melalui membran semipermeabel dari konsentrasi rendah(hipotonis) menuju konsentrasi tinggi(hipertonis) hingga keadaan isotonis. Misal sel darah merah akan tetap stabil bila ditempatkan pada larutan garam 1%. Pecahnya sel karena masuknya air terus menerus disebut haemolisis. Pada tumbuhan jika air masuk terus menerus sel tidak akan pecah karena dinding dinding selulosa yg elastis.kondisi ini disebut turgid Jika air terus menerus keluar sel akan mengkerut.Pada sel hewan kondisi ini disebut krenasi,jika pada tumbuhan disebut plasmolisis

22

23 DIFUSI Perpindahan zat dari kerapatan tinggi(hipertonis) ke kerapatan rendah(hipotonis) SEDERHANA Tanpa alat bantu TERFASILITASI dibantu dengan saluran protein dan dengan protein pembawa.

24 TRANSPOR AKTIF Memerlukan energi untuk transportasi karena melawan gradien konsentrasi. POMPA ION Transpor ion melewati membran melawan gradien konsentrasi KOTRANSPOR Transpor zat dengan mengaktifkan zat lain ENDOSITOSIS EKSOSITOSIS transpor makromolekul dengan membentuk lipatan membran

25 1 2 3 4 5

26 6 7 8 9 10

27 11 12 13 14 15

28 16 17 18 19 20

29 1. Apa perbedaan pertahanan tubuh nonspesifik dan pertahanan tubuh spesifik?

30 1. Pertahanan tubuh nonspesifik bertujuan untuk menangkal masuknya segala macam zat atau bahan asing ke dalam tuuh, yang dapat menimbulkan kerusakan tubuh (penyakit) tanpa membedakan jenis zat atau bahan asing tersebut. Sedangkan pertahanan tubuh spesifik, sel-sel pertahanan dapat merespon keberadaan sel-sel asing, molekul asing, ataupun sel yang abnormal dengan cara yang spesifik.

31 2. Apa saja contoh pertahanan tubuh nonspesifik eksternal?

32 2. Kulit dan Membran Mukosa.

33 3. Apa fungsi kulit bagi pertahanan tubuh?

34 3. Kulit berfungsi melindungi tubuh dari panas, dingin, dan sinar matahari, kulit juga memiliki kemampuan untuk melindungi tubuh dari mikroorganisme yang merugikan.

35 4. Jelaskan bagaimana kulit memberikan perlindungan perlindungan secara kimia?

36 4. Kulit menghasilkan keringat dan minyak yang memberikan suasana asam pada kulit sehingga mencegah timbulnya mikroorganisme patogen pada kulit. Media bersifat asam di permukaan kuit ini menciptakan lingkungan yang tidak bersahabat bagi mikroorganisme berbahaya.

37 5. Jelaskan bagaimana kulit memberikan perlindungan ketika kulit terluka?

38 5. Ketika terjadi luka, sel-sel pertahanan tubuh akan segera bergerak ke daerah luka untuk memerangi mikroba asing serta membuang sisa-sisa jaringan yang sudah rusak. Kemudian, sejumlah sel pertahanan lainnya akan memproduksi benang-benang fibrin, yaitu suatu protein yang berfungsi untuk menutup luka.

39 6. Jelaskan bagaimana bentuk pertahanan tubuh yang dilakukan oleh lapisan mukosa lambung?

40 6. Lapisan mukosa lambung mensekresikan asam klorida atau HCl
6. Lapisan mukosa lambung mensekresikan asam klorida atau HCl. Asam lambung menyebabkan sebagian besar mikroba asing yang masuk ke lambung tidak dapat bertahan hidup.

41 7. Jelaskan bagaiman bentuk pertahanan tubuh yang dilakukan oleh lapisan mukosa yang terdapat pada saluran respirasi?

42 7. Lapisan mukosa yang terdapat pada sistem respirasi misalnya trakea, menghasilkan mukus yang berguna untuk menjerat mikroba asing atau partikel asing yang masuk bersama udara pernapasan.

