Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

`PENGELOLAAN PERKEBUNAN` Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "`PENGELOLAAN PERKEBUNAN` Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P."— Transcript presentasi:

1 `PENGELOLAAN PERKEBUNAN` Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
MATERI KULIAH `PENGELOLAAN PERKEBUNAN` SEMESTER GASAL T. A. 2015/2016 (2 /0 SKS) Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.

2 JENIS USAHA PERKEBUNAN & LINGKUP PENGELOLAANNYA
MATERI 2 PASCA UTS KULIAH PENGELOLAAN PERKEBUNAN JENIS USAHA PERKEBUNAN & LINGKUP PENGELOLAANNYA

3 Definisi : PERKEBUNAN PERKEBUNAN adalah segala kegiatan yang mengusahakan tanaman tertentu pada tanah dan/atau media tumbuh lainnya dalam ekosistem yang sesuai, mengolah dan memasarkan barang dan jasa hasil tanaman tersebut, dengan bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi, permodalan serta manajemen untuk mewujudkan kesejahteraan bagi pelaku usaha perkebunan dan masyarakat.

4 JENIS USAHA PERKEBUNAN
Usaha Budidaya Tanaman Perkebunan; Usaha Industri Pengolahan Hasil Perkebunan; dan Usaha Perkebunan yang terintegrasi antara budidaya dengan industri pengolahan hasil perkebunan.

5 BEBERAPA CATATAN Usaha Budidaya Tanaman Perkebunan dengan luas 25 (dua puluh lima) hektar atau lebih wajib memiliki IUP-B. Usaha Budidaya Tanaman kelapa sawit dengan luas hektar atau lebih, teh dengan luas 240 hektar atau lebih, dan tebu dengan luas hektar atau lebih, wajib terintegrasi dalam hubungan dengan Usaha Industri Pengolahan Hasil Perkebunan (wajib memiliki IUP-P)

6 FUNGSI FUNDAMENTAL MANAJEMEN (PENGELOLAAN)
1. Perencanaan (Planning) 2. Pengorganisasian (Organizing) 3. Penggerakan (Actuating) 4. Pengendalian (Controlling) Pembangunan dan implementasi bisnis dapat direncanakan, dilaksanakan, dan dikendalikan, sehingga rencana bisnis dapat dinyatakan layak, atau sebaliknya.

7 TINGKATAN MANAJEMEN Dikenal adanya tingkatan manajemen (level of management) dalam organisasi perusahaan sering digambarkan sebagai segitiga atau piramida, dimana semakin ke bawah semakin lebar dan semakin ke atas semakin menyempit. Bahwa semakin atas jumlah pimpinan semakin sedikit dan diawali dengan se- orang pimpinan puncak (top manager), yang membawahi beberapa pimpinan menengah (middle managers).

8 CATATAN KHUSUS 1. Top management atau manajemen tingkat atas yang sering disebut dengan executive officer atau top manager. 2. Middle management atau manajemen tingkat mengenah sering disebut kepala bagian. 3. Lower management atau manejemen tingkat bawah yang dikenal pula dengan istilah manajemen operasional (supervisor, kepala seksi, dan mandor).

9 SUMBERDAYA PERKEBUNAN
Sumberdaya alam (natural resources) Sumberdaya manusia (man) Bahan mentah atau bahan baku (materials) Mesin atau peralatan (machines) Metode-metode (methods) Modal (money) Pasar (markets) Informasi (Information)

10 SUMBERDAYA ALAM (NATURAL RESOURCES)
Sumberdaya alam dalam lingkup perkebunan terdiri atas: IKLIM, TOPOGRAFI, KOMPOSISI TANAH FAKTOR ALAM LAINNYA.

11 SUMBERDAYA MANUSIA (MAN)
SDM yang dimaksud adalah sumberdaya manusia perkebunan yang akan mengelola mulai dari perencanaan tanaman hingga menentukan produk dan pemasarannya.

12 BAHAN MENTAH ATAU BAHAN BAKU (MATERIALS)
Bahan mentah sering dikenal sebagai input untuk kegiatan produksi sehingga menghasil- kan output suatu barang jadi (finished goods). Sektor perkebunan, khususnya dalam kegiatan agriculture, input dapat berupa bibit dan pupuk; sedang dalam kegiatan pengolahan (processing) input dapat berupa hasil kebun dan juga bahan pembantu untuk kegiatan pengolahan.

