Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P."— Transcript presentasi:

1 Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
MATERI KULIAH `PENGANTAR AGROINDUSTRI` SEMESTER GASAL T. A. 2012/2013 (3 SKS) by : Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.

2 PERENCANAAN PEMANFATAN LAHAN; ZONASI LAHAN & PERWILAYAHAN KOMODITAS
MATERI e-LEARNING 1 (KELAS SORE) KULIAH PENGANTAR AGROINDUSTRI PERENCANAAN PEMANFATAN LAHAN; ZONASI LAHAN & PERWILAYAHAN KOMODITAS

3 MENGAPA PERLU PERENCANAAN PENGGUNAAN LAHAN?
Membantu evaluasi lahan pada saat ini dan yg akan datang Menghindari konflik kepentingan penggunaan lahan

4 AKTUALISASI PERENCANAAN PENGGUNAAN LAHAN
Identifikasi kesusuaian lahan dan alternatif penggunaan , pemilihan model pemanfaatan lahan yang terbaik Perencanaan perubahan penggunaan lahan

5 TUJUAN PERENCANAAN PENGGUNAAN LAHAN
01 Efisiensi 02 Berkelanjutan/lestari 03 More equity

6 BEBERAPA PERTIMBANGAN PERENCANAAN PENGGUNAAN LAHAN
Perencanaan PL untuk kepentingan masyarakat (orang banyak) Kualitas lahan tidak sama Teknologi Implementasi terintegrasi Skala perencanaan - Perencanaan penggunaan lahan nasional - Perencanaan tingkat provinsi - Perencanaan tingkat kabupaten / kota - Perencanaan tingkat daerah / kampung

7 TAHAPAN PERENCANAAN PENGGUNAAN LAHAN
Strategi Kebijakan Teknikal Operasional

8 IMPLEMENTASI PERENCANAAN PENGGUNAAN LAHAN
Langkah 1: Menentukan tujuan Langkah 2: Merancang rencana kerja (organisasi, metode dll) Langkah 3: Mengidentifikasi peluang dan permasa lahan (termasuk aspek hukum) Langkah 4: Memikirkan solusi alternatif (mendisain penggunaan lahan spesifik)) Langkah 5: Mengevaluasi kelayakan lahan (Evaluasi agroekosistem/fisik)

9 IMPLEMENTASI PERENCANAAN PENGGUNAAN LAHAN (LANJUTAN)
Langkah 6: Visibility study Langkah 7: Memilih penggunaan lahan yg terbaik (bersama pemerintah & masyarakat) Langkah 8: Formulasi rencana PL dan pengelolaannya Langkah 9: Menerapkan rencana ke dalam tindakan Langkah 10: Monitoring dan evaluasi (meninjau kembali perencanaan berdasarkan pengalaman dan untuk mengakomodasikan tujuan baru)

10 ZONASI LAHAN Zonasi ? Pengelompokkan sejumlah unit lalah memiliki kesamaan ciri dan kesamaan prasarat pengelolaanya Proses utk mengidentifikasi lahan agar lahan dapat digunakan secara berkelanjutan Identifikasi zona lahan, pemberian batasan, penyajian secara spasial dan penetapan prosedur utk mengawasi penggunaan lahan yg terjadi

11 ZONASI LAHAN ZONASI LAHAN ?
Kawasan unik , pemanfaatan sumberdaya tertentu atau kombinasi penggunaannya berpedoman pada pengelolaan dan kebijakan penggunaan lahan Penggunaan lahan utama dan yang diperbolehkan sesui dengan kemampuan lahan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan dan pelestarian SDA

12 TUJUAN & MANFAAT ZONASI LAHAN
Mengelompokkan lahan-lahan yang mempunyai kemampuan yang sama dalam pengelolaannya untuk menyusun penggunaan lahan MANFAAT : Basis orientasi kesesuaian lahan untuk evaluasi tata ruang Acuan penentuan lokasi pembangunan yg akan datang Dasar penetapan kawasan lindung Data perencanaan pembangunan pertanian Basis perumusan peraturan dan kebijakan pengelollan SDL

