Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Kontrak Pembelajaran Semester genap 2015/2016

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Kontrak Pembelajaran Semester genap 2015/2016"— Transcript presentasi:

1 Kontrak Pembelajaran Semester genap 2015/2016
UH1: Minggu ketiga February UTS Maret UH2: Minggu terakhir April Tugas Kelompok: Mind Map (Awal February) Survey Gereja (Minggu ketiga April)

2 BAB 4 SEJARAH PERGUMULAN IMAN ORANG PERCAYA
4.1 Kanonisasi Kitab PL dan PB 4.2 Deklarasi Pengakuan Iman Rasuli 4.3 Sejarah Iman Kristen Dan perkembangan Ilmu Pengetahuan Memahami perkembangan nilai-nilai iman Kristen melalui sejarah perjuangan Bapa-bapa Gereja dan pergerakkan gereja dari zaman ke zaman. Memahami sejarah pertumbuhan iman orang percaya sebagai bagian dari perjuangan imannya pribadi.

3 Pertemuan pertama 4.1 Kanonisasi Kitab PL dan PB

4 Jadi CANON ALKITAB adalah
Batasan, ukuran, patokan / standar untuk menentukan apakah suatu kitab/tulisan merupakan Firman Allah

5 Perjanjian Lama (PL): Taurat/hukum (5 kitab) Sejarah (12 kitab)
syair/Nyanyian (5 kitab) Nubuat : 5 nabi besar 12 nabi kecil Untuk menentukan ke 39 ini adalah firman Tuhan itu lewat proses canon atau canonicasi

6 Perjanjian Baru (PB) Injil (4 kitab) Sejarah (1 kitab) Surat:
14 surat Paulus 7 surat non Paulus Apokaliptik/Nubuatan (1 kitab)

7 Manusia mulai mengenal tulisan sekitar 3000 SM, berupa tulisan bergambar (pictogram) di dinding-dinding gua atau di lempengan batu. Selanjutnya berkembang menjadi tulisan di tanah liat dan kayu (papyrus) dan berkembang lagi menjadi tulisan di kulit binatang (perkamen). Kitab-kitab PL ditulis penulis aslinya di batu, papyrus dan perkamen tersebut

8 Pada zaman Tuhan Yesuspun, Firman Tuhan ditulis di kulit binatang (lihat Yosua 8:32, Yesaya 30:8; Habakuk 2:2, 2 Tim 4:13). Alat menulis juga tidak menggunakan  tinta tetapi besi pengukir/pena besi dan pena buluh (lihat Ayub 19:24, Yeremia 17:1).

9 Yosua 8:32 Dan di sanalah di atas batu-batu itu, dituliskan Yosua salinan hukum Musa, yang dituliskannya di depan orang Israel Yesaya 30:8 Maka sekarang, pergilah, tulislah itu di depan mata mereka di suatu loh, dan cantumkanlah di suatu kitab, supaya itu menjadi kesaksian untuk waktu yang kemudian, sampai selama-lamanya. Habakuk 2:2 Lalu TUHAN menjawab aku, demikian: "Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya 2 Tim 4:13 Jika engkau ke mari bawa juga jubah yang kutinggalkan di Troas di rumah Karpus dan juga kitab-kitabku, terutama perkamen itu.

10 Alat menulis kitab: Yeremia 17:1
Ayub 19:23-24 Ah, kiranya perkataanku ditulis, dicatat dalam kitab terpahat dengan besi pengukir dan timah pada gunung batu untuk selama-lamanya! Yeremia 17:1 "Dosa Yehuda telah tertulis dengan pena besi, yang matanya dari intan, terukir pada loh hati mereka dan pada tanduk-tanduk mezbah mereka;

11 Perjanjian Lama di susun sekitar 1000 tahun-an, dimulai sekitar pertengahan millennium kedua s/d pertengahan millennium pertama SM Paling tidak 40 orang dipakai oleh Allah untuk menuliskan FirmanNya dalam PL (satu kitab bisa ditulis oleh lebih dari satu penulis). Diantara penulis-penulis Alkitab, ada yang terkenal seperti, Musa, Daud, Salomo. Tetapi ada juga yang kurang terkenal seperti Debora (Hakim-hakim  5:1), Agur dan Lemuel (Ams 30:1) dan Miriam( Kel 15:20-21). Teks awal PL semula ditulis dalam dua bahasa yakni bahasa Ibrani klasik dan bahasa kerajaan aram.

