Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PERTANIAN LAHAN MARJINAL

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PERTANIAN LAHAN MARJINAL"— Transcript presentasi:

1 PERTANIAN LAHAN MARJINAL
TANAH SULFAT MASAM (Acid Sulfate Soil)

2 …ciri lain

3 Berapa luasan lahan sulfat masam?
Luas lahan sulfat masam di dunia diperkirakan 14 juta ha, diantaranya 10 juta ha tersebar diwilayah tropik. Sebagian lahan gambut dangkal di Indonesia berasosiasi dengan sulfat masam. Luas tanah sulfat masam di Indonesia kurang lebih. 6.7 juta hektar, sementara di Kalimantan diperkirakan mencapai 1.9 juta hektar.

4 Kapan terbentuknya? Tanah sulfat masam terbentuk sekitar tahun yang lalu setelah proses peningkatan muka air laut atau transgresi dimana air laut yang banyak mengandung sulfat tercampur dengan oksida besi dan bahan organik.

5 ADA DUA MACAM TANAH SULFAT MASAM
1.Tanah sulfat masam aktual biasanya seluruh lapisan tanah memiliki tekstur halus, dengan kandungan fraksi liat 35-70%, dan debu 25-60%, sehingga tekstur tanah tergolong liat berdebu. Lapisan atas berreaksi sangat masam sekali (pH 3,6), sementara lapisan bawah antara kedalaman cm menunjukkan pH rata-rata 2,8, sehingga tergolong bereaksi masam ekstrim.

6 2. Tanah sulfat masam potensial ,biasanya memiliki tekstur seluruh lapisan tanah menunjukkan halus, yaitu tekstur tanah liat berdebu mempunyai kandungan liat antara 40-75%, dengan debu 25-60%. Reaksi tanah lapisan atas rata-rata sangat masam sekali (pH 4,0-4,3), dan di lapisan bawah masam ekstrim sampai sangat masam sekali (pH 3,5-3,8).

7

8 …persawahan sulfat masam

9 Mengapa tanah sulfat masam penting dikaji?
Kemasaman tanah sulfat masam menyebabkan pelepasan Al3+ terlarut dari mineral tanah yang bersifat meracun bagi tanaman dan menyebabkan penurunan ketersediaan unsur P (Fosfat) bagi tanaman

10 Dimana bisa ditemukan tanah sulfat masam?
Pada dataran pantai dimana sedimen rawa yang mengandung pirit terekspose udara (teroksidasi) akibat drainase (alamiah maupun sengaja dilakukan oleh manusia)

11 Pembentukan pirit (FeS2)
1. Reduksi sulfat menjadi sulfida oleh bakteri pereduksi sulfat (Desulfovibrio sp &Desulfot omaculum sp) 2. Oksidasi sulfida menjadi disulfida dan reaksi sulfida dengan mineral Fe Reaksi lengkap: Fe2O3 + 4SO CH2O + 1/2O FeS2 + 8HCO3-+ 4H2O Bahan organik

12 Syarat untuk pembentukan pirit:
1. Adanya Sulfat 2.Adanya Mineral mengandung Fe 3.Bahan organik yang dapat melakukan metabolisme 4.Bakteri pereduksi sulfat 5.Kondisi anaerobik

13 Kondisi lingkungan yang mendukung pembentukan pirit ??
Rawa-rawa mangrove dengan pasang surut air yang intensif Pirit lambat terbentuk pada tanah yang tergenang

14 Ciri fisik tanah sulfat masam:
Mempunyai kandungan liat tinggi Pada umumnya permeable, permeabilitas tinggi khususnya tanah-tanah mangrove akibat aktivitas fauna dan flora seperti kepiting, akar tanaman dan bahan organik yang melapuk Konduktivitas hidrolik m/hari

15 Oksidasi pirit Pirit tidak stabil pada pe tinggi Berubah menjadi Fe2+(pada pH rendah dan pe tinggi, atau pe sedang pH sedang) Menjadi jarosit (pada pe sangat tinggi pH<4) Menjadi goethit pada pH>4

16 Proses oksidasi secara kimia sbb:
FeS2 + 15/4 O2 + 5/2 H2O FeOOH + 2H2SO4 dan FeS2 + 15/4 O2 + 5/2 H2O + 1/3 K /3 KFe3(SO4)2(OH)6+ 4/3 SO H+

17 Pemanfaatan tanah sulfat masam?
Dapat digunakan untuk budidaya padi Di Indonesia banyak ditemui di Sumatera dan Kalimantan

18 Reklamasi Tanah Sulfat Masam??
Menjaga suplai O2 Tanah tetap tetap rendah tergenang 1. Pencucian (leaching) 2. Pengapuran (liming) 3. “Self liming” dengan mereduksi Fe(III) oksida-oksida

19 Pencucian(leaching) Dengan penambahan fresh water untuk menghilangkan H2SO4 bebas dan mengurangi garam Al dan Fe dari tanah Mencuci dengan air garam atau air payau Al dapat digantikan oleh Na, Ca dan Mg (+) Ekonomis, efektif memperbaiki tanah (-) Membuang hara dari tanah dan meyebabkan polusi tanah

20 Pengapuran (liming)…….
Jumlah basa-basa yang diperlukan untuk menetralkan kemasaman 1 % sulfur ~ 30 tonCaCO3 /10 cm tanah dengan BD = 103 kg/m3 Tidak ekonomis=biaya tinggi !!!

21 “Self-liming” dengan mereduksi Fe(III) oksida-oksida
Flooding Memanfaatkan efek netralisasi asam dengan mereduksi Fe(III) oksida Oksidasi Fe2SO4, diikuti pengendapan Fe (III) oksida di permukaan Melepaskan H2SO4 ke air permukaan


Download ppt "PERTANIAN LAHAN MARJINAL"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google