13 MESIN ATAU PERALATAN (MACHINES)
Mesin sebagai alat bantu untuk meningkatkan produksi dalam sektor perkebunan mencakup peralatan bercocok tanam hingga pengolahan hasil kebun.

14 METODE-METODE (METHODS)
Implementasi usaha perkebunan dikenal adanya metode bagi hasil, pengaturan jarak tanam, pengendalian hama dan sebagainya. Kegiatan tersebut diatur berdasarkan cara dan metode tertentu dalam mencapai hasil yang lebih baik.

15 MODAL (MONEY) Selain dalam bentuk nilai uang, modal juga bisa berupa sumberdaya bahan, peralatan, metode. Modal berupa uang sendiri digunakan untuk pembelian bahan mentah, pembayaran gaji, pembelian mesin dan seterusnya.

16 PASAR (MARKETS) Pasar merupakan faktor penting yang mempe- ngaruhi hidup matinya perusahaan. Produksi yang dihasilkan tidak berarti apa- apa, jika tidak mampu memasarkannya. Dana yang diperoleh perusahaan, sangat bergantung pada hasil penjualan produk Karena itu pasar memegang peran penting.

17 INFORMASI (INFORMATION)
Di negara maju informasi merupakan sumberdaya dan komoditi yang penting, tanpa adanya informasi yang baik dan memadai, seorang manajer tidak akan dapat mengambil keputusan secara cepat dan tepat.

18 KEKHUSUSAN MANAJEMEN PERKEBUNAN
Keanekaragaman jenis bisnis yang sangat besar pada sektor pertanian/perkebunan; Besarnya jumlah Perkebunan Cara pembentukan agribisnis dasar si sekeliling pengusaha tani.

19 KEKHUSUSAN MANAJEMEN PERKEBUNAN (LANJUTAN)
Keanekaragaman yang tidak menentu dalam hal ukuran agribisnis, dari perusahaan raksasa sampai pada organisasi yang dikelola oleh satu orang atau satu keluarga. Agribisnis berukuran kecil dan harus bersaing di pasar yang relatif bebas dengan penjual yang berjumlah banyak dan pembeli yang lebih sedikit.

20 KEKHUSUSAN MANAJEMEN PERKEBUNAN (LANJUTAN)
Falsafah hidup tradisional yang dianut para pekerja perkebunan cenderung membuat kegiatan di sektor ini mengalami hambatan dibanding bisnis lainnya. Kenyataan bahwa perkebunan, bahkan yang sudah menjadi industri raksasa sekalipun sangat bersifat musiman. Kenyataan bahwa badan usaha perkebunan cenderung berorientasi pada keluarga dan masyarakat.

21 KEKHUSUSAN MANAJEMEN PERKEBUNAN (LANJUTAN)
Kegiatan Pertanian bertalian dengan gejala alam. Kekeringan, banjir, hama, dan penyakit merupakan ancaman yang tetap terhadap agribisnis. Semua stakeholder dari pengusha bank sampai perusahaan bahan kimia merasa prihatin dengan cuaca. Dampak dari program dan kebijakan pemerintah mengena langsung pada sektor perkebunan. Banyak produk pertaian dipengaruhi langsung oleh program pemerintah.

22 MANAJEMEN STRATEGIS PERKEBUNAN
Pengambilan keputusan (decision making) akan menentukan apakah suatu perusahaan perkebunan (agribisnis dan agroindustri) itu unggul, dapat bertahan hidup, atau menghadapi kematiannya. Proses pengambilan keputusan ini disebut MANAJEMEN STRATEGIS.

23 MANFAAT MANAJEMEN STRATEGIS PERKEBUNAN
Manajemen strategis membantu perusahaan melihat lebih dulu ancaman dan peluang di masa depan Manajemen strategis menyediakan sasaran yang jelas serta arah untuk masa depan perusahaan Riset dalam manajemen strategis dapat membantu para manajer, dan hal ini kelihatannya mengesankan bahwa perencanaan formal membantu keberhasilan.

24 STOP STOP STOP STOP Any Question??


Download ppt "`PENGELOLAAN PERKEBUNAN` Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google