Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Manajemen Piutang Rosyeni Rasyid.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Manajemen Piutang Rosyeni Rasyid."— Transcript presentasi:

1 Manajemen Piutang Rosyeni Rasyid

2 Pendahuluan Piutang timbul akibat penjualan kredit
Alasan perusahaan melakukan penjualan kredit adalah untuk meningkatkan (atau mencegah penurunan) penjualan akibat persaingan yang tajam Piutang dapat meningkatkan laba perusahaan Piutang juga menimbulkan biaya seperti biaya dana, biaya piutang tak tertagih, biaya pengumpulan piutang, dan biaya diskon Pada saat perusahan memutuskan untuk melakukan penjualan kredit, maka perusahaan harus menetapkan suatu kebijakan kredit

3 Tujuan Manajemen Piutang
Kebijakan kredit pada perusahaan dapat mendatangkan Manfaat, berupa kenaikan penjualan yang bermuara pada peningkatan laba perusahaan. Biaya, terkait dengan investasi piutang, sehingga dapat menurunkan laba perusahaan Tujuan manajemen piutang adalah menentukan kebijakan kredit yang optimal terkait dengan laba yang diperoleh akibat perubahan kebijakan kredit dengan beban yang timbul dikarenakan adanya piutang

4 Faktor-Faktor yang mempengaruhi Investasi pada Piutang
Kebijakan kredit (kebijakan manajemen piutang) Standar kredit Persyaratan kredit Kebijaksanaan pengumpulan piutang Volume penjualan kredit, semakin tingi maka semakin besar investasi pada piutang Kebiasaan membayar dari pelanggan, jika pelanggan tertarik dengan cash discount maka investasi pada piutang akan kecil

5 Standar kredit Merupakan kriteria yang dipakai oleh perusahaan untuk menyeleksi (evaluasi) para langganan yang akan diberi kredit dan berapa jumlah yang harus diberikan. Semakin selektif dalam memilih pelanggan yang akan diberikan kredit semakin “kecil investasi pada piutang Semakin tinggi plafon kredit yang ditetapkan, maka semakin besar investasi pada piutang

6 Langkah Evaluasi terhadap langganan
Mengumpulkan informasi yang relevan tentang calon pelanggan Sumber informasi: Laporan keuangan, bank, sumber lain pusat data dan studi industri Informasi ini terkait dengan persyaratan/ kriteria yang ditetapkan perusahaan seperti 5 C (character, capacity, capital, collateral, condition) dan 3R (Rate of return, Risk bearing ability, repayment capacity) Menganalisis kondisi calon atas dasar informasi yang diperoleh Pengambilan keputusan apakah calon pelanggan akan diberikan kredit atau tidak dan berapa jumlahnya.

7 Persyaratan kredit Merupakan kondisi yang disyaratkan untuk pembayaran kembali piutang dari para langganan. Kondisi tersebut meliputi lama waktu pemberian kredit dan potongan tunai, serta persyaratan khusus lainnya. Pada saat perusahaan lebih mengutamakan keselamatan kredit dibandingkan dengan laba (persyaratan kredit ketat), maka investasi pada piutang akan kecil.

8 Kebijaksanaan Pengumpulan Piutang
Usaha pengumpulan piutang dapat dilakukan dengan cara pengiriman surat, telepon, melalui agen atau cara lain seperti penundaaan pengiriman baru sampai pembayaran piutang sebelumnya. Kebijaksanaan pengumpulan piutang bisa bersifat aktif atau pasif. Pemilihan kebijaksanaan ini akan terkait dengan besarnya investasi pada piutang, biaya dan laba dimasa mendatang. Kebijaksanaan pasif akan menyebabkan investasi pada piutang rendah, biaya pengumpulan tinggi, bisa menyebabkan pelanggan berpindah pada perusahaan lain sehingga megurangi penjualan dan laba dimasa datang

9 Indikator Penilaian kebijakan Kredit
Aging schedule: menunjukkan jumlah piutang perusahaan berdasarkan usianya. Average Collection Periode (ACP): Periode pengumpulan piutang pada perusahaan Aging schedule dan ACP bisa dibandingkan dengan syarat kredit perusahaan, atau dengan perusahaan lain yang sejenis.

10 Analisis Ekonomis Kebijakan Kredit
Analisis yang bertujuan untuk menilai apakah manfaat suatu kebijakan kredit lebih besar dari biayanya (analisis biaya dan manfaat/cost and benefit analysis) Analisis ini memerlukan identifikasi jenis dan besarnya manfaat serta biaya yang timbul dari kebijakan kredit yang baru pada perusahaan. Jika manfaat lebih besar dari biaya, maka kebijakan kredit yang baru diterima. Sebaliknya,jika manfaat lebih kecil dari biaya, maka kebijakan kredit yang baru tidak layak diterapkan.