13 PRASARAT ZONASI LAHAN Kesesuaian lahan: Penerapan pengelolaan SDA secara benar Kebijakan nasional dan kebijakan provinsi Pola penggunaan lahan saat ini Adat istiadat masyarakat setempat

14 TAHAPAN ZONASI LAHAN Penyusunan berbagai kemungkinan PL
Evaluasi kesesuaian lahan Merumuskan kebijakan PL : - Prioritas PL - Kesesuaian lahan - Mengatasi konflik Pl

15 CONTOH ZONASI LAHAN Zone Konservasi total Zone konservasi rekreasi
zone kawasan lindung Zone kehutanan (penebangan kayu) Zone kehutanan (penanaman kembali) Zone pertanian (produksi komoditas Zone pertanian (produksi tanaman pangan Zone pertanian (produksi tanaman pangan di lahan berlereng)

16 CONTOH ZONASI LAHAN (LANJUTAN)
Zone pertanian (produksi pertanian dataran tinggi) Zone pertanian (perikanan air payau /tambak) Zone pertanian (produksi ternakgembalaan) Zone permukiman perdesaan Zone perkotaan/ urban Zone industri Zone kepariwisataan

17 BEBERAPA PENGERTIAN PERWILAYAHAN KOMODITAS
Perwilayahan ~ zonasi ~ penataan ruang ~ kawasan ~ alokasi penggunaan lahan Pembagian wilayah ke dalam kelompok-kelompok kawasan sesuai dengan potensi SDA dan SDM, Ipolek sosbudparhankam Proses perencanaan pembangunan dan pengembangan wilayah terkait dengan penataan ruang. PERWILAYAHAN KOMODITAS PERTANIAN adalah penataan alokasi penggunaan lahan pertanian sesuai dengan potensi SDA dan SDM wilayah setempat

18 TUJUAN PERWILAYAHAN KOMODITAS
Mencegah over produksi dan mencegah daya saing Mencegah terjadinya kerusakan lingkungan Mengembangkan komoditas sesuai dengaan potensi wilayahnya Memudahkna pembinaan bagi instansi terkait Meningkatkan ekonomi wilayah / kesejahte-raan petani

19 FAKTOR PENENTU PERWILAYAHAN KOMODITAS
1. Seleksi kelas kesesuaian lahan agroekosistem 2. Seleksi kelas kesesuaian lahan Agroekonomi (seleksi jenis komoditas andalan dan unggulan wilayah) 3. Sesuai dengan peruntukan lahan dalam Tata Ruang 4. Sesuai dengan program pemerintah

20 FAKTOR PENENTU PERWILAYAHAN KOMODITAS (lanjutan)
5. Diperlukan oleh pasar lokal / regional dan global 6. Resiko kegagalan kecil 7. Penguasan teknologi tepat guna 8. Aksesibiliats: jarak dari pusat-pusat pemasaran 9. Secara sosial ekonomi dapat diterima

21 KONSEP DASAR PERWILAYAHAN KOMODITAS
Lokasi, area, wilayah yang memenuhi persyaratan agroekologi, memenuhi kelayakan agroekonomi, agro sosio-teknologi danaksesibilitas yg memadai Kombinasi perwilayahan komoditas dengan Sistem Agribisnis / Pertanian terpadu – Penanganan komoditas nabati dan hewani “ unggulan secara terintegrasi

22 AKTUALISASI PERWILAYAHAN KOMODITAS
Survei dan pemetaan kesesuaian lahan (agroekositem) Klasifikasi kelas kesesuaian lahan pada tingKat sub-sub kelas kesuaian lahan Kaitan antara kelas kesesuaian lahan (agroekosistem) dan agroekonomi serta kondisi ipoleksosbudparhankam

23 PERWILAYAHAN KOMODITAS MENUNJANG REVITALISASI PERTANIAN
Mengurangi kemiskinan Mengurangi pengangguran Pertumbuhan ekonomi makro Peningkatan investasi Peningkatan ekspor Pertumbuhan bidang-bidang ekonomi utama

24 STOP STOP STOP STOP Any Question??


Download ppt "Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google