12 Canon Yehezkiel 40:3, 42:16 Ke sanalah aku dibawa-Nya. Dan lihat, ada seorang yang kelihatan seperti tembaga dan di tangannya ada tali lenan beserta tongkat pengukur; dan ia berdiri di pintu gerbang Ia mengukur sisi timur dengan tongkat pengukur: lima ratus hasta menurut tongkat pengukur....

13 KONVENSI BAPA GEREJA Bapa-bapa Gereja membuat konvensi/ konferensi untuk menentukan alat ukur apa yang harus digunakan untuk menerima keabsahan suatu tulisan sebagai Firman Allah Penentuan standar untuk menentukan suatu tulisan dinyatakan sebagai Alkitab disebut CANON. Batasan, ukuran, patokan / standar untuk menentukan apakah suatu kitab/ tulisan merupakan Firman Allah

14 Apa standar Canonisasi
Eusebius (Sejarawan abad 4) memberikan 3 patokan penting dalam kanosisai Kitab-kitab yang sudah diterima secara umum (yg tdk dipermasahkan) Kitab-kitab yang dipermasalahkan (diselidiki secara seksama) Kitab-kitab yang sesat (dibuang)

15 Silahkan buka buku paket
ATHANASIUS (367) memberikan beberapa syarat Canonisasi: Penulisnya  ditulis oleh Rasul/ Nabi atau orang-orang yang dibawah pengawasan mereka Penerimaan dalam tradisi agama Yahudi (diterima baik Gereja Mula-mula) Konsistensi doktrin dengan keseluruhan Alkitab Silahkan buka buku paket

16 Deuterokanonika (Kanon Kedua)
Katolik Roma Protestan Deuterokanonika  (Kanon Kedua) Apokrifa (tersembunyi)

17 Tobit Yudit Sirakh Barukh 1 Makabe 2 Makabe 1 Esdras 2 Esdras
Kebijaksanaan Salomo Sirakh Barukh 1 Makabe 2 Makabe 1 Esdras 2 Esdras Tambahan Ester Yesus bin Sirakh Surat Yeremia Susana Bel dan naga Doa Manasye

18 1. Tuhan Yesus maupun rasul-rasul tidak pernah mengutip dari kitab-kitab Apocrypha / Deuterokanonika sebagai dasar ajaran mereka. 4 ALASAN PROTESTAN MENOLAK APOKRIFA :

19 Tuhan Yesus maupun rasul-rasul tidak pernah mengutip dari kitab-kitab Apocrypha / Deuterokanonika sebagai dasar ajaran mereka. Padahal kitab-kitab tersebut sudah ada / beredar pada jaman Tuhan Yesus hidup di dunia ini. Hal Ini menunjukkan bahwa mereka tidak mengakui kitab-kitab tersebut sebagai Firman Allah.

20 4 ALASAN PROTESTAN MENOLAK APOKRIFA :
1. Tuhan Yesus maupun rasul-rasul tidak pernah mengutip dari kitab-kitab Apocrypha / Deuterokanonika sebagai dasar ajaran mereka. 2. Penulis kitab-kitab Apocrypha itu sendiri tidak menunjukkan dirinya sebagai penulis Firman Tuhan yang diberikan Allah 4 ALASAN PROTESTAN MENOLAK APOKRIFA :

21 Wah 22:18-19 “Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus seperti yang tertulis di dalam kitab ini”. Dari ayat tersebut terlihat dengan jelas otoritas dari tulisan rasul Yohanes ini sebagai Firman Tuhan yang tidak boleh ditambahi ataupun dikurangi.

22 2Makabe 15:37b-38 yang berbunyi: “Maka aku sendiripun mau mengakhiri kisah ini. Jika susunannya baik lagi tepat, maka itulah yang kukehendaki. Tetapi jika susunannya hanya sedang-sedang dan setengah-setengah saja, maka hanya itulah yang mungkin bagiku” Perkataan penulis kitab tersebut menunjukkan bahwa orang yang menuliskan kitab tersebut tidak di bawah pengilhaman Roh Kudus. Perhatikan kata-kata ‘kukehendaki’ dan ‘hanya itulah yang mungkin bagiku’. Kita tidak bisa mempercayai otoritas tulisan di mana penulisnya sendiripun tidak yakin akan kebenaran tulisannya

23 Rasul Petrus mengatakan bahwa, “Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.” (2 Petrus 1:20-21) They are new too.