11 Contoh: Penjualan Tunai Menjadi Penjualan Kredit Tanpa Diskon
Suatu perusahaan dagang semula melakukan penjualan secara tunai. Penjualan yang tercapai setiap tahun rata-rata sebesar Rp.600 juta. Perusahaan kemudian merencanakan akan menawarkan syarat kredit n/30. Diperkirakan dengan kebijakan yang baru perusahaan dapat meningkatkan penjualannya sebesar 20%, tapi diperkirakan juga akan menimbulkan piutang tak tertagih sebesar 1% dari penjualan kredit dan biaya penagihan piutang sebesar Rp 1 juta pertahun. Apabila profit margin perusahaan sebesar 15% dan biaya dana/modal/tingkat keuntungan yang disyaratkan sebesar 16%, apakah perusahaan perlu beralih ke penjualan kredit?

12 Analisis a. Manfaat Tambahan keuntungan karena tambahan penjualan
Tambahan penjualan x OPM (Rp 800jt –Rp 600jt) 15% = Rp. 30 juta b. Biaya Biaya dana Periode pengumpulan piutang = 45 hari Perputaran Piutang 360hr/45hr = 8x Rata-rata piutang = Rp 800jt/8x = Rp.100jt Dana untuk membiayai piutang = Rp 100 jt (100%-15%) = Rp 85Jt Biaya Dana = Rp 85 jt x 16% = Rp 13,6 jt Biaya Piutang tak tertagih = 1% x Rp. 800 jt = Rp 8 jt Biaya Pengumpulan piutang = Rp. 1 jt Total Tambahan biaya Rp. 22,6juta c. Manfaat Bersih Rp. 7,4juta

13 Contoh: Menjadi Penjualan Kredit Dengan Diskon
Berdasarkan analisis ekonomis, maka perusahan dapat beralih ke penjualan kredit. Karena manfaat yang diterima lebih besar dari biaya yang harus dikeluarkan. Perusahaan telah beralih ke penjualan kredit. Kemudian perusahaan ingin mempercepat periode pengumpulan piutangnya dengan cara menawarkan diskon, sehingga syarat penjualan/kredit yang baru menjadi 2/10, n/45. Diperkirakan 60% pelanggan memanfaatkan diskon, dan penjualan perusahaan tidak mengalami perubahan. Apakah perusahaan perlu beralih pada kebijakan yang baru?

14 Analisis a. Manfaat Penurunan biaya dana
Biaya dana awal sebelum penawaran diskon = Rp 13,6jt Biaya dana setelah penawaran diskon Periode pengumpulan piutang = 60% (10 hr) + 40% (45 hr) = 24 hari Perputaran Piutang 360hr/24hr = 15x Rata-rata piutang = Rp 800jt/15x = Rp.53,3jt Dana untuk membiayai piutang = Rp 53,3 jt (100%-15%) = Rp 45,3Jt Biaya Dana = Rp 45,3 jt x 16% = Rp 7,25 jt Penurunan biaya dana = Rp 6,35 jt B Biaya Biaya diskon = 60% x 2% x Rp 800 juta = Rp 9,6 jt c. Manfaat Bersih (Rp. 3,25 jt) Sehingga kebijakan yang baru tidak layak ntuk diterapkan

15 Contoh: Penjualan Tunai Menjadi Penjualan Kredit dengan Diskon
Suatu perusahaan dagang semula melakukan penjualan secara tunai. Penjualan yang tercapai setiap tahun rata-rata sebesar Rp.600 juta. Perusahaan kemudian merencanakan akan menawarkan syarat kredit 2/10 n/45. Diperkirakan dengan kebijakan yang baru perusahaan dapat meningkatkan penjualannya menjadi Rp.800 juta, tapi diperkirakan juga akan menimbulkan piutang tak tertagih sebesar 1% dari penjualan kredit dan biaya penagihan piutang sebesar Rp 1 juta pertahun. Apabila 60% pelanggan memanfaatkan diskon, profit margin perusahaan sebesar 15% dan biaya dana/modal/tingkat keuntungan yang disyaratkan sebesar 16%, apakah perusahaan perlu beralih ke penjualan kredit dengan diskon?

16 Analisis Biaya Piutang tak tertagih = 1% x Rp. 800 jt = Rp 8 jt
a. Manfaat Tambahan keuntungan karena tambahan penjualan Tambahan penjualan x OPM (Rp 800jt –Rp 600jt) 15% = Rp. 30 juta b. Biaya Biaya dana Periode pengumpulan piutang = 60% (10 hr) + 40% (45 hr) = 24 hari Perputaran Piutang 360hr/24hr = 15x Rata-rata piutang = Rp 800jt/15x = Rp.53,3jt Dana untuk membiayai piutang = Rp 53,3 jt (100%-15%) = Rp 45,3Jt Biaya Dana = Rp 45,3 jt x 16% = Rp 7,25 jt Biaya Piutang tak tertagih = 1% x Rp. 800 jt = Rp 8 jt Biaya Pengumpulan piutang = Rp. 1 jt Biaya diskon = 60% x 2% x Rp 800 juta = Rp 9,6 jt Total Tambahan biaya Rp. 25,85juta c. Manfaat Bersih Rp. 7,4juta


Download ppt "Manajemen Piutang Rosyeni Rasyid."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google