Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

03. INDUSTRI & TRANSPORTASI

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "03. INDUSTRI & TRANSPORTASI"— Transcript presentasi:

1 03. INDUSTRI & TRANSPORTASI

2 Sistem Transportasi Makro
Sistem Kegiatan Menurut (Tamin, 1997:22-29), sistem transportasi secara makro terdiri dari beberapa sistem makro, yaitu; (a) sistem kegiatan; (b)  sistem jaringan; (c) sistem pergerakan; dan (d) sistem kelembagaan. Sistem Pergerakan Sistem Kelembagaan

3 Konsep pergerakan barang
Sistem Logistik Perlunya kontinuitas dari collection, line-haul dan distribution link

4 MENGAPA BANYAK INDUSTRI MANUFAKTUR YANG BEROPERASI DI JABODETABEK???
Kedekatan wilayah ini dengan simpul ekonomi nasional, yaitu Jakarta. Ketersediaan infrastruktur transportasi yang relatif baik di kawasan Jabodetabek. Seperti diketahui, di kawasan ini ketersediaan infrastruktur transportasi dapat dikatakan paling baik dibandingkan dengan wilayah lainnya di Indonesia. Adanya prasarana jaringan jalan yang baik berupa jalan bebas hambatan/Tol Jakarta - Cikampek, adanya pelabuhan utama Tanjung Priok dan juga adanya Bandar Udara Internasional Sukarno Hatta merupakan gambaran yang nyata mengenai ketersediaan infrastruktur transportasi yang lebih baik dibandingkan dengan wilayah lainnya. Dengan ketersediaan infrastruktur transportasi dengan sendirinya akan menyebabkan kinerja transportasi yang baik, sedemikian sehingga komponen biaya angkut (transport cost) yang terbentuk masih memadai, yaitu masih relative kecil jika dibandingkan dengan komponen biaya lainnya dalam suatu kegiatan produksi. Dengan demikian kegiatan industri di kawasan tersebut sangatlah feasible, baik ditinjau dari aspek financial maupun aspek lainnya.

5 INDUSTRI KELAPA SAWIT (CPO) DI INDONESIA

6 Pembangunan PELABUHAN INDRAMAYU DAN Bandara Kertajati
RENCANA PELABUHAN INTERNASIONAL INDRAMAYU BANDARA KERTAJATI MAJALENGKA

7 INDUSTRI DAN TRANSPORTASI
Industri secara umum adalah kelompok bisnis tertentu yang memiliki teknik dan metode yang sama dalam menghasilkan laba. Industri dalam pengertian manufaktur adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan. Hasil industri tidak hanya berupa barang, tetapi juga dalam bentuk jasa. Dalam konteks transportasi maka industri dapat diklasifikasikan menjadi 2 jenis yaitu: 1) Industri Manufaktur Barang 2) Industri Jasa.

8 3 Variabel biaya dalam industri
Biaya Produksi Dalam konteks biaya produksi adalah semua biaya yang dikeluarkan dalam rangka proses produksi barang atau jasa industri yang mencakup di dalamnya adalah harga bahan baku, upah tenaga kerja (UMR), biaya produksi (harga tarif listrik, harga tarif bahan bakar, tarif pajak). Kaidah dasar yang dipegang untuk memaksimalkan profit dengan menggunakan variabel ini sebagai peubahnya adalah dengan meminimalkan biaya produksi yang terjadi, misalnya dengan cara memilih lokasi industri atau perusahaan dengan harga bahan baku dan upah tenaga yang rendah, memilih lokasi industri yang tarif energinya rendah. 2. Biaya Transportasi Biaya transportasi adalah biaya yang dikeluarkan sebagai akibat aktivitas pergerakan suatu bahan baku, produk jadi/jasa dan tenaga kerja. Tidak berbeda dengan biaya produksi, biaya transportasi pun mempunyai prinsip yang sama dalam rangka maksimasi keuntungan atau profit suatu perusahaan yaitu dengan cara minimasi biaya transportasi. Minimasi biaya transportasi dapat dilakukan dengan cara: 1) mendekatkan perusahaan terhadap bahan baku, produk jadi atau tenaga kerja, 2) Mengelola rantai pasok dengan tepat (berpengaruh terhadap trip distribution), 3) Pemilihan alternatif rute transportasi yang terbaik (jika ada alternatif) dan 4) Pemilihan moda transportasi yang efesien. 3. Maksimasi Profit Maksimasi profit adalah suatu kebijakan yang dilakukan untuk menentukan lokasi suatu pabrik atau industri dengan didasarkan pada nilai keuntungan yang dapat diperoleh. Secara konsep adalah termasuk menggunakan 2 item di atas namun, keputusan akhir pemilihan didasarkan pada nilai keuntangan yang dapat diperoleh dari suatu lokasi meskipun dalam analisis biaya transportasi bukan pilihan lokasi yang paling minimum. Maka tentu saja ada faktor lain yang berpengaruh yaitu: 1) Jumlah permintaan konsumen dan 2) Tingkat ekonomi masyarakat

