Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pengantar Hingga saat ini, sampling terhadap organisme laut target untuk ‘natural ingredients’ masih mendominasi wilayah-wilayah yang mudah dijangkau di.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pengantar Hingga saat ini, sampling terhadap organisme laut target untuk ‘natural ingredients’ masih mendominasi wilayah-wilayah yang mudah dijangkau di."— Transcript presentasi:

1 Pengantar Hingga saat ini, sampling terhadap organisme laut target untuk ‘natural ingredients’ masih mendominasi wilayah-wilayah yang mudah dijangkau di sekitar perairan pantai. Makanya, sekitar 97% organisme target tersebut dari Golongan Eukaryota, didominasi oleh Spons (38%) Hingga akhir tahun 2007, hanya 10 senyawa yang dilaporkan berasal dari laut dalam dan palung-palung samudera. Ada 7 senyawa baru yang dilaporkan berasal dari laut dalam pada akhir Kurang dari 10 senyawa alam laut yang dilaporkan berasal dari bakteri ‘hot vent’ (Global Ocean Commission, November 2013). This is another option for an overview using transitions to advance through several slides.

2 Fungi Isolasi fungi (jamur) endophyte yang berasal dari lingkungan laut (dan kayu lapuk di wilayah estuari) sangat menjanjikan untuk produk-produk enzim dan pigmen. Pada akhir 60-an, ilmuwan akhirnya mengakui bahwa jamur memiliki Kingdom sendiri: Fungi dengan Domain: Eucaryote, namun terpisah dari Tumbuhan, walaupun diduga memiliki nenek moyang yang sama pada sekitar 1 milyar tahun lalu. Jamur dan Tumbuhan sama-sama immobile, keduanya memiliki vakuola dan dinding sel, serta bereproduksi secara seksual dan aseksual.

3 Perbandingan Karakteristik Sel

4 Sel-sel fungi menghasilkan enzim untuk memecah nutrien menjadi produk cair yang kemudian diingesti. Fungi mencerna molekul-molekul besar di bagian luar tubuhnya (extra- cellular) kemudian mencerna molekul/produk yang lebih kecil. Berbeda dengan hewan yang menelan molekul-molekul besar yang kemudian dicerna menjadi molekul-molekul kecil secara internal.

5 Hal yang unik tentang fungi adalah memiliki 2 inti (nukleus) yang berbeda per-sel. Beberapa jenis fungi juga tidak memiliki mitokondria, sehingga fungsi respirasi aerobiknya (penggunaan O2 untuk menghasilkan ATP) diambil alih oleh organella. Fungi bereproduksi dengan banyak cara, namun hampir seluruhnya dengan spora. Tubuh fungi bisa uniseluler (contoh: ragi/yeast) atau membentuk benang- benang mikroskopis yang disebut hifa/hyphae. Kumpulan hyphae kita kenal dengan nama myselium.

6 Penyusun utama dinding sel Fungi adalah Khitin/chitin, bukan selulosa/cellulose. Khitin adalah senyawa yang sangat mirip dengan selulosa. Seluloas disusun oleh molekul Glukosa yang dihubungkan dengan rantai-rantai tdk bercabang. Khitin tersusun oleh molekul-molekul N-acetyl glucosamine yang dihubungkan satu sama lain dengan dengan rantai-rantai yang tdk bercabang, Perbedaan utama keduanya adalah atom N pada molekul N-acetyl glucosamine (acetyl adalah grup bahan organik fungsional dengan formula kimia COCH3 dan biasanya ditulis dengan simbol Ac). Khitin juga merupakan senyawa yang menyusun cangkang lobster, kepiting dan beberap jenis serangga dan laba-laba.

7 Tidak ada angka pasti mengenai jumlah spesies fungi
Tidak ada angka pasti mengenai jumlah spesies fungi. Namun estimasinya sekitar 3 – 5 juta spesies, dan baru sekitar 3 % yang berhasil diidentifikasi (Blackwell, 2011). Lantas bagaimana kita mengisolasi fungi dan jenis fungi apa yang berpotensi memiliki kandungan metabolit sekunder yang tinggi..? Fungi dapat kita peroleh dari sedimen, kayu yang lapuk, air dan tumbuhan laut. Dengan teknik kultur yang ada, kita jelas akan kehilangan beberapa spesies fungi, karena tidak seluruhnya dapat tumbuh dalam media di Laboratorium. Blackwell, M., The Fungi: 1, 2, 3, 4, 5 million species? American Journal of Botany 98, (3),

8 Beberapa contoh obat-obatan yang berasal dari fungi :
Penicillin yang berasal dari Penicillium chrysogenum Cyclosporin (untuk terapi immune system) dari fungi tanah Norwegia Tolypocladium inflatum. Statins yang dihasilkan dari Aspergillus terreus, juga dari fungi tanah, digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol.

9 Metode inokulasi fungi pada kaca slide mikroskop + agar
Dalam kondisi aseptik, potonglah agar, kira-kira selebar deck/cover glass, lalu letakkan di atas objek glass (gbr di bawah).

10 Letakkan slide/objek glass ke dalam petri dish steril, di sisinya letakkan irisan kertas saring yang dibasahi aquabides steril. Ganjal cover slide, agar mudah diangkat pada akhir masa inkubasi Gunakan jarum ose/tusuk gigi steril untuk mengambil hifa dari sumber fungi. Tidak perlu menggores, cukup sentuh permukaan agar.

11 Teteskan aquabidest di sekitar slide glass
Teteskan aquabidest di sekitar slide glass. Ambil cover glass bersih steril. Letakkan cover glass baru di atas agar, tutup cawan petri lalu balut tepinya dengan parafilm. Masukkan dalam inkubator pada suhu 38o C. (untuk fungus tropis), amati pertumbuhannya hingga 4 hari.

12 Bentuk slide culture yang sukses
Bentuk slide culture yang sukses. Lihat koloni fungi di bagian permukaannya

13 Jaringan fungi umumnya harus dicat dengan pewarna Congo Red dalam 10% Larutan Ammonia. Cat ini akan mewarnai Khitin membuat hyfa mudah terlihat dan teridentifikasi. Caranya : ambil koloni fungi dengan jarum ose, goreskan di cover glass, beri 1 – 2 tetes pewarna Congo Red, lalu amati di bawah mikroskop, pembesaran 10 x 40. Hati-hati, larutan ammonia bersifat korosif, bisa merusak mikroskop bila tidak hati-hati. Congo Red juga bisa dilarutkan dalam aquabidest, buat solusi 2%, namun pewarnaannya sangat singkat lalu meudar.

14 Thank You


Download ppt "Pengantar Hingga saat ini, sampling terhadap organisme laut target untuk ‘natural ingredients’ masih mendominasi wilayah-wilayah yang mudah dijangkau di."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google