24 4 ALASAN PROTESTAN MENOLAK APOKRIFA :
1. Tuhan Yesus maupun rasul-rasul tidak pernah mengutip dari kitab-kitab Apocrypha / Deuterokanonika sebagai dasar ajaran mereka. 2. Penulis kitab-kitab Apocrypha itu sendiri tidak menunjukkan dirinya sebagai penulis Firman Tuhan yang diberikan Allah 3. Dalam kitab-kitab Apocrypha itu ada kesalahan-kesalahan fatal 4 ALASAN PROTESTAN MENOLAK APOKRIFA :

25 Tobit 4:10 - “Memang sedekah melepaskan dari maut dan tidak membiarkan orang masuk ke dalam kegelapan”. Tobit 12:9 - “Memang sedekah melepaskan dari maut dan menghapus setiap dosa”.  Tobit 14:10-11a - “Nak, ingatlah kepada apa yang telah diperbuat Nadab kepada bapa pengasuhnya, yaitu Ahikar. Bukankah Ahikar hidup-hidup diturunkan ke bagian bawah bumi? Tetapi Allah telah membalas kelaliman Nadab ke atas kepalanya sendiri. Ahikar keluar menuju cahaya, sedangkan Nadab turun ke kegelapan kekal, oleh karena ia telah berusaha membunuh Ahikar. Karena melakukan kebajikan maka Ahikar luput dari  jerat maut yang dipasang baginya oleh Nadab. Sedangkan Nadab jatuh ke dalam jerat maut yang juga membinasakannya. Makanya anak-anakku, camkanlah apa yang dihasilkan oleh sedekah dan apa yang dihasilkan oleh kelaliman”. Sirakh 3:3 - “Barangsiapa menghormati bapanya memulihkan dosa”.

26 Contoh: Yudit 1:1,7 menyebut Nebukadnezar sebagai raja Asyur di Niniwe, padahal Nebukadnezar adalah raja Babilonia/ Babel (Daniel 4:4-6,30). Tobit 5:13 menceritakan tentang seorang malaikat yang bernama Rafael, yang berdusta dengan memperkenalkan dirinya sebagai ‘Azarya bin Ananias’, atau ‘Azarya anak laki-laki dari Ananias’. Kitab Esdras mengajarkan doa untuk orang mati (2Esdras 7:105)

27 4. Kitab-kitab Apocrypha mengajarkan keselamatan karena perbuatan baik
1. Tuhan Yesus maupun rasul-rasul tidak pernah mengutip dari kitab-kitab Apocrypha / Deuterokanonika sebagai dasar ajaran mereka. 2. Penulis kitab-kitab Apocrypha itu sendiri tidak menunjukkan dirinya sebagai penulis Firman Tuhan yang diberikan Allah 3. Dalam kitab-kitab Apocrypha itu ada kesalahan-kesalahan fatal 4. Kitab-kitab Apocrypha mengajarkan keselamatan karena perbuatan baik 4 ALASAN PROTESTAN MENOLAK APOKRIFA :

28 Alasan-alasan penerimaan kitab-kitab Apokripa:
Perjanjian Baru mengutip langsung buku Henok (Yudas 14) dan menyinggung II Makabe (Ibrani 11:35) Beberapa kitab apokripa ditemukan dalam komunitas Yahudi abad pertama di Qumran Beberapa Bapa Gereja awal yaitu Origen ( M), Atanasius ( M), dan Cyril di Yerusalem ( M) mengutip dari beberapa kitab Apokripa. Beberapa manuskrip Yunani awal seperti Kodex Vatikanus (325 M) dan Kodex Sinaitikus (350M) mengandung apokrip Agustinus menerima semua kitab-kitab apokripa yang diumumkan oleh Trent (1546 Beberapa Sinode awal seperti Sinode Paus Damaskus (382 M),Sinode Hippo, dan 3 sinode di Kartage (393,297,419) menerima apokripa. Beberapa bishop dan dewan di antara abad ke 9 dan 15 mencamtumkan kitab-kitab apokripa sebagai kitab yang diwahyukan. Konsili Trent menyatakan kitab-kitab apokripa sebagai bagian kanon kitab suci.