9 PENGGOLONGAN INDUSTRI BERDASARKAN PEMILIHAN LOKASI INDUSTRI
Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada pasar (market oriented industry) Adalah industri yang didirikan sesuai dengan lokasi potensi target konsumen. Industri jenis ini akan mendekati kantong-kantong di mana konsumen potensial berada. Semakin dekat ke pasar akan semakin menjadi lebih baik. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada tenaga kerja / labor (man power oriented industry) adalah industri yang berada pada lokasi di pusat pemukiman penduduk karena bisanya jenis industri tersebut membutuhkan banyak pekerja / pegawai untuk lebih efektif dan efisien. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada bahan baku (supply oriented industry) Adalah jenis industri yang mendekati lokasi di mana bahan baku berada untuk memangkas atau memotong biaya transportasi yang besar.

10 FAKTOR- FAKTOR PEMILIHAN LOKASI INDUSTRI menurut Weber
1. Biaya Transportasi Biaya transportasi bertambah secara proporsional dengan jarak sehingga titik terendah untuk biaya transportasi adalah titik yang menunjukkan biaya minimum untuk angkutan bahan baku dan distribusi hasil produksi. Konsep titik minimum tersebut dinyatakan sebagai segitiga lokasi. 2. Biaya Upah Produsen cenderung mencari lokasi dengan tingkat upah tenaga kerja yang lebih rendah dalam melakukan aktivitas ekonomi sedangkan tenaga kerja cenderung mencari lokasi dengan konsentrasi upah yang lebih tinggi. 3. Keuntungan dari Konsentrasi Industri Secara Spasial Konsentrasi spasial akan menciptakan keuntungan yang berupa penghematan lokalisasi dan penghematan urbanisasi. Penghematan lokalisasi terjadi apabila biaya produksi perusahaan pada suatu industri menurun ketika produksi total dari industri tersebut meningkat. Hal ini terjadi pada perusahaan/industri yang berlokasi secara berdekatan.

11 FAKTOR- FAKTOR PEMILIHAN LOKASI INDUSTRI
Menurut Sigit (1987), faktor-faktor yang digunakan sebagai dasar pertimbangan penentuan lokasi industri, antara lain: 1. Pasar 2. Bahan Baku 3. Tenaga Kerja 4. Transportasi 5. Pelayanan Bisnis 6. Inducement 7. Sifat Perusahaan 8. Kemungkinan Lain Sedangkan menurut Greenhut, faktor-faktor penentu lokasi industri, antara lain: Biaya lokasi, meliputi biaya angkutan, tenaga, dan pengelolaan Faktor lokasi yang berhubungan dengan permintaan, yaitu ketergantungan lokasi dan usaha untuk menguasai pasar Faktor yang menurunkan biaya Faktor yang meningkatkan pendapatan Faktor pribadi yang berpengaruh terhadap penurunan biaya dan peningkatan pendapatan Pertimbangan pribadi

12 TEORI PEMILIHAN LOKASI INDUSTRI
Theory of industrial location (teori lokasi industri) dari Alfred Weber Teori lokasi industri optimal (Theory of optimal industrial location) dari Losch Teori susut dan ongkos transport (theory of weight loss and transport cost) Model gravitasi dan interaksi (model of gravitation and interaction) dari Issac Newton dan Ullman Teori tempat yang sentral (theory of cental place) dari Walter Christaller Pertimbangan utama dalam menentukan alternatif lokasi industri yaitu ditekankan pada biaya transportasi yang rendah. Pada prinsipnya beberapa teori lokasi tersebut untuk memberikan masukan bagi penentuan lokasi optimum, yaitu lokasi yang terbaik dan menguntungkan secara ekonomi. Berikut ini merupakan penjelasan mengenai beberapa teori lokasi :

