Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

FILSAFAT PANCASILA Pertemuan 3.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "FILSAFAT PANCASILA Pertemuan 3."— Transcript presentasi:

1 FILSAFAT PANCASILA Pertemuan 3

2 Deskripsi Filsafat Pancasila
Filsafat pancasila adalah suatu system atau aliran kefilsafatan kebangsaan Indonesia yang bersumber pada sejarah, budaya tradisi, dan lingkungan. Dalam kapasitasnya sebagai pandangan hidup, pancasila disebut juga weltanschauung atau pendirian hidup seperti dijelaskan oleh Dryarkara. Hal ini menunjukan bahwa pancasila merupakan gagasan vital bangsa, system nilai dasar, yang derivasinya terbangun ke dalam system moral dan hokum NKRI. Sebagai pandangan hidup, pancasila mengandung system normative bagi kehidupan nasional.

3 Sebagai pandangan dunia atau filsafat , pancasila merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berfikir bangsa, yang dalam usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam filsafat yang kredibel. Bahan materialnya adalah berbagai butir dan ajaran kebijaksanaan dalam budaya etnik maupun agama. Tentu saja material ini kemudian akan terolah bersama rempah-rempah filsafat asing dalam suatu cara yang disebut akulturasi.

4 Pandangan Sukarno Pancasila berpangkal pada dasar pikiran kekeluargaan atau gotong royong, dan membuang individualism. Dalam siding BPUPKI sukarno menyatakan “ maka oleh karena itu, jikalau kita betul-betul hendak mendasarkan Negara kita pada faham kekeluargaan, faham tolong menolong, faham gotong royong dan keadilan social, enyahkanlah tiap-tiap pikiran, tiap-tiap faham individualism dan liberalism daripadanya”. Sebelumnya dia menyatakan “ kita telah menentukan di dalam siding yang pertama, bahwa kita menyetujui keadilan social dan preambule. Keadilan social inilah protes kita yang maha hebat kepada dasar individualism “

5 Sosionasionalisme dan sosiodemokrasi
Sosionasionalisme dan sosiodemokrasi. Kedua terminology ciptaan bung karno ini patut memperoleh tempat khusus di dalam pemikiran pancasilanya sukarno. Sosionasionalisme adalah nasionalisme yang bermaksud mencari keberesan politik dan keberesan ekonomi, keberesan negeri dan keberesan rezeki. Sosiodemokrasi adalah bukan demokrasi ala revolusi perancis, bukan ala Amerika atau Inggris, tetapi demokrasi sejati yangmencari keberesan politik dan ekonomi. Sosdem adalah demokrasi politik dan ekonomi. Donald Wilhelm menilai bahwa pemikiran Sukarno tentang Pancasila semacam itu membuat Pancasila dibuat identik dengan sosialisme.

6 Pandangan Notonagoro Pancasila merupakan azas pandangan dunia, suatu azas pandangan hidup, buah hasil perenungan jiwa yangmendalam, buah hasil penelaahan cipta ya g teratur dan seksama diatas basis pengetahuan dan pengalaman hidup yang luas. Asla mula materiil pancasila adalah adat, tradisi, dan kebudayaan Indonesia “lima unsure yang tercantum di dalam Pnacasila bukanlah hal-hal yang baru timbul pada pembentukan Negara Indonesia, akan tetapi sebelumnya telah dimiliki oleh rakyat, bangsa Indonesia, yang nyata-nyata hidup dalam jiwa masyarakat, rakyat, dan bangsa Indonesia.

7 Sebagai suatu system filsafat atau pandangan dunia, pancasila merupakan sebuah kesatuan dan sila-sila itu saling terkait satu sama lain. Filsafat pancasila notonagoro menjelaskan bahwa sila-sila pancasila mewujud dalam suatu bangun hierarkis pyramidal. Hirarkis dalam artian bahwa sila-sila pancasila saling terkait dengan sila yang terdahulu menjadi sumber nilai yang menjiwai sila berikutnya. Sila yang di belakang merupakan penjelmaan dan pengkhususan sila yang didepan.

8 Aktualisasi Pancasila
Soerdjanto Puspowardoyo menyatakan bahwa secara cultural, dasar-dasar pemikiran dan orientasi pancasila pada hakikatnya bertumpu pada budaya bangsa. Lebih lanjut dia mengatakan bahwa pancasila mencerminkan nilai-nilai budaya baik tradisional maupun modern. Berarti , terhadap arus globalisasi kebudayaan dewasa ini, pancasila justru akan meresapkan nilainya, menjadi semacam tolok ukur kesesuaian adopsi nilai budaya. Pancasila juga akan welcome terhadap pengaruh baru seperti halnya nilai-nilai iptek. Sebaliknya, bukan Pancasila yang akan diseret oleh kegencaran arus iptek, melainkan ipteklah yang membutuhkan ‘pengarahan nilai’ dari Pancasila.

9 Banyak kemajuan telah dicapai oleh masyarakat bangsa ini dalam menapaki masa lampau kemerdekannya yang lebih dari setengah abad. Tetapi disisi lain juga muncul berbagai kekeliruan dan kegagalan dalam pembangunan nasional, seperti halnya fenomena dan problema komersialisasi di berbagai bidang non ekonomi , neofeodalisasi, korupsi, dan kurangnya kepedulian terhadap kaum marginal. Keseluruhan realitas kebangsaan itu dengan sejumlah plus minusnya, perlu disoroti oleh cahaya nilai pancasila. Sudah sejauh mana kehidupan masyarakat lebih seimbang lahir batin, sejauh mana pembentukan system social makin dijiwai etos kekeluargaan, dan sejauh mana religiusitas tercermin dalam perilaku masyarakat.


Download ppt "FILSAFAT PANCASILA Pertemuan 3."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google