29 Argument menerima apokripa ditolak dengan mempertimbangkan:
Tidak ada kitab-kitab apokripa yang dikutip sebagai Firman Tuhan oleh Perjanjian Baru. Perjanjian Baru juga menyinggung dan mengutip puisi dari kitab milik bangsa yang tidak percaya Allah Yahweh Komunitas Qumran bukan suara resmi bangsa Yahudi Banyak Bapa Gereja awal termasuk Origen, Cyril dari Yerusalem, Atanasius. dan Bapa-Bapa gereja penting sebelum Agustinus dengan jelas menolak Apokripa. Mereka mengutip bukan sebagai kitab yang diwahyukan Penerimaan Agustinus terhadap Apokripa ditolak oleh Yerome, yang merupakan sarjana Alkitab terbesar saat itu Tidak ada sinode atau kanon yang mencantumkan kitab-kitab apokripa dalam 4 abad pertama gereja Saat reformasi (1517) beberapa sarjana Katolik Roma termasuk Kardinal Cajetan yang bertolak belakang dengan Luther tidak menerima kitab-kitab Apokripa sebagai bagian Perjanjian Lama Ketidakseragaman pemakaian kitab-kitab apokripa tahun demi tahun Trent tidak konsisten karena hanya menerima 11 dari 14 kitab apokripa. Mereka menolak Doa Manasse, 1 Esdras (3 Edras), dan 2 Esdras (4 Esdras) yang mengandung ayat-ayat yang kuat menentang doa untuk orang mati dan menerima buku-buku yang mendukung doa untuk orang mati (1 Makabe 12:45(46))

30 KEISTIMEWAAN DAN KEUNIKAN ALKITAB
1. Ditulis oleh 40 orang yang berbeda 2. Ditulis dlm jangka waktu th 3. Ditulis di tiga benua (Asia, Afrika dan Eropa) 4. Ditulis dalam tiga bahasa (Ibrani, Yunani dan Aram) 5. Latar belakang penulisnya pun berbeda-beda 6. Jangka waktu antara penulisan PL dan PB lebih dari 400 th KEISTIMEWAAN DAN KEUNIKAN ALKITAB Meskipun demikian, ternyata isi Alkitab tetap merupakan satu kesatuan yang harmonis atau selaras.

31 Karakteristik Alkitab
1. Berkuasa (klip dari seorang pembakar gereja ….) 2. Cukup Alkitab tidak perlu ditambah atau dikurangi. 3. Tidak bisa khilaf (infallible) Alkitab tidak bersalah sedikit pun (tidak mungkin menyesatkan/khilaf) dalam maksud dan ajarannya 4. Tidak bisa salah (inerrancy) , pada setiap huruf pada naskah asli Alkitab, yang tidak bersalah hingga detil terkecil. Karakteristik Alkitab

32 2 Timotius 3:16 , “ Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” “All Scripture is God breathed and is useful for teaching,.." Inspirasi Alkitab Inspirasi berarti proses dimana Allah campur-tangan terhadap para penulis Alkitab melalui pekerjaan Roh Kudus atas diri penulis, sehingga apa yang mereka tulis merupakan kata-kata asli mereka, tetapi sekaligus juga merupakan catatan yang akurat dari wahyu Allah yang tidak mengandung kesalahan. Bukan seperti seorang sekretaris yang secara mekanis didikte oleh atasannya untuk mengetik surat, tapi dengan berbagai cara yang Allah gunakan untuk memberikan Firman-Nya kepada manusia (2 Timotius 3:16; 2 Petrus 1:20-21).

33 Kata God breathed di sini berarti sebagai 'penghembusan' (peniupan nafas) Ilahi kepada seorang manusia melalui Roh Kudus, yang mengakibatkan seorang tersebut berbicara atau menulis dengan kualitas, penglihatan, ketetapan dan otoritas yang tidak mungkin ada dalam kalimat atau tulisan orang lain yang tidak digerakkan Roh Kudus. Di sini Allah menafaskan Firman-Nya. Dengan demikian, maka pengarang Alkitab itu Allah sendiri. Alkitab bukan berisi Firman Allah, melainkan Alkitab sendiri adalah Firman Allah.

34 Jadi meskipun Alkitab dituliskan oleh tangan-tangan manusia biasa, tetapi sumber tertinggi adalah Allah sendiri (2 Petrus 1:21). Para penulis itu digerakkan oleh inisiatif Roh Kudus, mereka tidak sanggup menolak gerakan Allah untuk berkata-kata dan menuliskan Firman-Nya (Yeremia 20:9; Amos 3:8). Walaupun Allah mengontrol penulisnya, sehingga apa yang ditulis mereka hanyalah apa yang dikehendaki-Nya, para penulis tetap menggunakan pikiran dan kepribadian mereka sendiri selama proses penulisan tersebut. Hal ini begitu jelas terlihat dalam perbedaan gaya tulisan dan pendekatan yang digunakan masing-masing penulis tersebut.


Download ppt "Kontrak Pembelajaran Semester genap 2015/2016"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google