13 TEORI PEMILIHAN LOKASI INDUSTRI (Alfred Weber )
Teori ini dimaksudkan untuk menentukan suatu lokasi industri dengan mempertimbangkan risiko biaya atau ongkos yang paling minimum, dengan asumsi sebagai berikut: Wilayah yang akan dijadikan lokasi industri memiliki: topografi, iklim dan penduduknya relatif homogen. Sumber daya atau bahan mentah yang dibutuhkan cukup memadai. Upah tenaga kerja didasarkan pada ketentuan tertentu, seperti Upah Minimum Regional (UMR). Hanya ada satu jenis alat transportasi. Biaya angkut ditentukan berdasarkan beban dan jarak angkut. Terdapat persaingan antar kegiatan industri. Manusia yang ada di daerah tersebut masih berpikir rasional. Persyaratan tersebut jika dipenuhi maka teori lokasi industri dari Alfred Weber dapat digunakan. Weber menggunakan tiga faktor (variabel penentu) dalam analisis teorinya, yaitu titik material, titik konsumsi, dan titik tenaga kerja. Ketiga titik (faktor) ini diukur dengan ekuivalensi ongkos transport.

14 TEORI PEMILIHAN LOKASI INDUSTRI (Alfred Weber )
(a) : apabila biaya angkut hanya didasarkan pada jarak. (b) : apabila biaya angkut bahan baku lebih mahal dari pada hasil industri. (c) : apabila biaya angkut bahan baku lebih murah dari pada hasil industri.

15 CONTOH KASUS (KRIPIK PEDAS BINGITZ
CONTOH KASUS (KRIPIK PEDAS BINGITZ!!) teori lokasi industri (Alfred Weber ) Kebun Singkong Cabai Kota 1 kemasan ‘Kripik Pedas Bingitz’ dibutuhkan 1 kg singkong & 0,5 kg cabai Rencana kapasitas produksi sebanyak kemasan/hari, dengan kebutuhan tenaga kerja 60 orang yang berasal dari kota. Produk dipasarkan ke Kota Tabel biaya transportasi Dimanakah sebaiknya lokasi pabrik harus dibangun dan berapa biaya transportasi yang harus dikeluarkan setiap hari, dengan mempertimbangan biaya transportasi terendah menggunakan teori weber “Least Cost Theory” ?

16 CONTOH KASUS (KRIPIK PEDAS BINGITZ
CONTOH KASUS (KRIPIK PEDAS BINGITZ!!) teori lokasi industri (Alfred Weber ) Perhitungan : Dalam 1 hari Produksi 1000 kemasan, bahan baku yang dibutuhkan untuk produksi adalah : Cabai = 1000 x 0,5 kg = 500 kg Singkong = 1000 x 1 Kg = 1000 Kg Biaya Transportasi yang dikeluarkan perusahaan per hari bila Lokasi Pabrik di Kota Z : Biaya Transportasi = Biaya Trans Cabai + Biaya Trans Singkong + Biaya Trans Tenaga Kerja + Biaya Trans Produk Kripik Biaya Trans Cabai = (Kebutuhan cabai/hari x Biaya trans cabai x Jarak dari kebun cabai ke Z ) Biaya Trans Singkong = (Kebutuhan singkong/hari x Biaya trans singkong x Jarak dari kebun singkong ke Z ) Biaya Trans tenaga kerja = (Kebutuhan tenaga kerja/hari x Biaya trans tenaga kerja x Jarak dari sumber tenaga kerja ke Z ) Biaya Trans Produk Kripik = (Kebutuhan produk kripik//hari x Biaya trans produk kripik x Jarak dari Z ke kota tujuan distribusi )

17 CONTOH KASUS (KRIPIK PEDAS BINGITZ
CONTOH KASUS (KRIPIK PEDAS BINGITZ!!) teori lokasi industri (Alfred Weber ) Sebaiknya lokasi pabrik dibangun di Kota, dengan menggunakan moda Truk sebagai sarana transportasi bahan baku, tenaga kerja dan produk. Dengan Biaya Transportasi per hari sebesar Rp


Download ppt "03. INDUSTRI & TRANSPORTASI"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google