43 8. Enzim apa pada air mata yang berfungsi untuk merusak dinding sel bakteri sehingga bakteri tidak dapat masuk menginfeksi mata?

44 8. Enzim Lisozim.

45 9. Apa yang dimaksud dengan Sel Natural Killer (Sel Pembunuh Alami)?

46 9. Sel Natural Killer adalah suatu limfosit granular yang berespon terhadap mikroba intraseluler dengan cara membunuh sel yang terinfeksi dan memproduksi sitokin untuk mengaktivasi makrofag.

47 10. Apa yang dimaksud dengan peradangan atau imflamasi?

48 10. Peradangan adalah tanggapan atau respon cepat setempat terhadap kerusakan jaringan yang disebabkan oleh tergigit, tersengat, atau infeksi mikroorganisme.

49 11. Pada respon peradangan, fagosit apa yang pertama kali berperan?

50 11. Pada respon peradangan, fagosit yang pertama kali berperan adalah neutrofil dan diikuti monosit yang berubah menjadi makrofag.

51 12. Pada respon peradangan, apa fungsi dari pembekuan darah?

52 12. Pembekuan darah berfungsi untuk melokalisir mikroba penginfeksi agar tidak menyebar ke bagian tubuh yang lain.

53 13. Bagaimana cara kerja senyawa/protein antimikroba?

54 13. Cara kerja protein antimikroba adalah menghancurkan sel-sel mikroba yang masuk atau untuk menghambat agar mikroba asing tersebut tidak dapat bereproduksi.

55 14. Jelaskan perbedaan limfosit B dan limfosit T!

56 14. Limfosit B dihasilkan oleh sel-sel punca (Stem cells) di dalam sum-sum tulang. Limfosit T dihasilkan di sumsum tulang kemudian bermigrasi ke kelanjar timus.

57 15. Organ apa saja yang berpean dalam sistem pertahanan tubuh?

58 15. Sumsum tulang, Kelenjar Timus, Limpa, dan Tonsil.

59 16. Jelaskan perbedaan kekebalan alami dan kekebalan dapatan!

60 16. Kekebalan alami adalah pertahanan tubuh dasar yang kita miliki sejak lahir dan bersifat nonspesifik (artinya, tidak bersifat khusus terhadap antigen tertentu). Kekebalan dapatan adalah kekebalan yang didapat atau diperoleh setelah lahir.

61 17. Jelaskan dan berikan contoh perbedaan antara kekebalan aktif alami dan kekebalan aktif buatan!

62 17. Kekebalan aktif alami adalah kekebalan yang diperoleh secara alami
17. Kekebalan aktif alami adalah kekebalan yang diperoleh secara alami. Contohnya adalah kekebalan yang diperoleh seseorang setelah menderita penyakit cacar. Kekebalan aktif buatan adalah kekebalan aktif yang diperoleh dengan cara memasukkan sejumlah kecil antigen, yaitu vaksin ke dalam tubuh. Contohnya pemberian vaksin untuk mencegah penyakit polio.

63 18. Jelaskan perbedaan antara kekebalan pasif alami dan kekebalan pasif buatan!

64 18. Kekebalan pasif alami meliputi antibodi yang diperoleh janin dari darah ibunya melalui plasenta.
Kekebalan pasif buatan diperoleh dari antibodi siap pakai yang dimasukkan ke dalam tubuh. Antibodi tersebut biasnaya diperoleh dengan cara menyuntikkan antigen yang sesuai dengan penyakit tertentu ke dalam tubuh hewan yang cocok. selanjutnya antibodi yang terbentuk diambil.

65 19. Apa fungsi imunisasi BCG dan imunisasi TT?

66 19. Imunisasi BCG akan memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit TBC.
Imunisasi TT untuk memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit tetanus.

67 20. Apa fungsi imunisasi MMR dan imunisasi varisella?

68 20. Imunisasi MMR diberikan sebanyak 2 kali untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit campak, gondongan, dan campak jerman (rubela). Imunisasi Varisella untum memberikan perlindungan terhadap penyakit cacar air.


Download ppt "Organel sel dan fungsinya"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google